Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.19


__ADS_3

Jungkook selalu tertawa melihat tingkah Jimin yang selalu saja kena siksa Yoonji, ya lagi pula membercandakan Yoonji dengan hal aneh, sudah tau Yoonji orangnya diam diam sadis, sama seperti kakaknya.


Jungkook melupakan rasa sakit dikepalanya juga melupakan rasa takutnya pada para arwah yang saat ini bersikap aneh pada Jungkook.


Jungkook mengambil potongan buah apel, lalu saat hendak memakannya Jungkook terdiam merasakan sesuatu yang memegang pundaknya.


Irene sadar tiba tiba Jungkook terdiam yang awalnya tertawa. "Jungkook? Wajahmu tegang sekali, ada apa?" Lalu tiga lainnya memfokuskan pada Jungkook.


"T-tid-"


BRUKK


"GYAAAAAA"


"Akh"


Jungkook tiba tiba ditarik kebelakang hingga membentur dinding dibelakangnya membuat Yoonji dan Irene sontak berteriak keras, Taehyung melotot melihat Jungkook yang benar benar terbang tertarik kebelakang!


Jimin lemas dengan Yoonji yang memeluknya ketakutan tidak berani melihat kebelakang. "Shhh akhh tu-tubuhku"


"Aaaa!!"


Kaki Jungkook kembali ditarik hingga tubuhnya membentur barang barang dirumah Jungkook, Irene semakin berteriak dengan Yoonji yang juga berteriak walau tidak tau apa yang dia lihat.


"Arghh! Berhenti! Uhukk"


Brakk brakk


Brukk


Dugh


Tubuhnya terbanting sana sini, membentur dinding berhasil membuat tubuh Jungkook sakit dan sudah banyak luka yang muncul ditubuhnya.


Brakk


Jungkook dibanting dan sekarang posisinya tengkurap dengan wajah lebam. Taehyung masih terdiam tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Hikss.. hikss ke-kenapa hikss J-Jungkook hiks Tae Jungkook hiks"


"Shh.. s-sakit"


Ucap Jungkook lirih, Taehyung sudah mau membantu Jungkook untuk duduk lagi disofa, namun Jungkook ditarik lagi dan dibenturkan pada tembok lagi.


"Berhenti! Jangan sakiti Jungkook hiks!"


Yoonji berlari mendekati Jungkook yang sudah sangat lemah, Taehyung mengangkat Jungkook dan ditidurkan pada sofa.


Irene mengambil air hangat dan sapu tangan untuk membersihkan luka Jungkook walaupun dengan tubuh bergetar, Yoonji mencari kotak obat.


Sedangkan Jimin membuka pakaian atas Jungkook untuk melihat lukanya dibagian mana saja agar diobati oleh Yoonji.


Saat bajunya sudah terlepas, Jimin dan Taehyung ketakutan dengan apa yang dilihatnya.


"Tae.. katakan ini apa"


"T-tidak tahu"


"A-apa? Ada apa?" Tanya Jungkook


Banyak telapak tangan yang membekas dan bekas telapak tangan itu melepuh, ini tidak wajar. Jari jarinya sangat panjang juga telapak tangannya besar besar.


Jungkook tidak melihat arwah arwah yang sedari tadi menyerangnya, disini sudah kosong tidak ada satupun arwah yang tertinggal.


Jungkook tidak merasa ini aman, malah ini semakin aneh, ada yang aneh. Kenapa mereka semua menyerang Jungkook? Padahal Jungkook tidak pernah mengusiknya.


"Astaga! A-apa itu!"


Yoonji terdiam melihat banyak bekas tapak tangan dan yang mencuri perhatian Yoonji adalah telapak tangan besar dengan jari panjang dan bekasnya melepuh.


"I-ini tidak akan hilang hanya dengan kompres dan obat. Hanya lebamnya saja yang akan hilang shh.. perih sekali"


Jungkook berusaha bangkit sedikit untuk melihat bekas lukanya, benar sekali depan belakang tubuh Jungkook banyak bekas tapak tangan.


Ini sangat mengerikan, ada apa dengan mereka hingga mereka menyerang Jungkook? Jungkook tidak pernah mengganggu mereka.


Ini antara arwah arwah ini disuruh atau dikendalikan oleh arwah lain yang lebih kuat, Jungkook tidak pernah berharap seperti ini terjadi.


"Jungkook, apa kau berurusan dengan arwah lain hingga diserang seperti ini?" Tanya Taehyung


"Tidak, sama sekali tidak pernah"


"Tapi kau kerja membantu orang yang berurusan dengan arwah Jung, apa mungkin ada arwah yang tersinggung padamu" ucap Jimin yang membuat Jungkook berfikir keras, apa memang benar? Tapi arwah yang mana? Jungkook sudah sangat sering membantu orang yang berususan dengan arwah.


