Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 10


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka segera pergi dari sana, Alira tak enak hati jika ingin mengajak Arya berjalan-jalan dulu sebelum pulang. Jadi Alira hanya mengikuti saja kemana arah Arya berjalan.


''masih ada yang ingin di beli lagi ?'' tanya Arya.


''tidak ada om, semua sudah di beli tadi'' jawab Alira.


''jadi sekarang mau kemana lagi ??''


''tidak ada om, kita pulang saja.'' jawab Alira


''kenapa dengan bocah ini,mendadak jadi pendiam. Hanya menjawab yang ku tanyakan saja, apa jangan-jangan dia terguncang karena perdebatan ku dengan Romy tadi.'' batin Arya menerka-nerka.


Arya terus saja berjalan melewati banyak butik pakaian di sana sampai di salah satu butik yang menjual tas dan baju-baju branded baru lah dia berhenti.


''ayo...'' Arya menarik tangan Alira untuk masuk ke sana.


''ngapain di sini om ?'' tanya Alira.


''pilih baju dan tas yang kamu suka''


''tapi Lira tidak kekurangan baju om'' jawab Lira


''pilih saja jangan mulai membantah ku lagi''


Alira tak menjawab lagi terus saja berjalan menyusuri rak-rak pakaian di sana sampai akhirnya di berhenti saat mendengar dua orang karyawan butik menggosip tentang suami nya.


''hei coba lihat bukan kah itu tuan Arya..''


''iya, tapi kenapa dia dengan wanita lain ya, padahal dia sangat serasi dengan nona Monica''


''mungkin saja wanita ini cuma sugar baby nya, nona Monica kan super model pastinya sangat sibuk''


''bisa saja sih''


''saynh sekali gadis muda dan belia sudah jadi pelakor ya.''


Begitulah sekilas gosip yang terjadi di dalam butik tersebut. Alira yang mendengarkan mereka menggosipkan nya seakan ingin menelan mereka hidup-hidup karena diri nya di tuduh pelakor.


''om... kita ke tempat lain saja di sini koleksi nya tidak bagus-bagus dan membosan kan'' ucap Alira sengaja menekan kan intonasi nya.


''hahh di sini tidak ada yang cocok ?'' tanya Arya bingung karena butik ini selalu jadi langganan Monica dulu nya.


''iya ayo...'' Alira menarik tangan Arya dan berlalu pergi begitu saja dari butik tersebut.


Arya tak bertanya apapun hanya mengikuti Alira pergi,


''dasar butik tak bermutu, mempekerjakan karyawan tukang gosip'' Kesal Alira dan menghempaskan tangan Arya begitu saja.


''kamu kenapa ?'' tanya Arya.


''tidak ada, aku hanya tidak suka di banding-bandingkan dengan pacar mu, mereka malah menuduh ku pelakor,''

__ADS_1


''siapa yang bicara gitu, ayo kita kembali ke sana'' ajak Arya


''tidak perlu om, Lira tidak ingin melihat wajah mereka lagi.''


Arya pun tak memaksa Alira untuk kembali ke sana lagi. lalu mereka keluar dari pusat perbelanjaan tersebut menuju mobil nya.


Di perjalanan Alira hanya sibuk dengan ponsel nya, sibuk membalas grub chat dengan sahabat-sahabat nya mengenai pirihal masuk kuliah senin besok.


''om...''


''hhmm''


''nanti Lira pergi kuliah dengan siapa ?''


''pergi saat aku berangkat ke kantor dan pulang di jemput supir.''


''om... Lira bisa nyetir lohh, mobil mu kan banyak kenapa tidak Lira gunakan aja salah satu nya.''


''apa hobi mu hanya membantah saja ya, apa tidak ada yang lain ?''


''Lira kan memberi usulan om''


''usulan tidak di terima'' jawab Arya tegas.


''dasar pelit, nanti Lira mintak di kirimin mobil sama kak Niko saja.'' Alira sudah sangat kesal dengan suami nya.


''terserah kamu saja, tapi jangan parkir di basman ku karena sudah penuh''


''apa orang tua seperti mu memang sepelit ini sampai tempat parkir pun tak tersedia untuk mobil ku ?''


