
Jungkook masih dalam keadaan pingsan karna mendapat banyak pukulan dari Taehyung juga tamparan sendal rumah Jungkook.
Jimin dan Yoonji sudah kembali kedalam, Jungkook terikat dikursi makan dengan kencangnya, menunggu Wonwoo dan Yoongi datang.
Berharap mereka berdua datang sebelum Jungkook sadar, berharap si Jungkook masih dalam keadaan kerasukan, kalau Jungkook sudah tidak kerasukan maka hancur tubuh Jungkook.
Sudah Jungkook sedang sakit, tubuhnya banyak luka ditambah pukulan bertubi tubi dari Taehyung. Pasti akan sangat sakit dan sangat lemas sekali Jungkook.
"Shhh ahhh.."
Jungkook tiba tiba mendesis dan Yoonji segera berlari menghampiri Jimin bersembunyi dibelakangnya, masih takut dengan Jungkook.
"K-kalian kenapa.. shh mengikatku? Akh"
"Kau Jungkook apa masih kerasukan?"
"Aku? Kerasukan? Pertama kalinya aku kerasukan, tolong lepaskan ini"
Ucap Jungkook sambil berontak berusaha melepaskan ikatan kencang Taehyung dan Irene. Taehyung mengerutkan dahinya, kalau itu Jungkook maka berontak sedikit saja tidak bisa karna dia sedang sakit dan tubuhnya banyak luka.
Ini? Dia bergerak banyak dan wajahnya datar datar saja. "Kenapa diam? Ini sangat sakit"
"Kau bukan Jungkook"- Jimin
"Ya, Jungkook sedang sakit dan tidak banyak bicara juga bergerak"- Yoonji
"Ah pengantinku kau sangat mengerti, sangat cocok untuk menjadi istriku" Yoonji semakin bersembunyi dibalik punggung Jimin. "Kenapa bersembunyi? Hey calon suamimu terikat kenapa tidak membantuku? Kau keterlaluan terhadap calon suamimu hm?"
"Sepupuku tidak akan pernah bisa menikah denganmu, karna Yoonji manusia nyata dan kau tidak. Jangan berharap, mimpi saja kau setan laknat"
"Ckckck manusia memang keras kepala. Lepaskan, lepaskan aku!"
Brakk
Semua menengok ke arah pintu rumah yang didobrak dengan Wonwoo, ada Wonwoo yang sedang terengah engah dengan Yoongi dibelakangnya.
Wonwoo segera berlari menuju kamar orang tuanya sedangkan Yoongi memeluk adiknya erat. "Tidak apa apa, ada oppa disini"
"Hey hey kau siapa memeluk calon pengantinku hah?!"
Yoongi melihat Jungkook yang masih dalam keadaan kerasukan, menatap Jungkook tajam karna berani beraninya menyebut adik kesayangannya ini calon pengantin.
"Kau tidak pantas bersanding dengan adikku karna kau tidak nyata. Kau haram menyentuh adikku seujung rambutku, pergilah kau ke neraka"
"Hooh kau kakaknya? Mirip sekali wajah kalian, kenapa kau tidak menjadi wanita saja dan gantikan posisi adikmu untuk menjadi pengantinku? Sepertinya menarik"
"Menjijikan"
Wonwoo sudah kembali dengan alkitab milik orang tuanya, juga ada sebotol air yang sudah yakin kalau itu adalah air do'a.
Berharap Wonwoo bisa karna Wonwoo baru menyadari sesuatu dua hari yang lalu, Wonwoo melihat sekelebat sosok wanita namun tidak menapak pada tanah.
Wonwoo bisa melihat arwah dimana mana, namun entah bisa atau tidak seperti kedua orang tua juga adiknya, Wonwoo berharap bisa untuk menyelamatkan adiknya.
"Kumohon demi adikku"
"Hey, kau siapa pula?" tanya Jungkook menunjuk Wonwoo dengan dagunya sendiri. "Kau menyentuh adikku yang sedang sakit, kau menyerang adikku saat dia lemah, kau menguasai tubuh adikku"
Wonwoo menarik surai halus Jungkook dengan keras, hal itu membuat Jungkook merasa sakit dikepalanya. Wonwoo benar benar terbawa emosi karna adiknya diserang saat dia lemah.
"Pengecut, tidak ada keberanian. Kau menyerang seseorang saat sedang lemah. Tidak, adikku tidak lemah. Tapi kau yang lemah, pengecut"
"Aku lemah? Hahaha adikmu saja yang lemah"
"Ya kau lemah menyerang seseorang saat tidak berdaya, kau tidak punya keberanian"
"Kurang ajar kau bicara seperti itu manusia tidak tau diri"
"Kau, menjauhlah dari adikku"
"Adikmu akan menjadi pengikutku hahahahaha!"
