
"Hari ini, kita mengantarkan kepulangan teman kita, saudara kita, keluarga kita ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kebaikannya akan terus kami kenang hingga selamanya, pengorbanan dan keberaniannya tidak akan pernah bisa dilupakan. Selamat tinggal anak kami, Shin Yuna"
.
.
.
.
.
"Eomma, appa. Waktuku hanya tinggal satu hari saja, izinkan aku pergi ke rumah Jungkook untuk yang terakhir kalinya, ini permintaan terakhirku. Kumohon"
"Eomma dan appa tidak suka de-"
"Karna sampai kapanpun kami tidak akan pernah bisa bersatu karna aku akan tiada"
Ucapan tegas Yuna berhasil membuat kedua orang tuanya terdiam. Yuna mengidap kanker ganas diotaknya karna mereka berdua, orang tua Yuna yang membuat Yuna mengidap kanker otak stadium akhir.
Tiga bulan berpisah dengan Jungkook membuat Yuna menjadi pribadi yang tertutup, bahkan hampir tidak pernah berbicara pada kedua orang tuanya.
Hingga orang tua Yuna menjodohkan Yuna dengan Taeyong, disaat makan malam disebuah restoran, Yuna kabur karna tidak ingin dijodohkan.
Saat Yuna menyebrang jalanan dia tertabrak oleh mobil dan kepalanya membentur aspal dengan sangat kerasnya.
Sudah sebulan tidak sadarkan diri, dan saat siuman Yuna didiagnosa mengidap kanker otak. Hal itu membuat kedua orang tua Yuna merasa sangat bersedih.
Namun tetap pada egonya, tidak akan pernah mau menyatukan Jungkook dan Yuna kembali. Karna kesembuhan Yuna bukan karna kembali dengan Jungkook, melainkan dengan pengobatan.
Hingga ternyata kesehatan Yuna semakin memburuk, kanker otak itu semakin mengganas hingga kesempatan hidup Yuna sudah tidak banyak lagi.
Dan keinginan terakhir Yuna hanya ingin bertemu dengan Jungkook, karna Yuna merasakan ada yang tidak beres dengan Jungkook.
Dengan kecepatan penuh appa Yuna membelah jalanan kota yang sedikit sepi, hingga mereka sampai dirumah Jungkook, sangat sepi namun banyak sepatu terdapat dirumah Jungkook.
Yuna tau pasword rumah Jungkook dan Yuna berkeliling rumah Jungkook, namun tidak ada siapa siapa.
Yuna melihat sebuah pintu didekat dapur, saat dibukanya ada tangga menuju lantai bawah, bisa dibilang ruangan bawah tanah.
"Jungkook?"
Mama papa Jungkook bangkit dari duduknya, melihat Yuna yang sangat kacau dengan kedua orang tuanya menyusul Yuna.
"Ritual apa ini? Pemanggilan setan? Pemujaan setan?"
"Stop ma"
"Sudah kuduga, seorang paranormal memang laknat. Bersekutu dengan iblis"
"Aku bilang stop! Jangan lihat orang dari sisi buruknya!"
"Suut tidak apa apa, kami sudah biasa. Ada apa kamu kesini hm? Kau sedang sakit sayang?" Mama Jungkook mengusap rambut Yuna sayang.
"Jungkook ada dimana?"
"Dia sedang menyelamatkan temannya Irene, dia pergi bersama dengan Taehyung"
Yuna menghampiri Jungkook yang masih terus memejamkan matanya, yang lain melihat tatapan sayang dan cinta dari mata Yuna.
Yuna sangat pucat karna sakit yang dideritanya, Yuna memeluk dengan erat Jungkook. Yuna lega karna Jungkook tidak apa apa, semakin sehat dan semakin tampan.
Yuna mengelus wajah tampan Jungkook, menatapnya lekat. Sungguh Yuna sangat merindukan pria yang berhasil membuatnya luluh.
"Kau tau? Aku selalu menyayangimu, walaupun kau melarangku untuk mencintaimu. Tapi aku mencintaimu, untuk yang pertama dan terakhir kalinya"
Yuna mencium kening Jungkook dan kembali memeluknya erat. Yoonji meremat lengan Jimin karna merasa terharu dan juga sedih, apa ini perpisahan diantara mereka?
Sedangakan Seulgi, dia semakin merasa bersalah. Sudah melibatkan Irene, dan sekarang sepertinya karna dirinya Yuna dan Jungkook akan berpisah untuk selamanya.
Yuna semakin erat memeluk Jungkook, namun dia terkejut kala tubuh Jungkook bergetar hebat dan hidungnya keluar darah.
"Jungkook? Kau kenapa"
Tiba tiba lentera yang sebagai satu satunya penerangan mati, namun tidak lama menyala lagi. Tapi yang membuat mereka semua terkejut, ada sebuah tali yang mengikat pada kedua kaki Jungkook.
