
Dua hari berlalu sejak Taehyung ikut ke alam sebrang, Taehyung benar benar merasa bangga pada dirinya sendiri karna sudah membantu Jungkook dan semuanya berjalan sangat baik.
Bahkan keluarga Jungkook mendapat upah yang lumayan, Taehyung juga dapat btw walaupun keluarga Han tidak bisa melihat Taehyung, tapi mereka percaya dan berterima kasih sekali karna sudah membantu Jungkook membawa anaknya kembali.
Saat Jungkook kumpul dengan Irene, Yoonji dan Jimin, Taehyung dengan semangat masuk kedalam tubuh Jungkook dan menceritakan pengalaman menegangkan saat dialam lain.
Melihat Taehyung yang antusias walaupun dari Jungkook, itu sangat lucu. Taehyung tidak pernah merasa bangga seperti itu, bahkan dirinya senyum senyum terus dari tubuh Jungkook.
Irene senang Taehyung tidak murung yang seperti Jungkook katakan waktu Jungkook memberikan rekaman itu, setelah mereka berteman Taehyung menjadi aktif sekali, apa lagi saat sudah membantu Jungkook.
Jungkook yang awalnya jarang bicara, wajahnya datar dan selalu sendiripun sekarang menjadi lebih banyak bicara, lebih sering bercanda dan sangat suka tertawa.
Saat pertama kali mendengar Jungkook tertawa membuat yang lain terkejut, tawa besar dan tidak bisa berhenti, sungguh sangat enak didengar apa lagi d telinga Yoonji dan Irene.
Jimin sangat merasa bersalah karna pernah membully Jungkook, tau kalau Jungkook seaktif ini dan seceria ini Jimin tidak akan pernah mau membullynya sekalipun Jungkook indigo.
Karna ceramahan Yoongi juga Jimin menjadi berbeda dengan Jungkook, tidak memandangnya sebelah mata.
"Hey Taehyung, apa kau tidak merasakan sesuatu pada tubuhmu?"
Jungkook masih terus mengayuh pedal sepedanya, Taehyung dengan seenak jidat duduk diatas kepala Jungkook, untung saja dia sesosok roh bukanlah manusia.
Patah sudah leher Jungkook kalau Taehyung adalah manusia, tidak menyangka Taehyung ternyata setidak sopan ini.
Difikiran Jungkook, Taehyung ini tipe yang kalem tidak banyak bicara dan tidak terlalu aktif mengingat saat pertama kali mereka bertemu, Taehyung diam saja saat ditanyakan nama.
Wajahnya datar dan seperti tidak minat bicara, ternyata makin lama mengenal Taehyung dia seperti ini, tidak kenal orang untuk melakukan tindakan ketidak sopanan.
"Merasakan apa maksudnya?"
"Merasa aneh seperti itu pada tubuhmu, apa kau tidak bosan menjadi roh?"
"Sangat bosan dan tidak menyenangkan, aku tidak tau kapan aku akan sadar, bisa jadi aku meninggal bukannya sadar"
"Apa kau ingin bicara dengan keluargamu?"
"Ingin sekali"
"Baiklah, saat nanti sampai d rumah aku akan mengambil upahmu dan kita kerumah sakit, tunjukan jalannya"
Taehyung tersenyum lebar sekali, Taehyung tidak percaya berteman dengan Jungkook akan semenyenangkan ini, kenapa tidak dari dulu saja berteman dengannya.
Jungkook sangat berbeda sekali, membantu orang tanpa mengharapkan apapun, membantu dengan senang hati tidak ada paksaan, sulit mendapatkan teman seperti Jungkook.
"Jung, maaf aku dulu tidak berteman denganmu. Kenapa juga kita berteman saat aku berwujud roh"
"Tidak apa apa, aku tau kau takut dan pasti merasa tidak nyaman"
"Bukan seperti itu, saat kelas 10 aku ingin mengajakmu gabung denganku, tapi wajahmu sangat tidak mendukung sekali untuk diajak berteman"
"Apakah aku sedingin itu dulu?"
