Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 24


__ADS_3

Setelah perdebatan yang terjadi di dalam mobil tadi, akhir nya mereka melajukan perjalanan sampai ke kampus nya Alira.


''Nanti siapa yang jemput.?'' Tanya Alira sebelum rurun.


''Kalau kuliah mu sudah selesai nanti hubungi saja aku, kalau tidak subuk aku akan menjemput, tapi kalau lagi sibuk nanti ku tlfon sopir untuk menjemput mu.''


''Kalau lama aku akan pulang dengan Mita Atau Amel saja ya.''


''Tunggu sampai aku jemput.''


''Liat aja nanti.'' Jawab Alira seraya menutup pintu mobil.


Baru saja Alira hendak masuk ke kelas nya, Alira sudah di kenut kan dengan kehadiran Rudy dan teman-teman nya di samping Alira.


''Hay Lira,'' Sapa Rudy


''Hay,'' Balas Alira seraya tersenyum kecut.


Alira berjalan lebih cepat, untuk mendahului para senior nya itu karena malas berurusan dengan mereka.


Sesampai nya di kelas, di sana sudah ada dua orang sahabat nya yaitu Amel dan Mita dan juga teman-teman nya yang lain. Karena hari ini adalah hari pertama mereka masuk kuliah jadi sesi perkenalan diri dengan dosen-dosen mereka.


Saat istirahat tiba, tiga bersahabat itu berjalan menuju kantin untuk mengisi perut kosong nya.


Setelah pesan makanan dan siap menyantap nya, Alira baru ingat bahwa dirinya tidak bawa uang cas, karena tadi saat turun dari mobil Arya tidak memberi nya uang saku.


''Ya ampun mit, gue gak punya cas.''


''Hah, masa sih ?'' Mita gak percaya karena biasa nya Alira lah yang pling bnyak bwa uang cas.


''Iya, Om Arya pasti lupa ngadih tadi pagi.'' Gumam Alira.


''Tenang, biar gue bayarin.'' Amel menepuk pundak Alira, seolah dia menenang kan, padahal Alira masih bisa bayar pkek kartu yang di berikan Arya waktu mau ke bandung tempo hari.


''Ya udah deh loe bayarin karna loe dah maksa.'' jawab Alira nyengir.


Saat ketiga nya hendak pergi dari sana, tiba-tiba ada yang manggil Alira.


''Lira......''


Alira pun menoleh saat nama nya di sebut kan, dan melihat ternyata Bella lah yang memanggil nya di sana. Alira memutar mola mata nya malas.


''Lira, kamu udah makan ?'' Tanya Bella


''Hmm, udah.'' Jawab Alira malas


''Ohh sayang sekali, padahal hari ini aku ingin mentraktir mu.'' Ucap Bella menyesal


Keduansahabat Alira pun tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Bella barusan, Baru beberapanhari yang lalu Bella melabrak Alira, namun tiba-tiba hari ini Bella bersikap baik pada sahabat nya, ada angin apa ini pikir mereka.


''Lira, apa yang beredar di sosmed itu benar ?'' Tanya Bella lagi


Alira menautkan alis nya, karena yang bella tanya pasti status diri nya yang istri dari arya.


''Iya,.'' Ketus Alira.


''Hah, benatkah Om kamu itu seorang pengusaha kaya raya, wah kamu beruntung ya jadi keponakan nya, tapi kalau aku jadi istrinya maka aku akan jauh lebih beruntung.'' Bella antusias.


Alira membulat kan mata nya mendengar kan penuturan Bella, bukan nya di situ jelas tertulis jika Arya kusumadinata telah menikah dengan seorang gadis belia, namun kenapa Bella malah berhayal akan menjadi istrinya.

__ADS_1


''Mimpi nya jangan ketinggian, kalau jatuh nanti bakalan sakit.'' Ucap Alira dingin dan berlalu pergi begitu saja dari sana.


Alira berjalan dengan cepat, karena hatinya panas mendengar Bella yang bermimpi jadi istri dari suami nya itu.


''Ra... Tunggu dong, jalan nya cepat bener.'' Amel dan Mita berlari kecil untuk mengimbangi langkah sahabat nya tersebut.


Alira tak menghiraukan terus saja melangkah dengan cepat sampai tiba-tiba, Alira menabrak seseorang karena tak melihat nya.


Bugk.... Alira dan orang itu terduduk di lantai.


''Sorryy'' Ucap Alira


''Iya, gak papa kok.'' Jawab pemuda itu


Pemuda itu menjulurkan tangan nya membantu Alira untuk bangun.


