
Alira ber lari dari kerumunan karena merasa sangat malu sekali dengan tingkah Rudy yang menembak nya di depan umum.
''Raa Lira'' panggil Amel yang mengejar di belakang nya.
Alira menoleh dan berhenti saat melihat sahabat nya.
''Kamu mau ke mana ?'' tanya Amel
''gak tau Mel, gue malu banget sama tingkahsi Rudy itu,.''
''udah lah jangan loe pikirin mending kita ke kantin yuk.'' Ajak Amel.
Saat sedang makan di kantin tiba-tiba saja datang dua orang wanita terlihat seperti senior menggebrak meja Alira.
Braaakkk ...
''eh copot ko monyet....'' Amel melatah dengan gebrakan yang tiba-tiba.
''Hei loe yang nama nya Alira....'' ucap bellaa
Alira hanya melirik tak menjawab pasti wanita yersebut ingin mencari masalah dengan nya.
''Hei loe tuli, jawab kalau gue ngomong.'' Bentak Bella lagi.
''Sorry gue gak kenal sama loe dan juga jangan cari masalah sama gue.'' Jawab Alira ketus. yang membuat Bella membelalak kan mata nya karena Alira berani melawan nya.
''Asal loe tau ya gue Bella mahasiswi terpopuler di kampus ini.'' ucap Bella bangga.
''Emang gue nanyak gitu.'' Alira benar-benar menantang Bella. Semua mahasiswa yang sedang makan di kantin tersebut tertawa karena keberanian Alira melawan Bella.
''Kurang ajar loe ya, Hei ingat ini baik-baik jangan pernah dekati Rudy. Dia itu pacar gue.'' Bella mendorong bahu Alira.
Alira yang melihat tangan Nya Bella di bahu nya segera bangun dan mencengkram tangan Bella.
''Hei Nona jangan berani menyentuh ku atau tangan mu akan patah. Dan tolong peringatkan pada pacar mu yang buaya itu jangan dikati aku karena kalian bukan level ku.'' jawab Alira ketus seraya mengibas-ngibaskan tangan nya pertanda jijik dengan bekas tangan Bella.
__ADS_1
Semua mahasiswa terdiam menyaksikan perdebatan dua orang wanita cantik di depan mereka, yang satu senior sok top dan yang satu nya lagi junior sok tangguh.
Bella yang melihat keangkuhan Alira sangat merasa kesal sekali, baru kali ini ada mahasiswa yang berani menantang nya. Bella sok berkuasa di kampus karena ayah nya salah satu investor di kampus tersebut. Apapun masalah yang dia buat pasti mudah di selesai kan oleh orang tua nya.
''urusan kita belum selesai,'' Ucap Bella seraya pergi meninggalkan Alira.
Hari ini kegiatan cepat selesai setelah istirahat makan siang,mereka di perbolehkan pulang. Alira sudah menghubungi Arya meminta untuk menjemput nya. Hari ini adalah hari yang lelah dan membosan kan untuk Alira, Saat sedang menunggu jemputan Alira kembali lagi di kejutkan dengan kedatangan Rudy tiba-tiba.
''Lira kenapa kamu menolak ku.'' Tanya Rudy saat berada di belakang Alira.
''kenapa kamu menembak ku.?'' Alira menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.
''Lira jawab pertanyaan ku.'' Rudy meninggikan intonasi nya karena kesal dengan Alira yang menolak nya di depan umum.
''Hei kau pikir mentang-mentang senior bisa semena-mena dengan ku ?, Aku tak suka pada mu maka nya aku menolak.'' Jawab Alira dengan berani.
Rudi menarik tangan Alira ingin menyeret nya ke mobil milik nya, karena merasa Alira begitu sulit di dapat kan jadi ingin memberi sedikit pelajaran pikir nya. Alira marik tangan nya yang di seret oleh rudy dan mike.
Saat adegan tarik menarik terjadi tiba-tiba saaja berhenti sebuah mobil mewah di dekat mereka.