Alira tak menjawab lagi hanya memalingkan wajah kesala nya ke arah kaca mobil. Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah taman kota yang sangat ramai pengunjung nya.


''mau turun di sini dulu ?'' tanya Arya, Alira melihat kesana kemari begitu banyak orang yang duduk dan bersan tai di sana


''boleh'' jawab Alira akhir nya turun dari mobil dan masuk ke taman tersebut.


''om, Lira beli rujak dulu ya'' begitu banyak penjual makanaan yang berjejer di sana. saat setelah beli rujak dan dua botol air mineral Alira berjalan ke tempat Arya duduk.


''om mau rujak nya ?''


''tidak, kamu saja yang makan.''


''ini seger lohh om''


Saat sedang mengunyah Alira melihat kesana kemari sangat banyak pasangan remaja yang se usia nya terlihat sangat romantis dengan pasangan nya. Hanya mereka berdua yang tidak terlihat seperti pasangan.


''om.. pulang yuk'' Ajak Alira akhir nya.


''kenapa, cepet banget'' jawab Arya menoleh dari hap nya melihat wajah Alira.


''males di sini lama-lama bikin sakit mata liat orang pacaran''

__ADS_1


Arya pun mengedarkan pandngan nya memang betul adanya semua di sini adalah pasangan muda mudi yang sedang pacaran.


Sesudah dari taman tersebut merek langsung saja pulang ke rumah karna hari pun sudah soere.


sesampai nya di rumah mereka langsung saja naik ke kamar ingin membersihkan diri.


setelah selesai mandi Alira santai sekali keluar hanya menggunakan handuk saja, tapi Arya yang terlihat tidak santai badan nya panas dingin melihat tubuh berisi Alira.


''suruh bawakan kopi ku pada bik Mun kemari ya'' ucap Arya saat berlalu melewati Alira yang sedang mengoles lotion di tubuh nya.


''hhmmm'' jawab Alira.


setelah selesai berpakaian Arya keluar menuju rooftop karena Alira sudah meletakkan kopi pemberian bik Mun di sana.


''liatin apa ?'' tanya Arya saat melihat Alira berdiri termenung di pinggir pagar.


''Lira rindu mama''


''kan bisa vc''


''udah, tapi Lira masih rindu''


''manja sekali, kalau tak bisa jauh dari mama kenapa tidak kuliah di sana saja''


Alira menoleh dan berjalan ke arah Arya duduk.


''aku tidak manja, hanya saja kehidupan yang aku jalani tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan.''


''terusss kehidupan seperti apa yang kamu mau ?, kebebasan. Biar bisa pergi dengan teman-teman mu dan membuat masalah di sana sini lalu menghubungi kakaek untuk membayar kerusuhan yang kau perbuat ?'' Sindir Arya.


''susah bicara dengan orang tua yang tidak sefrekuensi dengan ku'' Alira kesal ingin masuk kembali ke kamar. Tapi Arya mencekal tangan nya dan menarik nya duduk di atas panggkuan Arya.


''siapa yang kau bilang tua ?'' Arya menatap mata Alira, bukan nya takut Alira malah menantang nya.


''om yang sudah tua'' ketus Alira.


''kamu saja yang masih bocah bukan aku yang tua.''


''siapa bilang aku bocah, aku sudah dewasa bahkan aku akan masuk kuliah besok''


''buktinya saja mulut mu masih selalu saja membantah ku, kamu itu masih bocah.''


''hei om, bocah-bocah gini aku udah bisa buat bocah lain ya.'' ucap Alira lantam.


Arya sedikit terkekeh mendengar perkataan Alira, apalagi Alira tak takut pada nya sedikit pun malah menantang nya.


''oke.. mari kita buktikan'' tantang Arya.


''aku tidak akan melakukan dengan orang yang tidak mencintai ku dan tidak aku cintai''


Alira bangun dari pangkuan nya lalu berjalan masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Pdahal jantung Alira sudah sangat dag dig dug tapi Alira bisa menyembunyikan semua kegugupan nya. Arya merasa gemas dengan sikap Alira yang sok-sok arogant.


tbc ....


__ADS_2