Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam
14. Kenakalan Naya


__ADS_3

Niel mendudukkan Istrinya itu dikursi kecil yang ada dipojok ruang dapur itu dengan berhati-hati


"Nayaku duduk disini dulu... Niel mau masak dulu." Ucap Niel lembut sambil mengusap rambut Istrinya


"Baiklah baiklah... Masak yang enak ya, Nielku." Mengedipkan matanya dengan sangat menggoda sehingga membuat Niel terkekeh melihatnya


"Hhahaa, apa kau merayuku?." Selidik Niel


"Gak tau." Balas Naya polos. Balasan dari Naya membuat Niel terdiam dan segera memasak untuk Istrinya itu


Naya memandangi Suaminya yang tengah memasak itu dengan senyuman yang tak pernah pudar. Niel yang merasa Istrinya terus memperhatikannya sadari tadi merasa grogi untuk memasak, karena ini pertama kalinya dia memasak didepan wanita.


"Kok Niel banyak banget masukin garamnya?." Heran Naya yang memperhatikan Suaminya memasukkan garam begitu banyak didalam panci


"Astaga!." Kejut Niel langsung menghentikan perbuatan nya barusan


"Ck, ck... Nielki sangat ceroboh." Menyindir Suaminya dengan bergeleng kepala. Naya menghampiri suaminya itu


"Sini Naya bantu, kita masak sama-sama." Kembali meracik sayur-sayuran yang barusan ia ambil didalam kulkas


Niel hanya tersenyum menyadari kebodohan nya tadi dan ikut membantu Istrinya


Keduanya saling tertawa saat memasak, karena Niel terus saja membuat kesalahan saat memasak


"Kok Nielku masukin airnya banyak banget?." Protes Naya


"Enak tau, Nayaku." Balas Niel santay


"Gak enak itu, Nielku... Itu terlalu banyak." Menunjuk kearah panci, dimana berisi air yang sangat penuh


"Biarinlah, sayang." Membujuk Istrinya


"Naya ngambek, nih!." Ancam Naya mengercutkan bibirnya


"Iyaiya, ini Niel kurangin airnya." Menghembuskan napasnya dengan susah payah


"Nah gitu donk."

__ADS_1


Akhirnya setelah satu jam kedunya memasak, masakan itu selesai. Mereka berdua memasak sop dan Gorengan udang kesukaan Naya.


"Pasti enak masakan, Naya." Menatap masakan miliknya berbinar


"Enak terus." Sindir Niel, padahal setelah kejadian tadi, Niellah yang lebih banyak memasak daripada Naya, karena Naya kebanyak mengoceh crocos-crocos gak jelas, salah sedikit saja ia langsung menjewer telinga Niel dengan sangat kuat.


"Hheheee." Balas Naya cekikikan "Mari Nielku." Timpalnya dan mengajak untuk duduk dikursi meja makan


Para penghuni lainnya yang melihat pemandangan romantis itu tidak mau meninggalkan momen tersebut, tanpa meminta ijin mereka langsung memotret adengan romantis dari Naya dan Niel.


"Aaa." Membuka mulutnya dengan lebar, Niel langsung memasukkan nasi kedalam mulut Istrinya itu menggunakan tangan, karena permintaan dari Istrinya


Suapan demi suapan Niel menyuapi Istrinya itu, dengan senang hati Naya menerima suapan tersebut. Kini Naya yang menyuapi Niel dengan tangan nya sendiri


Sepuluh menit kemudian, keduanya baru saja menyelesaikan makanan mereka.


"Setelah ini Naya istrihat saja." Ucap Niel


"Emmm, tapi Naya pengen main." Memanyunkan bibirnya kearah Niel


Niel langsung mengecup bibir Istrinya sekilas tanpa memperdulikan para pelayan dan penjaga yang menatap kearah mereka


"Naya mau main, apa?." Tanya Niel lembut


"Mau main yang ada di Mall besar." Pinta Naya, seketika Niel terdiam dan menatap Istrinya dengan ekspresi yang sulit ditebak


"Mari." Mengajak Istrinya langsung. Naya yang tadi mengira Niel akan menolek keinginan nya barusan langsung bersorak bahagia


"Yuk." Menggandeng tangan Suaminya


"Bentar, sayang... Nielmu mau mengetik pesan dulu buat sahabat, Niel." Ucapan dari Niel hanya diangguki kecil dari Naya


Niel segera mengetik pesan itu kepada anak buahnya. Pesan yang diketik Niel adalah.....


"Tutup seluruh Mall dan taman bermain sekarang.... Dan persiapkan sebuah mainan dibelakang taman markas." Langsung mengirimkan pesan itu kepada Anak buahnya


"Udah yah?" Tanya Naya

__ADS_1


"Hem." Langsung menggendong Istrinya menuju keluar rumah, tak ada penolakan sama sekali dari Naya, ia malah senang karena tidak membuat kakinya cape berjalan dirumah itu, karena sekarang yang menjadi kakinya adalah kaki Niel yang selalu menggendongnya


Lima buah mobil berwarna hitam sudah bersiap dihalaman besar rumah Niel. Naya memandangi mereka dengan heran


Kok mereka gitu, ya?." Batin Naya


Niel memasukkan Istrinya kedalam mobil dengan berhati-hati


"Jalanlah." Tinta Niel


Mobil itu langsung jalan keluar dari gerbang besar itu. Dua buah mobil berada didepan dan tiga buah mobil berada dibelakang. Bahkan orang yang melihat mobil mereka lewat langsung meminggirkan mobil mereka, karena mereka semua tau siapa yang berada didalam mobil tersebut.


Naya hanya duduk dipangkuan Niel dengan berpelukan. Naya terus saja meniup-niup leher Niel dengan nakalnya sehingga membuat Niel merinding


"Hhahaaa, Nielku kenapa?." Tanya Naya cekikikan dan kembali meniup leher Suaminya itu


"Ga-gak ada." Balas Niel gelagapan, karena ia saat ini tengah menahan adik kecilnya yang mulai terbangun, karena Naya terus bergerak dipangkuan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2