
Jungkook mengayuh pedal sepeda nya dengan otak yang penuh dengan fikiran hubungan Jimin dengan Yoongi, karnanya mereka berdua bertengkar, Jungkook merasa mereka bertengkar inti dari masalahnya adalah dirinya.
Jungkook bisa saja menolak Yoongi dengan kasar, namun salahkan sifatnya yang tidak tegaan, dia tidak bisa melihat wajah memohon.
Bahaya memang bersepeda dengan fikiran entah kemana dan tidak fokus pada jalanan, namun semuanya hilang seketika ketika ia merasakan pundaknya sedang dipegang.
Jungkook berhenti sejenak dan menengok kan kepalanya kebelakang, melihat Taehyung yang duduk di jok sepeda belakangnya.
Jungkook menaikan alisnya sebelah melihat Taehyung yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu. "Aku tau apa yang mengganjal dalam fikiranmu". Jungkook membolakan matanya, dari mana pria ini tau apa yang menjadi beban fikiran nya?
"Kau bisa membaca fikiran ku? Woahh keren!" Jungkook kembali mengayuh pedal sepedanya, tapi skrang sudah bisa sedikit melupakan yg mungkin kesalahannya. "Yoongi sepupuku, Jimin sangat menjaga apa yang dia sayang dan cintai termasuk Yoongi, dia tidak akan segan segan melukai orang yang dia tidak suka berdekatan dengan Yoongi".
Jungkook terdiam, mungkin benar dengan firasat nya, Jimin tidak akan tinggal diam untuk masalah ini, Jimin akan terus mengejarnya hingga Jimin puas, Jungkook tidak menyalahkan ini pada Yoongi, namun hidupnya memang untuk disakiti.
Mungkin hidupnya untuk membantu orang lain, tapi itu berlaku untuk kakak dan kedua orang tuanya. "Aku bukannya ingin menakutimu, aku tau semua tentang Jimin karna aku bersahabat dengannya. Dia aslinya sangat baik, namun dia berubah jika ada yang mengusik hidupnya dan kehidupan kekasihnya"
Jungkook masih diam, Jungkook tidak tau apa apa tentang warga sekolah, karna Jungkook tidak perduli. Jika Jungkook tau dia harus apa? Teman tidak ada, merasa di diskriminasikan karna dia beda sendiri.
Tapi tidak dengan wali kelas, pembina osis dan guru bk. Walaupun sering mendapat diskriminasi namun Jungkook selalu mendapat perlindungan dari 3 gurunya itu, walaupun disebut orang orang 'tukang mengadu'
"Jimin tidak akan mengganggumu kalau kau bilang berteman denganku". Jungkook tersenyum simpul, bilang berteman dengan taehyung? "Lucu sekali, bahkan jika aku bilang berteman denganmu dia tidak akan bisa percaya, karna? You know"
"Karna aku sepupu Yoongi, Jimin akan lemah jika sudah membawa bawa namaku, buktikan padanya kalau kau benar benar berteman denganku, aku akan membantu".
Memikirkan semua perkataan Taehyung, bahkan ia bicara sedikit sudah disela terlebih dahulu, nafas salah, berkedip salah. Tidak akan ada yang percaya dengannya kalaupun Jungkook membuktikannya.
Karna Taehyung tidak terlihat oleh mereka yang tidak dapat melihatnya.
"Tidak akan ada yang percaya denganku sekalipun aku membuktikan dan kau turut membantu"
_________
"Aku pulang"
Jungkook menempatkan sepedanya disamping mobil milik papanya. Saat sudah didalam ia melihat sepatu lain d dalam rumahnya, apa ada yang bertamu?
Jungkook mencium bau masakan yang sepertinya ia sangat kenal, dengan tergesa gesa ia menuju meja makan dan melihat Wonwoo sedang makan dengan lahapnya.
"Woahhh"
"Tidak ingin memeluk calon kakak iparmu Jeon?"
Jungkook tersentak dan melihat seorang pria tepat dibelakangnya, dengan semangat Jungkook memeluk pria yang sudah seperti kakaknya sendiri.
__ADS_1
"Pulang tidak kasih kabar? Bagaimana? Berhasil?" tanya Jungkook sambil terus memeluk Mingyu dengan erat. "Berhasil dong, apa kau tidak melihat beritanya?"
"Tidak, aku ingin mendengarnya langsung dari hyung" Jungkook melepas pelukannya dan menatap wajah hyungnya dengan tatapan dalam. "Mata pandamu hyung tebal sekali"
"Ah ini hasil kerja kerasku"
"Apa kalian hanya ingin mengobrol saja? Cepat makan nanti dingin" ucap mama Jungkook yang baru saja turun, berbeda dengan papanya yang sudah makan dengan Wonwoo.
"Oh? Kau membawa teman Jungkook?" Mingyu sudah tidak heran lagi teman yang dimaksud dengan mamanya, Mingyu tidak sama sekali merasa keberatan dengan kemampuan orang tua kekasihnya dan juga Jungkook.
"Ah maaf melupakanmu" Jungkook menarik tangan Taehyung yang sedari tadi diam dibelakang Mingyu, melihat keluarga Jungkook rasanya Taehyung ingin segera bangun dari masa komanya.
"Teman Jungkook? Siapa namamu?" tanya mama Jungkook sambil memegang pipi tirus Taehyung. "Kim Taehyung imnida, baru kenal tadi saat tidak sengaja bertemu disekolah"
"Bagus sekali Jungkook memiliki teman" Jungkook sudah duduk disamping Wonwoo, membiarkan Taehyung dan mamanya berkenalan, demi apapun masakan Mingyu sangat haram untuk dilewatkan.
