Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.26


__ADS_3

"Malam jum'at kemarin, kami bermain Ouija"


.


.


.


.


.


Irene sepulang dari berbelanja tiba tiba ditelepon oleh Seulgi, dengan kesusahan dia mengangkat teleponnya. "Ada apa?"


"Malam Jum'at kau ada acara tidak?"


"Malam Jum'at? Kenapa? Kau tau aku sering dirumah tidak ada kesibukan kecuali bersama Taehyung dan yang lain"


"Sip, pasti tidak ada. Aku, Daniel, Baekhyun, Tzuyu dan Eunha akan bermain Ouija, kau ikut?"


"Ouija? Kau bodoh? Bermain main dengan yang seperti itu?"


"Tidak apa apa hanya sekali asalkan kita bermain dengan benar dan ucapkan selamat tinggal dengan benar. Ayolah, kapan lagi hm? Aku dibelikan oleh temanku, sayang sekali jika tidak dipakai"


"Jangan aku, masih ada yang lain kan?"


"Mereka semua tidak ada yang mau, ayolah"


"Jemput"


"Siiip! Terbaik memang"


Irene mematikan teleponnya dan menunggu Taehyung datang. Jika dibilang penakut si tidak, Irene bukan penakut.


Tapi bermain Ouija? Irene takut dengan hal itu namun Irene merasa tertantang untuk ikut bermain papan terkutuk itu.


Irene menerima ajakan Seulgi, tidak ada salahnya mencoba asalkan saat bermain papan itu mereka tidak ceroboh dan hati hati.


Irene tidak ingin memberi tahu Taehyung dan yang lainnya, kalau dia memberi tahu pasti akan dilarang.


"Sudah mendaftar di Universitasmu?"


Tanya Taehyung sambil memasukkan barang belanjaan Irene, Irene tidak lupa untuk membelikan Taehyung sesuatu, tentu Irene bukanlah wanita matre.


Irene benar benar harus menyiapkan diri baik baik, bermain Ouija menurutnya menyenangkan, tapi kalau salah panggil arwah yang membuat Irene sedikit ragu.


Hingga malam Jum'at telah datang, Seulgi sudah menjemputnya, yang didalam mobil Seulgi sudah ada Daniel, Baekhyun, Tzuyu dan Eunha.


Irene naik disamping kursi kemudi, entah akan bermain dimana Irene hanya tinggal ikut saja, toh dia juga bosan jika harus terus berdiam dirumah.


Tiga puluh menit diperjalanan, mereka sampai disebuah rumah kosong. Hanya satu lantai dan dari mana Seulgi tau ada rumah kosong disini?


"Kita bermain disini tidak apa apa kan? Kalau disekolah pasti ketahuan oleh security dan akan disuruh pulang. Ayo masuk"


Seulgi masuk terlebih dahulu dengan senter ditangannya, Irene berjalan dibelakang Seulgi sedangkan yang berjalan dipaling belakang itu Baekhyun.


Tzuyu dan Eunha sudah ketakutan, namun karna Baekhyun dan Daniel adalah kekasih mereka masing masing jadi rasa takutnya sudah sedikit berkurang.


Mereka sampai disebuah ruangan yang sepertinya tempat untuk ruang keluarga, tempatnya sudah sangat usang dan cocok sekali untuk digunakam bermain ouija.


Seulgi mengeluarkan papannya dan mereka duduk melingkar, dengan tiga buah lilin yang digunakan sebagai penerangan.


"Kita akan bertanya pada arwah yang ada disini, jika sudah selesai kita ucapkan selamat tinggal"


"Jika kita salah panggil bagaimana?"


"Ucapkan selamat tinggal juga"

__ADS_1


"Ayo mulai"


Mereka semua sudah siap, tinggal menanyakan hal yang perlu perlu saja. Ditengah permainan hawa mulai terasa panas, padahal malam ini cukup dingin.


Irene merinding, ada yang aneh Irene yakin. "Seulgi, kita selesai saja"


"Tunggu, dua pertanyaan lagi"


"Ayo siapa yang mau bertanya?"


"Aku, kau arwah atau iblis?"


Tidak bergerak, mereka mulai merasa ketakutan. Jika mereka memanggil iblis maka habislah mereka, tidak tahu bagaimana memulangkan iblis itu.


BRAKK


Salah satu pintu yang ada disana tiba tiba tertutup dengan keras, mereka semua sudah ketakutan setengah mati dan juga tiba tiba papannya terbelah menjadi dua.


"Seulgi bagaimana ini?"


Angin berhembus dengan kencang, sungguh bukan ini yang mereka harapkan, ini benar benar kacau.


"Apapun yang terjadi ini salahmu seulgi!" Ucap Baekhyun berteriak sambil terus melindungi Tzuyu.


"Aku tidak tahu ini akan terjadi, kita pergi"


Mereka semua langsung pergi, namun Irene tiba tiba terdiam dengan pandangan yang kosong. "Irene ayo cepat pulang"


Seulgi menarik Irene yang tetap dengan pandangan kosong, mereka tidak merasa curiga pada Irene mungkin Irene hanya syok saja makanya dia banyak diam.


.


.


.


.


.


Seperti ada yang mengikuti tapi siapa, seperti ada yang menemaninya tidur tapi siapa, seperti ada yang hendak menyentuhnya tapi tidak ada siapa siapa.


