
Hari ini pengambilan surat kelulusan Irene, Taehyung sudah sangat yakin kalau Irene 100% lulus. Karna kekasihnya itu sangat cerdas, tentu menjadi pertanyaan besar jika Irene tidak lulus.
Pengambilan surat jam delapan tepat, namun mereka sama sekali tidak menemukan Irene dimana mana. Sudah hampir jam delapan mereka belum melihat Irene.
Padahal mereka datang tanpa sepengetahuan Irene agar menjadi kejutan saat surat kelulusannya mencoret kata tidak lulus.
Namun mereka sama sekali tidak melihat batang hidung Irene, apa dia sakit? Jika dia sakit maka Irene akan memberi tahu Taehyung.
Bahkan teman temannya tidak ada yang tahu dimana Irene. Ini aneh, Irene sama sekali tidak ditemukan. Apa dia datang terlambat?
Semoga saja, semoga saja Irene datang terlambat, tapi pasti nanti surat kelulusan Irene akan diundur lagi karna dipanggil sesuai absen.
"Sudah kau hubungi Tae?"
"Sudah, tidak diangkat. Kata orang tuanya pun Irene sudah berangkat sedari tadi"
"Kalau Irene eonni kenapa kenapa bagaimana?" Yoonji menggigit kuku jarinya khawatir.
"Begini saja, aku dan Jimin mencari Irene diluar sekolah. Kalian berdua cari Irene dilingkungan sekolah" Jungkook dan Yoonji mengangguk.
Mereka segera pergi mencari keberadaan Irene, ini adalah hari yang menegangkan. Selain surat kelulusan, menegangkan karna Irene tidak ada dimana mana.
Yoonji dan Jungkook tidak sama sekali melewatkan satu tempatpun, bahkan sampai ke gudang belakang mereka cari cari.
Sedangkan Jimin dan Taehyung mencari ke tempat kesukaan Irene dan menanyakan pada orang lain, namun tetap saja nihil.
Mau disekolah maupun diluar sekolah, keberadaan Irene tidak ditemukan.
Mereka kembali berkumpul dikelas Jungkook, bingung mau mencari Irene dimana lagi, semua tempat tidak ada keberadaan Irene.
"Kau bisa melihat dimana Irene?"
"Tidak, coba kau hubungi lagi Tae"
Taehyung mendial nomornya, lama tidak diangkat dan namun akhirnya d angkat juga. "Kau dimana? Di cari kemana mana tidak ada"
Yang lain menatap Taehyung berharap jawaban Irene seperti yang mereka harapkan, namun Taehyung mengernyit bingung, hanya deru nafas yang terdengar dan itu sangat berat.
Lalu telepon dimatikan oleh Irene, Jungkook merasa ada yang aneh dengan Irene dan Jungkook merasakan aura yang berbeda hanya mendengar suara tadi.
"Ada yang aneh"
Yoonji buka suara, bukan hanya dia saja. Namun mereka yang mendengar deru nafas berat juga merasa ada yang aneh.
"Terjadi sesuatu padanya?"
"Kita cari dia"
Mereka langsung mencari Irene kembali, banyak yang menanyakan keberadaan Irene, justru mereka berempat juga sedang mencari Irene.
Tapi Jungkook malah merasakan aura yang aneh, seperti akan terjadi sesuatu, tapi apa? Semoga saja perasaannya salah, karna sekarang Jungkook benar benar ketakutan.
"Moonbin! Moonbin jangan!"
Yoonji tiba tiba berteriak saat melihat Moonbin yang berdiri dari atas rooftop, seperti ingin bunuh diri namun aura apa ini? Jungkook bingung.
"Jimin telepon Moonbyul, aku akan memanggil orang lain" Moonbyul adalah adik kembar Moonbin, tidak seiras.
"Yoonji pinjam ponselmu"
Yoonji memberikan ponselnya pada Jungkook, Moonbin masih diam di atas sana. Jungkook mengarahkan kamera ponsel Yoonji pada Moonbin.
Dan betapa terkejutnya Jungkook saat melihat bayangan hitam sedang mengendalikan tubuhnya. "Kau diam disini"
Jungkook segera berlari menyusul Moonbin agar terlepas dari bayangan hitam itu. Ini tidak baik, sekolah ini akan terjadi bunuh diri masal.
