
Sejak saat itu Jungkook, Yoonji dan Irene suka bersama sama dimanapun mereka berada. Membela Jungkook, menemani Jungook, bahkan Taehyung tidak jarang untuk masuk k dalam tubuhnya agar bisa memeluk Irene dan berkomunikasi.
Yang membully Jungkook semakin sedikit, namun semakin sedikit mereka semakin kurang ajar, tidak segan segan melempar bola basket, Jungkook disiram dengan sampah bahkan dengan air bekas pel lantai.
Jungkook tidak berharap dibantu dengan wanita karna Jungkook adalah seorang pria, tapi dua wanita itu bersikeras kalau mereka akan melindungi Jungkook.
Mereka tidak akan membiarkan Jungkook bicara, setiap kali Jungkook akan bicara pasti akan dicegah oleh keduanya, memang ada benarnya kata mereka kalau Jungkook yang bicara mereka tidak akan mendengarkan Jungkook, jadi akan cape di Jungkoonya sendiri.
Sekarang terserah mereka saja apa yang ingin mereka berdua lakukan asal tidak kelewatan, Taehyung juga tidak jarang akan menjaili orang yang suka mengganggu Jungkook.
Sebagian sudah tidak ingin membullynya, tapi ada saja yang keras kepala, mereka bilang Jungkook bersekutu dengan setan agar mereka diganggu oleh setan yang Jungkook sembah.
Padahal kenyataannya Taehyung dengan sendirinya menjaili mereka tanpa keinginan Jungkook dan awalnya dengan ketidak tahuan Jungkook, tapi saat dikamar mandi sekolah Taehyung terciduk Jungkook sedang menjaili 2 pria.
Tapi tidak apa apa selagi Taehyung tidak mencelakai mereka apa lagi membuat mental mereka terganggu.
Oh ya untuk Jimin, Jimin ternyata masih terus mengganggu Jungkook, dia masih tidak percaya kalau Taehyung memang benar dekat dengan Jungkook sekarang kecuali Jimin melihatnya langsung.
Jungkook bisa saja membuat Jimin melihat dengan membuka indra keenam Jimin, tapi Jimin juga pasti akan melihat makhluk astral lainnya yang akan membuat Jimin ketakutan.
"Jeon Jungkook!"
Jungkook berhenti mengayuh pedal sepedanya saat sebuah suara memanggilnya, sudah tau kalau dia adalah Park Jimin.
"Semakin lama kau semakin dekat dengan Yoonji, apa yang kau lakukan padanya hingga Yoonji tidak ada waktu untukku"
"Aku tidak melakukan apapun, kekasihmu hanya ingin berteman denganku"
"Aku sudah menduga kalau anak indigo tidak beda jauh dengan iblis, kau mengancam Yoonji dengan setanmu agar Yoonji mau berteman denganmu kan? Caramu kotor sekali"
Jungkook memutar matanya malas, dia turun dari sepedanya dan menatap Jimin dalam, pria ini lebih pendek darinya namun prasangka buruknya lebih tinggi.
"Sebelum kau memfitnah orang lain lebih baik kau cari informasi yang lebih agar kau tidak terlalu banyak menyakiti orang lain, apa salahnya kalau aku indigo? Memangnya menjadi seorang indigo adalah keinginanku? Tidak Park Jimin, dan menjadi indigo sama saja bersekutu dengan iblis? Jika aku bilang tidak bagaimana? Aku bekerja karna kemampuanku, pekerjaanku bahaya tapi itu sangat membantu, kau apa? Kerjaanmu menghujat dan tidak membantu sama sekali"
"Bahkan sekarang kau sudah berani bicara padaku"
"Karna aku punya mulut, mulut ini adalah hakku bukan hakmu. Kau tidak berhak untuk mengatur apa yang ingin aku bicarakan"
"Dan kau tidak ada hak untuk mengatur apa yang ingin aku bicarakan"
"Aku memang tidak ada hak, tapi semua ucapanmu tidak ada yang benar jadi aku harus memperbaikinya. Kau membuang waktuku"
Jungkook naik lagi k sepedanya dan mulai mengayuh pedal sepedanya, Jimin sangat menjengkelkan dengan mulut besarnya. Jimin terlalu banyak bicara tanpa berfikir terlebih dahulu.
