Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.23 [Flashback Jungkook]


__ADS_3

Jungkook saat dilahirkan dalam keadaan tidur, dia tidak menangis namun yang membuat kedua orang tua Jungkook dan Wonwoo terkejut adalah terdapat bekas luka dibagian pipi kirinya.


Didalam rahim tidak mungkin ada hal hal yang membahayakan, namun bekas luka itu sebagai tanda kalau Jungkook menuruni kemampuan orang tuanya, Jungkook akan menjadi seorang indigo.


"Mama, kenapa adik bayi indigo sedangkan Wonu tidak?"


"Sama papa saja ayo, mama harus istirahat dan memberi asi adik bayi"


"Umm"


.


.


.


.


Saat diberi asi-pun Jungkook tetap tertidur, awalnya yang membantu proses melahirkan terlihat bingung karna Jungkook tidak menangis, dan beruntungnya Jungkook hanya tertidur.


Tapi saat tengah malam Jungkook tiba tiba menangis keras membuat yang ada dikamar rumah sakit berjengit kaget karna tangisannya keras sekali.


Itu tangisan pertama Jungkook, Wonwoo terbangun dan mengambil dengan lembut Jungkook, sambil menuju ranjang mamanya, Wonwoo berusaha menenangkan Jungkook.


"Suuut, adik bayii. Adik bayi sedang sama Wonu hyung, jangan menangis hm"


Tangisan Jungkook semakin keras, Wonwoo sudah kalang kabut akhirnya memberikan Jungkook pada mamanya lalu diberi asi kembali, tidak lama Jungkook kembali tidur.


Setiap hari seperti itu, setiap Jungkook membuka matanya maka Jungkook akan menangis keras. Kedua orang tuanya tidak bodoh kenapa Jungkook selalu menangis setiap membuka matanya.


Karna Jungkook melihat arwah yang berkeliaran disekitarnya, maka demi menghindari Jungkook terus menangis, papa Jungkook menutup indra keenam Jungkook.


Setelah itu Jungkook sudah tidak pernah menangis lagi, selalu tertawa bahkan Wonwoo sampai tertawa geli saat mendengar tawa Jungkook yang begitu menggemaskan.


Jungkook tumbuh menjadi pria menggemaskan saat berumur tiga tahunnya, tubuhnya gemuk dan suaranyapun membuat siapapun yang mendengar merasa gemas.


Terlebih pipi tembam, mata besar dan gigi kelincinya. Namun saat diumur ketiga tahunnya lah indra keenamnya kembali terbuka, entah tiba tiba kembali terbuka.


Saat pagi harinya Jungkook terbangun dia menangis sangat keras sekali hingga meraung raung karna dikamarnya ada arwah menyeramkan yang merayap didinding kamarnya.


"Mama! Mamaaa!"


"Hey baby, mama disini. Ada apa hm ada apa?"


"Mama! Itu apa!" Jungkook menunjuk dinding kamarnya, mama Jungkook terkejut kenapa indra keenamnya terbuka.


Karna tidak mungkin indra keenamnya kembali ditutup karna Jungkook terlahir sebagai indigo, maka kedua orang tua Jungkook berusaha membuat Jungkook terbiasa.


Setiap sehabis makan maka Jungkook dihadapkan pada arwah yang tidak sama sekali ada luka namun melayang.


Setelah dengan arwah itu terbiasa, Jungkook dihadapkan pada arwah yang banyak luka. Jungkook sedikit menangis, namun kedua orang tuanya tetap meyakinkan Jungkook kalau arwahnya tidak jahat.


Semakin Jungkook terbiasa semakin diberi arwah yang menyeramkan dan sampai diumurnya yang ke tujuh tahun, Jungkook sudah tidak pernah menangis lagi jika melihat arwah.


Jungkook sudah terbiasa hidup berdampingan dengan arwah arwah yang berkeliaran, Jungkook sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri agar tidak takut.

__ADS_1


Penderitaan Jungkook saat dulu sudah selesai, sudah tidak perlu lagi dipaksakan melihat arwah, sekarang Jungkook melihat arwah seperti melihat manusia biasa.


.


.


.


.


.


.


Saat umur Jungkook menginjak sebelas tahun, pertama kalinya Jungkook membantu seorang anak kecil yang ditempeli oleh parasit.


Jungkook melepas parasit itu dan membuangnya jauh jauh menggunakan botol, itu adalah kali pertamanya menyelamatkan seseorang.


Semakin lama Jungkook melihat orang yang ketempelan, Jungkook semakin ketagihan membantu orang orang dan sejak saat itu juga Jungkook bekerja layaknya kedua orang tua Jungkook.


Hanya saja Jungkook dihadapi oleh yang mudah mudah terlebih dahulu.


Diumurnya yang ke lima belas, Jungkook memiliki partisipan tetap bernama Mi Ra, dia terus ditempeli arwah anak kecil yang bernama Mugi dan selalu kerasukan dimanapun dia berada. hingga saat ini umur Jungkook akan menginjak delapan belas tahun, Jungkook berteman dengan Mugi.


.


.


.


.


.


