
Mereka semua akhirnya memakan makanan yang tadi mereka masak, mereka semua sangat menikmati makanan itu, sama seperti Naya saat ini yang sangat sibuk menggigut bagian paha ayam yang ia ambil tadi.
Tidak ada sama sekali yang berbicara, mereka semua sibuk dengan makanan yang ada dipiring mereka masing-masing, ditambah ada peraturan, bahwa dilarang berbicara saat makan.
Setengah jam kemudian, akhirnya mereka selesai menghabiskan makanan itu, betapa kenyangnya mereka, bahkan sampai-sampai mereka hendak tidak bisa berdiri akibat perut yang mulai buncit.
"Terima kasih, Nona." Ucap mereka semua membungkuk kearah Naya
"Hhehee, sama-sama, Kak." Balas Naya kikuk. Mereka kembali membersihkan piring-piring dan gelas yang kotor bekas mereka gunakan tadi.
Tak selang beberapa menit akhirnya mereka selesai mencuci piring itu bersama Naya, padahal mereka tadi hendak melarang Nona mudanya itu, tapi Naya terus saja merengek ingin membantu mereka.
"Kak!." Pekik Naya memanggil Nana yang tengah bersih-bersih. Nana yang mendengar panggilan Naya segera menghampiri Nona mudanya itu
"Ada apa, Nona?." Tanya Nana menunduk
"Tuan Raksasa mana, Kak?." Tanya Naya berbisik dengan pelan agar tidak ada yang mendengar ucapannya tadi.
"Siapa, Nona?." Tanya Nana yang tidak mengerti ucapan dari Naya barusan
"Tuan Niel mana, Kak?." Bisik Naya lagi, ia tak ingin jika orang lain mengetahui bahwa ia telah mengejek Niel dengan sebutan nama Raksasa.
Tak lupa dengan ekor mata Naya yang saat ini tengah mengawasi sekitarnua, takutnya ada yang mengintip atau ada yang berlalu lalang.
"Oh.... Tuan Niel dikantor, Nona." Balas Nana sopan, mendengar itu Naya hanya mangut-mangut saja dan langsung pergi keatas menuju kamar Niel yang saat ini juga menjadi kamarnya.
__ADS_1
Saat sudah sampai didalam kamar, Naya hanya berdiam diri duduk disopa sambil menopang dagu dengan kedua tangannya itu.
Ia bingung apa yang harus dilakukan dirumah besar ini, ia sama sekali tidak tahu apa-apa.
"Emmmm.... Apa yang harus Naya lakukan, Ya?." Pikir Naya dengan bibir yang mengericut. Naya melirik-lirik semua isi kamar itu, sesekali dahinya mengeryit kala melihat sebuah benda aneh baginya.
Naya segera menghampiri benda itu dan menatapnya dengan intens. Benda yang saat ini Naya tatap adalah sebuah pistol kecil yang sering digunakan oleh Niel saat berjaga-jaga.
"Apa ini?.... Mahal gak, Ya?." Gerutu Naya berpikir "Emmm... Dimana ya beli benda seperti ini? Naya pengen beli, Ah." Sambung Naya kegirangan yang saat ini tengah memegang pistol tadi.
Naya mulai memainkan pistol itu diikuti nyanyian Nanana darinya, saat ia tak senghaja menekan platuk pistol itu....
Dorrr
Satu peluru keluar dari pistol itu dan mengenai cermin sehingga membuat cermin itu pecah. Sedangkan Naya yang mendengar suara tembakan itu langsung membeku ditempat, ia sama sekali tidak bisa bergerak karena bekas serpihan kaca berada disekelilingnya, bahkan tubuhnya banyak mengeluarkan darah akibat terkena tadi.
Karena sangat shock akhirnya Naya terjatuh kelantai yang beralas serpihan kaca.
Sedangkan ditempat lain, saat ini Niel tengah sibuk memeriksa semua dokumen-dokumen penting yang harus ia tanda tangani, namun tiba-tiba saja pikiran nya teralih.
"Pistol?." Gerutu Niel yang baru saja mengingat pistol miliknya yang semalam ia taruh diatas meja rias. Karena perasaan tak tenang, Niel langsung meninggalkan pekerjaan nya itu.
Ia segera berlari menuju lift khusus dan langsung menekan lantai dasar, setelah sudah berada dilantai dasar Niel bergegas masuk kedalam mobilnya.
Niel menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar lebih cepat sampai dirumahnya. Lima menit kemudian akhirnya Niel sampai dirumahnya itu, ia berlari masuk kedalam rumahnya dengan napas terengah-engah, bahkan para penjaga dan pelayan yang melihat kepulangan Tuannya yang tiba-tiba menjadi bingung.
__ADS_1
"Mana wanita itu?." Tanya Niel menghampiri Nana
"Nona muda diatas sadari tadi, Tuan." Balas Nana ramah. Niel langsung masuk kedalam lift, perasaan nya kini mulai semakin menjadi-jadi, ada sedikit kekhawatiran didalam dirinya kepada Naya.
Ceklekk...
Niel membuka kamarnya itu, betapa terkejutnya ia saat melihat cermin yang pecah, ia lalu menatap tempat pistolnya berada, yang kini sudah beralih tempat.
Niel langsung berlari, lagi-lagi ia sangat terkejut saat melihat Naya yang tengah terbaring tak sadarkan diri dengan diselimuti darah segar disekujur tubuhnya itu.
Tanpa ragu-ragu dan jyjyk, Niel langsung menggendong tubuh Naya ala bridel style, ia tidak lagi memperdulikan bajunya yang kini juga ikut terkena darah, bahkan tangan Niel juga ikut terluka saat menyelamatkan Naya tadi.
Niel berlari sambil menggendong tubuh Naya memasuki lift, tak lama kemudian lift itu terbuka, dengan langkah berlari Niel menuju keluar rumahnya.
Para pelayan yang melihat Niel menggendong tubuh Naya dengan darah yang menetes dilantai sangat terkejut, mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan Nona mudanya saat ini. Sedangkan Nana yang melihat Naya terluka bergegas menuju kamar Majikan nya itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.....