Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 29


__ADS_3

Arya mengecup kening sang istri dan melepas nya untuk turun. Namun belum sempat Alira turun, tangan nya di tari kembali oleh Arya.


''Kenapa lagi?'' Tanya Lira


''Tunggu dulu, turun di dalam saja.''


Alira kembali duduk, ada baik nya juga Lira turun di dalam, karena berjalan dari gerbang lumanyan jauh.


Saat sampai di depa lobi kampus, Alira segera turun dari mobil. Di sana juga ada Juna yang baru saja masuk, Alira tersenyum ke arah Juna yang berjalan di depan nya.


''Lira, kamu baru datang ?'' Tanya Juna.


''Iya, kamu baru datang juga ?''


''Hmmm.''


Kedua nya jalan bersama menuju ke kelas masing-masing, namun hal itu tidak luput dari pandangan mata sang suami yang masih di dalam mobil nya. Arya melihat lelaki yang bersama sang istri kemarin dan hari ini pun mereka berpas-pasan kembali diblobi hotel, sebenar nya itu hal yang biasa karena di kampus akan bertemu dengan siapapun, namun dalam hati kecil Arya ada persasaan sedikit khawatir akan kehilangan Alira.


Sesampai Alira di kelas, di sana sudah ada Amel dan juga Mita, yang dari pertama Alira masuk ke kasana, mereka memperhatikan cara berjalan nya sang sahabat yang seperti orang sedang sakit.


''Loe kenapa Ra .?'' Tanya Amel


''Gak papa sih Mel, emang gue kenapa ?''


''Loe kayak orang sakit aja, jalan nya pelan gitu.''


''Oh, Gue gak enak badan aja.''


''Oh gue kira baru siap malam pertama.'' Canda Amel yang tanpa di sadari tepat sasaran nya.


Alira membulat kan mata nya mendengar perkataaan Amel barusan, wajah nya merona saat mengingat kejadian tadi malam.


''Omongan Loe, mesti menjurus ke sana, dasar mesum.'' Mita menoyor kepala nya Amel. .


''Yee sapa tau aja kan, Lira khilaf jadi memperkosa om Arya yang super ganteng itu.'' Sambung Amel lagi


''Ada aja si Amel ni, Astaugfirullah....'' Ucap Mita lagi


''Kalau gue sih gak janji untuk gak khilaf, apalagi tinggal serumah gitu.'' Jawaban Frontal nya Amel.


Alira dan Mita serentak membulat kan mata nya. Alira mengalih kan pandangan nya ke arah lain, sedikit tersenyum mengingat Arya dan yang mereka lakukan tadi malam.


Saat sedang menghayak hal-hal yang menyenangkan tadi malam, tiba-tiba saja dosen pun masuk ke ruangan itu dan kelas pun segera di mulai.

__ADS_1


***


Di lain sisi


Saat ini, Monica sedang melakukan pemotretan salah satu brand fashion ternama di kota ini, namun di luar sudah ada begitu banyak wartawan yang menunggu nya untuk mengklarifikasi tentang hubungan nya yang sudah usai dengan seorang pengusaha kaya raya yang telah membesar kan nama nya.


Monica yang mendengar jika banyak wartawan yang menunggu nya di luar pun menampak kan seringai di bibir nya.


''Apa sudah selesai ?'' Tanya Monica pada sang Fotografer


''Sudah, dan hasil nya sangat memukau seperti biasa nya.'' Jawab Fotografer itu dengan terus mengecek hasil jepretan nya tadi.


Monica segera ke ruang ganti dan bersiap untuk menemui wartawan-wartawan yang ada di luar.


Setelah bersiap dengan wajah sedih ny, Monica pun segera keluar dengan di dampingi oleh Asisten nya.


''Nona Monica, Nona Monica, Nona Monica.'' Suara riuh para wartawan saat melihat Monica keluar dengan mengenakan kacamata hitam nya.


''Nona, apa benar anda dan Tuan Arya sudah mengakiri hubungan, dan orang ketiga yang memicu kandas nya hubungan kalian ?'' Tanya salah satu reporter yang berada di sana.


Monica berdiam sesaat dan menghela nafas berat.


''Itu semua benar, ada wanita lain yang sudah merusak hubungan ku dengan Arya, sehingga Arya mencampakk kan ku.'' Jawab Monica dengan air mata buaya nya.


Monica sengaja mengarang cerita agar mendapat belas kasihan dari publik dan Arya lah yang di persalah kan dalam hal ini.


