
Saat mereka berdua sudah keluar rumah sakit, banyak sekali penjaga yang sudah bersiap untuk mengawal Bos dan Istri Bosnya itu.
Ada kurang lebih 30 pengawal yang memakai baju serba hitam, dan ada juga lima orang yang berpakaian polisi. Banyak sekali bukan? Karena Niel tidak ingin jika nanti Istrinya itu dalam bahaya, sebab banyak musuh-musuh Niel yang nekat menyerangnya.
Bahkan dulu Niel pernah ditembak saat berada ditengah-tengah pengawalnya, untunglah hanya terkena sedikit saja dibahunya.
"Dia siapa, Nielku?." Tanya Naya menunjuk kearah mereka semua
"Pengawalmu, sayang." Balas Niel lembut
"Emmm, berarti Naya boleh donk panggil mereka jalanan depan rumah?." Tanya Naya sambil menggembongkan pipinya gemes
"Hhahaa, mereka sama seperti yang didalam tadi sayang." Tawa Niel. Para pengawal yang mendengar Bosnya tertawa bahagia langsung tercengang, karena Bosnya itu sudah lama tidak tertawa seperti itu.
Kecuali saat berhadapan dengan musuhnya, namun itu juga tertawa membunuh, bukan seperti ini yang tertawa bahagia.
"Oh, gak jadi... Naya takut." Balas Naya menyembunyikan wajahnya didada bidang milik Niel. Niel yang melihat Istrinya seperti itu hanya terkekeh, iapun segera membawa Istrinya masuk kedalam mobil.
Bahkan mobil yang saat ini Niel pilih memiliki kaca anti peluru, maka dari itu Niel tidak terlalu khawatir lagi dengan Istrinya jika nanti ada sesuatu yang diluar perkiraan.
Niel hanya takut, jika musuh bebuyutan nya itu menyerangnya, karena kekuatan keduanya seimbang. Bahkan musuh bebuyutan Niel itu sangatlah nekat, ia sangat pintar mengelabui musuhnya.
Bahkan dalam situasi menegangkan, musuh bebuyutan Niel itu masih bisa lolosan dari genggaman nya, apalagi jika digenggaman para mafia lainnya.
Geng mafia yang terkuat hanyalah Niel dan musuh bebuyutan nya itu. Mereka berdua dulu adalah sahabat, namun semenjak hilangnya adik dari musuh babuyutan itu, ia menjadi musuhan.
Nama musuh babuyutan Niel adalah Eric, ia seorang mafia yang sadis. Dulunya Eric bukanlah seorang mafia, melainkan pria yang pendiam, namun selalu hangat kepada adik perempuannya.
Flashback On
10 tahun yang lalu.......
Waktu itu usia Niel dan Eric masih 17 tahun, karena usia mereka sama hanya bulan dan tanggal saja yang beda, sedangkan Adik Eric masih berusia 7 tahun.
Adik Eric bernama Elina Erica, ia Adik kesayangan Eric sekaligus orang satu-satunya yang hanya Eric miliki, karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Hari minggu....
Niel, Eric dan Elin saat itu tengah berjalan-jalan ditaman, mereka sangat akrab. Elin memegang tangan kedua Kakaknya itu dengan ceria, mereka bertiga berbincang diikuti tawa bahagia.
__ADS_1
"Kak Eric... Elin mau beli itu." Menunjuk kearah orang yang berjualan ice cream dengan riang
"Uangnya manah?." Tanya Eric memunyungkan bibirnya, ia ingin membuat Adiknya itu kesal.
