
Arya berfikir jika Alira melihat berita tentang wartawan tadi yang menuduh nya hamil duluan saat mereka menikah, Arya takut Alira akan terganggu dengan pemberitaan tersebut. Arya sebaik nya memberitahukan tentang gosip yang sedang hangat di dunia maya, sebelum Alira tau sendiri nantinya.
Arya menjelaskan semua permasalahan yang sedang terjadi antara diri nya dan juga Monica secara perlahan pada sang Istri, agar Lira tak salah paham dan dapat mengerti akan situasi yang sedang terjadi.
Alira mendengar dengan seksama atas apa yang sedang di jelaskan oleh sang suami, walaupun dirinya masih remaja tapi ia dapat mengerti setiap apa yang di katakan oleh Arya.
Sesampai mereka di rumah, Arya sudah di tunggu oleh sang Oma di kamar nya.
''Ruan muda, Nyonya besar sedang menunggu anda di kamar nya.'' Ucap bik Mun saat mereka memasuki mension.
Arya dan Alira saling menatap saat mendengarkan perkataan bik Mun barusan.
''Kamu ke kamar saja duluan, aku akan ke kamar oma lebih dulu.'' Ucap Arya pada sang Istri.
Alira hanya mengangguk dan terus berjalan menaiki lift untuk menuju ke kamar nya.
Tok ... Tok... Tok.... ''Oma... Arya masuk ya.''
Arya membuka pintu kamar sang Oma dan melihat oma sedang duduk di tempat tidur dan fokus nya masih atas benda pipih yang di pegang nya.
''Oma...'' Panggil Arya saat sudah berada di samping sang Oma.
''Ar... kamu sudah pulang.?'' Tanya Oma yang baru saja menyadari kehadirang sang cucu kesayangan nya itu.
''Iya, Oma. Kata bik Mun, Oma menunggu ku pulang.''
''Iya Nak. Oma ingin menanyakan tentang berita yang sedang hangat di perbincangkan.''
''Oma jangan memikirkan tentang berita itu, biar Arya yang selesain ya. Oma jangan sampe kepikiran dengan berita palsu itu.''
''Apa istrimu marah dengan mu karena masalah ini.?''
''Marah... Alira tidak marah kok. Oma!'' Arya jadi teringat sikap nya dengan Alira pagi tadi, pasti gara-gara itu Oma jadi berfikir berita itu yang sudah memicu oma berfikir yang bukan-bukan.
''Oma tidak ingin ikut campur masalah rumah tangga kalian, namun selasaikan segera masalah gosip-gosip murahan yang di picu oleh mantan kekasih mu itu, jangan sampai Alira jadi salah faham nanti nya.''
''Iya Oma.'' Jawab Arya tak membantah.
''Satu hal lagi Ar, dampak dari gosip ini jangan sampai berimbas ke perusahaan.'' peringat sang Oma.
Arya mengangguk dan mengundurkan diri untuk kembali ke kamar nya.
***
__ADS_1
Di apartemen yang sangat megah, Monica sedang memendam kekesalan terhadap sang mantan kekasih karena sudah mengancam akan menghancur kan karir nya.
Monica sangat murka setelah mendengar pemberitaan barusan, apalagi banyak netizen yang menyerbu akun media sosial milik nya dan menanyakan kebenaran dari pernyataan sang pengusaha kaya raya tersebut.
''Aku harus bagaimana ini, sepertinya Arya tidak main-main dengan ucapan nya.'' Gumam Monica.
Ting...Tong... Suara bel pintu apartemen milik Monica.
Klek..... Monica membuka pintu dengan malas.
''Hay sayang.....'' Sapa sang tamu yang datang
''Haah... ngapain loe kemari.'' Monica memutar bola mata nya dengan malas.
''Tentunya aku ingin bertemu dengan mu dong. Gue baru liat berita, jadi gue langsung kemari untuk menemani kamu.''
''Halah basi, lagian ini semua karna loe, kalau aja gue gak termakan rayuan loe sekarang gue masih sama Arya.'' Kesal Monica.
