Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.15


__ADS_3

Taehyung duduk dikursinya, disampingnya ada Jungkook yang sedang mengerjakan tugas, sedangkan yang lain pergi ke kantin, Jungkook lebih memilih mengerjakan tugas yang diberikan tadi pelajaran sebelum istirahat.


Kata Jungkook biar dirunah tinggal leha leha, tidak perlu panik karna belum mengerjakan pr, juga kalau Jungkook sudah dirumah biasanya malas mengerjakan pr.


Oh ya, Jungkook juga tidak menggunakan arwah untuk membantunya mengerjakan tugas, curang sekali itu namanya.


"Bosan sekali, Irene tidak masuk sekolah"


"Lalu? Kenapa kau disini? Kenapa tidak kerumahnya saja?"


"Tidak, aku lebih baik disini mendengarkan materi dari guru agar nanti pas sadar nanti tinggal ikut ulangan dan kita tetap satu angkatan, tidak mau harus mengulang kelas"


"Hm? Terserah kamu saja. Selesai"


"Sudah? Cepat sekali? Memang kutu buku"


"Kutu buku katamu? Asal kau tau saja, aku malas membaca buku dan kepintaranku adalah anugrah, jangan iri"


"For what? Akupun punya otak pintar"


"Yayaya terserah"


"Hey, kita ngobrol mereka memandangmu aneh"


Jungkook menengok keluar kelas, ada beberapa anak yang membicarakan Jungkook karna kesekian kalinya Jungkook bicara sendiri.


Dia tidak sendiri ko, dia bersama Taehyung dan mereka saja yang tidak melihat Taehyung. Bisanya mencibir saja, dasar netijen.


"Jungkook--kau saking tidak punya teman hingga bicara pada udara?"


Jungkook menoleh, melihat pria berperawakan tinggi, ketua kelas sekaligus sekretaris di OSIS. Jungkook bukannya tidak menyukai dia, tapi cara dia bicara sangat menjengkelkan.


"Sepertinya kau harus dibawa kerumah sakit jiwa untuk kewarasan otakmu, kau pintar dalam fisika dan kimia apa karna setan setan itu membantumu?"


"Hey, kau ketua kelas, sekretaris di OSIS dan juga kau yang terpintar disini. Apa ucapanmu bisa difilter sedikit? Untuk apa otak cerdas dan kedudukan disekolah ini ada padamu? Apa untuk menutupi kebusukanmu dalam bicara hm?"


"Oh, kau sudah berani bicara karna sudah berteman dengan Yoonji, Irene dan ah kudengar kau berteman dengan Jimin juga Taehyung? Taehyung dimana hey? Dia dirumah sakit, mana mungkin dia berkeliaran dalam keadaan koma"


"Dia memang tidak berkeliaran, tapi roh dia yang berkeliaran"


"Tidak masuk akal sekali" pria ini tidak percaya dengan hal hal gaib, jadi akan cape sendiri jika ngobrol dengannya.


"Apa kau pernah berfikir dimana roh orang yang sedang koma?"


"Tentu saja tidak, dia koma ya tetap koma, tidak ada istilahnya orang yang koma rohnya berkeliaran, memangnya dia sudah mati?"


"Orang koma biasanya rohnya keluar untuk membantu kesembuhan yang sakit agar tidak terlalu membebani, jika si pasien bisa bertahan maka tingkat kesembuhannya akan besar, jika tidak? Kau tau lah"


"Tidak masuk akal sekali"


"Jeon Jungkook biarkan aku masuk!"


Taehyung tiba tiba teriak membuat Jungkook terjungkal, memukul kepala Taehyung, sungguh suaranya sangat besar. "Bisakah tidak teriak?!"


"Biarkan aku masuk agar dia sadar!"


"Dikira dirasuki roh orang yang sedang koma tidak sakit hah?! Sakit Taehyung sakit!"


"Heh, kau berhalu disini ada Taehyung?"


"T-Tae--Kim Taehyung sakittt!"


Jungkook terdiam sebentar, sialan Kim Taehyung dengan paksa masuk kedalam tubuh Jungkook, kepala Jungkook sangat sakit dan rasanya berat sekali.


Tidak lama Jungkook bangun dari duduknya, duduk diatas meja dengan kaki kanan naik, wajahnya pongah sekali hingga yang melihat rasanya ingin memukul.


