
"Tidak ada, dia hanya akting"
"Tapi anakku mengeluarkan darah"
"Mba Hyorin, coba berhenti dan hentikan darahnya. Nanti aku kasih rokok deh janji, tapi jangan lewat Mi Ra ya, Mi Ra tidak boleh merokok. Tunjukan dimana rumahmu"
"Disini kuburan disini pohon dan disini kuburan lagi"
Ucap Mi Ra sambil menunjukan letaknya dengan kedua tangan, Jungkook mengangguk ngerti dan mengajak Mi Ra untuk duduk lagi di ranjangnya.
"Kenapa bisa ada di rumah Mi Ra?"
"Hihi.. A-aku emmmmm suka sama hantu yang ada di dalam lemari Mi Ra jadi aku kesini hihi"
"Oalah, tapi kenapa kamu minta rokok?"
"Waktu aku masih dirumah ada orang yang kasih aku rokok, tapi tidak ada kopi"
"Oh ya? Kamu suka kopi apa?"
"Aku suka kopi susu, rasanya enak sekali"
"Kopi susu? Aku juga suka kopi susu"
"Benarkah? Berarti kita teman"
Mi Ra mengangkat kepalanya dan senyum lebar, Jungkook mengelus kepala Mi Ra dengan kekehan pelannya. Memang tidak ada unsur seram seramnya, ini seperti Jungkook sedang berinteraksi dengan manusia.
Yoongi duduk tepat disamping kakak Mi Ra, sudah sedikit bicara tadi jadi mereka bisa duduk bersebelahan.
"Eomma, appa. Nanti ajak Hyorin pulang ya, terus jangan lupa beli rokok"
"Cara kasihinnya gimana?"
"Nanti kalau sudah d tempat tujuan Hyorin keluar ya, nanti Mi Ra simpen rokoknya dipohonmu, mengerti? Dan kalau disana ramai dengan temanmu tolong bilang jangan ikuti Mi Ra ya?"
"Kalau itu si mudah"
Mi Ra kehilangan kesadarannya, tapi langsung duduk lagi dan menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nafasnya pelan.
"Huhh lemes, hehe"
"Keras kepala si"
"Hihi"
"Mugiii" Jungkook jengah dengan anak kecil yang satu ini, hobi banget keluar masuk tubuh Mi Ra.
"Mau apa lagi Mugi?"
"Kookie hyung bawa teman ya? Manis sekali"
Mugi menunjuk Yoongi dengan seringaiannya, Yoongi tidak takut karna wajah Mi Ra sangat menggemaskan dan suaranya sangatlah lucu.
Yoongi tersenyum dan membuat Mi Ra menegakkan tubuhnya, membulatkan bola matanya dan mulutnya terbuka sedikit.
__ADS_1
Mi Ra perlahan mendekati Yoongi dengan kepala yang sedikit dimiringkan, Yoongi deg degan namun berusaha bersikap biasa saja. Jungkook hanya terkekeh pelan juga yang lainnya.
Yoongi sedikit mundur namun kakak Mi Ra menahannya dengan senyuman yang terhias di wajah cantiknya.
"Senyummu manis sekali, kau seperti beruang kutub"
Mi Ra menekan pelan pipi besar Yoongi dan memekik girang karna bisa menyentuh pipi besar Yoongi.
Jungkook menarik lagi Mi Ra untuk kembali duduk di ranjang nya. Memberinya do'a do'a dan iya genggam erat tangan Mi Ra.
"Kookie hyung panas"
"Karna kau dulu beragama islam, aku membacakan do'a do'a untuk hantu muslim sepertimu, jadi Mugi jangan ganggu Mi Ra lagi ya. Kan Mugi gamau liat Mi Ra kesakitan, jadi jangan datang lagi ya walaupun Mi Ra memanggil"
"Hikss.. Huhuuu M-Mugi pergi hikss.. Mugi sayang Mi Ra Noona"
Mi Ra pingsan, Jungkook lega karna Mugi bisa pergi. Setidaknya Mugi tidak akan mengganggunya lagi.
"Jadi bagaimana Jung?"
"Hyorin antar dia pulang, dan beri dia rokok satu bungkus saja, ikuti yang tadi aku perintahkan, dan Mi Ra jangan dibiarkan nonton aktivitas paranormal lagi"
"Terima kasih Jungkook"
Jungkook dan Yoongi membungkukan tubuhnya bersamaan, saat hendak keluar rumah Jungkook ditahan oleh eomma Mi Ra.
