
Mobil Niel sudah masuk kedalam gerbang rumah mewah itu, terlihat rumah itu bertingkat 3 yang sangat besar.
"Hey! Cepat turun!" Ucap Niel yang tidak melihat kebelakang
"Apa kau tuli!" Bentak Niel, tapi tidak ada sahutan sama sekali dari Naya. Karena panggilannya yang sudah 2 kali tidak disahut Niel segera melihat Naya, ia berniat ingin mencengkram dagu Naya, tapi setelah ia melihat....
"Menyusahkan!" Gerutu Niel kesal yang melihat mata Naya tertutup. Dengan terpaksa Niel mengeluarkan Naya dengan cara menggendongnya ala Bridal style yang sangat romantis.
Para penjaga dan pelayan yang melihat kedatangan Tuannya segera berbaris dibalik pintu yang besar itu. Mereka saat ini sangat terkejut dengan kedatangan Niel yang tiba-tiba, karena biasanya Niel tidak pernah kesini.
"Siapkan semua baju untuk wanita ini, sisanya istirahatlah." Ucap Niel dan segera melanjutkan langkahnya untuk menuju kamarnya yang berada dilantai 3, untunglah rumah itu memiliki lift, jika tidak maka sudah dipastikan semua penguhi rumah itu akan kelelahan.
Sebenarnya Niel pria yang baik dan hangat, tapi itu hanya untuk orang-orang tertentu saja. Ia sangat membenci orang yang gila akan harta dan orang yang menjilat omongan nya sendiri.
Niel berpikir bahwa Naya juga adalah seorang wanita gila harta, tapi itu lagi-lagi salah.
Naya sama sekali tidak gila akan harta, ia bahkan tidak sama sekali meminta uang kepada kedua orang tuanya itu, karena ia sudah bekerja saat umur 13 tahun.
Naya adalah seorang wanita pekerja keras, ia bekerja menjadi pelayan disalah satu Restoran yang ada di kota itu.
Saat ini Niel sudah sampai didalam kamarnya dan segera meletakkan Naya diranjang miliknya. Setelah sudah meletakkan Naya, Niel segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang tadi sudah menempel dengan Naya.
Sedangkan ditempat lain, seorang pria tengah gelisah sambil memandang kearah ponselnya, ia saat ini tengah menghungi wanitanya tapi sama sekali tidak dijawab.
Ya, orang itu adalah Rendi kekasihnya Naya, ia saat ini tengah gelisah karena Naya sama sekali tidak menjawab telpon darinya.
__ADS_1
Rendi Kusuma, itulah nama asli Rendi, ia adalah Anak dari pasangan Hilmawan dan Siti. Keluarga mereka cukup terpandang, tapi kedua orang tua Rendi sangat sombong, mereka bahkan pernah menghina Naya karena miskin.
Malam semakin larut, Niel memutuskan untuk tidur disebelah Naya, tak lupa dengan guling untuk penghalang. Dengan sekejam saja, Niel sudah tertidur dengan sangat pulas.
Dini hari, pukul 01:00. Saat ini Naya baru saja terbangun dari pingsan nya tadi, ia masih belum sepenuhnya pulih dari pingsan nya tadi, saat ia berpaling kearah kanan betapa terkejutnya ia.
Naya yang melihat Niel ada disebelahnya sangat terkejut, ia segera turun dari ranjang itu dan berjalan kesudut kamar tersebut.
Hikss.... Hiksss.... Hiksss
Tangisan Naya kembali pecah memenihi seisi kamar, padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.
"Hikss... Naya gak mau nikah sama pria itu! Naya tidak mencintainya! .... Naya benci!!!" Pekik Naya memeluk kedua lututnya dengan isakan tangis. Niel yang terganggu dengan suara tangisan Naya langsung terbangun, ia mencari keberadaan Naya yang ternyata berada dipojok kamar itu.
"Hey! Berisik!!.... Kau mengganggu tidurku!.... Coba kau liat! Itu sudah pukul 1 dini hari!" Menunjuk kearah jam dinding "Tidak cape apa? Beluman juga aku pukul! Kau sudah menangis!... Diam kau! Dasar wanita bodoh! Menangis tanpa sebab!..." Bentak Niel yang kesal karena tidurnya terganggu dengan isakan dari Naya.
"Tidur, kau!! Awass kalau tidurku terganggu lagi dengan isakan tangis dari, kau!!" Timpal Niel yang hanya diangguki kecil oleh Naya.
Puk...!
Puk...!
Niel melemparkan bantal dan selimut kepada Naya, ia menatap sinis kearah Naya lalu berkata....
"Kau mulai sekarang tidur dilantai! Paham!" Bentak Niel lagi dan kembali memejamkan matanya setelah mengucapkan kata-kata barusan.
__ADS_1
"Ta-tapi, Tu...." Ucap Naya yang hendak membantah perkataan dari Niel, namun....
"Itu hukuman pertama kai! Karena kau sudah ganggu tidurku!... Kalau tidak mau dihukum lagi! Kau harus patuh apa kataku!" Sahut Niel
"I-iya, Tu-tuan." Balas Naya. Naya hanya bisa mengalah, karena hidupnya sekarang ada ditangan Niel, ia tidak bisa minta tolong dengan siapa-siapa lagi. Kedua orang tuanya saja tidak memperdulikan dirinya, apalagi orang lain?" Pikir Naya
Naya segera membuka selimut itu dan melebarkannya dilantai, lalu ia merebahkan tubuh mungilnya itu dengan perlahan.
"Sangat dingin." Gerutu Naya, selang beberapa menit Naya sudah tertidur. Sesekali Naya meringis kedinginan akibat hawa yang dingin itu, ditambah ia saat ini hanya tidur dilantai dengan beralas selimut tipis yang tadi dilemparkan Niel kepadanya.
Naya adalah wanita polos, ia sama sekali tidak terlalu mengerti. Bahkan ia pacaran dengan Rendi itu adalah pertama kalinya, padahal ia tidak mau berpacaran, tapi karena kebaikan dan ketulusan yang sering Rendi lakukan untuknya, membuat Naya tersentuh.
Naya adalah siswa yang sangat berprestasi dikampusnya, meskipun Naya sangat polos tapi ia sangat pintar dalam hal pelajaran dan materi. Naya memiliki 3 sahabat yang sangat bobrok, mereka bertiga sering mengajak Naya untuk berbuat jahil dengan para siswa/siswi lainnya, tapi Naya selalu menolak.
Niel adalah seorang Presdir dan juga seorang mafia kejam, ia tak segan-segan membunuh orang yang sudah mengganggu orang yang ia sayang. Niel memiliki seorang Adik perempuan bernama Clarissa, Adiknya itu saat ini masih berumur 14 tahun, sedangkan Niel 27 tahun.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.BERSAMBUNG....