Hingga saat Seulgi sedang bercermin, yang ada dicermin bukanlah dirinya, namun Irene dengan tatapan marahnya. Hal itu membuat Seulgi dengan refleks memecahkan cermin riasnya.


Seulgi menghubungi teman temannya yang juga ikut bermain Ouija, katanya merekapun sama mengalami hal hal aneh berkali kali.


Seulgi yakin setengah mati kalau mereka memanggil iblis dan dengan bodohnya mereka lupa mengucapkan selamat tinggal, bahkan papanya sudah patah.


"Kalau memang terjadi sesuatu pada Irene, ini semua salahku"


Telepon Seulgi bergetar, disana tertera nama papanya Irene. "Hallo ahjussi, ada apa?"


"Kau bersama Irene tidak? Sudah dua hari Irene tidak pulang, terakhir bermain bersamamu"


"Irene? Aku yakin aku mengantarnya sampai depan gerbang ko ahjussi, Irene langsung masuk dan tidak mungkin pergi lagi"


"Tapi benar ko Irene tidak ada pulang"


"Ahjussi sudah menghubunginya?"


"Sudah, teleponnya tidak aktif"


"Baiklah, nanti aku bantu cari ya"


"Terima kasih, dan tolong ya"


"Tenang saja"

__ADS_1


Seulgi mematikan teleponnya, yakin sekali ada yang tidak benar. Dan Seulgi baru sadar saag mereka dengan paksa menyelesaikan permainannya.


Irene tiba tiba terdiam, saat tangannya dipegang rasanya sangat dingin, pandangannya kosong juga wajahnya pucat sekali.


Kalau memang benar, Seulgi sama sekali tidak berani cerita pada siapapun perihal mereka bermain papan Ouija.


.


.


.


.


.


Hari pengambilan surat kelulusan, katanya Irene sudah pulang malam kemarin, kondisinya masih sama terus dengan pandangan yang kosong.


Tapi hari ini Seulgi sama sekali tidak melihat Irene dimana mana, Seulgi melihat Taehyung, Jimin, Jungkook dan Yoonji berlari kesana kesini dengan wajah panik.


Sudah pasti mereka mencari Irene, Seulgi bingung harus bilang seperti apa pada mereka semua yang jelas menyayangi Irene.


Irene seperti ini karna dirinya, dan Seulgi tau kalau disini ada kasus bunuh diri masal karna sudah ada beberapa murid yang menjadi korban.


Dan diantara korban lainnya, Daniel, Baekhyun, Tzuyu dan Eunha adalah korbannya. Ini salah Seulgi, mereka yang tidak bermain menjadi korbannya.


Seulgi penyebab bunuh diri masal ini terjadi, karna dengan tidak sengaja mereka memanggil sesosok iblis yang kuat.


Seulgi sudah mengambil surat kelulusan dan juga surat milik Irene, sudah jelas mereka berdua lulus. Seulgi memilih berjalan ke danau buatan yang tidak terlalu jauh dari sana.


Dan disana Seulgi melihat Irene yang hanya berdiri dengan senyum yang tidak bisa dibilang cantik, sangat menyeramkan.


Dan Seulgi hampir saja berteriak keras saat mata, hidung dan mulut Irene mengeluarkan darah. Seulgi lebih baik pergi memanggil Taehyung dan yang lainnya untuk menemui Irene yang benar benar aneh sekali.


●•●•●•●


"Ini semua salahku, banyak korban berjatuhan, Irene menjadi korbannya dan dengan tidak adilnya aku selamat"


Seulgi menunduk, dikala Taehyung dan orang tua Irene menatapnya dengan amarah yang memuncak, hanya karna satu papan saja membuat banyak korban berjatuhan.


Bahkan Irene dibawa oleh iblis itu pada dunianya, melawan iblis yang ternyata dipenglihatan orang tuanya adalah Zozo, iblis itu bisa saja melepaskan sandraannya namun dengan syarat yang tidak boleh diganggu gugat.


"Tubuh dan jiwa Irene ada disana, jika terlalu lama maka Irene terjebak disana, Zozo iblis licik"


"Bagaimana cara menyelamatkan anakku, kumohon selamatkan dia. Kami akan sangat berhutang budi pada kalian jika kalian membawa kembali anak kami"


"Ahjumma, ahjussi maafkan aku. Salahku, karnaku, semuanya ulahku, maafkan aku maaf"


Seulgi menangis terisak, benar benar tidak tahu harus bagaimana Seulgi meminta maaf, dia merasa sangat bersalah sekali, teman temannya sendiri menjadi korban kebodohannya.


"Kami akan memaafkanmu jika anak kami selamat"


"Astral projection?" Tanya mama Jungkook.


"Aku, yang kesana" ucap Jungkook dengan mantap


"Aku mau" Yoonji juga ingin


"Jangan Yoonji, aku saja. Aku tidak ingin sepupuku yang masuk dan melawan iblis, walaupun tempo lalu kau bisa mengalahkannya, tapi tidak dengan yang ini"


"Kalian berdua yakin?"


"Demi temanku/demi kekasihku"


"Ayo keruanganku"


Ruangan yang digunakan untuk pergi ke alam iblis, sama seperti Darkness, namun disana jauh berbeda dengan Darkness yang seperti biasanya.

__ADS_1


Untuk kali ini, Seulgi tidak akan bermain main lagi dengan hal yang seperti itu.


__ADS_2