
''Gak gitu, aku gak pulang sama dia, kemarin aku pulang sama Mita, dan kami singgah di cafe itu kebetulan aja jumpa sama Juna, karna dia nyanyi di sana.'' Jelas Alira
Arya hanya mengangguk-anggukkan kepala nya saja tanpa menjawab perkataan sang istri.
''Jadi karna itu aku di diamin dari kemarin ?''
''Karna kamu kelayapan dan ponsel mu gak aktif.'' Arya menoyor jidat istrinya
''Batrey nya habis. Sorry 🙏'' Alira memelas
''Jangan ulangi dan jangan dekat-dekat sama pria itu.'' Tegas Arya
''Mas Cemburu ya.😉'' Alira mengedip kan mata.
''Aku hanya tidak suka.'' Arya berbalik hendak kembali duduk di sofa dan melanjut kan makan siang nya.
''Tapi aku suka sama panggilan mu barusan.'' Arya terus berjalan sambil tersenyum.
Alira juga mengikuti suami nya menuju ke sofa untuk makan siang bersama, karena perut nya sudah sangat keroncongan.
''Mas ! Di luar tadi kok banyak wartawan ?'' Tanya Alira
Arya menghentikan makan nya dan menoleh ke arah Alira.
''Wartawan !!'' Arya mengeryit kan dahi nya.
Arya merogoh ponsel di saku jas nya dan segera menghubungi Indra untuk masuk ke ruangan nya.
''Kenapa ? Apa sedang ada masalah ya.'' Lira kepo.
Arya memijit pangkal hidung nya, karena tidak tau harus menjelaskan apa pada public agar istri nya tidak di sebut pelakor nantinya.
''Mas...'' Lira mengusap lengan kekar sang suami.
''Jika hubungan kita harus di publikasikan sekarang apa kamu sudah siap.?'' Tanya Arya
Alira terdiam mendengarkan pertanyaan dari sang suami.
Tok....Tok...Tok... Suara ketukan pintu dari luar, yang pastinya sang Asisten yang datang, karena sudah di hubungi barusan.
Arya bangun dan mengambil remot di dalam laci meja nya lalu membuka pintu dan mempersilah kan Indra untuk masuk.
''Ada yang bisa saya bantu, Bos.?'' Tanya Indra saat sudah berada di dalam.
__ADS_1
Lira hanya tersenyum terhadap Indra dan melanjutkan makan siang nya.
''Ndra... menurut loe, apa sebaik nya gue buat konfernsi pers dan mempublikasi kan hubungan ku dengan Alira sekarang. ?'' Tanya Arya pada sahabat nya tersebut.
''Sebaik nya begitu, agar berita yang menyebar tidak terus-terusan menyudut kan mu. Tapi Nona manis jangan muncul ke public dulu.'' Saran Indra.
''Kenapa gitu.?''
''Ya.... Karena saat ini semua fans-fans nya Monica beranggapan kalau loe yang selingkuh dan ngehianati dia kan, pasti semua menganggap kalau Nona Manis adalah pelakor dari kandas nya hubungan antara loe sama Monica.''
''Ukhukkk...'' Lira tersedak saat mendengar asumsi public yang menganggap diri nya pelakor.
''Sayang kamu gak papa?'' Arya reflek memanggil nya dengan sebutan sayang dan menyodorkan minuman ke arah istri nya.
''Echemmm Echemm, kayak nya ada yag gue lawat kan nie.'' Goda Indra.
''Lewat apaan ?'' Arya mengeryit kan Alis nya seraya tangan nya terus mengusap punggung sang istri.
''Panggilan nya udah berubah aja sih bos.'' Goda Indra lagi.
Arya dan Alira jadi sama-sama salah tingkah oleh celetukan Indra barusan.
''Paan sih loe.'' Kilah Arya.
Tuan Arya... Tuan Arya... Riuh para awak media yang berada di sana saat melihat Arya keluar dengan menggunakan kaca mata hitam nya yang mampu membuat ketampanan nya bertambah dan tak lupa diri nya di temani sang asisten yang selalu berada di samping nya.
Tenang... Tenang.. para security menenang kan para awak media agar semua nya tertip dan tidak membuat keributan di sana.
