
Setelah selesai makan barulah Alira naik ke kamar nya karena sudah merasa kenyang. Saat masuk ke kamar Alira melihat Arya sudah rebahan di tempat tidur dengan pakaian tidur nya. Alira tak berucap apapun berlalu saja ke kamar mandi karena ingin membersihkan diri.
''Om Arya ngeri juga kalau lagi marah.'' Ucap Alira sendirian di kamar mandi.
Setelah selesai mandi Alira merbahkan tubuh nya di samping Arya. Alira sudah berniat ingin menjelaskan semua nya pada Arya. Tidak mau terus-terusan salah paham dan mendiami nya.
''Omm...'' Panggil Alira, tapi tak ada jawaban
''Lira mintak maaf om.'' Ucap Alira lagi.
''Tadi itu bukan pacar Lira om, suerr Om.''
''Ternyata karena ingin dekat dengan pacar mu makanya bersikeras ingin kuliah di jakarta.'' Ucap Arya dengan mata masih terpejam.
''itu tidak benar, dia bukan pacar Lira bahkan Lira sangat membenci nya karena sudah memepermalukan Lira di kampus.'' Jawab Alira jujur. Arya hanya diam saja tak menjawab perkataan Lira.
''om... jangan diam terus'' Alira mengoyang-goyangkan bahu Arya.
''Aku tak suka penghianatan. Ingat itu Alira.'' Jawab Arya tegas.
''Tapi aku tidak menghianati mu, bahkan aku menolak nya tadi saat dia menembak ku di depan umum.'' Alira keceplosan mengatakan Rudyy menembak nya.
Arya yang mendengar penuturan Alira pun membuka mata nya menatap Alira dengan intens. Arya merasa sedikit lega mendengarkan Alira menolak pria tadi mungkin saja Arya sudah mulai mencintai Alira tanpa di sadari oleh nya. Lalu Arya berbalik menghadap Alira dan memeluk nya.
''Tidur lah, sudah malam aku sangat lelah.'' Ucap Arya lembut seraya memeluk pinggang istri nya.
Selama pernikahan baru kali ini Arya memeluk Alira saat tidur, entah perasaan takut kehilangan yang mendorong nya untuk memeluk sang istri.
Alira yang baru pertama kali di peluk oleh sang suami merasa dag dig dug seakan jantung nya ingin loncat keluar karena sangat gugup.
''dasar orang tua tidak ada aturan, tadi aja diam-diaman sekarang main peluk-peluk seenak nya saja.'' Batin Alira.
Keesokan pagi nya Arya dan Alira masih terlelap di balik selimut entah kah nyaman tidur dengan berpelukan sehingga hampir kesiangan mereka belum juga bangun.
Kring...kring..kring.... Suara ponse'l Arya, ternyata Indra yang menghubungi nya.
Arya mengerjapkan mata nya mendengar dering ponsel dan meraba-raba nya di atas nakas. Lalu melihat Indra yang menghubungi.
''Halo ndraa..'' Ucap Arya dengan suara serak khas bangun tidur nya.
''Ar, loe belum bangun. Udah siang broe apa gak masuk kantor hari nie.?''
Arya yang mendengar Indra mengatakan sudah siang langsung membangun kan Alira.
''Liraa bangun sudah siang nanti kamu telat ke kampus.''Ucap Arya sangat lembut seraya menepuk kecil pipi sang istri.
__ADS_1
''eemmmmm.....jam berapa om.?'' Alira menggeliat merngganggkan otot-otot tubuh nya.
Sedang kan di sebrang sana Indra mendengarkan Arya membangunkan istri nya dengan sangat lembut. Karena Arya tak mematikan ponsel nya.
''Apa mereka begadang semalaman sehinggat telat bangun.'' Ucap Indra memandang hp nya seraya senyam seyum sendiri membayangkan yang tidak-tidak.😁😁
Saat sedang menunggu Alira selesai mandi Arya mengirim pesan pada Indra agar duluan saja ke kantor.
Setelah selesai bersiap keduanya turun dari kamar dengan buru-buru. Hanya menyapa Oma saja tak ikut sarapan karena sudah telat. Takut nya Alira yang telat karena ini hari terakhir Ospek nya, Kalau Arya mah santai perusahaan kan dia yang punya.
