Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam
20. Meminta tes DNA


__ADS_3

Saat ini Niel baru saja tiba di markas milik Eric.


Ada banyak penjaga yang berdiri disetiap sudut halamannya. Kedatangan Niel yang tiba-tiba membuat mereka semua kebingungan.


Namun, mereka hanya memilih diam dan memfokuskan kepada perkerjaan mereka masing-masing saja.


Niel berjalan dengan tatapan datar tanpa menghiraukan anak buah Eric.


Pintu rumah itu dibukakan oleh mereka tanpa diminta oleh Niel.


"Ada apa kau kemari sendirian?" Tanya Eric yang tengah duduk dikursi besar miliknya sambil melipat kedua tangannya didada.


"Aku hanya ingin meminta tes DNA mu saja..." Balas Niel.


Eric yang mendengarnya terkekeh pelan, ia segera beranjak untuk berdiri lalu menghampiri Niel.


"Untuk apa kau memintanya? Itu sangat aneh." Sindir Eric


"Aku akan menemukan Elin dengan melakukan tes DNA kepada anak gadis yang berumur 18 tahun..."


Eric lagi-lagi terkekeh mendengarnya, ia langsung merangkul bahu Niel layaknya seorang sahabat.


"Begitukah? Sungguh rencana yang sangat konyol..." Eric bergeleng kepala.


"Aku tidak ingin berlama-lama disini." Ucap Niel dingin.


"Owh tuan Niel yang baik hati, apa kau sudah merindukan istrimu itu?" Eric menautkan dahinya.


Tentu saja Eric ingin memancing amarah Niel dengan menggunakan istrinya itu.


Niel tak menggubris pertanyaan dari Eric, ia hanya diam dengan tatapan dinginnya.


"Apa kau yakin akan menemukan adik kesayanganku itu, tuan Niel?" Tanya Eric dengan menekan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Aku tidak punya waktu membalas pertanyaanmu itu!" Ketus Niel.


"Tenanglah tuan Niel...." Kekeh Eric, ia menepuk bahu Niel pelan.


"Kau taukan apa resiko yang akan kau terima jika kali ini gagal menemukan adikku itu..."


"Resikonya adalah kehilangan orang yang kau sayang..." Eric tertawa jahat.


Ia sudah mengatur semua rencana untuk menculik Naya dan menyekapnya sebagai alat balas dendam.


Niel masih diam, namun tangannya sudah mulai mengepal.


Niel sangat tau kalau Eric sedang memancing amarahnya. Namun, demi keberhasilan rencananya Niel hanya memilih diam.


"Aku penasaran seperti apa istrimu itu, apa kau bisa memperlihatkannya kepadaku, tuan Niel?" Tanya Eric lembut.


Ia kembali duduk dikursi kebesarannya.


"Jangan memancingku!" Ucap Niel dengan tegas.


"Baiklah-baiklah tuan Niel tersayang, aku akan memberikan tes DNA ku kepadamu. Dan aku akan memberikan waktu satu bulan untukmu menemukan adik tersayangku itu, jika masih tidak ditemukan, maka bersiap-siaplah kau akan kehilangan istrimu itu untuk selamanya...."

__ADS_1


"Sialan!!" Niel sudah tak tahan lagi menahan amarahnya, ia langsung berlari untuk memukul wajah Eric.


Bugh!


Niel memukul wajah Eric dengan keras, sehingga membuat bibir Eric mengeluarkan darah segar.


Namun, tidak ada raut kesakitan yang ditunjukkan oleh Eric, ia malah tertawa puas seraya menyeka darahnya itu.


Para anak buah Eric yang melihat bosnya dipukul hendak menghalat, tapi mereka langsung diperlototi oleh Eric dengan tajam.


"Ternyata kau menyayangi istrimu itu, ya. Hm, kita akan lihat sampai kapan kau akan bersama istrimu itu, tuan Niel." Ucap Eric dengan santai.


