Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.9


__ADS_3

Jimin sudah percaya dengan Jungkook, berkat Yoongi datang diantara mereka Jimin tidak lagi ingin mengganggu Jungkook dan ingin juga berteman dengannya agar bisa berkomunikasi dengan Taehyung.


Yoongi jarang sekali untuk pulang k rumah karna dia bekerja sebagai produser disebuah agenci dan sudah membuat banyak lagu, apa lagi Yoongi adalah produser group idol terkenal yang sudah mendunia.


Waktunya hanya mencari lirik dan menemukan nada lagu, selalu distudionya, selalu sibuk dengan pekerjaannya.


.


.


.


.


.


Setelah dari taman, Jungkook diizinkan untuk membawa Hoba k rumahnya, keluarga Jungkook termasuk pecinta hewan, apapun akan mereka rawat kalau hewan itu sedang sakit.


Bahkan saat Jungkook masih kecil, dia suka memungut kucing atau anak anjing yang terlantar dan sakit, Jungkook bawa dia dan dia rawat hingga sembuh, lalu anjing itu Jungkook jual agar ada pemilik yang baru.


Hoba termasuk anjing yang sangat aktif, terbukti saat sudah dibawa oleh Jungkook, Hoba selalu berlari kesana kemari dan mengendus sesuatu, wajahnya yang terlihat seperti tersenyum dan itu sangat menggemaskan sekali.


Jungkook ingin sekali memelihara anjing, namun untuk saat ini Jungkook tidak bisa memeliharanya mengingat ekonomi keluarganya sedang turun.


"Hyung! Lihat aku bawa anjing!"


Teriak Jungkook saat Jungkook memasuki halaman belakang rumah Jungkook, disana ada Wonwoo yang sedang bersantai dengan coklat hangat dan biskuit kesukannya.


"Woahh besar sekali, anjing siapa ini?"


"Anjing milik Yoonji"


"Yoonji? Temanmu?"


Jungkook mengangguk sambil mengelus kepala Hoba yang masih saja nempel dengan kakinya. "Dia punya kakak kandung namanya Min Yoongi, sangat mirip sekali"


"Min Yoongi? Yoongi punya adik namanya Yoonji?" Wonwoo membulatkan matanya terkejut, Wonwoo satu tempat kerja dengan Yoongi namun Wonwoo hanya OB biasa disana, tentu berbeda sekali dengan Yoongi.


Wonwoo selama ini tidak tau kalau Yoongi memiliki adik, dia terlalu tertutup dan sifatnya juga dingin, Wonwoo jarang melihat dia gabung dengan pekerja lainnya kecuali dengan artis, manager dan tentu saja CEO agencinya.


Walaupun Wonwoo hanya sebagai OB, namun gajinya disana sangat lumayan untuk membiayai sekolah Jungkook, untuk ekonomi keluarganya orang tua mereka yang mengurus, ini adalah perintah mereka juga.


"Namanya Hoba, katanya dia akrab dengan orang baru. Coba sapalah dia hyung"


Wonwoo mengelus kepala Hoba. "Annyeong Hoba" namun yang didapat oleh Wonwoo adalah geraman, Hoba bukannya tidak suka dengan Wonwoo tapi dengan dia.


"Taehyung turun dari punggung Wonwoo hyung" Jungkook jengah seklai dengan Taehyung, dia selalu duduk dipunggung Wonwoo. "Aku tidak main main Taehyung, kau sadar dari koma akan kulindes kau"


"Hyungmu galak sekali"


Taehyung turun dan duduk dikursi halaman rumah Jungkook dengan malas, Taehyung merasa lelah menjadi sesosok roh. Yang bisa melihatnya hanya Jungkook, dan Hoba kemusuhan dengannya.


Taehyung kesepian walaupun ada Jungkook, tapi dia sangat malas karna manusia manusia itu tidak dapat melihatnya yang selalu berkeliaran disekitar mereka.


Taehyung ingin cepat cepat bangun dari komanya, ini sangat tidak menyenangkan dan sangat menyiksanya sekali.