"Ya, setiap kali ingin mengajakmu, wajahmu selalu datar dan dingin, aku jadi takut mengajakmu dan takutnya kau malah mencaciku"
"Wajahku menipu sekali ternyata, apa aku harus merubah raut wajahku agar ada yang mau berteman denganku?"
"Hey, cukup kita berempat saja, jangan tambah teman lagi"
"Hm? Kenapa?"
"Banyak teman sama saja menambah kemunafikan teman, tidak semua teman baik dihadapanmu, banyak teman yang hanya menginginkan harta dan kebaikan seseorang, jika kita membutuhkan sesuatu maka mereka akan menjauhimu dengan sejuta alasan agar tidak membantumu, aku tidak melarangmu ingin berteman dengan siapa, tapi hati hatilah memilih teman"
"Apa aku bisa percaya dengamu Taehyung?"
"Tentu saja! Aku membalas kebaikanmu dengan selalu membantumu walaupun kau tidak terlalu membutuhkan bantuanku, tapi aku tidak ingin menjadi teman yang munafik, itu sangat menjijikan"
"Terima kasih, aku akan percaya dengan kalian semua. Terima kasih sudah mau menjadi temanku"
"Itu tidak masalah! Fighting Jeon Jungkook!"
Jungkook tersenyum tipis, bahagia sekali pertemanan pertamanya sangat menyenangkan, memiliki teman seperti Taehyung, berbeda sekali dia ini.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Sudah sampai d rumah Jungkook secepatnya mandi dan berganti pakaian, mengambil upah Taehyung dan segera pergi k rumah sakit menggunakan taxi.
Taehyung sangat semangat sekali ingin cepat cepat bicara dengan orang tuanya, walaupun harus menggunakan Jungkook, tapi setidaknya hal yang mengganjal pada hatinya akan segera terlewati.
Menempuh waktu tiga puluh menit, rumah sakit familly sudah didepan mata, Jungkook membayar taxi dan segera masuk kedalam rumah sakit.
Tinggal mengikuti jalan Taehyung dan mereka sampai dikamar Taehyung.
Taehyung diam didepan pintu kamarnya, Jungkook melihat dari balik kaca yang ada dipintu, kedua orang tua Taehyung ada disana.
Jungkook dengan perlahan membuka pintunya dan seketika kedua orang tua Taehyung menolehkan kepalanya k pintu yang terbuka menampilkan Jungkook disana.
"Kau siapa?" Tanya eomma Taehyung, Jungkook melihat tubuh Taehyung yang terbaring dengan infusan yang masih melekat pada tubuhnya, Taehyung menjadi kurus disana.
Beralih pada Taehyung yang melihat tubuhnya sendiri dengan pandangan yang entahlah tidak bisa dibicarakan, melihat tubuh tidak berdayanya Taehyung sangat tidak tahan.
"Hey, kau siapa?"
"Ah, mmm aku Jeon Jungkook" Jungkook membungkukan tubuhnya dan tersenyum lebar. "Jeon Jungkook? Aku seperti pernah mendengarnya"
Appa Taehyung berdiri dan menghampiri Jungkook, menelisik wajah Jungkook dan matanya membola seketika. "Kau Jeon Jungkook anak paranormal itu kan?! Benarkan?!"
"I-iya aku anak paranormal"
Eomma Taehyung bangkit dan membawa Jungkook untuk duduk disofa kamar rumah sakit ini. "Coba katakan dimana Taehyung, apa dia baik baik saja? Dia tidak dibawa kealam sebrang kan?"
"Taehyung ada di sini.. mmmm-"
"Panggil eomma dan appa"
"Baiklah, Taehyung ada disini eomma. Dia ingin menyampaikan sesuatu"
Jungkook menyuruh Taehyung untuk mendekat, dan mengizinkan Taehyung untuk masuk kedalam tubuhnya, Jungkook lemas namun tidak kehilangan kesadarannya, Jungkook bisa tahan.
