Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 18


__ADS_3

Di Perusaahan Arya memikirkan apa yang telah di katakan oleh Oma, mungkin ada benar nya jika ia harus menyesuaikan diri dengan Istri kecil nya itu. Arya melirik hp nya menunggu notif, mungkin saja Alira akan mengirim pesan untuk minta di jemput. Tapi nihil, sudah dua hari di Bandung tak ada satu pun pesan yang masuk dari Istri nya.


***


Dua hari liburan di Bandung bersama kakak tercinta, hari ini tibalah saat nya Alira di antar pulang oleh Niko. Selama berada di bandung, tak ada satu pesan pun yang Alira kirimkan untuk suami nya, apa lagi menelfon nya seperti Alira lupa jika sudah bersuami.


Alira sedang mengemas barang-barang nya di kamar, karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke Jakarta.


''Udah siap dek ?'' Niko menyembulkan kepala nya dari balik pintu kamar.


''Udah kak, bentar ya''


''Kakak tunggu di luar ya''


''Tuh koper adek, sekalian bawain ya kak.'' Alira seraya nyengir memperlihatkan deretan gigi putih nya.


Niko tak menjawab, terus saja berjalan mengambil koper sang adik yang terletak di samping lemari, sedangkan Alira membenarkan make up nya sebentar lalu segera keluar menyusul sang kakak yang udah duluan.


Setelah kedua nya keluar dan berangkat menggunakan mobil Niko yang di kendarai sendiri, Alira sedikit gelisah saat sedang dalam perjalanan. Tiba-tiba dia kepikiran Arya, kenapa suami nya itu tidak menghubungi nya selama dua hari. Mungkin Arya senang Alira tak di rumah, maka nya tidak pernah menelfon nya, begitu pikir Alira.


''Dek, nanti sampek jakarta kakak langsung pulang ya.''


''Kakak ginap aja semalam, biar gak terlalu capek nyetir nya.''


''Kakak dah biasa.''


''Tapi, makasi ya kak. Udah mau nganterin adek pulang. kadang-kadang kakak sweet juga''


''Kakak emang sweet adek aja yg sewoot.!''


Alira tak lagi menanggapi perkataan Niko, dia merebahkan badan nya mencari posisi yang nyaman untuk tidur, karena perjalanan masih lumanyan jauh.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, mereka sampai di gerbang mension keluarga Arya. Tinn....Tinnn... Suara klakson mobil Niko


Satpam yang betugas tak langsung membukakan pintu, karena mobil yang tak mereka kenali di depan, Pak Jono datang menghampiri kearah Niko untuk menanyakan keperluan nya.


''Selamat malam Tuan, ingin bertemu dengan siapa ?'' Tanya pak Jono sopan saat Niko menurunkan kaca mobil nya.


''Pak, bukain gerbang ya, ini Alira'' Jawab Alira cepat, Sebelum Niko sempat membuka mulut nya.

__ADS_1


''Eehh Nona Muda, iya Nona''


Pak Jono segera membuka kan pintu gerbang tersebut saat melihat Alira di dalam mobil.


Saat sudah turun dari mobil, Alira bubu-buru masuk ke dalam dan memanggil Bik Mun


''Bik Mun, Tolong bawain koper lira ke kamar ya, Lira mau ke kamar Oma dulu''


Bik Mun hanya mengangguk dan berlalu seraya menyeret koper Nona nya.


''Kakak tunggu di sini dulu ya, Lira panggil Oma dulu.''


''Hmmmp'' Jawab Niko, seraya menduduk kan pantat nya di sofa ruang keluarga tersebut yang terlihat sangat luas.


Tok...tok.. '' Oma...., Lira masuk ya'' Ucap Alira seraya menyembulkan kepala nya dari balik pintu kamar Oma.


''Nak, kamu sudah pulang ?'' Jawab Oma yang sedang membaca buku di atas tempat tidur dengan kaca mata yang menengkreng di panggakal hidung nya.


''Iya Oma, Oma di luar ada kak Niko, ayo Oma, Lira kenalkan.'' Ajak Alira. Oma segera bangun dan berjalan keluar bersama Alira.