''Kamu gak papa ?''


''Gak, maaf ya aku gak liat.''


''Hmm, Nama ku Juna.'' Pemuda itu memperkenal kan diri


''Aku Alira.'' Alira menjawab.


Amel dan mita pun ikut memperkenal kan diri mereka walau tidak di tanyai, karena lelaki tampan di depan mereka sangat manis saat tersenyum.


''Aku duluan ya.'' Juna berlalu ke kelas,


Juna mahasiswa baru juga sama seperti Alira, mereka di jurusan yang sama cuma beda ruangan saja.


''Ra,,, ganteng banget gak sih.'' Amel mulai menghayal


Alira dam Minta berlalu pergi meninggalkan Amel yang masih menatap punggung nya Juna dari kejauhan.


Jam pulang kampus pun tiba, Alira sudah mengirim pesan pada sang suami untuk menjemput nya, Namun sudah menunggu beberapa menit tak juga kunjung ada yang datang untuk menjemput.


Shitt.... Tiba-tiba ada sebuah motor sport yang berhenti tepat di sebelah Alira duduk,


''Butuh bantuan ?'' Tanya Juna.


''Tidak, trimakasih''


''Yakin ?''


''Iya, bentar lagi di jemput kok.''


''Oh ya sudah, aku duluan ya.'' Juna menghidupkan kembali mesin motor nya bersiap hendak berlalu, namun motor nya di hadang oleh mobil nya Arya yang parkir tepat di depan Alira juga.


''Aku yang duluan ya, udah di jemput.'' Ucap Alira tersenyum ke atas Juna.


Juna hanya tersenyum dan mengangguk saja.


''Siapa itu,'' Tanya Arya saat Alira baru menduduk kan bokong nya.


''Itu Juna, teman se angkatan.'' Jawab Alira sekena nya.


Namun Arya, merasa takut kehilangan saat melihat pria itu menatap istrinya tadi.


''Gimana hari pertama ?''

__ADS_1


''Biasa aja, gak ada yang istimewa.''


''Hmmm''


''Om, kita ke kantor ya.''


''Iya, kamu tidak mau di jemput oleh supir jadi terpaksa setiap aku yang jemput harus ke kantor dulu.''


''Kata siapa aku tidak mau di jemput supir.? Om aja yang gak mau biarin aku jauh-jauh iya kan'' Alira menunjukwajah suamu nya dan menggoda nya.


''Ngapain deket sama kamu terus, yang ada pusing sama mulut pedas mu itu.''


''Hei, mulut ku tidak pedas ya, mulut Om yang sangat pedas tau.'' Alira mengercutkan bibir nya.


''Lira...''


''Hmm''


''Kapan kau akan mengganti panggilan mu untuk ku.?''


Arya menoleh, melihat suami nya sudah dalam mode serius lagi. Alira teringat akan kata-kata kak Niko, jika dirinya harus mengganti panggilan terhadap Arya, agar Arya tidak malu saat teman-teman nya mendengar kalau istrinya sendiri memanggil nya dengan sebutan Om.


''Ya sudah, aku panggil Mas mulai sekarang.''


Arya tak percaya istri kecil nya itu langsung mengganti panggilan untuk nya, tanpa ada bantahan seperti biasa nya. Arya menghentikan mobil di pinggir jalan untuk memastikan kalau yang di dengar nya barusan itu benar.


''Kenapa berhenti ?''


''Kamu sehat kan.'' Arya meletakkan tangan nya di dahi Alira.


Alira menautkan Alis nya, kenapa Arya tiba-tiba menyakan kesehatan nya.


''Aku sehat,''


''Tumben sekali, kenapa tidak ada bantahan.''


''Fiiuuhh'' Alira membuang nafas kasar.


''Lirq bantah salah, Lira nurut salah, Om mau apa sih sebenar nya.'' Kesal Alira.


''Kok Om lagi.''


''Jalan deh, Lira malas berdebat.''


''Panggil Mas dulu, aku mau dengar.''


''Iya, Mas jalan ya.'' Alira kesal tapi di buat-buay manja,Namun itu sangat imut di mata Arya.


Arya tertawa gemas seraya mengacak rambut sang istri. lalu kembali melajukan mobil nya menuju kantor.


Tbc..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian bestie


Dengan cara like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ™


Salam sayang dari author Jhuwee dealova๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti buat ku. ๐Ÿซฐ


__ADS_2