
Wonwoo sudah mengambil beberapa barang yang diperlukan untuk melancarkan astral projection pertamanya ini pada orang lain.
Untuk membedakan dimana darkness yang mereka datangi hanya dari aura rumah saja yang berbeda, jika darkness yang perlu kesenyapan maka auranya sangat panas.
Jika boleh berbicara auranya sedikit panas namun dominan dingin dan Wonwoo hanya perlu memberi tahu apa yang harus mereka lakukan disana.
Mereka sudah duduk melingkar yang dihadapannya meja bulat dengan taplak berwarna merah, ada lentera sumbu juga metronom.
"Baiklah, tutup mata kalian. Aku tidak tahu aku bisa apa tidak, tapi demi adikku aku harus berusaha"
Mereka berempat mulai menutup matanya sedangkan Jimin menutup semua pintu agar kejadian saat di rumah Jisoo tidak terulang lagi, ini disuruh oleh Wonwoo.
"Rilekskan tubuh kalian, bernafaslah dengan pelan. Bayangkan kalian sedang berada ditempat yang sangat sejuk dan sepi, disana sangat tenang. Dengarkan detak metronom--
-tenggelamkan diri kalian dalam kegelapan yang sangat tenang juga sejuk, biarkan kalian jatuh semakin dalam, semakin dalam dan semakin dalam"
.
.
.
.
.
"Dengar, aku memang pernah ke sana tapi aku merasa ragu kalau ak-"
Taehyung melihat kesekilingnya, melihat dirinya, Jimin, Jungkook, Yoonji, Irene, Yoongi juga Wonwoo. Taehyung berhasil, Taehyung bisa melakukan astral projection.
"A-aku bisa"
"Taehyung?"
.
.
.
.
"Yoongi, Irene kau tidak bisa melakukan astral projection"
Ucap Wonwoo dan seketika mereka berdua membuka matanya. Yoongi melihat kenanannya Yoonji yang ternyata berhasil melakukan astral projection.
"Yoonji dan Taehyung?"
"Menurutku, orang yang pernah kesana dalam keadaan koma kemungkinan besar bisa melakukannya lagi"
"Darkness tipe apa disana?"- Yoongi
"Tipe C, tempatnya bebas sekali disana. Walaupun tipe C, tapi disana lebih gelap dibandingkan tipe A yang pernah Taehyung dan Jungkook datangi"
"Apa mereka bisa?"
"Jika mereka semangat, hati hati dan teliti maka kesempatan mereka berhasil sangatlah besar. Terlebih lagi Jungkook sedang dipengaruhi dan dikuasai"
.
.
.
.
"Kalian bisa bicara"
"Tae, gelap sekali"
"Ya, ini beda dari yang pernah aku datangi"
Yoonji melihat tubuhnya sendiri yang sedang menutup mata, tapi Yoongi dan Irene matanya terbuka, Wonwoo sedang membelakangi mereka berdua.
"Temukan pintunya"
"Pintu apa Tae?"
"Kau hanya ikuti aku saja, tetap pegang tanganku karna gelapnya bukan main"
Taehyung mengambil lenteranya untuk penerangan, baru disini saja sudah sangat gelap. Entah bagaimana jika sudah diluar, pasti Yoonji tidak akan tahan terlebih dia wanita dan pertama kalinya.
"Tae, aku takut"
Yoonji memeluk lengan Taehyung, dia benar benar ketakutan bahkan sudah bergetar. "Sstt, aku juga pertama kali seperti itu. Kalau kau mencoba terbiasa maka akan baik baik saja"
Seperti yang pernah Taehyung dan Jungkook lakukan, Taehyung berkeliling mengelilingi rumah Jungkook, mencari pintu berwarna merah untuk keluar rumah.
Yoonji memeluk lengan Taehyung sangat erat sekali bahkan rasanya sampai sakit, apa segini ketakutannya Yoonji? Taehyung jadi tidak tega.
"Apa kau mau keluar saja? Kalau mau aku tuntun"
"Tidak, aku ingin membantumu menyelamatkan Jungkook"
"Kau sangat ketakutan"
"Aku tidak ingin meninggalkanmu disini dan aku tidak ingin Jungkook kenapa kenapa"
"Baiklah"
Taehyung sudah berkeliling rumah Jungkook, sama sekali tidak ada pintu merah itu, Taehyung bingung. Apa keluar dari rumah ini tidak apa apa? Takutnya terjadi sesuatu.
"Hyung, tidak ada pintunya. Harus bagaimana?"
"Apa sudah mengecek dihalaman belakang?"
"Apa tidak apa apa?"
"Darkness tipe C, tidak apa apa"
Taehyung dan Yoonji langsung berjalan menuju pintu belakang rumah Jungkook. Penerangan hanya sebuah lentera hanya bisa menerangi tepat dihadapannya dan ini sangat tidak nyaman.
Taehyung berjalan menuju pintu belakang rumah Jungkook, semoga saja disana tidak ada apa apa karna Taehyung baru pertama kali pergi tanpa Jungkook dan di arahkan dengan Wonwoo yang masih pemula.
