
Sebulan Taehyung ga ada kabar, kalau dia sadar pasti ada yang ngabarin k skolah begitupun kalau Taehyung meninggal, ini sama sekali tidak ada kabar.
Irene bahkan memaksa Jungkook memanggil Taehyung, padahal memanggil roh Jungkook tidak bisa, kecuali Mugi.
Bahkan Irene menangis menangis ingin kembali mendengar suara Taehyung, melihat tingkah Taehyung. Tidak mungkin sekali Jungkook bilang Taehyung entah selamat atau tidak.
Tapi Jungkook menjelaskan beberapa hal pada Irene tentang bertahan sebentar dibumi. Dan Irene menjadi sedikit tenang, yang lain juga ingin kerumah sakit, namun Taehyung juga sempat bilang jangan ada yang kerumah sakit.
Irene sedikit tenang, namun Irene akan sangat bahagia jika Taehyung sadar dari komanya, semoga saja Taehyung selamat.
Satu bulan terlewati, Irene sudah sedikit terbiasa, Irene selalu bersama Jungkook untuk mendengar kelakuan Taehyung selama menjadi roh.
Dan Irene cukup terhibur, Jungkook lega Irene bisa melupakan sedikit kekhawatirannya tentang Taehyung.
Pagi ini Jungkook sedang bersiap pergi ke sekolah, seminggu lagi akan ulangan kenaikan kelas dan Irene sudah akan lulus sekolah.
Selesai merapihkan perlengkapan sekolah, Jungkook langsung kebawah dan memakan sarapan paginya. Seperti biasa hanya susu hangat dan roti panggang dengan coklat.
Saat Jungkook tengah nikmat menikmati sarapan pagi dengan keluarganya, dari luar rumah terdengar teriakan seseorang memanggilnya.
"Jeon Jungkook! Apa kau sudah berangkat sekolah?!"
Jungkook membolakan matanya, dia dengan terburu buru keluar rumah dengan roti yang masih tergigit dimulutnya.
"Sudah siap? Ayo berangkat bareng"
Jungkook masih terdiam, mengunyah rotinya sampai habis, kembali kedalam untuk menghabiskan susunya. "Pelan pelan Jungkook itu masih panas"
"Panas tidak penting" tiga tegukan langsung habis, Jungkook mengusap kasar bibirnya dan kembali berlari keluar rumah.
"Sudah? Naiklah"
"Yak kau beneran Kim Taehyung?!"
Setelah keluar dari gerbang rumah, Jungkook menarik kerah baju seragam Taehyung yang hanya tersenyum konyol.
"Benar ini aku, aku sudah sadar dan sudah menjalani terapi peregangan otot dengan cepat agar bisa berjalan walaupun harus masih berpegangan"
"Kau baru sembuh sudah bawa mobil? Bar bar sekali hidupmu"
"Tidak sabar bertemu Irene, cepatlah naik dan segera berangkat. Oh ya, rumahku ada diperumaha blok 3 btw"
"Kau disana? Tidak pernah bilang"
"Kau tidak bertanya"
__ADS_1
"Yaya terserah"
Blok 3 ada dibelakang komplek Jungkook yang berada dikomplek 2, saat sudah keluar dari komplek Jungkook harus berjalan satu belokan lagi namun sedikit jauh dan disana akan ada batas komplek blok 3.
Disana perumahannya kebanyakan CEO semua jdi jangan heran harga diblok 3 lebih mahal dari pada blok 1 dan 2.
Tidak lama sampai disekolahnya, banyak murid melihat Jungkook yang turun dari mobil dan tidak jauh Jungkook melihat Irene dan Yoonji berjalan.
"Irene noona! Yoonji!"
Jungkook berteriak keras dan mereka berdua menengok, mereka langsung segera menghampiri Jungkook namun keduanya langsung diam kembali.
"T-tae"
Irene melihat Taehyung yang tersenyum lebar baru keluar dari mobilnya, Irene berlari dan langsung menubruk Taehyung yang limbung sedikit.
"Kenapa tidak mengabariku"
Irene memeluk erat Taehyung tanpa melepasnya sedikitpun, rindu dengan Taehyung jelas sekali. "Apa kabarmu hm?"
"Tidak baik"
"Kau tidak mengabariku?!"
Yoonji berteriak keras dan sedikit menarik rambut Taehyung, Jungkook terkekeh geli. Disatu sisi Taehyung dimanja, dan satu sisinya mendapatkan siksaan Yoonji.
Puas sudah, Taehyung sudah kembali k kelasnya dan lanjut belajar. Taehyung menceritakan semuanya pada Jungkook apa yang terjadi.
Taehyung awalnya merasa tubuhnya sangat ringan dan warna kulitnya berubah, Taehyung seperti tertarik untuk datang pada tubuhnya sendiri.