Sebelum Moonbin jatuh dan sebelum ada korban lagi, Jungkook harus menghentikannya, ini tidak boleh terjadi. Jungkook harus bisa menyelamatkan Moonbin.
BRAK
Pintu Rooftop Jungkook dobrak, Moonbin melihat ke arah Jungkook. Wajah Moonbin pucat sekali, tapi kenapa Jungkook tidak bisa melihat wujud arwah yang mengendalikannya.
"Moonbin-Jangan kendalikan dia! Stop!"
Jungkook berlari kencang saat kaki kanan Moonbin mulai melangkah. "Jangan! Jangan dia!"
Jungkook semakin kencang berlari, tapi sayang. "Moonbin!!" Moonbin sudah terjatuh dengan Jungkook yang sudah dua langkah lagi sampai padanya.
Jungkook melihat kebawah, Moonbin sudah tergeletak tidak bernyawa dengan warga sekolah yang berkumpul, Jungkook gagal menyelamatkan Moonbin.
"Ini tidak boleh terjadi"
Jungkook kembali turun kebawah, menyusul Taehyung dan yang lainnya. Mereka harus menghentikan bunuh diri masal yang akan segera terjadi, Moonbin baru pemula.
"Taehyung, Yoonji dimana Jimin?"
__ADS_1
Jimin didepan sana, Moonbyul pingsan saat datang tadi langsung melihat Moonbin terjatuh. "Baiklah"
Jungkook langsung mencari keberadaan Jimin, dan dia melihat Jimin sedang mencoba membangunkan Moonbyul, yang lain berusaha menutupi mayat Moonbin.
Teriakan dan tangisan terdengar dimana mana, baru pertama kali terjadi kasus bunuh diri disekolah ini.
"Jim, ayo ikut"
"Tapi Moon-"
"Ikut atau ini segera berlanjut"
Jimin mengerti apa yang dimaksud oleh Jungkook, Jimin menyerahkan Moonbyul pada Minki dan segera pergi bersama Jungkook.
"Ada apa Jung?"
"Cari biangnya"
"Biangnya? Biang apa?"
"Akan terjadi bunuh diri masal disekolah ini, warga sekolah disini. Kalian tetap bersamaku agar dia tidak berani menyentuh kalian"
"Maksud dari biang apa?"
"Irene noona, dia penyebabnya"
"Bagaimana bisa dia jadi penyebabnya?!"
"Apa kau tidak merasa aneh saat ditelepon tadi suara nafas yang berat? Tidak mungkin seorang wanita mempunyai nafas berat seperti seorang pria"
"Tapi bisa jadi itu orang lain Jungkook"
"Terserah, sekarang kit-"
"Taehyung! Irene!"
Seulgi berteriak pada Taehyung dan menarik Taehyung untuk menghampiri Irene, mereka langsung mengikuti langkah Seulgi.
Jika Seulgi panik seperti ini, pasti terjadi sesuatu pada Irene, dan yang lain kecuali Jungkook berharap agar Irene tidak melakukan bunuh diri.
"Disana"
Seulgi menunjuk danau buatan yang tidak terlalu jauh dari sekolah, mereka bisa melihat Irene yang hanya berdiri membelakangi danau dan dia selalu menunduk.
Taehyung menghampiri Irene dan berusaha menyadarkan Irene. "Hey, kau kenapa?"
"Ada apa?"
"Ada yang aneh"
Jungkook berusaha fokus dengan perasannya, dia merasa asing dengan perasaan ini, aneh, namun sangat kental, tapi Jungkook tidak bisa merasakannya.
"Jungkook katakan padaku ada apa"
"Sebentar"
Jungkook menutup matanya, mencoba lebih kenal lagi dengan aura aneh ini, namun tetap saja tidak bisa.
Tapi, tiba tiba Jungkook berkeringat padahal hari ini cuaca cukup dingin. Jungkook merasakan sesuatu hingga ia berkeringat, namun Jungkook masih belum bisa mengenalinya.
"Apaaaa"
Jungkook mencoba memfokuskannya lebih lagi dengan Yoonji yang tetap berada digenggamannya. Semakin Jungkook mencoba malah membuat kepala Jungkook sakit.
"Ada apa? Menemukan sesuatu?"
"Aneh, auranya aku tidak kenal"
"Jungkook!"
Jungkook melihat Taehyung yang wajahnya ketakutan melihat Irene, dan Jungkook membelakan matanya saat bayangan hitam yang mengendalikan Moonbin terlihat.