"T-tidak tahu"


"Irene, Yoonji kalian pulang duluan ya"


"Tidak, aku mau disini"


"Aku juga"


"Tap-"


"Aku teman Jungkook, dan Yoonji teman Jungkook. Kami tidak brengsek meninggalkan teman kami yang kesakitan dan membutuhkan pertolongan"

__ADS_1


Sudah, kalau Irene yang bicara tidak ada yang bisa membantah. Karna semua ucapan Irene membuat mereka yang mendengar seketika nurut.


"ARGHH AAAA SHH S-SA-SAKIT ARGHHH"


Jungkook tiba tiba kesakitan dadanya terangkat dan urat urat wajahnya tercetak dengan jelas, Irene menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Yoonji memeluk Irene takut menatap Jungkook.


Taehyung mencoba menenangkan Jungkook dengan berusaha menurunkan kembali tubuh Jungkook dengan Jimin yang berusaha menahan kedua kaki Jungkook yang berontak.


"ARGHH SAKIIITT!!"


Irene melotot melihat leher Jungkook ada yang bergerak didalamnya dan itu sedikit panjang. "D dileher Jungkook ada apa!"


Taehyung menatap leher Jungkook yang benar ada sesuatu bergerak didalamnya, mulut Jungkook terbuka lebar dengan erangan kesakitan yang entah karna apa, bisa jadi karna sesuatu yang menggeliat dilehernya.


Taehyung membulatkan matanya seketika menjauh dari Jungkook dan menarik Jimin agar ikut menjauh.


"K-kenapa ada-" Jimin menunjuk dengan jari yang bergetar, dari dalam mulut Jungkook keluar seekor kelabang.


"AARFGGhhh"


Tiba tiba Jungkook pingsan, Taehyung mencari sesuatu untuk menyimpan kelabang yang sepertinya sudah mati saat keluar dari mulut Jungkook.


"Jungkook, hey denger aku tidak? Jung?"


Irene menepuk pipi Jungkook agar tersadar, Yoonji membersihkan pipi dan dagu Jungkook dari darah yang keluar bersama kelabang tadi.


"Ada apa sebenarnya?"


Jungkook tiba tiba membuka matanya, matanya lalu tertuju pada Yoonji yang ketakutan. Jungkook bangkit dan duduk, merenggangkan tubuhnya.


"J-Jungkook"


"Jungkook apa manis?"


Jungkook tersenyum, namun malah membuat yang melihat bergidik ngeri. Senyumnya menyeramkan sekali, Yoonji berjalan mundur saat Jungkook berjalan mendekatinya.


"Yoon-akhh"


Jimin yang hendak menghampirinya malah terhempas tiba tiba saat Jungkook mengayunkan tangannya padahal tidak mengenai Jimin.


"J-Jungkook! Aku Yoonji!"


"Ah ya Yoonji, yang akan menjadi pengantinku itu kan? Calon pengantinku manis sekali"


Jungkook membelai pipi tembam Yoonji dengan jari lentiknya, Yoonji sudah terpojok dan hanya mampu menutup kedua matanya erat.


"Hiks ini tidak benar hikss.. Jungkook berhenti"


"Shhh jangan menangis sayang, calon pengantinku harus tetap cantik, itu artinya kalau kau menangis kau menjadi tidak cantik"


"Jungkook sadar brengsek!"


Yoonji menampar Jungkook keras, Jungkook terkekeh dan meludah disampingnya, menatap Yoonji tajam.


"Kau berani menamparku anak manis?"


"Jungkook! Dia Yoonji temanmu!"


Irene berteriak dengan isak tangis yang belum berhenti, disatu sisi Taehyung bingung apa yang harus dia lakukan. Sepupunya sedang dikukung oleh Jungkook yang sepertinya sedang kerasukan itu.


Jungkook memegang pinggang Yoonji dan mengangkatnya pelan hingga wajahnya sejajar dengan wajah Jungkook. "Hikss Jungkook jangan hiks.. hhhh hikss Jungkook sadar"


"Apa tidak berniat meminta maaf?"


"M-maaf sudah me-menamparmu hikss.. ma-maaf"


"Lepasin Yoonji"


Jimin berjalan pelan karna sungguh tubuhnya terasa sangat sakit. "Berhenti disana" tubuh Jimin tiba tiba berhenti tanpa keinginannya, bicara saja Jimin tidak bisa.


"Apa yang kau lakukan pada Jimin sialan?!" Taehyung menarik narik Jimin agar dia bergerak, namun Jimin seperti patung tergeser 1cm pun tidak.


"Dia berisik"


"Hikss.. AAAAAAAA HIKSS JIMIN TAEHYUNG TOLONG HIKSS"


Jungkook menjilat pipi Yoonji dengan perlahan dan turun ke leher lalu kembali lagi kepipi kanannya. "JUNGKOOK HIKSS BERHENTI!! BERHENTI!!"


"KUBILANG LEPAS DIA BRENGSEK!!"


BUGHH


Taehyung memukul telak rahang Jungkook hingga Jungkook tersungkur, dan saat itu juga Jimin sudah bisa menggerakan tubuhnya.


Jimin menarik Yoonji yang terduduk karna ketakutan dengan apa yang barusan terjadi dan memeluknya erat, Yoonji sangat ketakutan hingga tubuhnya bergetar dan sangat lemas, Jimin membersihkan bekas jilatan lidah Jungkook di pipi dan leher Yoonji.


