
Hari sudah semakin siang, namun Naya masih belum memakan sarapan apapun.
Bahkan Naya tidak meminum air atau meminum obatnya.
Dokter Pian yang sudah menyiapkan obat untuk Naya minum setiap hari, terus menyuruh Naya agar meminumnya.
Namun, Naya kali ini malah menolaknya.
Karna Naya merasa, ia baik-baik saja.
Ia tak memerlukan obat kali ini, tapi kehadiran suaminya lah.
Naya duduk dikursi santai dekat dengan kolam ikan mas, yang sengaja Niel buat untuk istrinya itu.
Naya hanya duduk dengan memandang kearah air yang terdapat banyak ikan mas.
Tidak ada raut wajah senang dari Naya saat melihat kearah banyaknya ikan-ikan mas itu.
Naya hanya menatapnya dengan datar, seolah-olah sudah sering melihatnya.
Dokter Pian yang melihat Naya dari kejauhan hanya bisa menghela napas berat saja.
Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membujuk Naya, karna Naya sekarang sangat keras kepala.
Dokter Pianpun memilih untuk pergi kekamarnya.
Saat ingin menaiki anak tangga, Dokter Pian dan Alya tak sengaja bertemu.
Dokter Pian menjadi salah tingkah saat tatapan keduanya tak sengaja bertemu satu sama lain.
Jantung Dokter Pian menjadi berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
Sementara Alya, biasa-biasa saja. Ia tak merasakan apapun, bahkan Alya hanya menatap Dokter Pian dengan datar.
Wanita itu sama sekali tidak tertarik dengan ketampanan yang dimiliki oleh Dokter Pian.
Sebab, Dokter Pian bukanlah pria yang termasuk kategori pria idaman bagi Alya.
Kriteria pria idaman Alya adalah pria yang dingin, namun sangat perhatian serta bertanggung jawab.
Sebenarnya Dokter Pian masih termasuk kedalam kategori tersebut, namun Dokter Pian bukanlah pria dingin, tapi homoris.
Alya yang melihat Dokter Pian tersenyum kearahnya hanya menatap datar, iapun memilih untuk meninggalkan Dokter Pian.
Dokter Pian yang tidak mendapatkan balasan atas senyuman manisnya hanya bisa menghela napas sabar.
Dokter Pian harus bisa berjuang mencairkan gunung es itu, karna ia sudah terpikat dengan kecuekan Alya kepadanya.
Sementara ditempat lain, atau lebih tepatnya dikediaman Eric.
Sosok pria tampan yang tinggi itu tengah duduk termenung dibalkon kamarnya.
Ia ingin sekali memeluk serta berbicara dengan adik kecilnya.
Eric selalu menonton video rekaman waktu adiknya masih kecul, ia sungguh sangat merindukan adiknya.
__ADS_1
"Lin, cepatlah kembali, kakak sangat merindukanmu." Gumam Eric pelan, ia menatap figura besar foto adiknya yang sedang bersamanya.
Tiba-tiba, ada suara telpon Eric berbunyi.
Eric menoleh kearah ponselnya yang berada diatas laci, ia hanya menoleh tanpa mengambil ponsel itu untuk mengangkat telponnya.
Karna Eric berfikir, itu pasti telpon yang tidak penting.
-----------
Hari kini sudah malam.
Naya saat ini tengah menonton drama korea diponsel yang sudah disiapkan Niel.
Ditemani salah satu pelayan yang berdiri tak jauh dari tempat Naya duduk.
Naya duduk disopa panjang ditengah ruangan, ia tiba-tiba saja ingin menonton drama korea.
Sebelumnya, Naya tidak sama sekali tertarik menontin drama korea tersebut.
Salah satu pelayan wanita menghampiri Naya dengan membawa satu nampan yang berisi nasi goreng.
"Non, makanlah." Ucapnya ramah seraya menaruh nampan itu diatas meja.
