
Jungkook lagi ngerjain pr fisika nya, nyiksa emang, tapi kewajiban, dan untungnya Jungkook lebih ahli di bidang fisika ketimbang kimia, biologi juga menguasai, Jungkook lebih suka biologi dari pada fisika, padahl fisika Jungkook sangat menguasai materinya.
Sedangkan Wonwoo, dia lagi masak untuk makan malam. Kedua orang tuanya udah sampe dirumah wanita itu, tadi dikabarin. Dan benar, keadaannya benar benar lemah juga Lulu membawa anak ini terlalu jauh.
Tapi untungnya aja pas pergi k Jeju, anak ini dalam keadaan sehat sempurna, jadi saat sudah bangun nanti seperti biasa dan seperti berkelana di alam mimpi lama lama.
Tapi yang dikhawatirkan kedua orang tuanya, anak wanita ini pasti akan mengalami stroke sesaat karna terlalu jauh dibawa pergi oleh Lulu. Untung aja stroke sesaat itu hanya bisa 1 sampai 2 hari setelah anak itu mengembalikan artefaknya.
Dikabarkan nama anak pria ini adalah Jeon Eunwoo.
Marga nya sama memang, Jungkook jadi kasihan karna marga nya sama. Kasian juga karna dia masih kecil sudah mengalami perjalanan gaib.
"Jungkook makan!"
"Iya hyung!"
Jungkook menutup buku tebalnya, merapika semuanya lalu menggeser bangku nya dan berbalik badan. Sesosok hantu dengan wajah setengah hancur tepat didepan mata Jungkook.
Terkejut, tapi sudah biasa.
"Perlu bercermin? Wajamu buruk sekali"
Jungkook menyentuh cermin di lemari samping meja belajarnya dengan ujung telunjuk, hantu itu terpantul di cerminnya, saat hantu itu melihat wajah aslinya dia langsung berbalik dan menghilang dipojokan.
"Saking jeleknya sampe gamau liat muka sendiri"
Jungkook langsung turun k bawah, udah didapati Wonwoo yang lagi isi piring dengan nasi di piring milik Jungkook. Hyungnya sangat telaten, dia sangat cocok untuk dijadikan seorang istri.
Untuk kasus Jungkook tidak ditemani dan selalu dibully, kedua orang tua Jungkook tidak tau, yg tau hanyalah Wonwoo. Sebenarnya Jungkook tidak ingin seisi keluarganya tau, tapi saat ketahuan kalau Jungkook sedang dibully d pinggir jalan membuat Wonwoo geram.
Pun Wonwoo juga marah kepada Jungkook karna menyembunyikan hal seperti ini, Jungkook tipikal orang yang tidak ingin keluarganya terbebani, jadi Jungkook menanggungnya sendirian.
Keluarga Jungkook sederhana, kalau kerjapun dapat uangnya tidak terlalu banyak, tergantung partisipan memberinya, berapapun nominalnya akan tetap diterima.
Jungkook paham, makanya itu Jungkook tidak ingin menjadi beban keluarga, menyimpan uangnya untuk ditabung, tidak pernah jajan disekolah, bawa bekal selalu walaupun bekalnya berakhir ditempat sampah.
Jungkook introvert, tidak sombong tapi dia lebih suka menyendiri, semenjak kelas 1 SMA dia menjadi introvert, saat masih smp dulu dia selalu ingin gabung tapi berakhir dicaci maki.
Makanya dia sekarang ingin menjadi seorang yang introvert.
"Mama dan papa bisa pulang lusa atau hari selanjutnya, selama mama dan papa kita makan menu yang sama tidak apa apa kan? Kalau bisa nanti akan hyung usahakan untuk membuat nasi goreng kimchi"
__ADS_1
"Hyung, apapun itu asalkan kita bisa makan. Tidak perlu yang mewah asalkan sehat dan bersyukur masih diberi makan"
Wonwoo tersenyum hangat pada adik kesayangannya itu, senyum itu ditemani oleh air mata yang sudah ingin meluncur dengan bebasnya.
"Kau sangat baik dan pengertian, sayangnya kau dapat perlakuan tidak senonoh d luar sana. Hyung sangat menyayangkan itu, andaikan saja hyung yang mendapat kemampuan itu, mungkin kau bahagia bersama temanmu disekolah"
"Aku tidak mempermasalahkan ini hyung, setidaknya dengan kelebihan ini aku bisa membantu banyak orang. Aku menikmatinya walaupun aku menjadi introvert, tapi aku bisa membantu banyak orang"
"Hyung mengerti, hyung ingin berada diposisimu barang sehari saja, hyung ingin merasakan semua penderitaanmu"
"Aku tidak menderita hyung, sumpah. Tidak perlu merasa bersalah, aku menikmatinya dan sepatutnya hyung menikmati hidup hyung juga. Disini kita masing masing menjalani hidup, beda skenario dan kita harus menjalankannya dengan baik"
"Terima kasih sudah lahir di keluarga kami"
"Terima kasih sudah menjadi hyung yang terbaik"
Seharusnya acara makan malam kali ini berjalan dengan baik, kalau bukan tiba tiba seorang pria masuk k dalam rumahnya dengan tampilan yang acak acakan membuat Jungkook dan Wonwoo berjengit terkejut.
