
Hari ini Jungkook tidak masuk sekolah, gatau Jungkook tiba tiba demam saat bangun pagi tadi. Tapi yang membuat Jungkook merinding adalah, arwah yang dirumah Jungkook selalu menatapnya.
Biasanya tidak seperti ini, arwah yang dirumahnya hanya diam saja tanpa mengganggu siapapun, namun kali ini semua arwah melihat ke arahnya.
Tentu Jungkook ketakutan karna tidak pernah ditatap oleh arwah arwah kecuali Jungkook yang memanggilnya sendiri, dan Jungkook yakin akan ada sesuatu yang terjadi padanya.
Mama Jungkook sudah memberi Jungkook sup dan obat dinakas, hanya tinggal Jungkook memakan dan meminum obatnya, karna mama dan papanya akan pergi keluar kota.
Sebelum memakan supnya, Jungkook memilih berjalan sebentar ditaman belakang rumahnya, apa arwah dirumahnya akan menatapnya atau tidak.
Jungkook berjalan dengan perlahan karna lemas juga sakit kepala yang sangat tidak tertahankan, satu persatu turun melewati tangga dan harus keringat dingin karna arwah disini semakin banyak.
Sudah didepan pintu kebelakang rumah, dengan tangan bergetar Jungkook membuka kunci dan memutar kenop pintunya.
"Astaga"
Jungkook memegang dadanya terkejut, ada sekitar lima arwah menatapnya. Jungkook semakin yakin akan terjadi sesuatu pada dirinya, apa mamanya tidak curiga dengan arwah disini?
Entahlah, tapi Jungkook yakin kedua orang tuanya menyadari hal ini.
Jungkook kembali ke atas untuk memakan sup dan meminum obatnya agar bisa sembuh lebih cepat, dan berharap hyungnya pulang cepat hari ini.
.
.
.
.
Setelah Jungkook meminum obat, dia ketiduran dan bangun jam dua siang, kalau dia sekolah mungkin satu jam lagi akan pulang.
Jungkook memeriksa ponselnya sambil harus menahan pening yang semakin menjadi, ada pesan masuk dan ini dari hyungnya.
•Wonu hyung (2)
*Jungkook, hyung mungkin akan pulang malam karna nanti pulang kerja langsung antar sana ke perpustakaan kota
Jangan kemana mana mengerti? Kalau mau makanan bilang hyung biar hyung orderkan makanan, mengerti*?
Tanpa membalasnya, Jungkook lebih baik menutup kembali matanya karna tidak tahan dengan sakit dan pusing yang menyerang kepalanya.
Jungkook lebih baik tangan tersayat tangan dibandingkan sakit kepala, ini sangat sakit dan terasa berat sekali, Jungkook sangat membenci sakit kepala.
"Shhh sakit kepala apa ini sampai segininya ugh"
Ingin kembali tidur namun sangat susah, rasa sakit kepalanya mampu membuat Jungkook kesulitan untuk tidur.
Melihat udara diluar sana cerah membuat Jungkook menutup kain gorden dan menyalakan ac agar suasananya sejuk dan dengan cepat Jungkook tidur.
Membuat kasurnya sedikit lega dengan menaruh dua bantal dibawah, mengambil selimut tebal namun terasa sedikit dingin dan memeluk guling, suasanya menjadi gelap dan sejuk.
"Ahh nyaman sekali"
Tidak lama Jungkook terlelap dalam tidur nyamannya, berusaha untuk tidak perduli dengan arwah yang terus memandanginya.
Baginya kali ini melupakan rasa sakit kepala yang paling penting, ini sangat menyakitkan dibanding rasa takut ditatap arwah arwah.
.
.
.
.
.
D sekolah, Yoonji meminta Taehyung Jimin dan Irene untuk menjenguk Jungkook, Yoonji tau kalau Jungkook selalu sendiri d rumah karna hyungnya bekerja juga kedua orang tuanya sering dapat panggilan diluar kota.
Taehyung juga tau itu sebenarnya, jdi ya nanti mereka pulang sekolah kerumah Jungkook untuk menjenguk Jungkook.
Pelajaran terakhir kosong karna gurunya sedang sakit, diberi tugas membaca bab terakhir sebenarnya, namun ya namanya juga murid selama ga ada yang ngawasin ga akan ada yang mau baca.
Sedangkan Taehyung lagi dikerumunin teman temannya, penasaran selama Taehyung koma dia ngapain aja dan bagaimana bisa dia berteman sama Jungkook.
__ADS_1
Awal awal bertemu dengan Jungkook sudah diceritakan, sekarang Taehyung ingin menceritakan pengalamannya membantu Jungkook bekerja.