Itu terjadi dalam dua kali, saat seminggu Taehyung tidak ada kabar dan sebulan yang lalu.
Disana Taehyung hanya diam menatap tubuhnya dari dekat, sudah beranggapan kalau dia akan meninggal karna merasa tubuhnya menjadi aneh.
Warna kulit tubuh Taehyung sedikit berubah.
Tiga hari terlewat Taehyung tiba tiba masuk kedalam tubuhnya tanpa Taehyung sadari, tidak lama Taehyung ada disebuah ruang hitam, senyap tidak ada apa apa.
Tapi ruang hitam itu berkumpul kabut asap putih yang tidak banyak, Taehyung melihat kehidupan Taehyung sebelum dia koma.
Saat Taehyung pertama kali lahir, Taehyung bisa terngkurap, Taehyung bisa duduk, tumbuh gigi dan bisa berjalan, kata yang pertama Taehyung ucapkan adalah 'mama'.
Taehyung melihat perjalanan hidup sedari dia lahir dibumi hingga dia masuk Sekolah Menengah Akhir. Dimana dia bisa berpacaran dengan Irene dan pertama kali melihat Jungkook sedang dibully digudang sekolah.
Itu pertama kalinya melihat Jungkook, Taehyung yang berusaha mendekati Jungkook untuk diajak berteman. Hingga saat Taehyung pulang dari sehabis bermain dengan temannya, Taehyung kecelakaan. Padahal saat itu mereka baru saja merayakan kenaikan kelas mereka.
__ADS_1
Sampai disitu semua perjalanan hidup Taehyung hilang. Taehyung ingat, kalau ada manusia yang melihat perjalanan masa lalu hingga detik ini, maka dia tidak akan lama lagi.
Taehyung menunduk, jika memang ini yang terkahir, Taehyung harus pasrah dan menerima semuanya. Ini sudah takdir
Tiba tiba angin berhembus kencang membuat rambut Taehyung berterbangan dan matanya kelilipan, entahlah padahal disini tidak ada apa apa selain ruangan hitam yang kosong.
Tapi, Taehyung terhempas kebelakang membuat Taehyung yakin, ini akhirnya.
"Maaf"
_______________
"Detak jantungnya berjalan dengan normal! Periksa denyut nadi dan terus pompa jantungnya agar tidak melemah kembali!"
Taehyung samar mendengar suara riuh, matanya terbuka perlahan namun pandangannya kabur. Taehyung mencoba menetralkan pandangannya hingga matanya silai dengan lampu.
Dokter dan suster berupaya membuat Taehyung sadar sepenuhnya, dan Taehyung tau ini dirumah sakit. "Hhhh"
"Pasien sadar!"
Taehyung sadar, dan Taehyung tau itu. Taehyung berhasil melewati masa koma panjangnya, ini sangat menegangkan dan Taehyung sangat bersyukur bisa diberi kesempatan hidup.
Sisanya Taehyung lakukan untuk terapi cepat dan menjalankan ulangan online yang sebelumnya terlewati, semuanya dilakukan dengan sangat cepat hingga Taehyung sembuh.
Walaupun masih belum bisa dibawa lari dan perlu pegangan tangan, namun Taehyung sudah sangat segar dan semangat.
Taehyung akan memulai hidup barunya, berteman dengan Jungkook secara nyata, bermain dengan Irene sepuasnya dan melakukan hal yang pernah Taehyung lakukan dengan Jungkook.
Membantu Jungkook pergi ke partisipannya dan mencoba bermain lagi ke alam bawah sadar manusia, sungguh menurut Taehyung itu menegangkan sekaligus menyenangkan.
Pulang sekolah, Taehyung ikut k rumah Jungkook ingin bertemh secara langsunc keluarga temannya ini.
Saat sudah dirumah ternyata hanya ada Wonwoo dan papanya saja. "Jung pulang"
"Masuklah-oh Taehyung? Kau sudah sadar?"
"Halo om, iya saya sudah sembuh sekarang. Halo hyung"
"Taehyung, tidak lupa kan? Hyung akan memukulimu kalau kau sudah sadar"
Taehyung diam, sekarang dia menyesali sering jahil pada Wonwoo dan sekarang aura Wonwoo sangat menyeramkan.
"A-anu i-tu.. Jungkook yang suruh!"
Taehyung menunjuk Jungkook yang melotot marah, enak saja dia menyalahkan dirinya. Justru memang dia yang sifatnya jahil.
__ADS_1
"Berhubung kau baru sembuh, hyung kasih keringanan. Seminggu dari sekarang hyung bebaskan, jika sudah seminggu siap kupukuli"
"Mati aku"