Taehyung melihat pintu belakang rumah Jungkook, Taehyung dekatkan lagi lentera itu pada pintunya dan Taehyung seketika membola dan Yoonji semakin ketakuta.
__ADS_1
"A-apa apaan ini"
"T-Taehyung.. Jungkook tidak apa apa kan hiks"
"Jangan menangis, Jungkook tidak apa apa ok? Tenanglah, kita akan berhasil"
Pintu itu retak dan banyak bercak darah, diatas ceceran darah itu terdapat tulisan yang warnanya perak sangat kontras sekali dan terlihat jelas.
'Aku disini, cepat dan tolong aku'
Taehyung tanpa takut dan ragu lagi langsung membuka pintunya, angin berhembus dengan kencang anehnya ada sekelebat cahaya berwarna merah dan itu semakin lama semakin jelas.
"Apa itu?"
Yoonji melepas tautannya dengan Taehyung, sekarang Yoonji menjadi sedikit terbiasa, untung saja Yoonji tidak terlalu takut dengan gelap.
Hanya saja ini pertama kalinya Yoonji pergi ke alam seperti ini dan jelas awalnya Yoonji ketakutan.
Tuk tuk
Taehyung melihat kebawahnya saat ia mendengar sesuatu yang seperti diketuk, Taehyung melihat seonggok tubuh namun tidak sempurna.
Kakinya sudah terbentuk, kedua tangannya seperti buntung dan wajahnya rata tidak ada mata hidung dan mulut.
Taehyung mengetahui siapa orang ini. "Hey, Jungkook" Taehyung membuat Jungkook berdiri dan menatap wajahnya yang benar benar rata.
"Kalian sudah menemukan sebagian jiwa Jungkook, ikuti dia dan temukan arwah lainnya"
"Jungkook sini sama aku"
Yoonji menarik Jungkook untuk masuk kedalam pelukannya, sebagian jiwa Jungkook ketakutan karna selalu menunduk, Jungkook berjalan dibelakang Yoonji sambil mengalungkan tangannya dileher Yoonji.
Lalu Jungkook menunjuk kedepan, dimana cahaya merah itu berada. Mereka langsung berjalan dengan perlahan.
"Huuung.. nguhh"
Jungkook menepuk pelan pundak Yoonji dan Taehyung untuk berhenti. "Ada apa?" Jungkook menunjuk ke samping Taehyung bahwa disana ada arwah lain.
"Kau, dimana sebagian jiwa Jungkook?"
"Hiks.. bebaskan kami.. kumohon"
"Beritahu dimana separuh jiwa Jungkook dan kalian akan selamat"
Arwah itu kembali menunjuk cahaya merah itu, Taehyung dan Yoonji berterima kasih dan segera meninggalkan arwah wanita itu.
Jalan mereka semakin lama semakin cepat, kalau mereka telat mungkin setan itu akan membawa sebagian jiwa Jungkook ke neraka dan otomatis jiwa yang sedang bersama mereka akan terbawa.
Mereka sampai dicahaya merah itu, sebuah kaca besar yang dibalik sana ternyata sebuah ruangan bernuansa merah dengan barang barang antik yang menyeramkan.
Banyak boneka marionete namun berbentuk aneh dan mengerikan. "Tempat apa ini? Bagaimana cara masuknya?"
"Nuhh, ng"
Jungkook seperti membuat bulatan dikaca besar itu, Taehyung tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Jungkook, karna Jungkook hanya mengeluarkan suara seperti bayi yang belum bisa bicara.
"Apa maksudnya?"
"Hm? Bulatan? Garis garis? Cahaya?"
Jungkook dengan semangat mengangguk, mereka mengerti kalau mereka harus membuat gambar matahari untuk meleburkan kaca ini.
Jika dihancurkan akan membuat kebisingan dan malah membuat setan itu sadar.
"Bagaimana caranya?"
"Mmmm, Minyak ini"
"Benar sekali!"
Taehyung membongkar lentera yang dibawa, menyobek baju Taehyung sedikit dan dibasahkan dengan minyak. Taehyung langsung membuat gambaran matahari walaupun tidak berwarna dan tidak terlihat.
Taehyung selesai membuat matahari, namun tidak terjadi apa apa. Jungkook menyentuh gambaran matahari itu dan seketika kaca berubah menjadi plastik yang langsung terjatuh.
"Bagus, sekarang cepat cari sebagian jiwanya"
Taehyung dan Yoonji berpencar, tentu Yoonji bersama Jungkook agar saat Yoonji menemukan sebagiannya lagi tinggal disatukan, caranya pegang anggota tubuh Jungkook yang ada.
Taehyung dan Yoonji berkeliling ruangan yang hanya ada dua ruang ini.
"Hey, kau bisa merasakan dimana sebagian tubuhmu?"
Jungkook mengangguk, lalu dengan segera Jungkook jalan terlebih dahulu dengan Yoonji dibelakangnya. Jungkook sangat semangat sekali menghampiri sebagian jiwanya.
"Pelan Jung-"
Brukk
"-Akh"
Yoonji tiba tiba terhempas jauh, sedangkan Jungkook panik harus bagaimana. Didepan matanya ada sebagian jiwanya namun dia khawatir dengan Yoonji.
