Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Istri Kecil Kesayangan Mafia Kejam
21. Naya yang dingin dan murung


__ADS_3

Satu minggu kini sudah berlalu, namun Niel masih belum mendapatkan tanda-tanda menemukan Elin.


Sama seperti Eric, seluruh anak buah Eric sudah dikerahkan untuk mencari keberadaan Naya, namun mereka masih belum menemukan juga.


Niel begitu mengkhawatirkan istrinya, karna waktunya hanya tersisa 3 minggu saja lagi.


Saking ingin segera menemukan Elin, Niel kini kekurangan tidur. Ia terus saja begadang dan tidur kadang hanya satu jam dalam sehari.


Ia berjuang demi keselamatan istrinya itu yang dalam bahaya.


Sudah banyak Niel menyebarkan iklan serta berita tentang mencari seorang anak gadis, serta melakukan tes DNA keoada seluruh anak gadis yang berumur 18 tahun.


Namun, usahanya itu tak membuahi hasil sampai saat ini.


Seluruh anak buah Niel juga terus berusaha, mereka berjanji akan menemukan Elin secepat mungkin.


Karna mereka begitu menyayangi bosnya itu serya istri bosnya. Mereka ingin melihat bosnya itu bahagia bersama istrinya.


Selama satu minggu, Niel tidak pernah memberikan kabarnya kepada orang-orang di villa, karna ia tak bisa melakukan itu


Sebab, Eric bisa saja menyadap seluruh isi data-data ponselnya hanya untuk menemukan keberadaan istrinya itu.


Saat ini, Niel tengah duduk diruang kerjanya. Ia sedang mengotak-atik laptop miliknya, ia mencari-cari sesuatu.


Ditemani satu tangan kanannya yang duduk dihadapan meja kerjanya.


Sama seperti Niel, tangan kanan Niel juga sedang mengotak-atik laptop miliknya.


Keduanya sedang mencari-cari informasi tentang anak gadis yang berumur 18 tahun tanpa kedua orang tua.


"Yan, kita akan pergi ke villa nanti malam." Ucap Niel, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


Iyan sang tangan kanan Niel menghentikan sejenak aktivitasnya itu, ia menoleh untuk menatap bosnya itu.


"Apa itu tidak berbahaya, tuan?" Tanyanya yang sangat meragukan tindakan bosnya itu.


Niel sejenak berfikir, ia menghela napas beratnya.


"Kita akan berangkat tengah malam menggunakan helikopter." Ucap Niel, ia menutup laptop miliknya, karna masih tak menemukan apa-apa sampai sekarang.


Iyan yang tak bisa berbuat banyak hanya bisa menurut apa kemauan bosnya itu, iapun menganggukkan kepalanya.


Sementara ditempat lain, saat ini Naya tengah duduk termenung dianak tangga.


Ia sudah siuman 3 hari yang lalu.


Saat pertama kali Naya membuka matanya, ia langsung mencari keberadaan suaminya itu.


Mereka yang menjaga Naya selalu bilang kalau Niel lagi sibuk pergi keluar negri.

__ADS_1


Naya hanya duduk dengan tangan yang melipat diatas lutut untuk menopang dagunya.


Naya begitu murung, ia sama sekali tidak berbicara kepada orang-orang yang ada di villa itu.


Kadang kalau mereka mendekatinya, Naya malah pergi kekamar.


Ia sekarang menjadi anak gadis yang dingin dan cuek.


Mereka juga bingung, kenapa istri bosnya itu menjadi sangat dingin, padahal sewaktu dirumah, Naya begitu ceria dan sering tertawa.


Yang Naya butuhkan saat ini adalah Niel, ia begitu merindukan suaminya.


Bahkan Naya sangat jarang makan, mereka selalu memaksa Naya untuk makan, namun Naya selalu menolak.


Kadang Naya hanya makan satu kali sehari, itupun tidak banyak.


Banyak camilan serta ice cream didalam kulkas, namun Naya tidak sama sekali tertarik untuk memakannya.


Buku-buku novel lucu serta banyaknya video yang sudah disediakan oleh mereka untuk Naya lihat, tapi Naya tetap sama, ia sama sekali tidak tertarik.