"Yah... Elin gak punya uang, Kak." Balas Elin sedih
"Elin mau beli berapa banyak?." Tanya Niel berjongkok
"Dua, kak." Balas Elin yang kembali ceria dan mencium pipi Niel dengan lembut
"Kok dia dicium, Lin?... Kakak lagi sini." Yang juga berjongkok disamping Adiknya dengan wajah memelas
"Gak! Kecuali Kak Eric beliin Elin itu." Menunjuk kembali kearah ice cream
"Baiklah... Kakak akan belikan untuk Elin, tapi nanti cium Kakak Eric, ya." Balas Eric lembut mengusap pucuk kepala Adiknya itu
"Hemm... Nanti Elin pikikan lagi, tapi belikan dulu." Memalingkan wajahnya dari hadapan Eric
"Iya, sayang." Balas Eric terkekeh "El, jagakan Adik gue." Timpal Eric kepada Niel, Niel hanya mengangguk kecil
Ericpun segera menghampiri orang yang berjualan ice cream yang lumayan jauh itu, sedangkan Niel hanya memandangi wajah Niel yang ia anggap sebagai Adik.
"Kak, ambilkan itu." Menunjuk kearah bunga mawar yang tak jauh dibelakang Niel, Niel langsung memalinkan badannya untuk melihat apa yang ditunjuk oleh Elin.
"Gak! Nanti Elin gak bicara lagi nih sama Kak Eel." Ancam Elin dengan bibir yang mengericut
"Iya sayang, iya... Elin tunggu disini sebentar ya, jangan kemana-mana." Ucapan Niel hanya diangguki kecil oleh Elin, iapun segera mengambilkan bunga mawar yang diinginkan oleh Elin tadi.
Kini Elin hanya berdiri sendirian saja, saat matanya melirik kesana kemari, tatapannya tak sengaja menangkap kupu-kupi cantik yang tengah hinggap didahan kursi putih yang panjang itu.
Melihat itu senyuman Elin langsung mengembang, iapun berjalan perlahan-lahan untuk menangkap kupu-kupu cantik itu.
Saat sudah dekat, kupu-kupu itu tiba-tiba saja terbang. Elin mengejar kupu-kupu itu dengan semangat, karena kupu-kupu itu terbang tidak terlalu tinggi.
Elin semakin jauh dari tempat semula ia berdiri, bahkan ia sudah keluar dari halaman taman. Sedangkan ditengah-tengah taman, saat ini ada sedikit keributan.
"Kenapa lu gak jaga Adik gue!!." Mencengkram kerah baju Niel dengan kuat. Ya, keributan itu dari Niel dan Eric yang tengah bertengkar akibat kehilangan Elin.
"Gue disuruh Adik lu buat metik bunga!... Kenapa jadi nyalahin gue aja!." Pekik Niel yang tidak terima. Eric melepaskan cengkraman nya tadi
__ADS_1
Bughh
"Persahabatan kita sekarang putus!!!.... Gue akan membenci lu!!... Lu sudah membuat Adik gue hilang!!... Gue hanya mempunyai satu orang yang terpenting dihidup gue!! Dan sekarang gara-gara lu dia menghilang!!!." Pekik Eric dengan emosi
"Gue dan lu akan selalu menjadi musuh!!... Kalau Adik gue gak ketemu! Gue akan bunuh loo!!." Timpal Eric lagi, sedangkan Niel hanya terdiam
Bughh....
Tampar Eric lagi hingga Niel terjatuh ketanah, iapun meninggalkan Niel. Eric langsung mencari Adiknya itu
--------------
Sudah satu bulan Elin masih tidak bisa ditemukan, padahal pihak polisi sudah mencarinya kemana-mana. Sejak sebulan Elin hilang, Eric langsung mengubah jati dirinya sebagai seorang mafia, ia ingin melenyapkan Niel dengan tangan nya sendiri.
Sama seperti Eric, Niel juga tidak bisa menemukan keberadaan Elin, padahal ia sudah menyuruh semua Anak buahnya untuk mencari Elin disetiap tempat, bahkan sampai kepelosok perdesaan.
Namun, Elin bagaikan ditelan bumi, mereka semua tidak bisa menemukannya.
Semenjak itulah permusuhan mereka dimulai, keduanya sama-sama ingin melenyapkan. Pasalnya Niel tidak ingin berniat melenyapkan Eric, namun Eric pernah membuat Adiknya kecelakaan, bahkan sampai koma satu bulan dirumah sakit.
Flashback Off
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....