"Eomma, appa"
"Kapan kau bangun hm? Tidak ada yang menghabiskan kepiting pedas kalau eomma membuatnya"
"Kalau sudah waktunya aku sadar eomma, dan appa Tae minta maaf ya kalau Tae kadang membuat appa pusing. Tae tidak niat tapi Tae sangat suka menjaili appa"
"Tidak apa apa, cepatlah sadar agar kau bisa membuat appa pusing lagi"
Taehyung dengan puas berbicara dengan kedua orang tuanya, Jungkook tidak masalah karna Taehyung ingin melepas rindunya dengan bicara sepuasnya dengan kedua orang tuanya.
Saat sudah menjelang malam eomma dan appa Taehyung menyuruh untuk pulang, takut ada apa apa dijalan kalau terlalu larut malam.
Taehyung sudah keluar dari tubuh Jungkook, dengan perasaan yang lega Taehyung berjalan mengikuti langkah Jungkook.
Saat didalam lift Jungkook bareng dengan seorang wanita yang sepertinya berumur 20 tahun keatas, tapi Jungkook mengerutkan dahinya.
"Hijau army"
Jungkook merasakan sesuatu tapi entah apa karna Jungkook jarang menemukan aura hijau army, Jungkook terus berjalan tidak minat naik taxi, karna terlalu memikirkan aura wanita itu membuat Jungkook tidak menghiraukan Taehyung.
"Jungkook!"
Taehyung berteriak dan segera menyadarkan Jungkook yang masih dalam fikirannya. "Kenapa kau melamun terus? Pasti tidak mendengarku bercerita kan?"
"Iya aku tidak mendengarkanmu"
"Kurang ajar sekali, apa yang membuatmu berfikir keras?"
Seketika Jungkook membolakan matanya, jantung Jungkook berdetak dengan sangat cepat, keringat dingin keluar dari pelipisnya dan telapak tangan Jungkook mulai basah.
"D-dimana wanita yang ada dilift bersama kita tadi?" Jungkook mengedarkan pandangannya walaupun itu tidak mungkin karna mereka sudah jauh dari rumah sakit.
Jungkook melihat jam ditangannya, sudah 30 menit mereka jalan dari rumah sakit, 30 menit mencari wanita itu tidaklah cukup!
"Ada apa Jungkook?" Tanya Taehyung. "Aura wanita itu hijau army"
"Ada apa dengan aura itu?"
"Satu jam lagi dia akan mati dan ini sudah 30 menit lewat!"
__ADS_1
Jungkook menarik surainya frustasi, kenapa juga Jungkook lupa kalau dia bisa melihat orang yang 1 jam sebelum meninggal, dia merasa sangat bersalah sekali.
"Apa lagi? Cari dia sekarang!"
Taehyung menarik tangan Jungkook dan segera berbalik arah mencari wanita itu, walaupun sulit tapi mereka harus bisa menemukan wanita itu.
Saat dirumah sakit Jungkook bertanya pada satpam yang berjaga dipintu masuk rumah sakit, katanya dia melihat wanita itu berjalan ke arah taman kota.
Dengan cepat Jungkook berlari kearah taman kota, semoga saja masih ada waktu karna saat Jungkook kembali kerumah sakit sudah memakan waktu 15 menit.
Ketaman kota tidak terlalu memakan banyak waktu kalau menggunakan taxi, tapi taxi tidaklah bisa masuk kearah taman kota karna disitu hanya khusus sepeda dan motor listrik saja.
"Bodoh! Bodoh! Bodoh kau Jeon!"
Sampai ditaman kota, disini ramai dengan orang orang dan mereka sangat sulit mencari keberadaan wanita itu, Taehyung pergi mencari kearah lain dan Jungkook terus menerobos kerumunan orang.
Terus melihat kearah jam yang sudah tinggal 5 menit lagi waktu wanita itu. "Kumohon waktu jangan cepat berlalu"
Jungkook mengelilingi taman namun hasilnya nihil, Jungkook ingin menangis rasanya karna tidak bisa mencegah wanita itu, Jungkook terduduk dikursi taman sambil menutup wajahnya.
Sudah satu jam, Jungkook gagal menyelamatkan seorang wanita. Tidak lama Taehyung kembali dengan raut wajah yang sepertinya ketakutan, Taehyung menarik Jungkook kesuatu tempat, sangat sepi dan tidak terjangkau dari kerumunan orang.