Naya menoleh untuk melihat kearah makanannya itu, ia hanya menatapnya sekilas lalu mengangguk pelan.
"Syukurlah, akhirnya nona muda mau makan." Serunya bahagia, sebab Naya belum makan sadari pagi.
Naya menatap kearah pelayan itu dengan tajam.
Sama seperti pelayan yang tengah berdiri tak jauh itu, ia juga ikut menelan saliva kasar.
Tangan pelayan yang berada disebelah Naya itu gemetar, keringat dingin sudah keluar dari telapak tangannya.
"Iya, sekarang pergilah." Balas Naya tersenyum ramah.
Pelayan itu mengangguk dengan gelagapan, iapun segera membungkuk dan pergi menuju dapur.
Naya yang melihatnya hanya bergeleng kepala.
Naya kembali menatap nasi goreng yang lezat itu, seraya memegang perutnya yang lapar.
Naya mengambil piring yang berisi nasi goreng lezat, ia tiba-tiba ingin makan.
Naya menyendok satu sendokan yang berisi sangat sedikit, lalu ia memasukkannya kedalam mulutnya itu.
Baru saja Naya mengunyah satu kali nasi goreng itu, ia langsung ketagihan. Ditambah, perutnya juga sangat lapar.
Naya memakan nasi goreng itu dengan begitu lahapnya, sampai-sampai ia tak memperdulikan video drama korea diponselnya yang masih menyala.
Ada sosok pria tampan yang tengah bersembunyi dipojok ruangan, ia menatap kearah Naya dengan senyuman manisnya.
Orang-orang tidak tau keberadaan pria tersebut, mereka benar-benar tak menyadarinya.
Pria itu menahan tawanya, melihat gadis kesayangannya yang tengah makan dengan lahapnya.
__ADS_1
Pria itu memegang satu buket bunga Deisy yang nampak begitu indah.
Buket itu terdapat coklat ditengah-tengahnya.
Dengan satu boneka hello kitty yang kecil ditangannya.
Sudah sepuluh menit pria itu berdiri dipojok yang aman, sambil memperhatikan gadisnya.
Naya baru saja selesai menghabiskan makanannya.
Ia langsung bersender di sopa karna meresa begitu kenyang.
Melihat gadisnya yang kekenyangan, pria itu hanya bisa menahan tawanya.
Nayapun menoleh untuk melihat kearah pelayan yang bediri tak jauh darinya.
"Bawalah kedapur piring ini, aku akan pergi kekamar." Ucap Naya ramahan, seraya tersenyum manis.
Pelayan itu melongo, melihat sikap Naya yang tak biasanya.
Namun, pelayan itu memilih untuk segera menganggukkan kepalanya dan menghampiri Naya untuk mengambil piring serta nampan itu.
Naya tiba-tiba saja menguap, iapun menyudahi menonton video drama korea itu.
Naya segera pergi kekamarnya, karna jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Saat Naya berjalan menuju kamarnya, pria itu juga ikut mengendap-endap dari belakang Naya.
Naya tak merasa curiga sama sekali, ia tetap berjalan menaiki anak tangga.
Setelah sampai didepan pintu kamarnya, Naya langsung masuk kedalam.
Baru saja Naya menutup pintu kamarny, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
Awalnya Naya bingung, untuk apa orang yang ada rumah itu mengetuk pintu kamarnya.
Padahal hal itu sudah dilarang oleh Naya agar tak mengetuk pintu kamarnya.
Namun, ada saja yang mengetuk pintu kamarnya.
Dengan kesalnya, Naya kembali membuka pintu kamarnya.
Naya bersiap-siap ingin memarahi orang yang sudah mengetuk pintu kamarnya,
Namun, saat Naya membuka pintu kamarnya, ia begitu terkejut saat melihat seorang pria didepan kamarnya.
"Hai, sayang..." Sapanya lembut, seraya masuk kedalam.
Naya menengang, ia melongo saat mellihat sosok pria itu.
Ig:@anahmsr
.
.
__ADS_1