
Niel segera masuk kedalam ruangan VIP tempat Naya dirawat, ia menatap wajah Naya dengan perasaan bersalah. Langkah demi langkah, Niel mendekati brangkar Naya, ia langsung mengecup kening Naya dengan lembut saat sudah dekat dengan Istrinya itu.
"Maafkan aku, Nay." Bisik Niel lembut ditelinga kanan Naya
Niel mengambil kursi kecil dan duduk disebelah brangkar Naya, ia mengusap-ngusap pucuk kepala Naya dengan lembut.
"Kau cepatlah sadar." Gerutu Niel menatap Naya dengan sendu. Niel sama sekali tidak menyadaei bahwa ada yang tengah mengawasinya dari luar, saat orang itu sudah mendapatkan informasi yang gempae langsung pergi dari rumah sakit agar tidak ketahuan oleh Niel.
Niel memainkan ponselnya, ia mencari nomor orang kepercayaan nya itu....
Tut....
Sambungan telpon baru saja tersambung... "Siapkan Villa didalam hutan!... Jangan sampai ada yang mengetahuinya!." Perintah Niel dengan suara dingin khasnya
"Baik, Tuan." Balasnya yang sama sekali tidak banyak tanya
"Suruh 10 orang untuk menemuiku di rumah sakit, Pian."
"Siap, Tuan!." Balasnya dengan tegas. Niel sangat puas dengan pekerjaan semua para Mafisonya itu, iapun segera memutuskan sambungan telponnya.
"Kau akan aku jaga selalu, karena kau Istri kecilku." Menggenggam tangan Naya dengan erat dan menciuminya.
Tokkk.... Tokkk
Suara ketukan dari pintu membuat Niel menghentikan aktivitasnya tadi, iapun segere beranjak dari duduknya dan berjalan kearah pintu.
__ADS_1
Niel membuka pintunya, yang mengetuk pintu tadi adalah para mafiso yang baru saja tiba di rumah sakit.
Niel segera keluar dan menutup pintu ruangan Naya, ia tidak ingin membuat keributan didalam ruangan itu.
"Kalian semua berjagalah disini!... Jangan sampai lengah!." Tegas Adit menatap sepuluh mafisonya
"Siap, Tuan!." Balas mereka semua serentak mengangguk
"Baiklah!... Aku mau pergi dulu." Ucap Niel lalu pergi meninggalkan mereka semua. Para mafiso tadi langsung menyusun penjagaan supaya musuh tidak bisa menyakiti Istri ketuanya.
Sedangkan Niel, ia langsung menjalankan mobilnya untuk kembali kerumah. Niel menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena ada satu urusan penting yang harus ia selesaikan.
Saat sudah memasuki plataran rumahnya, ia langsung bergegas turun dari mobilnya itu. "Kumpul!." Perintah Niel pada salah satu mafiso yang menghampirinya
"Baik, Tuan!." Ucapan mafiso itu hanya dilambaykan tangan oleh Niel, iapun segera memberitahu para mafiso lainnya.
Saat sudah berada didalam kamarnya, Niel segera menyusup kebawah tempat tidurnya, karena tempat menuju ruang bawah tanah adalah lewat kolong bawah ranjangnya.
Niel membuat itu agar orang-orang tidak mengetahuinya, ditambah saat ini Niel tidak ingin melakukan kesalahan lagi pada Istrinya.
Ruangan yang cukup luas itu hanya diterangi oleh satu lampu kecil yang tidak terlalu terang, bahkan Niel juga sedikit kesusahan saat mencari senjata untuknya gunakan.
Niel mengambil beberapa senjata kecil untuknya berjaga-jaga saat di rumah sakit Istrinya, karena musuh Niel sangat banyak. Mereka semua selalu mengawasi setiap gerak-gerik yang Niel lakukan, bahkan Niel sudah memastikan bahwa salah satu musuhnya sudah mengetahui tentang Naya.
Karena sudah mengambil beberapa, Niel bergegas keluar dari ruang pribadinya. Dengan langkah cepat Niel berjalan keluar kamarnya dan langsung memasuki lift khusus itu.
__ADS_1
"Apa Nona muda baik-baik saja, Tuan?." Tanya Nana lirih
"Istrku baik-baik, saja... Siapkan kamar baru untukku dan Istriku." Perintah dari Niel hanya diangguki kecil oleh Nana. Niel segera kembali ke rumah sakit, karena ia ingin mendampingi Istri kecilnya itu.
-------------
Kini Niel baru saja tiba di rumah sakit, ia bergeges untuk menuju ruang VIP Istrinya. Niel melewati beberapa Anak buahnya yang menyamar menjadi pasien dan tukang bersih-bersih, agar para musuh tidak mengetahui hal itu.
"Apa ada yang mencurigakan?." Tanya Niel kepada Anak buahnya yang berjaga didepan pintu Naya dirawat.
"Tidak ada, Tuan." Balasnya. Niel langsung melirik kesetiap sudut ruangan rumah sakit itu, matanya menangkap sebuah cctv yang mengarah kearahnya.
"Periksa cctv." Suruh Niel dingin, orang tadi langsung mengangguk dan bergegas pergi dari hadapan Niel.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.