"Jungkook tertangkap, dia akan berkorban"
Mama Jungkook meneteskan air matanya, Zozo tidak akan pernah melepaskan mangsanya pergi dalam keadaan utuh, dia akan meminta tumbal dan disini Jungkook yang berkorban untuk Irene dan Taehyung.
"Aku akan menyusul"
"Tidak, eomma dan appa tidak akan membiarkan itu terjadi. Sekarang ayo pulang"
Appa Yuna menarik tangan Yuna, namun Yuna menahannya sambil menggelengkan kepalanya, air matanya kembali menetes.
"Untuk apa? Hidupku tidak akan lama lagi dan aku ingin menjadi berguna didetik detik terakhirku, kumohon. Aku hanya ingin menjadi orang yang berguna dan melakukan kebaikan diakhir hidupku"
__ADS_1
"Eomma dan appa terlalu menyayangimu, kumohon jangan"
"Aku sangat menyayangi kalian, kumohon permintaan terakhirku ini"
Yuna memeluk erat kedua orang tuanya, mereka akan berpisah sekarang juga untuk pergi menggantikan Jungkook.
Jungkook hidupnya masih panjang, dia harus melanjutkan hidupnya dan bahagia sampai akhir. Sedangkan Yuna sudah tidak ada harapan lagi, mungkin tinggal hitungan jam Yuna pergi.
"Siapa nama pria ini?"
"Taehyung, Kim Taehyung"
Yuna menggeser kursi agar lebih dekat dengan Jungkook, Yuna yakin Yuna bisa karna Yuna pernah tidak sengaja bangkit dari tubuhnya saat sedang tidur dan melihat dirinya sendiri sedang tertidur.
Yuna mulai memejamkan matanya dan gelap semakin menyelimuti dirinya.
.
.
.
.
.
Yuna sampai disebuah tempat, namun Yuna keluar dari sebuah portal berwarna putih kebiruan dan dari jauh Yuna melihat seseorang sedang berlari kearahnya dengan menggendong seseorang dipunggungnya.
"Kau siapa?" Tanya Taehyung sambil mengatur nafasnya
"Kau Kim Taehyung? Aku Shin Yuna, kekasih Jungkook"
"Kekasihnya?"
"Ya, dimana Jungkook"
"Dia ditangkap disana"
"Terima kasih"
Yuna berlari meninggalkan Taehyung yang masih kebingungan. Hingga Yuna dapat melihat Jungkook yang tergantung terbalik.
Zozo terus senyum seram sedangkan Jungkook masih terdiam tanpa melakukan apapun, Zozo masih belum menyadari keberadaan Yuna.
Yuna mengambil sesuatu yang sempat Yuna bawa, sebuah pisau dan Yuna langsung memotong tali yang bisa disebut terbuat dari daging dengan lumuran darah itu
Bruk
"Pergilah"
"Kita pergi bersama sama"
Jungkook menarik tangan Yuna berlari menjauhi Zozo yang sudah mulai mengejarnya, Yuna senang sekali bisa bertemu dengan Jungkokk walaupun sedang berwujud roh.
Melihat tangan Jungkook yang menggenggam tangannya erat sekali membuat Yuna sangat tersentuh sekali, Yuna sangat mencintai prianya yang ini.
"KALIAN TIDAK BOLEH PERGI DENGAN KEADAAN LENGKAP!! GRAAAAA!!"
"Ayo cepat masuk"
Yuna mendorong Jungkook agar masuk kedalam portal, namun Jungkook menahan nahannya agar dirinya tidak masuk kedalam portal itu.
"Tidak bisa, kita tidak bisa pergi semuanya. Harus ada yang berkorban satu untuk menyelamatkan kalian" ucap Jungkook sambil menarik tangan Yuna.
"Tidak, kau yang masuk. Kau pergilah" Yuna memegang kedua pipi Jungkook dengan sayang sedangkan Taehyung sudah ada didalam portal.
"Kita semua harus masuk! Tidak ada yang boleh berkorban!" Jungkook memeluk Yuna erat, tidak ingin Yuna pergi menggantikan dirinya, Jungkook teringat perkataan hyungnya, ada yang datang untuk menolong, memberi kenangan dan datang untuk menyakiti.
"Jika kita semua masuk, portalnya tidak akan seimbang dan malah membuat portal ini tidak berfungsi, kalian pergilah aku tidak apa apa" Yuna mencoba meyakinkan Jungkook agar tetap masuk kedalam.
"Tap-"
"Pergi!" Yuna mendorong dengan kuat Jungkook hingga Jungkook sekarang sudah ada didalam portal.
"Tidak. Jangan! Keluarkan aku dari sini! Kau tidak boleh berkorban! Biarkan aku saja!"
Pintu masuk portal itu seakan terkunci hingga membuatnya tidak bisa kembali keluar untuk membawanya juga pergi.
Jungkook memukul sesuatu yang menahannya agar bisa terbuka, namun sia sia. Taehyung menahan Jungkook agar tidak berontak lebih lagi.
"Kau tidak boleh seperti ini! Kau tidak boleh!"