Melihatnya saja Naya tak mau.


"Nielku, Naya rindu..." Gumam Naya lirih, ia menghela napas sesak.


Alya yang baru saja keluar dari kamarnya, langsung menghampiri Naya.


"Nona, apa nona ingin ice cream?" Tanya Alya lembut.


"Tidak." Sahut Naya singkat, padat, dan jelas.


Alya yang sudah sering mendengar perkataan Naya yang singkat, ia hanya menghela napas.


Alya tau kalau istri bosnya itu sedang merindukan bosnya.


"Nona muda tau nggak?" Tanya Alya, ia ingin mengajak Naya untuk bercanda.


"Pergilah!" Ketus Naya, ia benar-benar tidak ingin diganggu.


Naya yang dulu tidak bisa berbicara ketus, sekarang menjadi sangat ketus.


Namun, jika Niel berada disisinya, mungkin mood Naya yang dulu akan kembali.


Alya menghela napas pasrah, iapun mengangguk dan segera pergi menjauhi Naya.


Beberapa orang yang menyaksikan itu hanya diam, mereka sudah sering melihatnya.


Meskipun Naya seperti itu kepada mereka, namun mereka sangat menyayangi Naya.


Merekapun tau kalau Naya seperti itu hanya karna moodnya sedang tidak baik.

__ADS_1


Alya yang tadi pergi menjauh, ia kembali kekamarnya.


Alya mencoba untuk menelpon Niel dengan menggunakan telpon khusus yang sudah diperintahkan Niel.


Semenjak satu minggu, Alya tak pernah mengabari Niel.


Bahkan saat Naya siuman, mereka tak memberitahunya.


Alya menekan nomor Niel. Sudah satu kali Alya mencobanya, namun tidak tersambung.


Alya kembali mencoba menghubungi nomor Niel, dan akhirnya tersambung.


Niel mengangkat telpon dari Alya.


"Ada apa, Al?" Tanya Niel.


"Bos, istri bos sekarang sangat dingin dan murung. Bahkan istri bos sangat jarang makan, padahal kami sudah mencoba segala cara agar istri bos makan." Ucap Alya.


"Kapan istriku sadar?" Tanya Niel dari sebrang telpon. Ia begitu senang saat mendengar kalau istrinya itu sudah siuman.


"3 hari yang lalu, bos. Bos kapan berkunjung ke villa? Istri bos begitu merindukan bos.


Tadi saya mendekati istri bos dan ingin mengajaknya bercanda, namun saya malah disuruh pergi." Jelas Alya yang terdengar lirih.


Namun, Niel malah terkekeh saat mendengarnya.


"Coba lihat, istriku ternyata bisa memiliki sikap sepertiku yang dingin dan ketus." Balas Niel diiringi kekehannya.


Alya yang mendengarnya tak habis pikir, bukannya lebih baik memiliki sikap ramahan dan ceria dari pada dingin dan ketus.


"Dasar bos aneh." Sewot Alya pelan, namun masih terdengar dipendengaran Niel.


Niel berhenti terkekeh, iapun berubah menjadi dingin.


"Nanti malam aku akan pergi ke villa, jangan beritahu istriku." Ucap Niel.


Alya yang mendengar kabar baik itu begitu senang, karna istri bosnya pasti akan senang karna Niel akan berkunjung.


Meskipun Niel tidak lama berada di villa nanti, namun Niel ingin membuat istrinya itu ceria kembali.


Niel akan memberikan kejutan untuk istrinya itu, bahkan Niel ingin menyiapkan berbagai boneka untuk istrinya itu.


Niel hanya 1 hari di villa itu nantinya, karna ia tidak bisa berlama-lama, karna jika berlama-lama hanya akan membuat Eric curiga.


"Baiklah, bos. Kami menunggu kedatangan, bos. Saya tutup telponnya." Ucap Alya yang ingin mengakhiri telponnya.


Niel hanya mengiyakan, iapun mematikan sambungan telponnya itu.


Ig:anahmsr

__ADS_1


.


.


__ADS_2