Posisi Jungkook disini sangat serba salah, tidak ada teman dibilangnya berteman dengan iblis, memiliki teman dibilang mengancam menggunakan setan agar ada yang mau berteman dengannya.
Pekerjaan Jungkook memang bahaya karna menyangkut alam sebrang, kalau Jungkook lalai maka nyawanya akan terancam.
.
.
.
.
.
"Jungkook, kau sudah memiliki teman?" tanya Wonwoo yang sedang membereskan pakaian Jungkook, sedangkan Jungkook sedang mengerjakan tugas rumahnya.
"Hyung tau?"
"Kemarin saat kau sedang pergi membeli stok makanan, ada dua wanita yang datang kesini mencarimu katanya ingin bermain"
"Mereka tau dari mana rumahku?"
"Katanya bertanya pada wali kelasmu"
Jungkook hanya mengangguk saja, Jungkook melanjutkan mengerjakan tugasnya. Seharusnya selesai lebih cepat kalau bukan karna Taehyung yang tiba tiba duduk dihadapannya.
"Bisa tidak muncul ditempat lain! Kau menggangguku sialan!"
Jungkook mendorong Taehyung dengan kesal, sedangkan yang didorong hanya tersenyum konyol tidak merasa bersalah. Wonwoo menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.
__ADS_1
Sudah biasa melihat Jungkook yang selalu marah marah pada Taehyung, ternyata Taehyung jailnya luar biasa.
"Kau marah kenapa tidak sambil memukul? Tidak gentle sekali"
Dengan tidak sopannya Taehyung duduk dipunggung Wonwoo membuat Jungkook memelototkan matanya geram. "Hyung! Bisakah kau pukul Taehyung?! Dia duduk dipunggungmu!"
Wonwoo menepis belakangnya namun seperti menepis angin, Wonwoo juga kesal dengan Taehyung karna tidak jarang Taehyung juga menjaili Wonwoo dengan menarik selimutnya saat dia sedang tidur.
"Kalau kau sudah sadar dari koma, ku lindes kau direl kereta"
"Jung aku masuk k tubuhmu ya"
"Enak aja keluar masuk! Dikira d masukin roh yang lagi koma ga sakit? Kalo si kau sudah meninggal"
"Kau menyumpahi aku mati begitu?!"
"Mati saja"
"Tega sekali"
Pintu kamar Jungkook terbuka menampakan mama Jungkook menatap jengah Taehyung dan Jungkook.
"Taehyung berwujud roh saja kalian sering bertengkar, bagaimana kalau Taehyung sudah sadar? Kalian mau baku hantam hingga babak belur?"
"Taehyung dulu yang mengganggu!"
"Enak aja!"
Ponsel Jungkook bergetar tanda masuk pesan baru, Jungkook membukanya dan ini dari Yoonji. "Taehyung Yoonji memberiku pesan" dengan cepat Taehyung terbang k arah Jungkook, penasaran dengan isi pesannya.
Didalam pesan, Yoonji menyuruh Jungkook untuk k taman belakang komplek perumahan Jungkook, Yoonji sudah menunggu disana.
Tanpa apa apa lagi Taehyung menghilang dan Jungkook segera pergi k taman belakang, tidak ingin membuat Yoonji menunggu dan membuatnya kecewa karna Jungkook lama datang.
Jungkook berlari k taman belakang, jaraknya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Kalau sudah sore taman belakang komplek akan ramai dengan anak anak yang bermain disana.
Tidak jarang juga ada sepasang kekasih disana, karna memang tempatnya sangat bagus untuk kencan bersama kekasih. Ah Jungkook jadi ingin punya kekasih juga.
Jungkook melihat Yoonji dengan seekor anjing disaja, anjing Huskynya besar sekali. Jungkook sangat menyukai anjing, apa lagi anjing itu jenis Husky.
Yoonji mengelus kepala anjingnya, anjing Yoonji terus mendusel pada kaki Jungkook tanda anjing Yoonji menyukai Jungkook, memang benar anjingnya sangat ramah dengan orang baru.