"Jungkook, anjing siapa yang kau bawa?" Appa Jungkook datang dengan semangkuk sereal ditangannya.


"Ini punya temanku appa, dia meminjamkannya sampai aku puas bermain"


Appa Jungkook menaruh serealnya d meja, dengan cepat Taehyung menoleh pada serealnya dan berusaha memegang sendoknya tapi selalu gagal karna tembus, dan Taehyung bingung kenapa saat duduk dan tiduran tidak tembus?


"Maafkan appa tidak bisa membelikanmu anjing" appa mengelus kepala Jungkook, Jungkook tersenyum hangat. "Tidak apa apa, aku mengerti pada saat seperti ini tidak perlu membeli hal yang lain"


"Ah appa rasanya beruntung sekali memiliki anak penurut seperti kalian, dan maafkan kami Jungkook karna menurunkan kemampuan kami padamu"


"Ini tidak masalah appa, aku menikmatinya karna aku juga bisa membantu banyak orang"


"Appa tidak tau harus berterima kasih seperti apa, beruntung sekali" appa melihat satu satu anaknya dengan senyuman bangga, Taehyung yang melihat keluarga harmonis ini pun merasa tersentuh.


"Wonwoo, bekerja keraslah untuk biaya pernikahanmu dengan Sana"

__ADS_1


"Lalu siapa yang akan membiayai Jungkook?"


"Kumpulkan uangmu untuk persiapan, beri Jungkook uang saku saja, untuk sekolah biar appa dan eomma yang mengurus. Dan Jungkook, belajarlah dengan giat agar kau punya pekerjaan yang sesungguhnya"


"Akan aku lakukan itu appa"


"Baiklah, kalau kau ingin memberi anjing ini makan ambilah dilemari dekat rak sepatu, disana appa menyimpan makanan anjing"


"Huh? Kenapa ada makanan anjing?"


"Itu milik teman appa yang tertinggal, katanya tidak apa apa jika makanannya habis karna memberi makan anjing liar"


Jungkook dengan semangat masuk kedalam rumahnya mengambil makanan anjing yang dimaksud appanya, Wonwoo bermain dengan Hoba dan appanya kembali memakan serealnya.


Tidak tau jika Taehyung sedari tadi melihat sereal appanya yang sialnya itu adalah sereal kesukaan Taehyung, setiap pagi dia sarapan dengan sereal itu.


Jungkook kembali dari dalam dan sempat diam disamping appanya, lalu menoleh k kanannya. "Appa, tutupi serealmu. Taehyung sedari tadi melihat lapar sereal appa"


Appa baru sadar kalau Taehyung memang benar terus memperhatikan sereal yang sedang ia makan, senyum usilnya keluar seketika. "Kau mau Tae?" Taehyung mengangkat kepalanya melihat appa Jungkook dan mengangguk.


"Ambil lah" Taehyung mendecih antara sebal atau dia merasa kesal mungkin di anggap dia bisa memegang sendok itu. "Kemarikan tanganmu" Taehyung bingung, tapi tetap saja ia memberikan tangan kanannya.


"Nah, kau ambil sendok itu" Taehyung terbengong, apa yang dilakukan oleh appa Jungkook? Tapi Taehyung mau mencoba memegang sendok itu. "Woahhh aku bisa memegang sendok ini? Benar benar"


Mata Taehyung berbinar senang, appa hanya tersenyum hangat dan Jungkook memperhatikan bagaimana Taehyung sangat senang bisa memegang benda. "Nah cobalah kau makan"


"Apa bisa?"


"Tentu saja"


Taehyung mulai menyendok sereal dimangkuk dan ia masukan k dalam mulutnya, matanya melotot tidak percaya, dirinya sedang makan? Benarkah?


"Kekuatan apa yang kalian miliki? Luar biasa sekali"


"Tidak tau, tapi kalau dikembangkan terus maka kekuatannya akan semakin kuat, habiskanlah serealmu"


"Terima kasih"


Hoba dengan semangat menunggu camilan anjing di tangan Jungkook, Jungkook tertawa senang. Seperti ini rasanya memiliki hewan peliharaan? Sangat menyenangkan sekali.


