Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam
3. Memeluk Naya


__ADS_3

Malam yang menyedihkan itu akhirnya terlewatkan. Hari baru menjelang pagi dengan awan yang masih nampak hitam, salah satu penghuni rumah itu baru saja terbangun dari tidurnya yang melelahkan, siapa lagi kalau bukan Naya.


Naya sudah terbiasa bangun, karena ia harus melakukan sholat dan membersihkan rumah saat dirumahnya, tapi kalau disini? Naya masih belum tau apa peraturan nya nanti.


Sebelum beranjak dari duduknya, Naya sekilas menatap wajah damai seorang pria brandal yang sekarang menjadi suami sahnya.


Wajah yang sangat tampan dan bersih, dengan rahang yang sempurna membuat kaum hawa terpikat akan ketampanan yang ia miliki. Ya, itu adalah Niel yang masih tertidur diatas ranjang besar nan mewah miliknya.


Setelah memandang Niel sekilas, Naya segera bangkit dan mencari keberadaan kamar mandi. Tapi sebelum itu, langkah Naya berhenti kala mengingat sesuatu.


Baju Naya tidak ada! Bagaimana ini?." Batin Naya kebingungan


"Bajumu ada didalam lemari berwarna biru." Ucapan yang tiba-tiba membuat Naya tersentak kaget saat mendengarnya, itu adalah suara parau dari Niel yang baru bangun dari tidurnya.


Kapan raksasa ini bangun?." Batin Naya melirik Niel dengan ekor matanya


"I-iya, Tu-tuan...." Balas Naya mengangguk dan segera pergi kekamar mandi. Sedangkan Niel, ia malah kembali tidur setelah mengucapkan beberapa patah kata tadi.


Tak selang beberapa menit, kini Naya sudah selesai membersihkan tubuhnya yang lengket, iapun segera mengerjakan kewajiban nya yaitu sholat.


Sebelum sholat, Naya sempat melirik Niel sekilas, ia ingin sekali mengajak Niel untuk sholat berjama'ah, tapi ia takut membangunkan Niel saat ini. Karena takut waktu subuhnya habis, Naya pun segera memakai mukena yang sudah disediakan oleh para pelayan malam tadi, lalu segera melaksanakan sholatnya.


Sepuluh menit kemudian, Naya baru saja menyelesaikan sholatnya, ia kembali melipat mukena yang ia pakai tadi dan menaruhnya diatas meja kecil yang berada disebelahnya.

__ADS_1


Naya segera beranjak dan menghampiri Niel yang masih tertidur dengan lelap. Kini Naya berdiri disebelah ranjang Niel dengan tubuh yang gemetar, ia kali ini beneran mau membangunkan Niel dari tidurnya


Ini resiko Naya! .... Tuhan tidak akan membantu Naya." Batin Naya sendiri


"Tuan bangun! Sudah pagi!." Ucap Naya dengan pelan, tapi tidak ada sahutan dari Niel sama sekali.


"Tuan!." Pekik Naya lagi, tapi tetap sama seperti tadi. Karena sudah lelah membangunkan Niel yang tak kunjung bangun, Naya pun segera pergi keluar kamarnya, namun.....


Brukhhh


Tubuh Naya tiba-tiba saja terjatuh diatas tubuh Niel, karena tangan kanan Naya tadi tiba-tiba saja dipegang oleh Niel dan langsung ditarik hingga terjatuh.


Pelukan itu sangat erat sehingga membuat Naya kesusahan untuk melepaskan nya, ia sangat ketakutan karena wajah Niel sangat dekat dengan nya.


"Tu-tuan!..." Panggil Naya lagi, tapi tidak ada sahutan dari Niel. Dengan berhati-hati Naya melepaskan pelukan itu, namun hasilnya nihil. Kekuatan Naya tidak bisa membuka pelukan itu, karena Niel sangat kuat memeluk Naya.


Saat ini Naya sangat kesusahan bernapas, ditambah lehernya yang sudah pegal akibat sadari tadi mengangkatnya agar tidak terjatuh dan tertimpa wajah Niel.


Cup.....!


Karena tak tahan lagi menahan sakitnya, kini kedua bibir pasutri itu bersatu. Naya tak senghaja mengecup bibir Niel, setelah menyadari perbuatan nya itu Naya segera melepaskan kecupan nya tadi.


Sedangkan Niel, ia tadi tersentak kaget tapi masih belum membukakan matanya karena masih mengantuk akibat baru tidur pukul 4 subuh. Bukannya melepaskan, Niel malah memperkuat pelukan nya tadi, sehingga membuat wajah Naya semakin bertambah dekat.

__ADS_1


Ya allah, ampuni dosa Naya.... Ini kenapa? Dekat banget hikss, hiks." Batin Naya menangis


"Tuan bangun!! Pliss!!... Nanti Naya kasih uang seribu kalau Tuan bangun." Pinta Naya merengek ditelinga kanan Niel


"Ayolah bangun, Tu-tuan.... Na-naya sesak napas!." Rengek Naya. Tiba-tiba saja pelukan itu tidak sekuat tadi, Naya pun berusaha untuk keluar daru pelukan itu dengan hati-hati.


Syukurlah, akhirnya Naya berhasil keluar dari pelukan raksasa itu, karena tak mau dipeluk lagi Naya langsung bergegas keluar kamar itu.


.


.


.


.


.


.


.


.BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2