Jungkook mensejajarkan tubuhnya dengan anjing milik Yoonji dan mengelus kepalanya. "Namanya siapa?" Tanya Jungkook dan anjing itu terus menjilati wajah Jungkook dengan ekornya yang terus bergoyang. "Hoba"
"Annyeong Hoba"
"Guk"
"Dia bahkan langsung nempel padamu"
Hoba tidak bisa dikatakan kecil, ini si sudah besar sekali anjing Yoonji, bahkan jika Yoonji duduk dan anjing itu mendusel maka Yoonji akan tenggelam dengan tubuh Hoba, Jungkook menyukai anjing jenis Husky karna tubuhnya akan lebih besar dan sangat nyaman untuk dipeluk.
Jungkook mengambil alih tali Hoba untuk diajaknya bermain, tapi lagi lagi Jungkook harus terkejut kala Taehyung duduk dipunggung Hoba dan anjing itu menggeram tidak suka.
Jungkook menatap Taehyung dengan malas. "Biar kutebak, ada Taehyung disini?" Jungkook melihat Yoonji dengan wajah menebak nebak dan Jungkook mengangguk.
"Sudah kuduga! Hoba kemusuhan dengan Taehyung karna setiap kali Hoba mau makan maka makanannya akan diambil oleh Taehyung dan dibawa pulang untuk diberi makan pada anjingnya"
"Aku tidak habis fikir dengamu, anjing saja kau jahili. Turun kau"
Jungkook mendorong Taehyung hingga ia turun dari Hoba dan Hoba kembali ceria menatap Jungkook. "Kalau bukan karna aku yang membelimu Hoba, kau tidak akan bertemu dengan dua adik kakak ini"
Jungkook menatap Taehyung terkejut. "Hoba kau yang membelinya?" Taehyung mengangguk dan berusaha menyentuh Hoba namun anjing itu terus menggeram. "Ya, 6 tahun yang lalu dia baru lahir 2 bulan dan aku beli lalu kuberikan pada Yoonji dihari ulang tahunnya"
"Taehyung yang membelinya dan kau juga yang membuatnya kesal Taehyung" kalau Yoonji bisa seperti Jungkook, Yoonji ingin sekali memukuli pria itu. "Oh, kutebak kau hari ini akan berdebat dengannya" ucap Taehyung sambil menunjuk belakang Jungkook menggunakan dagunya.
"Jimin" Jungkook menghadap depan lagi dan Taehyung sudah tidak ada disana. "Yoonji!"
"Ck pria itu mengganggu sekali"
Jimin menarik paksa tangan Yoonji dan merebut tali Hoba dari Jungkook. "Sudah sampai mana hubungan kalian berdua hingga bermain bersama, Hoba juga kau bawa" ucap Jimin dengan tatapan tajam.
"Berhenti kekanak kanakan Jimin, aku hanya mengajak Hoba main disini dan mengajak Jungkook karna Jungkook suka anjing jenis Husky, sudah"
__ADS_1
"Kau berpacaran dengannya Yoonji?"
Yoonji jengah, melepas paksa genggaman Jimin pada pergelangan tangannya. "Buang semua fikiran negatifmu Park Jimin, kau selalu berfikir negatif hanya karna aku berteman dengan Jungkook, kapan kau sadar Jimin? Umurmu beberapa bulan lagi sudah 18"
"Maaf Yoonji seharusnya aku tidak kesini"
"Kau tidak salah Jeon Jungkook"
Mereka tersentak saat sebuah suara ada dibelakang mereka, Yoonji tersenyum lebar, Jungkook bingung sedangkan Jimin tidak bisa berbuat apa apa, Jimin takut.
"Kau kelewatan park Jimin"
"H-hyung"
Jungkook melihat seorang pria yang sangat mirip dengan Yoonji hanya saja dia seorang pria. Pria itu seperti Yoonji versi wanita sedangkan Yoonji versi pria.
"Kapan kau datang oppa?"
"Ah Jungkook, aku belum perkenalkan diriku. Min Yoongi kakak kandung Yoonji, beda 4 tahun dengan kalian"
Jungkook menatap Yoongi dengan intens, persis Yoonji sekali mulai dari kulit putih, badan sedikir berisi, mata sipit dan pipi tembam.