"Apa kabarmu--Kim Namjoon"

__ADS_1


Suara Jungkook menjadi sedikit berat dan apa apaan itu, Taehyung sekali nada bicara dan gerakan tubuhnya, tapi Namjoon tetap tidak percaya, mungkin Jungkook hanya akting saja.


"Kau tidak percaya hm? Apa mau ku adukan pada pamanmu Jin hyung kelakuanmu disekolah?"


Namjoon terdiam, yang tau pamannya yang sadis hanya Taehyung dan Yoongi saja, Jungkook tidak mungkin tau karna Jungkook sangat tertutup dan jarang kemana mana.


"Kau pasti hanya akting saja agar aku bisa percaya kan?"


"Huff"


Jungkook pingsan, kurang ajar Taehyung keluar ditempat yang salah. Jungkook terjatuh ke lantai karna pingsan. Tidak lama Jungkook sadar lagi, Jungkook pasti tidak mau jatuh dari meja ke lantai kalau keadaannya sadar, Namjoon sedikit berfikir apa benar yang barusan masuk Taehyung? Tapi bisa jadi arwah lain yang masuk.


"Ini keinginan Taehyung, aku akan membuka mata batinmu agar kau bisa melihat Taehyung"


"Tidak, terima kasih"


"Apa kau takut Namjoon-ssi?"


"Tentu tidak, hanya saja aku tidak percaya dengan hal seperti itu"


"Kalau tidak, aku buka sekarang"


"Tidak perlu"


"Kau takut? Payah"


Namjoon terdiam, kalau memang Namjoon tidak percaya kenapa dia harus menolak? Dan apa apaan Jungkook, menyebutnya payah?


Namjoon tidak terima jelas. "Bukalah, lagi pula aku tidak akan takut"


"Kh, bocah"


Jungkook menutup mata Namjoon dengan tangan kanannya dengan tubuh Jungkook dibelakangnya, Taehyung sudah tepat didepan wajah Namjoon.


"Nah, buka matamu perlahan. Jangan berteriak dan aku yang akan disalahkan dibilangnya menyakitimu"


"Hoy Namjoon"


"Yaaaakkk Kim Taehyung!! Siapa dia?!! Kau pasti iblis yang menyamar jadi Tae-ARGHHHHH ITU APAAN?!!!" Teriakan Namjoon membuat banyak murid menghampiri kelasnya.


Menatap Namjoon bingung dan menatap Jungkook garang, Jungkook hanya mengendikkan bahunya acuh dengan Namjoon yang berjongkok ketakutan.


Apa yang Namjoon lihat? Senyum konyol Taehyung, dua arwah merangkak kesana kemari, satu arwah diplatfom kelas, juga ada yang merayap didinding kelas.


Dan wujudnya sangat menjijikan dan menyeramkan, jelas Namjoon berteriak ketakutan, hanya Taehyung saja yang tubuhnya utuh walaupun ada luka dikening dan tangannya.


"Apa yang kau lakukan pada Namjoon?!"


"Kau apakan Namjon?!"


"Apa apaan kau Jungkook?!"


Dan bla.. bla.. bla.. bla.. banyak makian yang Jungkook dapat, sudah pasti si Namjoon akan berteriak karna pertama kali melihat arwah begini, tapi disini Jungkook yang disalahkan.


"Aku hanya membuka mata batinnya agar dia percaya kalau ada mereka dkantara kita--manusia"


"Kau membuatnya ketakutan"


"Itu tandanya Namjoon sudah melihat mereka, katakan apa yang kau lihat ketua kelas"


Jungkook duduk dikursinya, Namjoon masih bergetar disana. "Jauh-jauhkan arwah merangkak itu dariku!!" Namjoon semakin histeris karna arwah yang merangkak sudah memegang pundak Namjoon.


"Jangan sentuh sentuh"


Jungkook meraih tangan arwah yang merangkak itu dan melemparnya agar menjauh dari Namjoon. "A-aku percaya, maafkan aku dan tolong tutup kembali mata batinku"


"Baiklah"

__ADS_1


Jungkook menutup mata Namjoon, Jungkook itu tidak tegaan walaupun sama orang yang suka menyakiti Jungkook, jadi ya gitu Jungkook.


"Nah, bukalah matamu"


Namjoon membuka matanya, melihat kesekelilingnya sudah normal kembali, banyak murid yang melihat Namjoon dengan tanda tanya.