"Pergilah Jungkook! Selamatkan dirimu dulu!"
Yoonji berusaha bangun, Jungkook segera menghampiri sebagian jiwanya dan menyatukan keduanya. "TAEHYUNG! KIM TAEHYUNG!"
Yoonji berteriak keras agar Taehyung bisa mendengarkan, Yoonji semakin membulatkan matanya kala dia melihat sesosok iblis.
Kepalanya bertanduk, kaki dan tangannya berbentuk kambing dan tubuhnya manusia. "Lepaskan Jungkook"
Yoonji melompat ke belakang iblis itu dan menarik narik tanduk iblis itu berharap tanduk atau kepalanya terlepas dari tubuhnya.
"Arghh"
Yoonji terhempas saat iblis itu dengan mudah menarik Yoonji dan melemparnya mengenai dinding. Iblis itu melihat Jungkook yang sudah sempurna, peliharaannya sudah sempurna.
"Khhhh" iblis itu mengelus kepala Jungkook yang pingsan, jangan lupakan jika Jungkook sudah sempurna maka keadaannya sama seperti didunia nyata.
"Menjauh darinya!"
Yoonji kembali melompat dipunggung iblis itu, benar benar tidak ada takutnya dan Yoonji sangat terbawa amarah.
"Yoonji!"
"Kau. Melukai. Temanku. Dan. Kau. Harus. Lenyap!"
__ADS_1
Yoonji dengan sekuat tenaganya menarik tanduk iblis itu hingga posisinya iblis itu tertarik kebelakang dengan Yoonji yang semakin kesetanan.
Taehyung datang, terdiam memandang sepupunya yang seperti pria tenaganya bukan main. Tiba tiba dikanan mereka ada sebuah gerbang namun didalamnya banyak berkobar api.
"Yoonji! Yoonji lepaskan! Nanti kau terbawa!"
"Kkkkk kau pengantinku"
Yoonji tertarik hingga dirinya melayang dan wajahnya tepat dihadapan iblis itu yang menyeringai menjijikan.
"Tidak apa aku tidak membawa manusia pengganggu itu, asal aku membawa pengantinku"
"Halu"
Cratt
Yoonji mencolok kedua mata ibis itu tanpa jijik bahkan wajahnya sangat datar sekali. Taehyung tidak menyangka apa yang dilihat olehnya, ternyata sadisnya Yoonji memang tidak main main.
.
.
.
.
.
"Wonu, jari adikku kenapa"
"Adikmu barbar sekali" Wonwoo terkekeh pelan dengan apa yang dia lihat disana.
"Maksudmu?"
.
.
.
.
Bughh
Plakk
Yoonji meninju wajah iblis itu dan menamparnya berkali kali, Taehyung terdiam dengan Jungkook yang sedang dipapahnya, dia tidak sadarkan diri.
"Dengan segala kekuatan Min Yoonji dia meninju berkali kali iblis yang sebenarnya memiliki kekuat-dan apa?!! Teruskan! Dia berusaha melepas tarik tanduk daaannnn yaa!!!"
Krakk
"KEKUATAN GORBON MIN YOONJI BERHASIL MEMATAHKAN TANDUK KANAN IBLIS ITU!!"
.
.
.
.
.
"Sepupumu Taehyung harus kau bawa kerumah sakit jiwa"
Wajah Wonwoo sangat tidak bersahabat, kesal, jengah, dan emosi kenapa disaat genting seperti ini dia malah menjadi suporter!!"
"Hah?"- Yoongi, Irene, Jimin
.
.
.
.
.
"Yak, kau tidak nyata jadi jangan halu"
Duaghh
Yoonji menendang iblis itu dan iblis terhempas masuk kedalam gerbang neraka itu dan gerbangnya tertutup seketika.
"Hebat! Setelahnya kau harus bertarung dengan preman sekolah sebelah!"
"Berisik, cepat pergi"
Yoonji memapah Jungkook disebelah kirinya lalu dengan segera mereka meninggalkan tempat ini. Banyak arwah berkumpul diluaran sana.
"Pergi! Minggir!"
Arwah arwah disana membuka jalan untuk mereka dan Taehyung sadar kalau arwah disana sangat berterima kasih karna telah membebaskan mereka dari iblis tadi.
Taehyung membuka pintu belakang rumah Jungkook dan segera meletakan tangan Jungkook pada kepalanya, lalu Taehyung dan Yoonji menyusul masuk kedalam tubuhnya.
.
.
.
.
.
"Yoonji"
Yoongi memeluk erat adiknya disaat Yoonji sedang mengatur nafasnya agar lebih tenang, Taehyung dipeluk erat ole Irene sedangkan Wonwoo meriksa tubuh adiknya yang mulai membuka matanya.
"Hey, kau hebat"
Jimin mengelus kepala Yoonji sayang dan Yoonji hanya terkekeh pelan mengingat bagaimana tadi dia mengalahkan iblis itu dengan Taehyung menjadi suporternya.
__ADS_1
"Idiot"