"Waktu di Gangnam, aku ikut Jungkook dan orang tuanya. Jadi ada perempuan namanya Jisoo, dia rohnya dibawa ke alam lain dan mengharuskan Jungkook pergi ke sana untuk membawa kembali Jisoo"
"Woah, benarkah Jungkook bisa melakukan astral projection? Setauku tidak banyak yang bisa dan hanya beberapa orang saja yang bisa melepas roh dari tubuhnya"- Minseok
"Karna kedua orang tua Jungkook adalah paranormal, tentu kemampuannya turun pada keturunannya"- Moonbin
"Tapi apa hyungnya juga bisa melakukan astral projection? Tapi hyungnya tidak indigo"- Ryujin
"Kata Jungkook si ga selalu anak indigo yang bisa melakukan astral projection, hanya orang orang yang memiliki mental kuat dan fisik yang nyaris sempurna yang bisa. Untuk hyungnya yang tidak indigo Jungkook juga bingung"
"Selama ini ga ada bukti nyata kalau astral projection itu beneran ada dan bisa dilakukan, kecuali kita mencobanya sendiri"- Mark
"Ya, memang astral projection tidak ada bukti nyata karna saat kita dengan sengaja melepas roh kita, maka roh kita tidak ada didunia nyata, tapi dibawah alam sadar manusia dimana tempat itu sangat gelap dan sangat berbeda"
"Apa kau pernah kesana Taehyung? Alam bawah sadar manusia"- Beomgyu
"Saat aku koma aku ada didunia nyata namun tidak terlihat oleh kalian, tapi aku pernah ke alam sebrang saat aku membantu Jungkook menyelamatkan Jisoo noona"
"Bagaimana disana bagaimana?" Semakin banyak yang penasaran dengan pengalaman Taehyung bersama Jungkook, Taehyung jadi sangat semangat.
"Kata Jungkook, jika kita melepas roh kita dikelas ini maka saat kita membuka mata dan roh kita sudah keluar, kita akan melihat tubuh kita sendiri dan tentu suasananya tidak seperti ini. Gelap, dan berkabut. Namun roh kita tetap ada dikelas ini"
"Sangat menyeramkan atau biasa saja"
"Bagi aku yang pertama kali kesana sangat menyeramkan, namun bagi Jungkook dan kedua orang tuanya itu hanya hal biasa, malah seperti sedang berjalan jalan ditaman"
"Woah benar benar"
"Lalu bagaimana?"
"Saat kami sampai disana, kita diarahkan oleh kedua orang tua Jungkook, kita berdua tidak boleh mengeluarkan suara sedikitpun atau arwah yang sudah meninggal akan mendengar kami dan masuk kedalam tubuh kami, jika ada yang masuk maka kita berdua akan terjebak dialam sana"
"Lanjutkan lanjutkan"
"Kita disuruh cari pintu berwarna merah untuk keluar rumah, bukan luar rumah yang nyata tapi tempat dimana para arwah yang masih ingin hidup berada. Disana sangat gelap dan kabut asap semakin banyak, banyak suara namun tidak ada wujudnya, ditempat itu kita harus benar benar menjaga langkah kaki agar tetap sejajar, jika tidak kita akan berbelok belok dan tersasar"
"Bagaimana si? Apa bisa dicontohkan tanpa perlu pergi kesana?"
"Bisa tentu, coba saja kau disebuah ruangan yang sangat gelap, berkabut dan hanya lentera sumbu yang menjadi penerangnya, sedangkan kau harus berjalan lurus sejajar dengan kaki, itu sangat sulit dan menegangkan"
Taehyung menceritakan semuanya sampai akhir dimana mereka berdua bisa menyelamatkan Jisoo dari arwah pemilik selendang itu.
Banyak yang kagum dengan Jungkook karna berani mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan nyawa orang lain, bangga juga dengan Taehyung yang mau membantu Jungkook yang padahal Taehyung sendiri penakut.
Mereka menjadi merasa semakin bersalah pada Jungkook, dimana orang yang selalu mereka bully berani mempertaruhkan nyawa demi orang lain, Jungkook seperti superhero didunia nyata, juga kedua orang tuanya.
Salut juga dengan Taehyung, dia tidak lupa untuk membalas kebaikan Jungkook selama membantu Jungkook, tau diri Taehyung untuk membalas kebaikan Jungkook.
Karna Taehyung bukan teman yang munafik, begitupun Jungkook.
Pas saat Taehyung selesai bercerita, bel pulang sekolah berdering nyaring membuat suasana yang tadinya tegang menjadi sedikit lega.
"Jungkook harus mendapatkan perlakuan yang layak, dia benar benar berani"
"Ah rasanya ingin memundurkan waktu saja, ingin berteman dengan Jungkook sedari awal tanpa memandangnya sebelah mata"
"Sepertinya Jihoon harus uji nyali disana deh, dia kan suka uji nyali ditempat yang tinggi tinggi"
"Belum tentu Jihoon bisa melakukan astral projection"
Taehyung langsung keluar kelas karna Irene, Jimin dan Yoonji sudah menunggu diparkiran.