Namjoon melihat Jungkook lagi yang menatapnya dengan senyum kecil dibibirnya. "Bagaimana?"


"M-maaf"


"Kau melihatnya Namjoon?! Apa yang kau lihat?!"


"Apa mereka menakutkan?!"


"Ceritakan bagaimana wujud mereka Namjoon!"


"Tidak! Aku membayangkannya sudah ngeri sendiri.. dan mmmm Jungkook bagaimana kau bisa hidup dengan pemandangan yang seperti itu? Aku satu menit saja tidak tahan"


"Karna aku sudah terbiasa sejak masih kecil, dan pekerjaanku membantu orang orang yang punya urusan dengan hal hal seperti itu"


"Woaahh, seperti yang difilm Insidious kah? Itu sangat menyeramkan"


"Resiko menjadi indigo"


Jungkook duduk lagi, lebih baik dia membaca komik yang selalu ia bawa kesekolah jika bosan membaca buku pelajaran.


"Bagaimana keadaan Taehyung? Dan aku minta maaf sekali"


"Taehyung baik baik saja dan tubuhnya sedikit ada perubahan, tidak perlu minta maaf karna kau tidak tau dan tidak merasakannya"


"Jungkook, aku minta maaf"


Tiba tiba murid yang ada disana banyak yang minta maaf, ada apa ini? Minta maaf masal? Jungkook tidak berharap bisa jadi seperti ini.


"Aku tidak butuh minta maaf dari kalian, aku hanya ingin kalian percaya dan hargai kelebihanku ini. Dikira kalian enak memiliki kelebihan seperti ini hm? Dulu waktu kecil aku selalu dihantui dengan ketakutan, dan sudah besarnya malah tidak punya teman karna sering bicara sendiri, aku hanya ingin jangan jauhi anak anak yang mempunyai kelebihan sepertiku"


Diam, tidak ada yang bicara sama sekali. Mereka meresapi semua omongan Jungkook, seharusnya mereka tidak boleh memperlakukan anak indigo seperti ini.


Anak indigo juga seorang manusia yang aslinya ingin hidup normal seperti manusia lainnya, ingin melihat bumi dengan tidak sambil melihat arwah arwah bergentayangan.


Setiap harinya selalu diselimuti ketakutan jika anak indigo itu tidak bisa menerima kelebihannya. Beruntung Jungkook sejak kecil sudah diajarkan untuk terbiasa.


Jungkook sangat ketakutan selama 6 tahun, hingga umurnya 7 tahun 8 tahun 9 tahun dan seterusnya Jungkook sudah terbiasa dan berani pergi ke alam bawah sadar manusia.


Tentu saja untuk membawa kembali roh manusia yang main terlalu jauh atau roh manusia dibawa oleh arwah agar tubuh aslinya bisa dirasuki oleh si arwah yang membawa roh tersebut.


Mau uji nyali? Gedung pencakar langit? Memanjat tebing tinggi? Gunung? Sky diving? Kalian kalah telak dengan orang yang mau uji nyali di bawah alam sadar mereka.


Taehyung menepuk pundak Jungkook dan tersenyum bangga karna Jungkook sudah berani bicara dan membuat mereka sadar.


"Maafkan kami"


"Tidak apa apa"


"Hey Jimin, adik kita sudah punya teman banyak"


Yoonji datang dengan Jimin yang setia memeluk pinggang ramping Yoonji. Yoonji tersenyum lebar sekali, orang yang baru pertama kali melihat senyum Yoonji tertegun, manis sekali.


"Jaga mata kalian atau kujadikan bakso mata kalian!"


"Selamat Jungkook sudah bisa membuat mereka semua sadar, pulangnya pesta ayam kuy!" Jimin merangkul pundak Jungkook dan membawanya keluar kelas.


"Oh ya lupa.. mmmmm kalian, kenalin temanku Kim Taehyung--teman khayalan(?) Bisa dibilang seperti itu karna jika aku bicara dengannya pasti kalian menganggap aku berkhayal bicara dengan Taehyung" Jungkook menunjuk kanannya yang disana ada Taehyung sedang mengangguk ngangguk.


"Ahaha baiklah, cepatlah sembuh Tae"


"Kata Taehyung 'itu pasti'"

__ADS_1


__ADS_2