"Apa dia disana Taehyung?" Taehyung diam saja, Jungkook tau itu dan Jungkook masuk kedalam gang. "Aarghhhh sial!!!"
Jungkook berteriak keras melihat seorang wanita yang tidak berpakaian dan ada tusukan diperut dan tepat dijantungnya. "Aku tidak berguna sekali! Aku terlambat! Aku tidak berguna aarghhh!!!"
Wanita yang sama yang dilihat oleh Jungkook, dia sudah tidak bernyawa lagi. "Jangan salahkan dirimu, manusia tidak pernah bisa luput dari kesalahan, kita lapor polisi"
Jungkook keluar dari gang dan segera menelpon polisi, dengan suara bergetar dia melaporkan kasus pembunuhan dan memberikan alamat kejadiannya.
Tidak lama polisi dan ambulans datang, Jungkook bangun dari duduknya saat seorang polisi menghampirinya.
"Kau Jeon Jungkook? Anak paranormal itu? Apa kau melihat siapa pembunuhnya?"
"Tidak, tapi seharusnya dia selamat kalau aku tidak lupa. Satu jam sebelum dia meninggal aku melihat dia dirumah sakit dan aura dia hijau army, aku merasa aneh dengan aura itu, tapi saat sudah 30 menit dari rumah sakit aku baru sadar dan aku melakukan kesalahan..
..aku kembali kerumah sakit untuk mencari wanita itu dan kata satpam rumah sakit kalau dia pergi kearah taman kota, aku mencari kesana namun tidak ada, tapi Taehyung menemukan wanita itu sudah tidak sadarkan diri dengan tubuh telanjang. Aku bisa melihat seseorang yang akan mati dari satu jam."
"Penjelasanmu tentang aura hijau army dan melihat seseorang akan mati dalam satu jam sangat tidak masuk akal, tapi aku percaya karna kau seorang indigo, dan dimana orang yang bernama Taehyung?"
"Dia roh yang bangkit dari masa komanya"
"Ah begitu, terima kasih atas penjelasannya. Jangan menyalahkan diri sendiri, karna manusia memang tidak bisa luput dari kesalahan, semoga dengan kamampuanmu itu kau bisa membantu banyak orang termasuk memecahkan kasus pemerkosaan dan pembunuhan ini"
Jungkook terdiam, Taehyung menepuk pundak Jungkook agar dia sedikit tenangan, bukan sepenuhnya ini kesalahan Jungkook, Jungkook hanya lupa saja dan itu wajar.
"Park Chanyeol!"
Teriak polisi itu yang ternyata bernama Choi Hansol. "Apa apa?" Tanya Chanyeol. "Antar Jungkook pulang"
"Baiklah, ayo nak"
Chanyeol jalan duluan dengan Jungkook menyusul dibelakangnya, Jungkook naik ke mobil polisi dengan banyak fikiran diotaknya. "Dimana roh wanita itu?"
"Istirahatlah dirumah, jangan terlalu memikirkan kejadian ini, untung besok hari sabtu dan kau bisa merilekskan tubuh dan fikiranmu"
"Terima kasih, aku akan membantu kalian memecahkan kasus ini"
"Terima kasih kembali, aku tau anak indigo sangat bisa diandalkan karna itulah aku menyukai anak indigo, bahkan aku ingin memiliki anak indigo, jika aku sudah menikah dan istriku ngidam akan kubawa dia padamu agar anakku nanti bisa memiliki kemampuan yang sama"
"Menjadi anak indigo sebenarnya tidak menyenangkan ahjussi, tidak memiliki teman karna aku kadang bicara sendiri padahal aku bicara dengan arwah"
"Aku akan memberitau fakta anak indigo disitus resmi kepolisian agar anak indigo tidak mendapat diskriminasi"
.
.
.
.
Jungkook merebahkan tubuhnya, berharap wanita itu datang padanya dan meminta untuk memberi tau siapa pembunuh dia.
"Jeon Jungkook"
Jungkook membuka matanya saat sebuah suara wanita membangunkannya. "Kau datang juga"
__ADS_1