.


.


.


.


.


Hoba sedang ikut makan malam dalam keluarga Jeon, dia sangat lahap memakan makanan basah dibawahnya. Berbeda dengan Taehyung yang berusaha mengambil makanan Hoba tapi selalu gagal, karna appa sudah membuat Taehyung seperti semula.


Hoba tidak menggeram karna tau kalau makanannya tidak bisa diambil, mungkin kalau Hoba adalah manusia, dia sudah menunjukan smirknya dan berkata 'kau sekarang menjadi roh tidak perlu sok menjailiku'.


Makan malam keluarga yang penuh canda tawa, 3 manusia yang tidak perduli dengan makhluk tak kasat mata disekitar mereka, walaupun makhluk itu selalu muncul tidak melunturkan keharmonisan keluarga sederhana ini.


Makan malam berjalan lancar hingga telepon rumah tiba tiba berbunyi, Wonwoo yang sudah selesai dengan makannya langsung menghampiri telepon dan mengangkatnya.


Ini adalah panggilan yang membutuhkan jasa kemampuan keluarganya, karna telepon ini khusus.


"Annyeonghaseo selamat malam, keluarga Jeon disini"


Wonwoo mendengarkan dengan seksama keluhan yang memanggil jasa orang tua Jungkook. "Baiklah akan saya sampaikan dan tolong alamat rumahnya agar orang tua saya segera datang"


Wonwoo sudah siap dengan kertas dan pena yang selalu ada disamping telepon, Wonwoo selesai mencatatnya dan segera mengakhiri telepon, menyobek kertasnya dan segera memberikannya pada orang tua Jungkook.


"Bagaimana?"


"Itu orang tuanya, katanya putri mereka sudah tidak sadar 1 minggu ini, dibawa kerumah sakit tidak menghasilkan apapun. Awalnya anak mereka baru pulang dari acara reuninya dan anak mereka membawa sebuah kain putih dan sejak saat itu putri mereka tidak sadarkan diri..


..saat dibawa kerumah sakit tidak ada apa apa, satu hari dirawat disana mereka melihat bekas tapak tangan pada lengan anaknya, dan mereka yakin sebelumnya tidak ada bekas itu. Dan lebih parahnya, bekas tapak tangan itu membuatnya melepuh, bahkan dokter kebingungan dan satu satunya jalan orang tua putri itu meminta bantuan"

__ADS_1


"Wanita itu berapa tahun?" Tanya appa Jungkook sambil melahan suapan terakhirnya. "Sekitar 20 tahun"


"20 tahun, Jungkook sepertinya kau harus ikut"


"Apa aku akan menjelajah ke alam sebrang?"


Kedua orang tuanya mengangguk, Jungkook sudah lama tidak menjelajah ke alam sebrang. "Tapi terlalu beresiko jika kau sendiri kesana"


"Aku tidak akan melibatkan Wonwoo hyung" Jungkook menatap serius kedua orang tuanya, bisa saja salah satu diantara mereka akan ikut bersama Jungkook, tapi itu tidak bisa.


Kedua alam harus seimbang, jika yang ikut 2 maka d alam manusia akan ada banyak portal alam sebrang terbuka yang membuat makhluk halus dengan leluasa keluar dari alam sebrang dan membuat kekacauan di alam manusia.


"Aku bisa ikut Jungkook?" Tanya Taehyung disela sela keseriusan mereka, yang lain menatap Taehyung dengan pandangan yang sulit diartikan. "Apakah tidak bisa?"


"Bisa saja, tapi kami sangat jarang melibatkan orang yang sedang koma, akan berbahaya juga pada tubuhmu"


Taehyung duduk disamping Jungkook dan menghela nafasnya. "Aku ingin menjadi teman Jungkook yang berguna, bisa membantu Jungkook. Jungkook membantuku banyak jadi aku harus membalas kebaikannya"


"Baiklah"


.


.


.


.