"Teman khayalan" sela Jungkook dengan mulut penuh makanan, Taehyung memandang seisi rumah Jungkook, sama sekali tidak ada unsur seram, namun seramnya karna disini banyak setan yang berkeliaran, jika Taehyung seperti Jungkook pasti selalu terancam dengan ketakutan.
Bagaimana bisa Jungkook bertahan dengan pemandangan seperti ini?
"Jungkook, Taehyung dari apa?"
"Putih ma"
"Sudah 6 bulan ahjumma"
"Panggil mama saja. Apa yang terjadi hingga kau koma berkepanjangan? Saat sudah sadar nanti kau akan lumpuh sementara loh karna kau terlalu lama berbaring"
"Lebih baik aku yang seperti ini dari pada dia". Mama Jungkook mengerti apa yang dimaksud dengan Taehyung, berkorban agar orang lain tidak kena musibah. "Kau tipe pria yang berani dan setia, jarang sekali ada pria sepertimu. Entah Wonwoo dan Jungkook akan seperti dirimu atau tidak"
Wonwoo dan Jungkook saling berpandangan dan menatap mamanya dengan tajam, mamanya hanya terkekeh geli saja melihat kelakuan dua adik kakak itu.
"Walaupun kita berdua uke, kita buktikan kalau kita bisa jauh lebih baik dari Taehyung" ucap Jungkook dengan penuh penekanan berakhir pukulan sendok dari papanya yang menatap Jungkook kesal dengan pipi menggembung dengan makanan.
__________
Jungkook sedang mengerjakan pr matematika nya, kalau ini Jungkook benar benar menyerah, ambil jurusan ipa dan ada 2 matematika. Benar benar mabuk rumus
Berbeda dengan Taehyung yang asik tiduran dengan bebas di ranjang king size Jungkook, sedari tadi pria itu hanya diam dan terbengong saja, tidak tau apa yang ada di fikiran nya.
"Jungkook-ah"
"Hm?"
__ADS_1
"Apa kau melihat kekasihku?"
"Kekasihmu yang mana? Aku kenal kau saja tidak apa lagi kekasihmu" ucap Jungkook sambil terus menekan dengan kesal angka angka d kalkulator karna hasilnya selalu beda dan salah.
Taehyung bangun dari duduknya dan terbang bebas kesana kemari tidak takut terhantuk barang Jungkook karna dia akan tembus dan melewatinya, tidak jarang Taehyung melewati Jungkook membuatnya geram.
Menunggu Taehyung lewat lagi, dan. "Bisakah terbangnya ditempat lain" Jungkook menahan kepala Taehyung lalu mendorong dengan keras untuk menjauh
"Serius kau tidak tau hubungan kami berdua? Kami terkenal dengan hubungan kita". Jungkook memutar matanya malas. "Lalu? Hanya karna kau terkenal aku harus apa? Berteriak histeris dan menjadi shipper akutmu? Anak introvert sepertiku tau apa tentang kehidupan orang lain?"
"Ah benar juga, kekasihku Irene Sunbae kelas 12 ips-2. Apa kau selalu melihatnya?" Jungkook ingat dengan Irene Sunbae, wanita berhati malaikat yang membantu Jungkook saat Jungkook hendak jatuh dari rooftop sekolah karna gengnya Vernon dkk.
"Benarkah kau kekasih Irene Sunbae? Yang selalu berkumpul dengan Wendy, Yeri, Seulgi dan Joy Sunbae?"
"Nah! Kau kenal kan?"
"Dulu Irene Sunbae pernah menolongku saat aku akan jatuh dari rooftop sekolah, tapi belakangan ini aku melihat Irene Sunbae selalu murung dan jarang berkumpul dengan teman temannya, juga Irene Sunbae terlihat kacau"
Taehyung terduduk disamping meja belajar Jungkook, mendengar ceritanya Taehyung menjadi merasa sangat bersalah karna membuatnya menjadi kacau, tapi Taehyung akan sangat benci dengan dirinya karna tidak bisa menjaga Irene dengan baik.
"Apa yang ingin kau sampaikan untuk Irene Sunbae? Akan kuusahakan menyampaikannya"
"Aku hanya ingin dia tetap bertahan walaupun kondisiku seperti ini, selalu menjaga kesehatan dan jaga tetap hubungan ini hingga akhir, jangan terlalu memikirkanku. Aku butuh senyumnya bukan tangisan nya"
"Sip! Sudah kurekam, hanya tinggal kuberikan padanya"
"Hah? Rekam? Bukankah suara roh atau lainnya tidak bisa direkam dengan ponsel?"
"Memang tidak, tapi ini perekam khusus agar suara dari makhluk tidak terlihat bisa juga terekam, suaranya sangat jelas dan pasti Irene Sunbae akan senang mendengarnya"
"Terima kasih, kau membantuku sekali. Aku akan membantumu juga agar terhindar dari amukan Jimin"
"Aku membantumu bukan dengan syarat, aku membantumu karna aku memang anaknya berbeda dan dengan senang hati aku membantu"
"Aku akan sangat jahat kalau tidak membalas bantuanmu, biarkan aku menjadi roh yang berguna jika aku tidak akan bisa bangun lagi"
"Ngomong apa si, dilihat kau roh yang banyak bergerak dan kau sangat sehat sebelumnya aku yakin, kesempatan kau pulih sangat besar"
"Semoga saja apa yang kau ucapkan benar benar terjadi, aku ingin memeluk kekasihku"
"Demi mencapai keinginanmu Taehyung, bertahan salah satu jalan keluarnya"
"Ya, aku akan bertahan"
__ADS_1