
Saat Nana sudah sampai didepan pintu kamar majikan nya itu, betapa terkejutnya ia saat melihat cermin yang pecah, ia segera menghampiri nya, lagi-lagi ia terkejut saat melihat darah yang terlapis dengan kepingan kaca.
Nana segera berlari turun kebawah dengan wajah piasnya, ia menghampiri para pelayan yang tadi kebingungan.
"Hossh.... No-nona muda te-terkena kepingan kaca." Ucapan Nana membuat mereka terkejut
"Ba-bagaimana bisa?." Tanya mereka yang kini mulai tegang
"A-aku ti-tidak tau.... Se-semoga saja Nona muda tidak terlalu parah." Jawab Nana ketakutan, sama seperti yang lainnya. Mereka semua sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Nona mudanya itu, sudah dipastikan mereka juga akan dapat masalah nantinya.
"Bantu aku untuk membersihkan pecahan kaca itu." Ucap Nana dengan lirih
"Baik, Na." Ucap sebagian dari mereka
Sedangkan ditempat lain, saat ini Naya dimasukkan kedalam ruang ICU karena luka yang dialami Naya cukup parah.
Niel duduk dikursi tunggu sambil menatap kearah ruang VIP tempat Naya dirawat, ia merasa sedikit khawatir dengan keadaan Naya saat ini.
Dia sangat bingung, kenapa itu bisa terjadi.
Apa dia benar-benar wanita polos?." Batin Niel bingung
Sudah setengah jam Niel menunggu, namun Dokter yang menangani Naya masih belum keluar. Perasaan nya saat ini sangat gelisah, ia merasa bersalah karena telah menaruh benda itu sembarangan.
__ADS_1
Tak selang beberapa menit akhir dua orang Dokter keluar dari ruangan ICU ditemani beberapa suster dibelakangnya.
Niel yang melihat mereka sudah keluar segera berdiri untuk bertanya.
"Bagaimana keadaannya, Dok?." Tanya Niel dengan cemas
"Bisa ikut keruangan saya, Tuan?." Pertantaan sang Dokter hanya diangguku kecil oleh Niel, merekapun segera pergi.
----------------
Niel baru saja keluar dari ruangan Dokter, ia sangat tidak menyangka dengan keadaan yang Naya yang dulu pernah ia alami.
Kini ia sudah tahu kenapa sifat Naya sangat kekanak-kekanakan.
flashback on
Niel mengekori seorang Dokter yang bernama Pian, ia bingung kenapa Dokter Pian mengajaknya untuk berbicara berdua saja diruangannya.
"Ada apa dengan Istri saya, Dok?." Tanya Niel khawatir
"Begika, Tuan.... Istri Anda sepertinya pernah mengalami kecelakaan yang sangat perah." Ucapan dari Dokter Pian membuat Niel terkejut, ia tidak tahu kalau Istrinya itu pernah mengalami kecelakaan
"A-apa dia baik-baik saja?... Tidak ada yang parahkan saat dia kecelakaan dulu?." Tanya Niel tergagap-gagap
__ADS_1
"Istri Tuan mengalami cedra didalam otaknya, sehingga membuatnya hilang ingatan total." Ucapan dari Dokter Pian lagi-lagi membuat Niel terkejut, ia sangat bersalah dengan Istrinya karena sudah menganggapnya wanita gila harta.
"Apa itu sangat berdampak, Dok." Tanya Niel bingung
"Karena Nona hilang ingatan total, itu berdampak dengan sifat dan kelakuan nya Tuan."
"Maksudnya?... Apa kelakuannya yang sangat polos itu adalah dampaknya, Dok?." Tanya Niel yang mulai memahami semuanya
"Iya, Tuan.... Nona muda sama sekali tidak mengingat kejadian sebelumnya, maka dari itu sifatnya sangat kekanak-kanakan." Balasn dari Dokter Pian membuat Niel tertegun, ia mengira Istrinya saat itu hanya berpura-pura polos saja agar terlihat baik dimatanya.
"Lalu bagaimana dengan luka yang ada ditubuhnya? Apa itu parah?."
"Lumayan cukup parah, Tuan... Kondisi Nona saat ini tengah koma, sepertinya Nona sangat trauma berat nantinya... Saya sarankan, Nona lebih baik jauhkan dari suara yang sebelumnya Nona muda dengar." Ucap Dokter Pian yang juga merasa khawatir
Deg....
Jantung Niel tiba-tiba saja sakit kala mendengar itu, sudah dipastikan Naya nanti akan kembali mendengar suara tembakan itu.
Bagaimana nanti?... Aku harus menyembunyikan Istriku dari musuh-musuhku." Batin Niel cemas
"Kapan Istri saya akan sadar?." Tanya Niel
"Mungkin besok, Tuan." Ucapan Dokter Pian hanya diangguki kecil oleh Niel, ia segera pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
flashback off