.


Malam itu juga mereka segera pergi k Gangnam untuk menemui keluarga partisipan hari ini, Wonwoo diam dirumah menjaga Hoba dan besok harus dipulangkan, untung saja Wonwoo tau rumah Yoongi.


Dari jam 8 malam mereka harus menempuh waktu 5 jam karna malam biasanya jalanan akan sepi dan cepat sampai k Gangnam.


Taehyung juga sudah yakin dengan keputusannya ikut Jungkook ke alam sebrang, apapun resikonya kalau misalkan Taehyung tidak selamat maka Taehyung akan meninggal dalam keadaan membantu temannya.


Tapi semoga saja semua selamat dan tidak mengalami kendala apapun, Jungkook tidak ingin Taehyung kenapa kenapa disana, kalau sampai terjadi maka Jungkook akan merasa sangat bersalah seumur hidupnya, karna telah melibatkan Taehyung.


Sudah sampai d rumah partisipannya pukul 1 malam, eomma mengetuk pintu rumahnya dan tidak lama keluar seorang wanita yang sepertinya umurnya tidak berbeda jauh dengan eomma Jungkook.


"Syukurlah kau cepat datang, terima kasih dan maaf sudah mengganggu waktu istirahatmu"


"Ah tidak apa apa ini sudah menjadi kewajiban kami. Kami sudah mendengar tentang putri anda, apakah putri anda sudah dirumah? Dan dimana kain putih itu?"


"Putri kami ada dikamar, sebentar akan ku ambilkan kainnya" ucap suami wanita itu yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ah tidak sopannya aku, aku ambil minuman dulu"


"Tidak perlu repot repot"


Tidak lama kepala keluarga turun dengan selendang ditangannya. "Ini selendangnya, sekilas memang tidak terlihat mencurigakan"


Jungkook mengambil selendang itu dan ia lihat masa lalu pemilik kain selendang ini. "Pemilik selendang ini seorang wanita yang umurnya tidak jauh dengan putri anda, dia keracunan saat sedang minum segelas anggur merah dan saat itu dia menggunakan selendang ini"


"Dimana putri kalian menemukan selendang ini?" Tanya appa Jungkook. "Kalau tidak salah dia menemukannya dikebun belakang villa yang menjadi tempat reuninya"


Jungkook melihat sekeliling rumah tuan Han, tidak ada roh beraura krem, Jungkook keluar rumahnya dan mengedarkan pandangannya mencari roh beraura krem. "Ah! Kau yang sedang diayunan! Bisa kemari?!" Ucap Jungkook setengah berteriak.


Namun yang menghampiri bukanlah roh beraura krem melainkan sesosok wanita yang beraura hitam. "Ck bukan kau! Kau yang beraura krem!" Roh itu langsung menghampiri Jungkook.


"Bisakah kau tebak nama pemilik selendang ini? Dan sejauh apa wanita ini membawa putri keluarga Han?"


Roh itu mengendus selendang yang dipegang Jungkook, menutup matanya sebentar dan kembali terbuka. "Namanya Kang Mina, dia sudah sangat jauh membawa Jisoo, sebelum Mina membawa Jisoo ke pintu merah sebaiknya kau cepat selamatkan Jisoo atau Jisoo terjebak disana selamanya"


"Nama putri tuan Han itu Jisoo? Han Jisoo?" Roh itu mengangguk. "Baiklah terima kasih"


Jungkook kembali masuk kedalam dan orang orang menunggu jawaban dari Jungkook, apa yang dia dapat dari roh beraura krem itu.


"Namanya Kang Mina, dia sudah sangat jauh membawa Jisoo noona, sebelum Mina membawa Jisoo noona ke pintu merah sebaiknya kita segera melakukannya"


"Tunggu, mmmm jika Jisoo dibawa k pintu merah apa yang terjadi?"

__ADS_1


Jungkook menatap sebentar wanita itu, ragu ingin mengatakannya namun ini harus. "Jisoo noona akan terjebak disana selamanya--dalam artian meninggal"


__ADS_2