"Tidak, adikku bukan penganut setan"
Wonwoo menutup matanya dan membacakan do'a yang beberapa dia hafalkan. Dengan fasih Wonwoo merapalkan do'a itu dengan pelan tidak bersuara.
__ADS_1
Tiba tiba tubuh Jungkook gelisah dan terasa panas. Jungkook berontak keras ingin melepaskan diri karna ini semakin lama semakin panas dirasanya.
"Berhenti! Hentikan!"
Tanpa melepaskan cengkraman pada rambut Jungkook, Wonwoo terus membacakan do'a agar setan ini lepas dari tubuh Jungkook.
"Arghhh!! Panas! Hentikan! Arghhhh berhentiii!!"
"Menjauh dari adikku"
Wonwoo mengusap kasar wajah Jungkook dan seketika Jungkook tidak sadarkan diri. Wonwoo mengecek nadi di pergelangan tangan, leher dan mengecek mata Jungkook.
Dengan segera Wonwoo melepas ikatannya dan membawa Jungkook kekamarnya. Bekas tapak tangan sudah memudar sedikit.
Yang lain segera menyusul Wonwoo ke kamar Jungkook. Wonwoo mengambil lentera sumbu yang ada dikamar orang tuanya dan segera kembali.
Irene mengecek suhu tubuh Jungkook, suhunya dingin sekali. "Ada apa? Suhunya dingin tidak panas, tadi dia sangat panas sekali"
"Karna Jungkook tidak ada"
"T-tidak ada? M-maksudmu hyung? Jungkook tidak apa apa kan?"
"Oppa, jangan bercanda"
"Aku tidak bercanda, masalah seperti ini aku tidak bercanda"
Wonwoo duduk disamping Jungkook, melihat bekas tapak tangan yang sedikit memudar namun tapak tangan besar dengan jari panjang dan melepuh tidak memudar.
"Wonu, jelaskan sejelas mungkin"
"Jungkook, dia diserang oleh arwah yang ada dirumah ini kan?"
"Bagaimana hyung tau"- Jimin
"Aku dua hari yang lalu menyadari kalau aku bisa melihat arwah, apa itu tandanya aku menuruni kemampuan kedua orang tuaku juga? Kalau iya kenapa terlambat sejauh ini?"
Wonwoo menghela nafasnya pelan, melihat adiknya yang tidak berdaya membuat Wonwoo sangat sedih. Diserang saat dia sedang sakit dan sekarang tubuhnya sangat lemah.
"Pagi tadi aku menyadari sesuatu arwah dirumah ini bergelagat aneh, pasti akan terjadi sesuatu pada adikku dan benar saja. Aku menyesal berangkat bekerja--
"Kau tau dari mana?"- Taehyung
"Aku bisa merasakannya saat aku menyentuh kepala Jungkook, aku bisa membaca semuanya"
"Aku bingung, heran sekaligus takjub dengan keluarga kalian. Kalian penyihir atau apa?"- Yoonji
"Entah, kenapa kami bisa sejauh ini. Dan Jungkook, dia dibawa ke alamnya untuk dijadikan pengikutnya"
"Lalu arwah yang menyerangnya?"- Taehyung
"Aku bertemu arwah yang berhasil lolos dari setan itu, katanya arwah arwah disini dipengaruhi oleh setan itu untuk menyerang Jungkook. Awalnya para arwah menolak, namun karna tolakan itu otak mati arwah disini dipermainkan oleh setan itu untuk menyerang Jungkook, dan hanya arwah tadi yang berhasil lolos"
"Jika Jungkook dijadikan pengikutnya, akan dibawa kemana dia?"-Yoongi
"Neraka"
Semuanya mematung, penjelasan Wonwoo jika didengar oleh orang yang tidak percaya dengan hal mistis itu adalah konyol dan tidak masuk akal.
Tapi disini Taehyung, Irene, Yoonji, Jimin dan Yoongi yang percaya dengan hal hal mistis karna mereka sudah melihatnya secara langsung, terlebih lagi Taehyung yang dapat dilihat oleh orang tua Jungkook dan Jungkook sendiri.
Membawa Jungkook ke neraka? Itu artinya Jungkook mati sebelum waktunya tiba, itu akan menyakiti arwah Jungkook karna mati dengan tidak sepantasnya.
"Lalu, kita harus bagaimana?"
"Menyelamatkan Jungkook, pergi kesana"
"Melakukan astral projection?"- Yoongi
"Ya, aku walaupun sudah dibilang indigo belum tentu bisa karna aku belum pernah mencobanya bahkan saat aku sedang tidurpun"
"Aku, pernah pergi kesana"- Taehyung
"Kau pernah Taehyung?-Jimin, Yoongi, Irene
"Ya, saat aku masih koma"
__ADS_1
"Huff, bukan karna kau sedang koma kau bisa melakukan astral projection Taehyung. Rohmu keluar karna kau sedang koma, kau saat itu berbentuk roh dan sangat mudah untuk dibawa ke alam sana"
"Lalu, apa salahnya kita mencoba untuk melakukan astral projection? Cepat sebelum Jungkook semakin jauh"- Irene
"Disini yang terluka hanya Jimin saja?"