"Anda siapa main masuk kedalam rumah kami tanpa permisi?!" teriak Wonwoo sambil melindungi Jungkook dibelakangnya.
"Dimana yang namanya Jeon Jungkook? Saya memerlukannya"
"Kumohon.. Bantu kami"
Jungkook jalan mendekati pria itu, sepertinya sudah kepala 3 karna wajahnya sudah terlihat keriput nya sedikit, juga posturnya sudah seperti seorang ayah.
"Apa keluhan anda?" tanya Jungkook pelan sambil menuntun pria itu duduk dibangku
Wonwoo yang mengerti langsung menyiapkan segelas air dan memberikannya pada pria itu, diterima dengan baik dan Wonwoo juga merasa bersalah telah membentaknya.
"Maaf sudah berteriak"
"Tidak apa, saya yang sangat meminta maaf karna telah masuk tanpa seizin dan langsung membanting pintu depan"
"Apa yang terjadi?"
"Kami kehilangan putri kami yang baru berusia 3 bulan, dia meninggal karna keracunan dan mungkin karna disengaja oleh orang lain. Sebulan yang lalu dia pergi, dan selama sebulan ini kami selalu mendengar suara tangis bayi kami yang lucu itu, kami tau dia ingin menyampaikan sesuatu namun tidak tau bagaimana caranya, saya datang ke sini untuk meminta bantuan mu untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh bayi kami"
"Keinginan, apa anda sekeluarga mengikhlaskan dia pergi?"
"Saya dan istri saya sudah berusaha mengikhlaskannya, tapi karna kasus keracunan itu yang membuat kami tidak ikhlas sebelum pelaku pembunuh anak kami ditemukan"
__ADS_1
"Auranya bisa hitam bisa juga merah, janji kalian akan mengikhlaskannya? Kalau tidak bayi anda terjebak disini dan tidak akan pernah tenang"
"Kami sudah berjanji"
__________
Jungkook, Wonwoo juga pria tadi langsung bergegas menuju rumahnya, ramai oleh beberapa orang. Jungkook tau kalau bayi tersebut tidak lama baru saja datang k sini, karna aura nya masih terasa.
Jungkook berharap arwah bayi tersebut masih ada disini agar bisa berkomunikasi secara langsung, kalau sudah tidak ada pasti harus pergi k makamnya.
"Eun He, ini Jungkook"
Pria yang bernama Yuri itu langsung menyadarkan istrinya yang terbengong disofa ruang tamu, kalau istrinya sudah mendengar tangisan bayinya pasti langsung melamun terus.
Yuri juga sempat merasa frustasi karna istrinya selalu seperti ini, baru 3 bulan hidup didunia sudah di racun dan meninggal, sebulan meninggal selalu diteror oleh tangisan nya.
"Mainan atau barang kesayangan putri anda tolong"
Jungkook terus menggenggam tangan Eun He yang juga menatap wajah Jungkook dengan tatapan sedihnya. Wonwoo menenangkan nya.
"Bayi anda ingin mengungkap siapa dari pembunuhnya, tapi kita harus pergi ke makamnya agar bisa berkomunikasi secara langsung.
"Ini, mainan kesukaan putri kami boneka gantungan Tata, dan ini sapu tangan kesayangan putri kami, ini dari ibunya"
"Kita akan pergi k makamnya, tapi apa boleh makamnya dibongkar terlebih dahulu? Untuk menenangkan nya"
"Tidak apa apa, asalkan anak kami tenang disana"
"Kalian sangat sayang dengan putri kalian, pantas saja putri kalian selalu mengunjungi kalian dan bermain dengan masing masing rambut kalian, kadang dia mencium kening dan pipi kalian"
"B-bagaimana anda tau?"
"Aura putri kalian masih sangat terasa disini, saya tau apa yang dia lakukan disini. Alasan dia selalu menangis untuk memberi tau kalau dia ada di sisi kalian, dia selalu menyayangi dan mencintai kalian"
__________
**Annyeong chingu>< saya author baru d Mangatoon
Terima kasih sudah mau membaca cerita saya yang pertama, saya mohon dukungan seperti vote dan komen, dan saya juga perlu kritikan. Tapi saya minta kritikan dengan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung. Sekali lagi terima kasih..
Happy reading**><
__ADS_1