"Jauhi Irene noona! Jauhi!"
Jungkook berteriak kencang sambil menarik Jimin dan Taehyung menjauh. Bayangan hitam itu tidak akan membuat Irene bunuh diri.
Karna yang dihadapan mereka bukanlah Irene, Irene tidak ada disini.
"Kembali ke sekolah, bawa Seulgi"
"Tapi Irene-"
"Dia bukan Irene noona!"
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Kita butuh penjelasan seseorang yang seminggu ini bermain dengan Irene noona"
Taehyung membawa Seulgi dan Jimin memeluk Yoonji. Mereka kembali kesekolah, namun yang mereka lihat sudah banyak kantung mayat.
Tangisan makin terdengar dimana mana, ini benar benar terjadi. Jungkook harus mengehntikan bunuh diri masal ini.
"Sudah berapa orang disini?"
Tanya Jungkook pada petugas rumah sakit yang ada disana. "Terhitung sudah ada empat puluh empat yang bunuh diri dan-"
BRUK
"Empat puluh enam dengan dua korban baru"
Kembali dua orang guru menjatuhkan tubuhnya dari rooftop. "Dimana kepala sekolah?"
"Dia sedang menyuruh semua murid untuk pulang agar tidak ada korban lagi"
"Seulgi noona, apa noona bermain dengan Irene noona sebelumnya?"
"Iya, aku, Irene, Daniel, Tzuyu, Eunha dan Baekhyun. Malam jum'at kemarin saja"
"Pak, aku boleh melihat data murid yang bunuh diri?"
"Ah ini"
Jungkook melihat nama nama yang sudah dikendalikan dan melakukan bunuh diri. Daniel, Tzuyu, Eunha dan Baekhyun sudah dikendalikan.
Hanya tinggal Irene dan Seulgi saja. Namun Seulgi tidak karna Seulgi sedang bersama Jungkook.
"Kau harus tetap bersama kita atau kau menjadi korban selanjutnya"
Jungkook menarik Seulgi ke mobil milik Taehyung, mereka segera mengikutinya. Taehyung yang menyetir sedangkan Yoonji dan Jimin dimobil Jimin.
"Apa yang sebenarnya terjadi Jungkook?"
"Ceritakan dirumahku dengan sedetil detilnya"
.
.
.
.
.
Disini, Seulgi, Yoonji, Taehyung, Jimin, Jungkook dan orang tua juga Wonwoo berada. Jungkook sudah menceritakan semuanya apa yang terjadi saat disekolahnya.
Orang tua juga Wonwoo-pun merasa aneh dengan auranya, pasti salah satu atau beberapa dari mereka ada yang bermain main.
"Semoga saja bukan hal yang besar, namun sampai ada bunuh diri masal? Aku tidak yakin kalau ini adalah masalah yang kecil"
Ponsel Taehyung bergetar tanda panggilan masuk. Dan disana tertera appanya Irene menelpon.
"Hallo, appa?"
"..."
"Hah? Bukannya tadi bilang ada?"
"..."
"Tapi benar ko, eomma bilang ada"
"..."
"Jangan khawatir, aku cari nanti ya appa"
"..."
"Istirahatlah"
Telepon dimatikan, semua menatap Taehyung dengan tanda tanya. "Irene tidak ada dirumah sudah tiga hari"
"Tapi bukannya-"
"Ya, mereka juga bingung. Irene sudah tidak ada dirumah selama tiga hari, sempat tadi bilangnya ada namun mereka tidak ingat kalau pagi tadi Irene ada"
"Fikiran kedua orang tua Irene dipermainkan, mereka seolah olah merasa Irene sudah pulang namun nyatanya Irene tetap tidak pernah pulang"- Mama Jungkook
"Bagaimana?"
"Saat tiga hari yang lalu Irene tidak pulang, mereka tau Irene tidak ada. Namun saat pagi tadi Irene sempat kembali, dan itu membuat kedua orang tua Irene tenang. Namun saat Irene sudah dibawa pergi, maka ingatan Irene yang sempat pulang kerumah kembali hilang dan mereka menyangkanya Irene tidak pulang pulang"
__ADS_1
"Apa maksudnya? Irene dibawa oleh siapa?" Tanya Seulgi dengan mata yang berkaca kaca
"Apa yang telah kalian lakukan"