''Hey loe lupa!! Loe yang datang ke gue buat gadu kalau loe kurang di perhatiin sama Arya.'' Dony memperingatkan.
Dony berjalan masuk ke kamar Monica dan merebahan tubuh nya di atas tempat tidur empuk milik sang kekasih nya itu.
***
Ke esokan harinya.
''Pagi Oma.'' Sapa Alira saat sampai di meja makan dan Oma sudah menunggu mereka di sana untuk sarapan bersama seperti biasa nya.
''Pagi sayang.'' Jawab sang Oma.
''Ar... apa gak sebaik nya pernikahan kalian di publikasikan dengan menggelar resepsi saja.'' Saran sang Oma di sela sarapan mereka.
Arya terdiam, melirik ke atas Oma lalu melirik ke atas Alira yang tidak ada respon apapun dengan apa yang di sarankan oleh sang Oma.
''Arya juga berfikir gitu, Oma. Tap gak sekarang.'' Jawab Arya.
Oma mengeryitkan dahi nya mendengar jawaban sang cucu.
''Kenapa tidak sekarang, bukan nya gosip yang menyebar sekarang akan membuat nama baik kamu dan perusahaan akan terancam.''
''Iya, Arya tau oma, tapi. Jika kita publikasikan sekarang, media akan mengira semua pemberitaan itu benar seperti yang di katakan oleh Monica, dan Arya tidak mau semua ini akan berumbas terhadap Alira, Arya gak mau Alira di kejar-kejar oleh wartawan yang haus akan berita. Jadi sementara ini, Alira gak akan keluar dulu dengan ku, Pasti media sedang penasaran dengan sosok istri ku.'' Jelas Arya
Alira hanya diam saja tanpa menyela pembicaraan sang suami dengan oma nya itu.
__ADS_1
''Baiklah, jika itu yang baik menurut mu, oma hanya tidak mau Alira di anggap buruk oleh masyarakat, dan jangan sampai kakek Herman salah paham terhadap mu nanti nya''
''Baik Oma, Arya akan segera bereskan masalah ini.''
Arya dan Alira pamit untuk pergi pada Oma, Kedua nya keluar bersama namun tidak berangkat bersama, Arya meminta pak Beny untuk mengantar sang istri. Apalagi sekarang suasana masih belum kondusif jadi sebaiknya mereka tidak terlihat bersama di tempat umum.
''Kamu gak papa kan di antar pak Beny.'' Tanya Arya saat mereka sudah di depan mension
''Memang nya kenapa.? Kemarin kan sama pak Beny juga.'' Jawab Alira.
Arya jadi kikkuk seraya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal saat mendengar jawaban sang istri.
''Ya sudah, hati-hati ya.''
''Hmmm'' Jawab Alira
''Nanti tidak usah ke kantor, langsung pulang ke rumah saja.''
''Kenapa gak boleh ke kantor ?'' Alira menautkan alisnya.
''Talut nya ada wartawan kayak kemarin.''
''Ohhh... Aku fikir ada kekasih mu di sana.''
''Kekasih siapa sih, jangan aneh-aneh.'' Arya mencubit gems hidung sang istri.
''Hmmm kali aja ada yang baru.''
''Gak akan ada.'' Arya membuka pintu mobil agar istrinya segera masuk.
Arya mencium singkat kening sang istri dan mengusap kepala nya.
Alira hanya tersenyum dan tersipu malu, karena ada pak Beny di sana.
''Pak Beny, nyetir nya hati-hati ya.'' peringat Arya.
''Baik tuan muda.'' Ucap Pak Beny seraya menghidup kan mesin mobil dan siap untuk melaju.
Setelah mobil yang di tumpangi sang istri keluar, Arya pun segera masuk ke dalam mobil milik nya sendiri karena Indra tak datang untuk menjemput, jadi Arya menyetir sendiri untuk ke kantor. Arya melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar segera samapai di perusahaan milik nya.
Tbc...
Dukung karya aku ya
__ADS_1
Dengan cara like,komen dan subscribe
Terumakasih.