"Hu-hubungi Wonu oppa hikss Jim"


"Aku tidak punya nomornya"


"Di ponselku hubungi Yoongi oppa, m-mereka bekerja diagensi yang sama"


Jimin mengambil ponsel Yoonji yang berada disaku almetnya, menyuruh Irene untuk menelpon Yoongi dan Jimin membawa Yoonji kebelakang rumah Jungkook.


"Hey kau pendek! Mau kau bawa kemana calon pengantinku?!" Jungkook hendak berlari menyusul Jimin namun segera ditahan oleh Taehyung.

__ADS_1


"Apa?! Aku tidak ada urusan denganmu!"


"Dimana Jungkook"


"Jungkook apa? Aku Jungkook!"


"Dimana Jungkook!"


"Manusia laknat! Aku Jungkook! Aku!"


"Jungkook tidak pernah berkelakuan seperti iblis!"


"Bodoh. Manusia memang bodoh"


"Dimana Jungkook! Dimana!!"


Taehyung memukuli Jungkook bertubi tubi tanpa jeda hingga Jungkook sudah tidak sanggup untuk bangkit, namun dia masih sadar dan masih bisa memberikan senyum menyebalkan.


"Manusia pengganggu itu sebentar lagi akan menjadi pengikutku, mau apa kau? Menyelamatkannya? Hanya manusia bodoh"


"Ya, aku bodoh dan teman temanku bodoh. Tapi, kami akan sangat lebih bodoh lagi jika--


-tidak membantu temanku"


BUGHH


"Taehyung berhenti! Ini tubuh Jungkook!"


Irene memeluk Taehyung dari belakang yang disulut amarah, sungguh jika Taehyung marah itu lebih menyeramkan dibandingkan melihat arwah secara langsung.


"Hey kau, cantik juga. Kau saja yang menjadi calon pengantinku"


Ucap Jungkook dengan wajah menggoda, Irene mendelik jijik dan melepas sendal rumah milik Jungkook.


"Mau apa kau cantik?"


"Memukulmu tentu saja"


PLAK


Satu tamparan keras, Irene benar benar marah. "Woww, sudah cantik galak pula. Angkat rokmu sedikit lebih keatas agar aku bisa meli-"


PLAK


"Shhh, kau tega menyakiti calonmu hm?"


PLAK


"Kurang ajar!"


PLAK


"Sudah cukup, jangan memukulnya lagi" ucap Taehyung menarik lagi Irene agar berdiri dibelakangnya.


BUGHH


"Kita cari tambang untuk mengikatnya sambil menunggu Wonu hyung pulang"


.


.


.


.


Yoongi yang sedang mengerjakan lagu bersama Jhope tiba tiba mendapat telepon dari adiknya, Yoongi mematikan dulu sebentar alat rekamnya dan menerima panggilan dari adiknya.


"Halo Ji, ada apa?"


"A-anu, ini Irene Yoongi oppa"


"Oh Irene, ada apa?"


"Bisakah oppa cari Wonu oppa kakaknya Jungkook?"


"Bisa saja, tapi ada apa? Oppa sedang membuat lagu"


"Dirumah Jungkook, Aku, Taehyung, Jimin dan Yoonji. Jungkook diserang arwah terus Jungkook kerasukan.. Yoonji.. diganggu sama arwah yang merasuki Jungkook.. menjilatnya... dari pipi sampai leher.. bikin Jimin terbentur dinding dan engh itu kacau, Jungkook terlempar sana sini membentur dinding dan barang.. i-iya kacau.. banget"


"Oppa akan kesana"


Yoongi mematikan panggilannya sepihak, kalau menyangkut Taehyung dan Yoonji, Yoongi tidak bisa menunggu lama. Ini pasti sudah sangat kacau mengingat Irene bicaranya sedikit kesulitan karna terlalu panik.


"Jhope rekaman kali ini sampai sini dulu, aku harus pergi"


"Hyung mau kemana"


"Hanya sebentar, perbaiki dulu saja nadamu hingga cocok dengan nada musik, kalau bisa kau pinjam dulu produser TXT"


"B-baiklah, hati hati hyung"


Yoongi langsung berlari mencari keberadaan Wonwoo. Hingga berkeliling mengelilingi seisi agensi, Yoongi melihat Wonwoo dikantin agensi sedang ngobrol dengan temannya.


"Wonu! Ini tentang adikmu ayo!"

__ADS_1


Tanpa menghampiri Wonwoo Yoongi berteriak dan Wonwoo segera berlai menyusul Yoongi, izin pulang cepat bisa minta ke Seokmin. Seokmin sudah sangat paham jadi Wonwoo tidak perlu khawatir, tidak lupa bilang ke Sana kalau dia tidak jadi mengantarnya.


Sekarang tentang adiknya, kalau Yoongi tau Jungkook kenapa kenapa pasti ini bersangkutan juga dengan Yoonji dan Taehyung.


__ADS_2