"Beda 4 tahun tapi kalian sangat mirip"
"Membingungkan bukan? Untuk Jimin, kau ingin adikku bahagia? Apa hakmu melarang Yoonji berteman dengan siapa? Aku melihat Yoonji berteman dengan Jungkook dia bahagia bahagia saja, bahkan Yoonji sudah tidak pendiam seperti dulu"
"Tapi Jungkook indigo! Dia bersekutu dengan setan!"
"Sepertinya kau terlalu melebih lebihkan anak indigo Jimin, anak indigo hanya diberi kelebihan dalam penglihatan, anak indigo sangat membantu bagi orang orang yang memiliki urusan dengan orang lain, jangan kekang adikku untu bergaul dengan siapapun. Kau hanya kekasihnya, aku kakaknya tidak pernah melarang Yoonji asalkan teman yang dimaksud baik luar dalam, kau belum tentu menjadi suami adikku"
Benar benar mirip, dari cara bicaranya yang santai dan kelewat santai itu mirip sekali. Apakah Yoonji menuruni sifat kakaknya? Kalau mereka sama sama pria mungkin akan sulit untuk dibedakan.
"Aku percaya Jungkook berteman dengan Taehyung karna Yoonji selalu bercerita saat Yoonji bermain dengan Taehyung, Jungkooo buatlah Jimin tau kalau ada Taehyung disini"
Jungkook mengedarkan pandangannya, d samping Jimin ada Taehyung dan disekitaran taman sini banyak makhluk astral, kalau Jungkook menurutinya maka Jimin akan ketakutan.
"Nanti Jimin akan ketakutan"
"Agar dia berhenti memfitnahmu"
Jimin sudah hendak pergi, tapi sma Yoongi ditahan kuat pergelangan tangannya, Jimin benar benar ketakuta. Jungkook menghampiri Jimin dan Jimin berontak. "Mau apa kau?! Jangan dekat dekat!"
"Maaf" Jungkook menutup mata Jimin dengan tangannya dan Jungkook menutup matanya, membacakan do'a untuk membuka mata batin seseorang, beberapa detik selesai dan dengan perlahan Jungkook melepaskan tangannya.
"Buka perlahan matamu Jimin" Jimin dengan perlahan membuka matanya, sedikit sedikit cahayanya masuk dan seketika itu pula Jimin memelototkan matanya. "Halo Park Jimin"
"Taehyung?! Jadi kau benar?! Ini beneran Taehyung?!" Jimin memegang rahang Taehyung dan di lihat sekeliling tubuhnya.
"Beneran Taehyung!" tapi selanjutnya Jimin terpaku dengan apa yang dia lihat, banyak makhluk astral menyeramkan disekitarnya, Jimin keringat dingin sedangkan Yoongi tersenyum miring.
"MENYERAMKAN SEKALI!! MEREKA SANGAT BANYAK TOLONG!"
Jimin menutup matanya dengan kedua tangan, Jimin sudah meringkuk sambil memeluk kaki Yoonji, Jimin benar benar ketakutan dengan apa yang dia lihat.
Arwah tanpa kepala, wajah hancur, ada anggota tubuh yang tidak lengkap dan lain lain.
Jungkook yang tidak tega langsung menutup kembali mata batinnya agar setelahnya Jimin tidak sakit karba terlalu lama mata batinnya terbuka.
"Sekarang kau percaya Jimin?" Ucap Yoongi dengan suara beratnya. Jimin mengangguk saja sambil dibantu berdiri oleh Yoonji.
"J-Jungkook.. jadi kau melihat mereka setiap hari?" Jungkook mengangguk. "Maafkan aku" Jimin malu, dia hanya menundukan kepalanya sambil terus menggenggam tangan Yoonji.
"Tidak apa apa, kau tidak tau"
"Semudah itu kau memaafkanku?"
"Hm, karna kalian tidak tau dengan apa yang kulihat, aku maklumi"
"Yang kau jahati bahkan lebih baik dari dirimu Park Jimin"
"Aku.. aku benar benar minta maaf"
"tidak apa apa"
__ADS_1
"Seharusnya kau jangan memaafkannya lebih cepat, Jimin harus kapok terlebih dahulu. Dan apa apaan kau sebentar sekali membuka mata batinnya"
"kamu berisik Tae"