Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam
13. Penghinaan


__ADS_3

Pertanyaan dari Naya membuat Niel menegang, ia tidak tau apa jawaban yang tepat untuk Istrinya itu yang hendak duduk dipangkuannya.


"Boleh gak, Nielku." Menatap suaminya memohon


"Ekhemmm, a-anu sayang."


"Gak boleh ya, Nielku?." Lirih Naya mengercutkan bibirnya. Melihat Istrinya yang sedih membuat Niel semakin frustasi, ja bingung harus bagaimana mengatasi masalah ini.


"Ba...."


Jup....(suara mati lampu)


Saat Niel hendak mengiyakan, tiba-tiba saja listrik rumah Niel mati. Naya yang takut dengan kegelapan langsung terloncat kaget dan memeluk Niel dengan kuat sambil duduk dipangkuan Niel.


Betapa terkejutnha Niel saat Istrinya memeluk seperti itu, bukannha menenangkan sang Istri, Niel malah menegang, karena sang Adik sudah hitung mundur.


"Hikss, Na-naya takut, Nielku." Lirih Naya berbisik ditelinga Niel. Bisikan dari Naya membuat Niel semakin merinding, ia salah mengartikan bahwa bisikan dari Istrinya tadi adalah 'Aku mau, Nielku'


Setelah mendengar bisikan yang salah mengartikan itu, Niel langsung membaringkan Istrinya dan menindihi tubuh mungil itu.


Niel langsung menghamburkan ciumannya dileher putih Naya dengan sangat aktif, sedangkan Naya hanya terdiam sambil menutup matanya.


Cup....(Suara hidup listrik, bukan ciuaman ya)


Hidupnya lampu kamarnya membuat Niel tersadar akan perbuatannya, ia langsung beralih dari atas tubuh Istrinya itu sebelum sang Istri berbuka mata.


Setelah Niel beralih dari atas tubuhnya, Naya langsung membuka mata dengan lebar.


"Ta-tadi se-etan ya, Nielku?... Di-dia tadi be-berada diatas, Naya." Tanya Naya dengan polosnya


Deg...

__ADS_1


Bagaiman Istrinya tidak tahu jika setan itu adalah Suaminya sendiri. Niel yang tadi gemetar kembali sehat total, ia mengira bahwa Istrinya tadi mengetahui perbuatannya barusan, ternyata tidak.


"Mu-mungkin se-semut.... Ya, tadi semut sayang, bukan setan." Jawab Niel gelagapan


"Benarkah?." Selidik Naya menatap Suaminya dengan tajam, sehingga membuat Niel menjadi salah tingkah dan berkeringat dingin.


Entah saat berhadapan dengan Istrinya itu membuat Jiwa Mafia Niel seketika menghilang. Baru kali ini Niel yang ketakutan seperti itu, apalagi jika sang Istri pergi, mungkin seluruh dunia akan Niel jelajahi untuk mencari Istrinya itu.


"I-iya sayang, tadi itu semut." Balas Niel berusaha untuk tenang


"Emmmm, gak mungkin semut berat banget seperti gajah, Nielku." Balas Naya menepuk jidatnya menyindir kebodohan Suaminya


Saber, El... mungkin ini balasan buat lu " Batin Niel


"Terus Naya merasa itu tadi apa?." Tanya Niel


"Mungkin gajah setan, Nielku." Sambil memikirkan sebuah makhluk yang tadi berada diataa badannya


Mendengar penghinaan yang jelas tersaring ditelinganya membuat Niel hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kasar, kalau yang menghina tadi adalah musuhnya, mungkin mulut musuh itu sudah dirobek oleh Niel.


"Emmm, iya Nielku, itu tidak akan mungkin... kecuali Nielku yang berada diatas badan Naya, baru mungkin... Iyakan, Nielku?." Menatap Suaminya dengan mata berbinar


"A-anu i-itu...."


"Eh, Nielku kenapa?." Mengeryit


"G-gak ada, sayang." Berusaha untuk mengalihkan pembicaraan yang sebentar lagi akan terungkap


"Baiklah, Nielku." Mencium pipi suaminya dengan sangat mesra


"Apa Nayaku pengen makan?." Tanya Niel membelai rambut Naya

__ADS_1


"Pengen kok, tapi Nielku yang masak, ya... Naya pengen makan masakan enak dari, Nielku ini." Menggembungkan pipinya kearah Niel


"Emang masakan dari Niel, enak?." Mencubit kedua pipi Istrinya gemes


"Auuuh, sakitt.... Masakan Nielku gak enak." Kesal Niel memalingkan wajahnya


"Ut ut, sayang...(cup).... Nayaku tunggu disini dulu, ya... Nielmu ini mau memasakkan untuk Istri kesayangan nya." Kata Niel dengan lembut


"Na-naya ikut." Melirik kesegala arah, kini pikiran Naya kembali terarah kejadian dia hari yang lalu, bahkan matanya kini terus saja melirik kearas meja rias disebelahnya


Naya mengira bahwa ini adalah kamar yang sama, karena nuansanya kamar itu sama dengan nuansa kamar sebelah.


"Tenanglah, sayang.... Mari sini Niel gendong." Langsung beranjak dan menggendong tubuh Istrinya itu tanpa lelah


Naya hanya tersenyum memandang wajah Suaminya dari bawah yang saat ini tengah pokus kedepan.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2