"Untukmu"
"Eomma, sudah biasa jadi tidak perlu upah"
"Ambil saja Jungkook"
"Ah dan ini untukmu karna kau sangat berani walaupun sedikit ketakutan, kau manis sekali"
Eomma Mi Ra memberikan Yoongi uang juga, Yoongi sempat menolak namun paksaan dari pihak keluarga Yoongi tidak bisa menolak.
"Terima kasih, ahaha padahal hanya menemani Jungkook saja"
"Sama sama, hati hati dijalan"
"Kami pulang"
__________
Yoongi senang dan Jungkook pun senang, Yoongi masih teringat saat tadi dirumah Mi Ra, sangat menegangkan namun ini hal yang sangat menakjubkan.
"Kau hebat sekali Jung"
"Sudah kewajibanku sebagai anak indigo harus membantu"
"Sudah berapa lama dia menjadi partispan tetapmu?"
"Entahlah"
"Mugi, dia sangat kenal denganmu?"
__ADS_1
"Sangat, setiap kali aku datang dia akan ketakutan. Haha menggemaskan sekali setan cilik itu"
"Ku akui, anak indigo tidak seburuk yang mereka pandang"
"Btw terima kasih sudah ingin menjadi temanku"
"Tidak masalah"
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, diselimuti dengan keheningan, Yoongi tenang berbeda dengan Jungkook yang harus tahan karna banyak makhluk mengerikan yang berkeliaran dimana mana.
Sepertinya menjadi orang normal sangat menyenangkan, bisa hidup tanpa melihat makhluk makhluk mengerikan, tidak bekerja untuk pergi k alam gaib.
"Min Yoongi!"
Jungkook dan Yoongi sama sama menoleh saat sebuah suara memanggil Yoongi, Jungkook berhenti mengayuh pedal sepedanya dan Yoongi turun dari sepeda Jungkook.
Park Jimin, kekasih Yoongi berjalan dengan cepat, wajahnya menyiratkan kemarahan. Jungkook tau inu bukanlah hal yang baik.
"Kenapa kau bersama dia? Pantas aku cari d rumah kau tidak ada!"
"Apa aku harus izin dulu untuk bermain dengan siapa?"
"Aku tidak masalah jika kau berteman dengan siapapun, tapi tidak dengan dia Min Yoongi!"
"Apa hak kamu melarangku untuk berteman dengan Jungkook? Toh dia tidak berbahaya"
Jimin memalingkan wajahnya, menatap Jungkook yang masih diam tidak tahu harus berbuat apa, sirat mata Jimin menunjukan kebencian pada Jungkook, sudah biasa.
"Apa yang kau lakukan pada Yoongi?"
Jimin menarik kerah baju Jungkook, Jungkook masih diam. Sedangkan Yoongi berusaha melepaskan Jungkook dari Jimin.
"Park Jimin lepaskan!"
"Akan aku adukan kamu agar kau didepak dari sekolah"
"Adukan saja! Adukan! Jangan sok kamu anak kepala sekolah kau bisa berlaku seenaknya! Jika kau tidak tau seperti apa Jeon Jungkook lebih baik kau jangan mengusiknya! Just love yourself baru orang lain!"
Jimin dan Jungkook sama sama shock, baru pertama kali mereka melihat Yoongi marah hingga berteriak seperti ini, lagi pandangan Jimin jatuh pada Jungkook.
"Kau yang membuat Yoongi berubah"
"Jangan menyalahkan orang lain! Kau menggunakan kekuasaan orang tuamu untuk hal hal yang tidak baik!"
"Maaf, sepertinya aku sudah merusak hubungan kalian. Yoongi, sepertinya kita tidak perlu berteman, aku tidak ingin hubungan kalian rusak dan aku tidak ingin didepak dari sekolah. Permisi dan sekali lagi maaf"
"Jungkook, jangan"
Jungkook sudah mengayuh sepedanya, ada rasa bersalah dan sakit hati. Kenapa hidup Jungkook seperti ini, sangat sulit untuk mendapatkan seorang teman, Jungkook ingin hidup dengan normal.
Lain dengan Yoongi yang masih berdiam ditempatnya, menatap kepergian Jungkook juga rasa kecewa pada kekasihnya sendiri.
"Oh good Park Jimin, kau berhasil membuatku kecewa. Terima kasih"
Yoongi pergi meninggalkan Jimin yang juga tidak tahu harus berbuat apa lagi, entah selanjutnya akan bagaimana, mereka tidak pernah ribut seperti ini.
__ADS_1
Dan Jimin khawatir Yoongi akan memutuskannya, seketika rasa dendam pada Jungkook semakin tinggi, karna Jungkook mereka berdua menjadi ribut seperti ini.
"Karna kau bocah sialan"