''Mungkin saja iya, karena saya tidak mengetahui pasti siapa perempuan yang sudah menggoda pacar saya itu, saya juga tidak ingin mencari tahu tentang perempuan itu, karena akan menambah sakit yang saya rasakan saat ini.'' Monica terisak di depan awak media.


Semua yang ada di sana merasa iba terhadap Monica, apalagi hubungan nya kandas karena ada nya pelakor.


Setelah berakting dengan pura-pura menjadi korban dari kandas nya hubungan dengan Arya, Monica pergi meninggalkan awak media yang ada di sana.


Sampai nya di dalam mobil, Monica melepas kaca mata hitam nya dan menyeka sisa air mata yang masih menempel di sana. Monica tersenyum bahagia karena sudah berhasil membuat berita palsu, sebentar lagi jagat dunia maya pasti di heboh kan dengan pernyataan nya barusan.


***


Seusai jam pelajaran nya selesai, Alira pulang dengan Amel, karena menghubungi Arya tapi tak di angkat, jadi Alira memilih di antar oleh Amel saja ke rumah nya.


Padahal Arya sudah sudah memerintah kan salah satu supirbuntuk menjemput sang istri.


Saat di perjalanan hendak menuju ke mension Om nya Alira, Amel iseng mengajak Alira untuk berhenti di cafe sebentar hanya sekedar minum dan ngemil saja, tanpa berfikir panjang, Alira pun segera menyetujui nya.


Baru memesan beberapa cemilan dan minuman, mereka di suguhkan dengan nyanyian dan musik yang sangat enak di dengar tanpa melihat siapa yang sedang bernyanyi.

__ADS_1


Setelah habis satu lagi yang di nyanyikan, penyanyi itu pun akan membawakan lagubkedua nya,


''Trimakasih buat yang sudah mendengar lagu saya, dan lagu ke dua ini spesial baut wanita cantik yang ada di sudut sana.'' Ucap Juna


Alira dan Amel sontak menoleh saat mendengar bahwa lagu kedua untuk wanita cantik yang ada di sudut, karena mereka berdua lah yang duduk di sana, dan melihat ternyat Juna lah pemilik suara indah tadi.


Semua orang yang ada dalam cafe tersebut sontak menepuk tangan dan melihat ke arah Alira dan Amel duduk.


Setelah membawakan beberapa lagu, Juna turun dari mini panggung yang ada di cafe tersebut dan berjalan mendekati meja tempat Alira dan Amel duduk.


''Hay,'' Sapa Juna.


''Hay, kamu nyanyi di cafe ini .?'' Tanya Alira


''Iya, part time, lumanyan kan buat nambah-nambah uang saku.''


''Ohh, enak ya kalau punya bakat, bisa cari pekerjaan.'' Gumam Amel yang dapat di dengar oleh kedua orang yang ada di sana.


''Eh silahkan duduk, Juna.'' Aira mempersilahkan teman kampus nya untuk duduk, mereka bertiga pun duduk di dalam cafe itu hingga sore hari, Alira pun seperti lupa untuk pulang, Alira tidak ingat jika hari sudah sore, ponsel nya pun mati karena kehabisan baterai.


''Mel kita pulang yuk, dah sore banget nie.'' Alira melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.


''Ya udah kamu tunggu di mobil ya, aku bayar dulu.''


Alira hanya mengangguk, Juna pun ikut keluar dengan Alira untuk pulang karena hari sudah sore.


Saat di parkiran, Juna kembali menyapa Alira yang Berdiri dinsamping mobil nya Amel. Juna duduk di atas motor sport nya hanya untuk menemani Alira saja karena Amel belum juga keluar.


Di sisi jalan, Arya menatap Alira dengan seorang pemuda sedang bercengkrama dengan mata memanas, Arya buru-buru pelang dari kantor setelah mendapat kabar dari sopir yang yang di peruntah kan untuk menjemput Alira, bahwa Alira tidak ada di kampus dan juga tidak ada di rumah. Namun apa yang di lihat nya sungguh membuat hati nya terbakar, ternyata sang istri sedang tertawa bahagia dengan pria lain di luar.


Arya turun dari mobil nya, tanpa basa basi menarik tangan Alira dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


''Om.....'' Kaget Alira


Juna tercengang melihat Alira yang di tarik oleh pemuda yang di panggil Om, mungkin Om nya pikir Juna, jadi diri nya enggan untuk ikut campur.


Tbc....


Jangan lupa tinggalkan jejek kalian bestie👉


Dengan cara like komen subscribe dan vote


Dukungan kalian sangat berarti buat author

__ADS_1


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘


Terimakasih 🫰


__ADS_2