Jungkook mencoba menggapai Yuna dengan menempelkan tangannya pada dinding portal yang walaupun terhalang namun Jungkook merasakan tangan Yuna diluar sana.
"Maafkan aku, aku seperti ini karna aku sayang kalian. Ini sudah menjadi takdirku berkorban untuk kalian. Aku sangat mencintaimu Jungkook" Yuna tersenyum dengan air matanya yang terus mengalir.
Senyum itu sesak dimata Jungkook, Jungkook tidak ingin kembali kehilangan wanitanya, Shin Yuna yang mengisi hatinya hingga Jungkook merasa lemah jika Yuna terluka.
__ADS_1
Menggantikan dirinya untuk berkorban demi yang lainnya, Jungkook benar benar tidak bisa.
"Ini tidak benar! Bukan kau! Seharusnya aku! Keluarkan aku!"
"Selamat tinggal"
"Shin Yuna! Jangan katakan itu! Hiks! Aku mencintaimu juga!"
"Kkkkkk"
.
.
.
.
.
Taehyung dan Jungkook membuka matanya dengan nafas yang memburu, ada Irene yang dipangkuan Taehyung dan Jungkook sigap memeluk Yuna yang sudah tidak bernyawa.
"Hikss.. ga mungkin hikss. Maafkan aku" Jungkook menciumi seluruh wajah Yuna berharap ini hanyalah mimpi.
"Ini sudah menjadi takdir, biarkan dia tenang jangan kau bersedih seperti ini atau pengorbanan dia sia sia karna kau tidak menerimanya" papa Jungkook mengelus pundak Jungkook agar tetap tenang.
Semua yang ada disana dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi Jungkook kehilangan sosok yang sangat disayang dan dicintainya.
"Ini mimpi, ini tidak mungkin benar benar terjadi"
"Sabarlah dan tenang hiks.."
"Maafkan kami" kedua orang tua Yuna menunduk merasa bersalah, sekarang Yuna sudah tidak ada untuk selamanya.
.
.
.
.
.
Jungkook menatap makam Yuna yang terdapat foto cantiknya sedang tersenyum, manis sekali bahkan Jungkook masih dapat melihat senyumnya yang dulu pertama kali Jungkook lihat.
Sekarang hanya ada kenangan yang ada, ucapan Mugi dan kakaknya Wonwoo sangat benar sekali. Yuna berkorban untuknya dan juga untuk menjadi kenangan dihidup Jungkook.
"Apa kau merasa tenang disana? Kau bahkan sudah tidak ada tujuan apapun untuk tinggal sementara dibumi, karna semuanya sudah selesai"
Jungkook mengusap foto Yuna, berusaha tegar namun kesedihannya tidak dapat tertahankan. Bertemu kembali untuk berpisah, Jungkook sama sekali tidak mengharapkan itu.
"Terima kasih sudah pernah mengisi hatiku, tetap disisiku walaupun kau tau hidupku seperti apa. Terima kasih sudah berkorban untukku, aku tidak akan bersedih lagi karna kau tidak akan suka aku tau itu. Aku akan terus berjuang agar pengorbananmu tidak sia sia"
Taehyung, Jimin, Irene, Yoonji, Seulgi, Wonwoo, Sana, dan Yoongi menatap sedih Jungkook yang benar benar terpukul. Sangat paham apa yang Jungkook rasakan.
"Pulang Jungkook?"
Sana memegang pundak Jungkook untuk mengajaknya pulang, Jungkook menatapnya tersenyum kecil dan mengangguk.
Jungkook bangkit dan sebelum pulang menyempatkan untuk menyimpan bunga anggrek disamping makamnya juga kotak musik yang belum sempat Jungkook berikan pada Yuna.
Mereka pergi meninggalkan makam Yuna dengan kesedihan yang masih tersisa. Yuna akan tetap berada dihati Jungkook karna Yuna adalah wanita yang kuat.
Semakin jauh mereka pergi meninggalkan makam, kotak musik pemberian Jungkook terbuka dan berbunyi disana.
"Yuna noona, beruntung sekali memiliki Kookie hyung"
"Kau benar Mugi, noona sangat beruntung bisa memiliki Jungkook bahkan noona spesial dihatinya"
"*Terima kasih Kookie hyung"
"Terima kasih Jungkook*"
END.
.
.
.
____________________________________
*Huaaaa tamat juga, terima kasih yang sudah membaca cerita ini sampai akhir. Terima kasih atas vote dan komennya, itu cukup membantu semangat saya untuk tetap lanjut book ini
Yang awalnya book ini hanya sekedar halu hingga diterbitkan disini, maaf jika ada kesalahan kata atau perkataan yang kurang dimengerti, maaf untuk segala galanya yang tidak bisa disebutkan satu satu.
__ADS_1
Maaf kalau endingnya mengecewakan T_T
Terima kasih sudah menemani book ini sampai tamat. Sampai jumpa dibook selanjutnya💜💜*