"Ayo berangkat"
Irene masuk kedalam mobil Taehyung dan Yoonji pada mobil Jimin. Mereka menyempatkan untuk pergi membeli buah buahan, camilan dan makanan ringan lainnya untuk menenami Jungkook.
Sampai ditempat perbelanjaan, Yoonji dan Jimin membeli buah buahan dan sayuran, sedangkan Irene dan Taehyung membeli camilan, makanan matang yang sehat dan obat untuk Jungkook.
Dirasa semuanya sudah, mereka langsung pergi kerumah Jungkook.
.
.
__ADS_1
.
.
.
"Jungkook!"
Jimin berteriak dari luar rumah, tidak ada sahutan sedangkan Taehyung baru datang dengan tentengan ditangannya. Lalu Taehyung menekan kode rumah Jungkook.
Yoonji, Irene dan Jimin terbengong dibuatnya, Taehyung tau pin rumah Jungkook? Dari mana dia tau?
"Dari mana kau tau Taehyung?"
"Aku kan pernah jadi roh, jadi setiap Jungkook pulang aku melihat dia menekan pin rumahnya"
"Tidak sopan"
"Ayo masuk, anggap saja rumah Jungkook"
"Memang rumahnya"
Irene memukul kepala Taehyung dengan novelnya, sedangkan Taehyung tertawa pelan.
"Sepi, apa Jungkook sedang tidur?"
"Aku saja yang kekamarnya" Irene bangkit dan menuju lantai atas. "Aku ikut" Yoonji menyusul.
Sedangkan Jimin dan Taehyung duduk disofa rumah Jungkook, rumahnya nyaman dan sejuk sekali. Menyesal Jimin dulu membully Jungkook.
"Bagaimana? Rumahnya nyaman bukan?"
"Ya, kukira rumah seorang paranormal akan menyeramkan karna diisi oleh barang barang kuno, ukiran rumah yang klasik, remang remang dan suasana rumahnya menyeramkan. Ternyata rumah Jungkook tidak"
"Makanya ini selama aku menjadi roh betah sekali diam dirumah Jungkook, nyaman dan bikin cepat mengantuk" ucap Taehyung sambil memejamkan matanya, memang nyaman sekali.
"Eoh? Kalian juga datang"
Jimin dan Taehyung menoleh kebelakang melihat Jungkook yang dipapah oleh Yoonji dan Irene dikanan kirinya.
"Jagoan ko sakit?"
Jimin menggeser duduknya dan membiarkan Jungkook duduk ditengah diantara Taehyung dan Jimin. "Panas sekali tubuhnya"
Ucap Irene memegang tangannya yang masih terasa hangat oleh suhu tubuh Jungkook. "Iya, panas sekali"
Jungkook senyum lalu kembali dia lunturkan karna, sejak kapan arwah dirumahnya semakin banyak?!
Jungkook bergetar dan merasa ketakutan, keringat dingin mengalir padahal tubuhnya panas.
Tapi Jungkook berusaha menyembunyikan rasa takutnya, tidak ingin membuat teman temannya merada ketakutan, mereka disini untuk menjenguk Jungkook.
"Dimana dapurmu Jungkook?" Tanya Yoonji
"Kau dari sini jalan saja kesana lalu belok kanan"
"Baiklah"
Yoonji pergi, namun Jimin mengikutinya dan sempat dapat injakan kaki dari Yoonji karna Jimin mengikutinya.
Irene pindah duduk disamping Jungkook lalu meraskan kening Jungkook dengan punggung tangannya.
"Shh, coba rasakan Tae"
Irene mengambil tangan besar Taehyung dan ia tempelkan pada kening Jungkook. "Kau habis dari neraka apa habis memakan api? Panas sekali"
Irene mengambil byebye feever dan ia tempelkan pada kening Jungkook, Jungkook terkejut tentu saja, d sini ada Taehyung takutnya Taehyung marah.
Sedangkan Taehyung tersenyum bangga karna Irene benar benar perhatian pada orang lain, seperti melihat Irene mengurus anaknya yang sedang sakit, Irene itu keibuan sekali.
Irene sadar sedang diperhatikan oleh dua pria ini, menaikan satu alisnya bingung. "Kenapa kalian menatapku seperti itu?"
"Terima kasih/terima kasih"
"Hooh sudah sering bersama hingga mengucapkan terima kasih saja bisa bareng"
__ADS_1
Yoonji kembali dengan wadah buah dan pisau buahnya, sedangkan Jimin membawa mangkuk dan piring untuk makanan matangnya.
Jungkook tersenyum tipis, tidak menyangka memiliki teman setulus mereka.