
Hari kini sudah pagi, Naya baru saja terbangun dari tidurnya, sedangakan Niel saat ini tengah keluar untuk membeli makanan untuk Istrinya makan.
"Ni-nielku, mana?." Gerutu Naya ketakutan yang menyadari tidak ada keberadaan Niel disampingnya
"Na-naya takut!... Ni-nielku, mana?... Ni-nielku!."
Saat ini tubuh Naya sangat dingin dan wajahnya sangat pucat, ia benar-benar ketakutan. Mata Naya mulai berkaca-kaca sambil menutup wajahnya dengan selimut yang Niel belikan khusus untuk Istrinya
"Sayang, kau kenapa?." Tanya Niel khawatir, ia saat ini masih berada diambang pintu. Niel sangat terkejut saat melihat Istrinya seperti itu, dengan langkah cepat Niel menghampiri Istrinya
"Tenanglah, sayang... Aku sudah ada disini." Mencium pucuk kepala Naya dengan lembut sambil menenangkan Istrinya yang kini memegang kemejanya dengan sangat kuat.
"Ni-nielku!... Ke-kenapa pergi meninggalkan Na-naya tadi?." Tanya Naya lirih
"Maafkan aku, sayang... Tadi itu aku membuatkan makanan khusus untukmu." Bujuk Niel. Sebenarnya memanglah benar, saat Niel berada di restoran sebelah rumah sakit, Niellah yang memasak makanan itu sendiri.
"A-apa Nielku ti-tidak berbohong?." Tanya Naya yang mulai sedikit tenang dari sebelumnya
"Nielmu serius... Nih." Menyerahkan satu kantong paper bag yang berisi kotak makanan
"Suapin Naya, ya." Pinta Naya berbinar, kini ketakutannya tadi sudah hilang dan berganti keceriaan
"Cium Nielmu dulu." Pinta Niel balik yang memasukan pipinya
Cup......!
Naya langsung mencium pipi Niel sekilas, tiba-tiba saja wajah Naya memerah seperti tomat
"Sebelah sini!." Menunjuk sebelahnya lagi
Cup......!
"Udah Naya cium... Cepat suapin, Naya." Membuka mulutnya langsung, melihat itu Niel hanya tersenyum dan segera menyuapi Istrinya itu
Suapan demi suapan terus masuk kedalam perut Naya, Niel sangat taletan menyuapi Istrinya itu. Saat satu suapan masuk kedalam mulut Naya, satu kedipan mata pula yang diberikan Naya untuk Niel, sehingga membuat Niel tertawa melihatnya.
"Sini Naya suapin." Langsung mengambil sendok yang ada ditangan Niel dengan paksa
__ADS_1
"Buka mulut yang lebar, Nielku." Suruh Naya sambil melayangkan sendok yang berisi nasi dan lauk diudara, Niel langsung membuka mulutnya dan menerima suapan dari Istri kecilnya
"Gak enakkan?." Tanya Naya linglung, padahal bukan dia yang masak
"Ini bukannya masakanku, sayang?... Kenapa kamu malah nanya enak apa enggaknya?." Balas Niel tidak peka
"Yah, bilang kek gak enak... Kok Nielku jahat." Gerutu Naya memalingkan wajahnya dari hadapan Niel. Melihat Istrinya yang cemberut membuat Niel menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia bingung kenapa Istrinya seperti itu
"Kamu kenapa, Nay?." Tanya Niel bingung
"Naya mau pulang." Balas Naya memelas
"Kita pulang besok saja, ya." Bujuk Niel, karena kondisi Naya belum sepenuhnya stabis, ia hanya takut jika Istrinya nanti pingsan saat dirumah.
"Janji." Menunjukkan jari kelingkingnya kepada Niel, Niel langsung membalasnya yang juga menunjukkam jari kelingkingnya, kini jari keduanya sudah bersatu.
"Kau sekarang istirahatlah, sayang... Agar kau lebih cepat sembuh." Mengusap rambut Istrinya dengan lembut
"Nanti Nielku akan pergi lagi." Balas Naya lirih kala mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat Niel tidak ada disampingnya
"Nielmu ini tidak akan pergi... Nielmu juga ikut tidur disamping, Istrinya." Ucap Niel dengan lembut membujuk Istrinya agar beristirahat
Kini keduanya sudah tertidur dengan nyenyak, sedangkan diluar ruangan saat ini tengah ada sedikit keributan
"Cepat cari!." Perintah Anak buah Niel, karena ia baru saja menyadari seseorang yang mencurigakan, bahkan orang itu terus saja berlalu lalang didepan ruangan Naya
--------------
Pagi hari......
Saat ini Niel tengah bersiap-siap untuk membawa pulang Istrinya itu, karena kondisi kesehatan Naya sudah membaik.
Naya hanya duduk disopa kecil sambil memperhatikan Suaminya yang tengah mengemasi sedikit barang-barang yang berserakan diatas meja.
Tak selang beberapa menit akhirnya Niel selesai mengemasi semuanya, ia segera menghampiri Istrinya yang saat ini tengah murung.
"Kau kenapa, sayang?." Tanya Niel berjongkok
__ADS_1
"Naya gak tau." Balas Naya polos
Cup.....!
"Mari kita pulang." Ajak Niel yang baru saja mengecup bibir Istrinya sekilas, saat Naya hendak berdiri tubuhnya langsung digendong oleh Niel
"Hhehee... Berat gak?." Tanya Naya kikuk
"Gak, sayang." Balas Niel lembut, ia langsung berjalan kearah pintu ruangan itu
Ceklekkk
"Bawakan barang-barang yang ada didalam." Suruh Niel kepada Anak buahnya yang berjaga didepan pintu, sedangkan Naya hanya menjulurkan lidahnya kepada Anak buah Niel
"Hhahaa, kau kenapa sayang?." Tanya Niel ditemani tawa gemes darinya
"Wajahnya seperti jalanan didepan rumah, Nielku." Balas Naya dengan polosnya, tanpa memperdulikan perasaan dari Anak buah Niel yang mendengar ucapan darinya
"Hhahaa, mereka bisa menelan manusia hidup-hidup loh, sayang." Balas Niel geli melihat kalakuan Istrinya itu
"Ha?!... Hhehee, maafkan Naya." Ucap Naya kikuk meminta maaf kepada Anak buah Niel "Cepat pulang." Gerutu Niel yang takut saat mendengar ucapan dari Niel tadi
"Baiklah-baiklah, sayang." Kekeh Niel dan kembali melanjutkan langkahnya
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....