
Saat ini kejadian yang tidak diinginkan oleh gadis polos itu harus terjadi, ia sekarang terjebak dalam sebuah pernikahan yang sangat mengerikan itu. Dia terpaksa harus menikah dengan seorang pria brandal demi kedua orang tuanya itu.
"Bagaimana para saksi?!" Teriak penghulu dengan mengedarkan pandangannya kesemua orang yang ada di acara itu.
"SAH!" Ucap mereka semua. Semua orang tersenyum bahagia, tapi tidak dengan gadis yang bernama Kanaya Grazella itu, ia saat ini tengah menangisi kehidupan nya sekarang. Dimana kehidupan nya yang sangat berantakan itu, ia sama sekali tidak menyangka akan menikah dengan seorang pria brandal itu.
Kanaya Grazella, atau biasa dipanggil Naya adalah seorang wanita polos dan cantik. Ia masih kuliah S1, karena umurnya juga masih muda yaitu 17 tahun.
Naya adalah Anak dari pasangan Salman dan Yuli, kedua orang tuanya gila harta, maka dari itu Naya harus menikah dengan pria brandal demi kedua orang tuanya yang banyak terjerat hutang dengan pria brandal yang sekarang menjadi suaminya.
Kedua orang tua Naya yang melihat Anaknya menikah sangat bahagia, mereka berdua sama sekali tidak memikirkan perasaan Naya yang saat ini sudah hancur.
Sedangkan pria brandal itu hanya berwajah dingin khas miliknya, ia sama sekali tidak bergeming. Air mata Naya sudah tak terbendung lagi, ia segera menumpahkan air matanya hingga membasahi pipi mulus nan putihnya itu.
Orang-orang yang berada diacara pernikahan itu mengira, itu adalah air mata kebahagiaan yang dikeluarkan oleh Naya, tapi itu salah. Air mata itu adalah air mata kesedihan, ia sudah pasrah dengan takdir yang tidak berpihak kepadanya.
Ia masih bingung harus mengatakan apa kepada kekasihnya nanti. Kekasih Naya bernama Rendi, mereka sudah berpacaran 1 bulan yang lalu, keduanya saling mencintai. Tapi sekarang? Ia sangat bingung dan frustasi.
Cup...!
Pria brandal yang bernama Daniel Bramasta, atau biasa dipanggil Niel adalah Anak dari pasangan Jordan dan Tasya. Kedua orang tuanya tinggal di Amerika, bahkan kedua orang tuanya sama sekali tidak mengetahui pernikahan itu.
__ADS_1
Niel tiba-tiba saja mengecup kening Naya tanpa sepengatahuan Naya, sehingga membuat Naya tersentak kaget dan menatap Niel yang sekarang menjadi Suami Sahnya.
"Jangan menangis, jika tidak kau akan tau akibatnya!" Ancam Niel dengan dingin berbisik ditelinga kanan Naya dengan sangat jelas. Naya yang mendengarnya hanya mengangguk patuh, bagaimana pun ia sekarang harus patuh dengan suaminya.
Naya pun menghapus air matanya tadi dan mencoba untuk tersenyum meskipun itu terpaksa.
Naya harus kuat! Mungkin takdir sekarang tidak berteman dengan Naya" Batin Naya lirih
"Aku akan buat kau tersiksa!... Dasar gadis bodoh." Batin Niel tersenyum sinis
Pernikahan itu sudah selesai dengan berjalan lancar, semua orang yang tadi menjadi saksi sudah pulang, hanya tersisa Naya, Niel dan kedua orang tua Naya yang tengah tersenyum malu.
"Uang 100 juta untuk kalian! Setelah ini jangan harap apa-apa lagi!" Ucap Niel melemparkan amplop besar berwarna coklat kepada pasangan yang gila harta itu. Niya menatap kedua orang tuanya dengan sendu, ia sama sekali tidak menyangka dengan kedua orang tuanya itu, yang rela menyerahkan nya dengan seorang pria brandal demi segepok uang.
"Kalian berpelukan lah! Karena Dia tidak akan bertemu kalian lagi." Ucap Niel dingin. Kedua orang tua Naya langsung memeluk Naya dengan erat tapi tidak dengan ada perasaan sama sekali, bahkan keduanya sama sekali tidak menangis.
"Kau harus patuh dengan Tuan Daniel, bagaimanapun dia adalah suami Sahmu!." Tegas Yuli menatap Anaknya dengan intens
"Kau jangan membuat masalah!... Jika itu sampai terjadi maka kami juga akan kena getahnya!." Ancam Salman kepada Anak semata wayangnya itu.
Bukannya mendapatkan kasih sayang atas perpisahan sekarang, Naya malah mendapatkan Ancaman dari kedua orang tuanya. Karena tidak kuat lagi mendengarnya, Naya hanya bisa mengangguk pelan.
__ADS_1
"Mari!" Menarik tangan Naya dengan paksa sehingga membuat Naya meringis kesakitan. Niel sama sekali tidak memperdulikan Naya yang tengah kesakitan itu.
Mobil yang sudah disiapkan oleh Anak buah Niel sudah terparkir didepan rumah Naya. Secara paksa Niel langsung memasukkan Naya kedalam mobil itu, bahkan kepala Naya sampai terbentuk belakang kursi yang ada didepan nya.
Niel langsung menjalankan mobilnya itu menuju rumah pribadinya yang lumayan jauh dari rumah Naya saat ini. Isakan tangis Naya terus saja keluar dengan sangat bruntun, sehingga membuat Niel kesal mendengarnya.
"Hey! Berisik... Kalau kau menangis lagi, maka akan aku hukum!" Ancam Niel lagi, agar Naya berhenti menangis. Dan benar saja, seketika tangisan Naya itu terhenti, Niel yang menyadari tangisan Naya berhenti hanya tersenyum puas.
Niel mengira Naya sangat patuh kepadanya, tapi itu salah. Saat ini Naya tengah pingsan tak sadarkan diri akibat kelelahan.
.
.
.
.
.
.BERSAMBUNG.....
__ADS_1