Saat mereka sampai di gerbang kampus Alira buru-buru keluar tapi di cegah oleh Arya.
''tunggu.'' ucap Arya
''kenapa om.?''
''Nah,'' Arya menyodorkan uang saku untuk alira
''makasih, om nanti siapa yang akan jemput.'' ucap Alira lagi sebelum benar-benar keluar.
''jika sudah selesai nanti hubungi saja aku''
''hhmm oke,'' Alira tersenyum girang.
''Loe kok telat sih'' tanya Mita dan Amel serentak saat sahabat nya berada di samping mereka.
''Tidur nya terlalu nyenyak.'' Jawab Alira senyum-senyum saat mengingat dirinya tidur berpelukan dengan sang suami. Seperti nya sudah ada sedikit rasa di antara mereka berdua.
Hari ini Alira mengirim pesan pada Arya minta sopir saja yang menjemput nya karena kalau Arya yang jemput pasti di bawa lagi ke kantor seperti kemarin.
Saat jam makan siang tiba Arya dan Indra sudah berada di kampus Samudra untuk ikut meeting pemegang saham kampus yang berhasil di beli Lima puluh persen oleh perusahaan Arya.
Saat melewati lapangan kampus hendak ke kantor rektor Arya melihat Alira bersama sahabat-sahabat nya sedang bercanda ria di bawah pohon rindang di taman samping kampus.
''Raa kek nya itu om loe deh.'' Tunjuk Mita.
saat Alira menoleh benar saja Arya yang berjalan dengan Indra di sana.
Indra melambaikan tangan atas mereka yang langsung di sambut antusias oleh Mita dan Amel.
''Om loe tampan gila Ra...., gak kebayang deh kalo bisa jadi istri nya.'' Amel menghayal.
''Gak usah menghayal loe'' Mita menoyor kepala Amel.
''Liat aja tampan dan gagah gitu pasti stamina nya kuat.'' Amel mesumm..
__ADS_1
''JANGAN MESUMMM'' Alira dan Mita serentak.
''Ra kalo om loe belum punya pacar gue mau kok...'' Amel mengedip-ngedipkan mata nya genit ke wajah Alira.
''Jangan harap loe bisa dapetin dia, dia udah nikah.'' Jawab Alira tegas.
''Jadi pelakor nya pun boleh.'' Canda Amel..
''Jangan harap. Langkahi dulu mayat ku.'' Alira terlihat sangat serius.
''Loe kok sensi sih Ra'' Celetuk Mita yang memperhatikan raut wajah Alira yang berubah.
''jangan bilang loe suka sama om loe sendiri ya.'' Sambung Mita lagi.
''Udah aahh males bahas yang gak penting.'' Elak Alira....
Setelah Semua acara selesai Alira menunggu Arya di taman tempat dia duduk tadi.
Arya pun setelah meeting selesai langsung menghubungi Alira untuk menunggu nya di parkiran dekat mobil nya.
''Om ngapain di sini ?'' tanya Alira saat Arya sampai di dekat nya.
''Mau suruh jagain kamu sama rektor.''
''iiihh om Lira serius nanya lohh.''
''aku juga serius jawab nya.'' Jawab Arya seraya mengacak rambut Alira.
''Nona manis tadi teman-teman nya ada yang niti salam buat saya tidak ?''
''gak ada.'' Jawab Alira
''Gak usah ngarep ndra...'' ejek Arya
''gue kan mau juga punya istri kayak nona manis.''
''menghayal aja om...'' celetuk Alira.
Lalu merka masuk ke dalam mobil bersama duduk di kursi penumpang.
Di sudut parkir ada dua pasang mata yang melihat interaksi antara Alira dan Arya. Yaitu Rudy dan sahabat nya mike. Mereka sangat penasaran apa hubungan Alira dengan pria dewasa tersebut, mereka terlihat sangat akrab.
''Mungkin itu paman nya broe.'' Ucap Mike
''Bisa jadi sih'' Jawab Rudy seraya masuk ke dalam mobil sport milik nya.
__ADS_1