Jimin mengangguk sambil terus memegangi pinggangnya yang sangat sakit.
"Yoonji, Taehyung, Yoongi dan Irene. Di antara kalian siapa yang ingin melakukan astral projection?"
"Aku"- Irene
"Aku juga mau"- Taehyung
"Aku mau"- Yoonji
"Aku, kalau Yoonji bisa aku ingin menjaganya disana"- Yoongi
"Belum tentu kau juga bisa melakukannya Yoongi"
"Lalu, aku bagaimana? Apakah aku bisa juga?"
"Kau sedang tidak baik baik saja, fisikmu terluka akan sangat mudah arwah disana menemui tubuh aslimu dan menempati tubuhmu, itu bahaya kau bisa terjebak disana"
"Baiklah"
"Kalian berempat?"
Mereka mengangguk, demi Jungkook mereka harus berani pergi kesana. "Aku tidak bisa karna aku harus membimbing kalian, setauku tidak semua darkness harus diam membisu"
"Darkness?"- Irene
"Keluargaku menyebutnya seperti itu, karna disana hanya ada kegelapan"
"Kapan kita mulai?"- Yoongi
"Aku harus meminta izin orang tuaku dulu dan meminta langkah langkahnya. Juga cara menganalisis darkness mana yang menjadi tempat Jungkook saat ini"
"Baiklah"
Wonwoo pergi ke balkon kamar Jungkook, mendial nomor papanya untuk meminta langkah langkah dan barang apa yang diperlukannya.
Taehyung menatap Jungkook yang seluruh badannya pucat, tidak sadarkan diri dan rohnya dikendalikan oleh setan yang balas dendam padanya.
Memang, kebaikan seseorang pasti ada saja yang ingin menjatuhkannya. Menjadi orang baik itu susah, kita terlalu baik maka kebaikan kita dimanfaatkan.
Kita membantu seseorang kadang ada saja yang ingin balas dendam karna kebaikan itulah yang membuat seseorang ingin melakukan kejahatan digagalkan.
Serba salah memang, tapi hidup tidak selalu mulus.
Bayangkan saja, kita hidup tidak selalu berjalan mulus. Kita sedang jalan dijalan, tapi ditengah jalan ada sebuah lubang yang mengahalangi jalan mulus kita.
Jika kita jalan terus maka kita akan terjatuh pada lubang itu dan kita terjebak. Maka kita harus pintar pintar, jika jalan memutar itu akan membuang waktu dan kita hanya berputar putar saja.
Kita harus berfikir memikirkan cara agar bisa melewati lubang itu. Kita sudah menemukan caranya untuk melewati lubang itu, maka kita sudah bebas dengan satu masalah.
Tapi, tidak hanya ada satu lubang. Di kedepannya akan ada lubang lagi, jadi disetiap hidup akan selalu saja ada masalah yang dihadapi.
Dan kita harus berfikir bagaimana caranya agar bisa menyelesaikan masalah itu.
Dan disini Jungkook sedang berusaha melawan dan berusaha menyelesaikan masalah balas dendam setan ini walaupun rohnya sedang dipengaruhi.
Tidak hanya Jungkook, kakaknya dan juga teman temannya membantu Jungkook menyelesaikan masalah ini.
"Bertahanlah, kau adalah anpanman. Walaupun anpanman adalah pahlawan yang terlemah dari pahlawan lainnya, namun anpanman merupakan pahlawan terbaik yang membantu mereka yang membutuhkan. Kau yang terhebat"- Taehyung
"Kau sangat mengkhawatirkannya Tae?" Irene mengelus pundak Taehyung untuk menenangkannya. "Ya, karna jika aku gagal menyelamatkannya maka aku akan sangat bersalah dan menghukum diriku sendiri. Karna mencari teman seperti Jungkook sangatlah sulit"
"Jungkook tulus berteman tanpa memandang apapun dan kekurangan kelebihan orang lain, dia langka didunia ini"- Yoonji
"Meninggalkan teman seperti Jungkook? Menurutku itu adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan"- Irene
"Aku menyesal telah membullynya ternyata yang aku bully adalah seorang anpanman, kau sangat luar biasa"- Jimin
"Ketulusan Jungkook dalam berteman bukan hal biasa, sangat sulit untuk diucapkan dengan kata kata. Jadi kalian jangan tinggalkan manusia seperti Jungkook, idiot bodoh brengsek jika kalian meninggalkannya"- Yoongi
__ADS_1
"Kalian sudah siap?"- Wonwoo