''Kak, kenalin ini Oma Maria.'' Ucap Alira


''Malam Nak, Terimakasih sudah mengantar Alira pulang.'' Jawab Oma


''Tak perlu berterimakasih Oma.''


''Nak, apa kalian sudah makan malam ?''


''Sudah tadi di jalan'' Jawab Alira


''Oohh, Bik Mun....'' Panggil Oma


''Iya Nyonya besar'' Jawab Bik Mun saat sudah sampai di sana


''Suruh pelayan siapkan kamar tamu untuk cucu saya.'' Perintah sang Oma. Alira hanya menyengir mendengar perkataan Oma, karena Niko menolak untuk menginap saat di tawari oleh nya tadi, tapi jika Oma yang menawari nya apa dia akan menolak juga.


Bik Mun hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


''Oma, kak Niko kata nya gak nginap mau langsung balik'' Ucap Alira.

__ADS_1


''Lohh kok gitu .? Nginap semalam saja, janhan menyetir malam-malam sendirian'' Jawab Oma


''Tapi Oma.''


''Tidak ada tapi-tapian, nginap lah semalam saja'' Tegas Sang Oma.


Saat sedang berbicara di sana, tiba-tiba Arya masuk dan melihat sudah ada Istri nya di ruang keluarga bersama Oma dan pria yang tidak di kenali nya. Pikiran Arya sudah menerawang perkataan yang pernah di katakan Indra dua hari yang lalu ( jika di bandung Alira di hebet pria lain) Arya mematung sesaat.


''Arya,'' Panggil Oma


''Iya, Oma''


''Kemari nak, kanalin ini ada kakak ipar mu'' Tunjuk sang Oma.


Arya bernafas lega saat mendengar kata kakak ipar, berarti lelaki itu buka gbetan Alira.


Arya berjalan mendkati mereka semua dan berjabat tangan dengan Niko.


''Terimakasih sudah antar Alira pulang.'' Ucap Arya kaku


''Sama-sama broe, santai saja dia adik ku tak mungkin aku biarkan dia pulang sendiri.'' Jawab Niko yang mammpu menancap di hati Arya, karena Arya membiarkan Istri nya pergi sendirian ke Bandung tanpa mengantar dan menjemput nya.


''Kak, ayok adek antar ke kamar tamu'' Ucap Alira seraya bergelayut manja di lengan sang kakak


''Oma, Alira antar kak Niko dulu ya.'' Alira berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Arya di sana.


''Apa-apan bocah itu, bahkan dia tak menyapa ku.'' Batin Arya kesal sendiri, lalu pergi naik ke kamar nya.


Setelah mengantar sang kakak ke kamar nya, Alira naik ke lantai paing atas di mana kamar nya dan Arya berada. Saat masuk ke dalam kamar, Alira melihat Arya yang baru selesai mandi dan menggunakan handuk hanya sebatas pinggang saja, Alira berjalan santai menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya tanpa menoleh ke arah sang suami.


''Apa dia marah karena aku tak menjput nya'' Gumam Arya saat merasakan sikap sang Istri sangat dingin.


Setelah selesai mandi, Alira mengenakan pakaian tidur nya, tetutup tapi terkesan seksi dan mengoleskan lotion malam di tubuh nya, barulah setelah itu merebahkan badan nya ke tempat tidur, Alira menyelimuti seluruh tubuh nya dan memeluk guling untuk kenyamanan, karena badan nya sangat lelah.


''Gimana Liburan nya'' Tanya Arya akhir nya setelah lama suasana hening, karena tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut Istri kecil nya itu. Tapi masih tak ada jawaban, apa Alira benar-benar marah pada nya, pikir Arya.


Arya duduk dari tidur nya bermaksud ingin minta maaf pada Alira karena tak menjemput nya, tapi saat melihat ke arah Alira ternyata wanita itu sudah tertidur, mungkin karena kelelahan.


''Cepet banget tidur nya.'' Ucap Arya seraya mengusap lembut kepala sang Istri dan merosot kembali kedalam selimut untuk kembali tidur.

__ADS_1


Tbc.....


__ADS_2