Karna tak ingin berlama-lama lagi di markas itu, Niel langsung saja pergi dengan tatapan penuh amarahnya.


Setelah kepergian Niel, Eric langsung membanting vas bunga yang ada dihadapannya itu dengan sangat keras.


"Kalian semua!" Panggil Eric dengan lantang.


Mereka yang dipanggil segera menghadap.


"Iya, bos!" Sahut mereka serempak.


"Cari tahu dimana pria itu menyembunyikan istrinya! Kalian harus menemukannya dalam waktu satu bulan!" Perintah Eric lantang.


Karna Eric tau kalau Niel pasti menyembunyikan istrinya dengan sangat aman.


Eric berencana untuk menculik Naya terlebih dulu sebelum Niel menemukan adiknya.


Eric serta anak buahnya masih belum mengetahui bagaimana rupa Naya.


Mereka semua segera bubar dan langsung melancarkan aksi pencarian.


Sementara di villa tengah hutan. Mereka semua terus berjaga, meskipun keberadaan mereka masih belum diketahui oleh orang lain.


Sama seperti Alya, ia kini juga tengah mengawasi seluruh pergerakan orang-orang yang berjaga.


Naya masih terbaring diatas tempat tidur tanpa pergerakan sedikitpun.


Dokter Pian berharap Naya akan cepat sadar dari komanya.


Dokter Pian kini tengah duduk disopa sambil mengawasi Naya, karna bagaimanapun kondisi Naya ia harus tetap mengawasinya sesuai perintah dari Niel.


----------


Sudah satu hari berlalu.


Ditempat Niel, seluruh anak buahnya sudah dikerahkan untuk melakukan tugas masing-masing.


Niel memasang iklan ditelevisi tentang mencari seorang anak gadis yang hilang dan memberitahu berapa umurnya sekarang.


Banyak yang mengaku-ngaku kalau merekalah anak gadis yang sedang dicari Niel, tapi semua tes DNA tidak ada yang cocok sama sekali.


Sama seperti dimarkas Eric, mereka juga ikut melancarkan aksi pencarian keberadaan istri Niel.


Mereka masih tak menemukan titik keberadaannya, tapi mereka tak akan menyerah begitu saja.

__ADS_1


Bahkan Eric sendiri ikut turun tangan mencari keberadaan Naya.


Eric tak yakin kalau anak buahnya itu bisa menemukan persembunyian Naya.


Eric tak tau dari mana asal-usul Naya, karna anak buahnya masih tak menemukan latar belakang Naya.


Tentu saja hal itu membuat Eric kesal. Yang dibutuhkan Eric saat ini adalah orang tua Naya.


Sementara orang tua Naya, mereka berdua juga disembunyikan oleh Niel.


Karna Niel tak ingin mengambil resiko besar.


Bahkan Niel menyembunyikan seluruh foto-foto istrinya diruang pribadi.


Semua identitas Naya dikunci rapat oleh Niel, agar tak ada yang mengetahui rupa istrinya itu, terutama Eric.


Niel berusaha untuk tidak menanyakan kabar istrinya, meskipun perasaannya sudah sangat merindukan istri kecilnya itu.


---------


"Apa sudah ada tanda-tanda?" Tanya Eric dingin.


"Tidak ada, bos. Musuh bebuyutan bos itu sangat pandai, dia menyembunyikannya dengan sangat rapat..." Jelas anak buah Eric.


Eric hanya diam dengan tatapan datar. Bola matanya menatap kearah figura besar yang tertempel didinding.


Foto anak gadis berumur 8 tahun, dengan senyuman cerianya yang ditemani satu boneka kecil ditangannya.


Sekilas Eric tersenyum menatap foto adiknya itu.


Ia sungguh merindukan adiknya yang hilang itu.


"Cepatlah kembali, adik..." Gumam Eric pelan dengan suara lirihnya.


Ig:@anahmsr


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2