Buukkhh Bukkhh pukulan pun mendarat di wajah Rudy dan mike.
Alira yang melihat Arya datang pun buru-buru berlari ke belakang Arya.
''Hei siapa kau berani sekali mencampuri urusan kami.??'' Bentak Rudy.
''Jangan hanya berani dengan wanita.''
''Hei dia itu pacar ku.'' Bohong Rudy yang membuat Arya dan Alira kaget.
''tidak, tidak dia bohong.'' Jawab Alira cepat, pasti masalah besar kan terjadi.
Arya tak menjawab lagi menarik tangan Alira dan membawanya masuk ke dalam mobil. Arya melajukan kendaraan nya dengan sangat cepat, tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut nya saat sedang dalam perjalanan Rahang Arya mengeras dan tangan yang mencengkram setir mobil.
Entah persaan apa yang ia rasakan saat ini entah kah marah ataukah cemburu karena mendengar penuturan lelaki tadi yang mengatakan bahwa diri nya pacar Alira. Ada perasaan takut Alira akan menghianati diri nya seperti yang di lakukan Monica.
__ADS_1
Alira tak mengatakan apapun hanya duduk saja memandang ke arah jendela melewati jalanan yang belum pernah di lewati nya selama ini. Dalam hati nya bertanya-tanya kemana Arya akan membawa nya, Alira tak berani bertanya karena keadaan Arya masih sangat terlihat emosi.
Sampai di depan perusahaan Arya turun dari mobil yang di ikuti Alira mengekor di belakang nya masuk ke dalam lift khusus CEO untuk menuju ke ruangan Arya.
Saat sampai di ruangan Arya menghubungi Indra meminta ke ruangan nya.
''Ada yang perlu saya bantu tuan.'' tanya Indra saat masuk.
''Beli semua saham universitas samudra'' Perintah Arya yang membuat Indra sangat terkejut.
''Tapi kenapa tuan.??''
''Jangan banyak tanya cepat lakukan yang aku perintahkan, aku ingin saham di kampus itu walau tidak semua setidak nya lima puluh persen.''
''itu angka yang sangat tinggi tuan.'' peringat Indra lagi.
Indra melihat ada Alira yang sedang sibuk dengan ponsel nya di atas sofa di sudut ruangan tersebut. Dan wajah bos nya sangat tidak bersahabat, pasti telah terjadi sesuatu di sana pikir Indra. Tanpa banyak pertanyaan lagi Indra langsung mengerjakan yang di perintahkan oleh tuan nya.
Hingga sore menjelang magrib Arya masih berkutat dengan pekerjaan nya. Belum ada sepatah kata pun yang terucap dari kedua nya, Arya sengaja tak bertanya apapun karena ingin mendengar kejujuran Alira menjelaskan perihal hubungan nya dengan pria tadi. Sedang kan Alira sedang tertidur nyanyak dengan selonjoran di sofa tersebut seperti tak ada masalah yang terjadi.
Saat malam tiba barulah Alira bangun dari tidur nya menggeliat kesana kesini sampai akhir nya BUKKHH jatuh dari sofa,
''aww sakit.'' pekik Alira.
Arya yang melihat Alira jatuh tak menolong ataupun mengucapkan apapun.
Setelah selesai dengan pekerjaan nya Arya bangun dari kursi nya dan mengajak Alira untuk pulang.
''Ayo pulang.'' Ucap Arya.
Alira yang mendengar suami nya mengajak pulang pun bangun dan keluar mengikuti langkah Arya.
Dalam mobil suasana hening kembali terjadi karena Arya tak mengeluarkan sepatah kata pun. Padahal Alira sudah merasa sangat lapar tapi tak berani mengatakan nya pada Arya karena wajah sang suami tak bersahabat.
Sesampai di rumah Alira tak langsung naik ke kamar tapi langsung menyantap makan malam seorang diri karena oma sudah makan dan Arya langsung naik ke atas.
__ADS_1
tbc ....