Jungkook semakin lama semakin menikmati pekerjaan dan kemampuannya ini, dengan kemampuan ini Jungkook membantu banyak orang yang punya urusan dengan alam lain/arwah.


Wonwoo sebenarnya khawatir kalau Jungkook ketagihan seperti ini membuat Jungkook ada masalah dengan iblis atau arwah lain.


Tapi Jungkook meyakinkan, kalau dia bekerja dengan hati hati dan tidak gegabah maka itu tidak akan terjadi.


Namun diumurnya yang hampir ke delapan belas tahun kekhawatiran Wonwoo terjadi, Jungkook dibawa oleh iblis yang pernah berurusan dengan Jungkook dua tahun yang lalu.


.


.


.


.


.


Saat Jungkook masuk Sekolah Dasar. Jungkook sering bicara sendiri karna terlalu menganggap arwah adalah manusia, Jungkook dikucilkan dan dibully.


Wonwoo dan orang tuanya merasa tidak enak hati, karna kemampuannya Jungkook malah tidak memiliki teman.

__ADS_1


Saat masuk Sekolah Menengah Pertama, Jungkook berusaha bergaul dengan teman teman disekolahnya, awalnya ada yang mau berteman dengannya.


Namun saat semuanya terungkap kalau Jungkook sering bicara sendiri, mereka yang berteman dengan Jungkook mulai menjauhinya.


Saat dikelas sembilan, rasa khawatir Wonwoo dan orang tuanya sedikit memudar karna Jungkook untuk pertama kalinya membawa seorang wanita kerumahnya.


Bisa disebut dia adalah kekasih Jungkook, hanya dia yang bertahan menemani Jungkook tanpa takut kelebihan Jungkook.


Jungkook menyukai wanita itu dan begitupun sebaliknya hingga mereka menjadi sepasang kekasih, keduanya saling menyayangi. Walaupun tanpa cinta, namun cinta hanya untuk pasangan sehidup sematinya saja.


Belum tentu mereka berdua bisa menikah, jadi saling menyayangi saja menurut mereka sudah lebih dari cukup asalkan tidak ada yang mengkhianati.


Hubungan mereka bertahan dua tahun, namun di awal kenaikan kelas dua SMA. Keduanya dipisahkan oleh orang tua wanitanya.


Jungkook sebenarnya berat hati namun Jungkook harus menerimanya, karna kalau itu yang terbaik untuknya maka Jungkook akan rela.


Mereka dipisahkan karna orang tua wanita Jungkook tau kalau keluarga Jungkook berbeda dari keluarga pada umumnya.


Karna situasi itu membuat orang tua Jungkook merasa bersalah, karna kemampuannya turun pada Jungkook membuat Jungkook harus kehilangan orang yang disayangnya.


Dan Wonwoo juga merasa bersalah, kenapa tidak dia saja yang menuruni kemampuan kedua orang tuanya? Tidak tega melihat Jungkook yang selalu murung semenjak dipisahkan, bahkan wanita Jungkook sampai dipindahkan sekolahnya.


"Tidak apa apa, kalian jangan merasa bersalah. Kalau ini yang terbaik untuknya, aku tidak apa apa"


Kata kata Jungkook malah membuat yang lain semakin merasa bersalah, nada bicara Jungkook parau sekali. Jungkook sangat menyayangi wanitanya, karna dia segalanya.


Sebenarnya Jungkook iri dengan Wonwoo, dia sudah berpacaran dengan Sana sejak lama sekali. Bahkan sudah terhitung lima tahun lamanya mereka berpacaran.


"Hyung, apa rahasia berpacaran hingga lama sepertimu?"


"Tidak ada rahasia Jungkook, prinsip hyung saling percaya satu sama lain, tidak ada pengkhianatan, jika ada kesalah pahaman selesaikan dengan cara baik baik, berfikir dewasa dan logis, sikap jangan masih labil"


"Lalu?"


"Berpacaran tidak harus karna harta, kalau kata Sana hanya saling memberi kasih sayang, tidak mengecewakan dan saling jujur saja itu sudah cukup. Jika bosan cari kegiatan lain, jangan sampai meninggalkan orang yang benar benar setia. Intinya jika bosan jangan ditinggalkan, namun cari kegiatan lain agar hubungan tidak hambar"


"Apa aku bisa seperti hyung?"


"Kau masih sekolah, jangan dulu berpacaran dan cukup dia yang terkahir dalam daftar pacarmu, cari wanita untuk kau jadikan istrimu"


"Tapi hyung berpacaran saat masih sekolah"


"Hyung berpacaran dengan Sana saat hyung kelulusan sekolah, lagi pula hyung saat itu sudah dewasa dan hyung sudah tidak labil lagi"


"Apa dia mau kembali untukku hyung?"


"Mungkin dia akan kembali untuk menolongmu atau untuk menjadi kenanganmu"


"Kenapa begitu?"


"Karna yang datang lagi tujuannya tidak selalu untuk kembali, ada yang datang untuk menghancurkan atau yang datang untuk menolong"


"Aku ingin kembali dengannya hyung"


"Jika restunya sudah berubah maka kalian bisa bersatu Jungkook"

__ADS_1


"Aku harap begitu hyung"


__ADS_2