''Tuan Muda Arya ! Apa benar dengan berita yang sedang hangat di perbincang kan di media sosial ?'' Tanya salah satu wartawan yang ada di sana.
''Semua tudahan yang di tujukan kepada saya, itu semua adalah apa yang sebenar nya telah di perbuat oleh Monica sendiri.'' Jawab Arya tegas.
''Bagaimana maksud anda tuan muda ?''
''Saya rasa kalian semua tau dengan maksud dari keterangan yang saya berikan.''
''Lalu tuan Muda, apa benar wanita yang ada di cafe tempo hari adalah istri anda.?''
''Iya benar. Itu adalah istri yang saya nikahi secara sah.''
''Jika benar itu istri anda, lantas benar anda menjalin hubungan dengan wanita lain saat Nona Monica masih menjadi kekasih anda.?'' Cecar wartawan lagi.
''Itu tidak benar, saya bertemu dengan nya satu minggu setelah resmi putuh dengan Monica. Dan kami langsung menikah.''
__ADS_1
''Kenapa pernikahan anda berkesan tertutup dan di sembunyikan tuan.''
''Karena saya tidak mau istri saya jadi bulan-bulanan para pencari berita dan menganggu privasi nya.''
''Apa jangan-jangan ada sesuatu yang di tutupi seperti.....Hamil duluan gitu.'' Celetuk salah satu dari wartawan yang ada di sana.
Arya yang medengar tuduhan yang tidak bermoral terhadap istri nya sontak saja tersulut emosi.
''Hei jaga ucapan mu, jangan pernah menuduh yang bukan-bukan terhadap istri ku, karena dia perempuan baik-baik.''
Indra segera memegang pundan Arya dari belakang agar sahabat nya tersebut tidak terpancing dengan omongan para wartawan tersebut.
''Dan satu hal yang harus kalian sampaikan kepada nona Monica yang terhormat. Jika diri nya masih ingin berada di industri ini maka jangan pernah macam-macam dengan ku dan menuduh yang bukan-bukan terhadap istri ku. Atau akan ku bongkar apa yang sebenar nya terjadi dan penyebab kandas nya hubungan kita.'' Ancaman Arya tidak main-main, Arya terlihat tegas dan sedikit menahan emosi nya.
Arya berjalan meninggalkan para wartawan yang terpaku mendengar ancaman dari Arya barusan.
Arya berjalan cepat memasuki mobil nya yang sudah terparkir di depan lobi, tak jauh dari kerumunan para wartawan tadi, pasti nya sudah ada sang istri menunggu di dalam.
Para wartawan jadi bingung, sebenar nya siap yang benar dan siap yang salah, kedua nya membela diri masing-masing. Tapi ancaman dari tuan Arya tidak terlihat seperti main-main. Media di buat semakin penasaran dengaan siapakah sosok sang istri dari seorang pengusaha muda nan sukses tersebut. Apalagi perempuan tersebut mampu menggeser posisi seorang model papan atas Monica Sharma di hati sang pengusaha.
Arya pulang dengan mengendarai mobil nya sendiri, sedangkan Indra di suruh nya pulang dengan mobil kantor, karena Arya ingin pulang berdua saja dengan istrinya. Apalagi suasana hati nya sedang tidak enak.
''Mas....'' Panggil Alira
''Hmm'' Arya tetap fokus ke depan tanpa menoleh ke arah sang istri.
''Mas gak papa.?'' Tanya Alira.
''Gak, mas gak papa kok.'' Arya mengusap singkat pipi sang istri.
Arya berfikir jika Alira melihat berita tentang wartawan tadi yang menuduh nya hamil duluan saat mereka menikah, Arya takut Alira akan terganggu dengan pemberitaan tersebut. Arya sebaik nya memberitahukan tentang gosip yang sedang hangat di dunia maya, sebelum Alira tau sendiri nantinya.
Tbc....
Mohon dukungan nya ya bestie.
Dengan cara like, koment dan subscrebe
Dukungan kalian sangat berari buat saya
terimakasih.
semoga bisa up tiap hari ya bestie.
__ADS_1