
Arya menarik istrinya untuk duduk dan makan, jangan terus-terusan mengoceh saja di belakang nya.
''Duduk dan makan, jangan terus mengoceh di sana.''
Alira segera duduk di samping suami nya itu.
Dan terus saja melahap omlet kesukaan nya itu sampai habis tak tersisa.
''Om tidak mau ?''
''Mau apa ?''
''Jus nya,'' Alira mengangkat gelas jus nya yang hanya tersisa separuh itu.
''Tidak, kamu minum lah.'' Jawab Arya seraya mengusap sisa jus di bibir Alira dengan jari nya.
Alira menghabiskan lagi sisa jus nya tanpa segan, sampai gelas itu kosong.
''Kenapa tidak bilang waktu di kantor jika kamu lapar.?''
''Om kan sibuk terus, jadi aku malas menganggu.''
''kemarin kata nya akan mengganti panggilan, tapi sampai sekarang manggil nya masih om aja.''
''Hee Hee Lupa, Om..'' Alira menyengir.
''Kan Om lagi, sekali lagi kamu manggik om, aku cium ya.'' Ancam Arya.
''Hah Di cium, nah cium lah cium.'' Alira memonyongkan bibir nya ke arah Arya, bukan nya takut tapi dirinya malah menantang
Arya membelikkan mata nya melihat tingkah sang istri yang terus-terusan menantang dan membantah nya.
Karena merasa tertantang, Arya menarik tengkuk sang istri dan Cup Arya melahap bibir mungil itu.
Bukan nya takut, tapi Alira sudah seperti biasa di cium oleh Arya, karena ini adalah kali ke tiga dirinya menerima ciuman dari sang suami.
Arya yang melihat tidak ada penolakan dari sang istri, jadi dirinya lebih memperdalam Cium*n tersebut. Walaupun Alira tidak membalas nya, setidak nya dia tidak menolak.
Arya melepaskan pangutan tersebut dan menempelkan kening keduanya.
''Mulut munpedas sekali Om.'' Ucap Alira tiba-tiba.
''Apa kata mu ?''
''Mulut mu pedas, ruoanya mulut mu memang pedas, sepeedas kata-kata mu.''
''Enak aja kau bilang mulut ku pedas.''
''Yee, memang pedas kok''
''Biarpun pedas tapi kau menikmati kan.''
''sediki.....t.'' Alira membuat ujung jari nya, yang mampu membulat kan mata sang suami.
''Kamu mulai nakal ya.'' Arya menggelitik sang istri sampai terpental-pental.
__ADS_1
''Ampun....Hahah. Ampun, Ampunn'' Alira sampai ngos-ngosan.
Alira berlari masuk ke dalam saat diri nya sudah terlepas dari kungkungan sang suami.
Arya pun tak tinggal diam, dirinya terus saja berlari mengikuti Alira masuk, selama ini. Arya terlihat lebih banyak tertawa dari biasa nya, Arya pun sudah kembali seperti ABG dan ukut mengimbangi istrinya yang masih belia itu.
sampai di dalam, AlIra berlari ke dalam selimut tebal nya dan membungkuskan tubuh nya de atas tempat tisur..
''Ampun, Ampunnn aku tidak mau di klitik''
Arya semakin berjalan mendekat ke kasur. Dan menyingkap selimut yang membungkus tubuh istri nya itu.
''Hayyooo.... Arya semakin mendekat.''
''Pleasa,, Lira gak mau di klikit.'' Rengek Alira.
Alira paling tidak tahan kalau badan nya di klitikin.
''Lebih baik Om mencium ku saja dari pada mengklitik, aku sungguh tidak tahan.'' Arya berkata dengan lantam sambil berdiri di atas tempat tidur teraebut.
Arya membulatkan mata nya dan buru-buru menarik Alira kedalam pangkuan nya, dirinya tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang di berikan oleh sang istri.
Adya menekan tengkuk nya Alira dan mulai menci*um nya, kali ini Alira pun tak tinggal diam, dirinya mulai membalas cium*n tersebut walau tidak sepandai Arya. Arya menyunggingkan Sunyum nya saat istrinya mulai ada perlawanan di sana.
Beberapa saat berlalu, mereka berdua masih betah dengan posisi nya saat ini, tanpa ada niat untuk menyudahi dari kedua nya.Tanpa di sadari, ada sesuatu yang mulai mengejolak dalam tubuh kedua nya. Apakah malam pertama kedua nya akan di mulai saat ini.?
Saat pangutan itu akhirnya terlepas, baik Lira maupun Arya keduanya sama-sama salah tingkah. Karena kali ini durasi yang mereka lewati cukup lama dan juga saling mengecap satu sama lain, Cium*n yang begitu menuntut dan semakin dalam.
Alira hendak pergi dari sana, namun lagi dan lagi di hentikan oleh sang suami.
''Mau kemana ?'' Arya memegang tangan sang Istri.
Namun Arya bukan lah anak kecil yang mudah di bodohi, Arya masuk ke dalam selimut bersama Alira dan memeluk nya di sana.
''Lira...'' Panggil Arya tepat di telinga sang pemilik nama, yang membuat Alira bergedik
''Lira...''
''Emm..''
Arya terus mengerat kan pelukan nya di perut sang istri seraya terus mengelus-elus nya.
''Lira...'' Panggil Arya lagi dengan nada yang sudah mai serak, karena Arya sedang menahan hasrat nya.
Alira membalikkan badan nya mengahadap Arya, namun Arya belum sempat melihat wajah nya, Alira sudah keburu membenamkan wajah itu di dada sang suami.
''Kamu kenapa.'' Arya menyeringai
Alira menggeleng-gelngkan kepala nya.
''Kenapa sih.''
''Aku malu....'' Lirih Alira.
''Malu kenapa ?'' Arya tersenyum semakin lebar, bukan Alira nama nya kalau masih ada urat malu dan bersikap manja seperti sekarang, jiwa bar-bar nya Alira entah hilang kemana saat ini.
__ADS_1
''Ihh... Om pasti mau itu kan.'' Alira menunjuk-nunjuk kan jaru nya ke perut Arya.
''Itu apa.''Arya pura-pura bodah.
''Itu.. Tidur.'' Ketus Alira, karena dari tadi Arya pura-pura bodoh terus.
''Ha ha ha ha'' Tawa Arya pun pecah mendengar Alira yang mulai ke mode Alira yang bar-bar lagi.
''Jika aku mau itu, apa kamu meberikan.'' Tanya Arya lagi.
Alira tak menjawab, terus saja diam dengan hari yang berdebar, dan jantung yang berdetak semakin kencang.
''Kenapa tidak menjawab.'' Arya menatap istrinya yag terus saja menyembunyikan wajah nya.
Alira akhirnya menganggukkan kepala nya, Arya membulat kan mata nya, antara senang dan tidak percaya jika istrinya itu sudah siap untuk melakukan malam pertama mereka.
''Kamu yakin ? Aku tidak punya pengaman, loh.''
''Untuk apa pengaman ?'' Alira baru mendongak kan wajah nya menatap mata sang suami.
''Jika tak pakai pengaman, nanti kamu akan hamil.''
''Kalau tidak mau hamil ya tidak usah di lakuin.'' Alira muali ketus.
''Memang nya kamu mau kalau hamil sekarang.?''
''Kalau sudah di takdirkan mau gimana lagi, aku kan tidak hanil di luar nikah.''
''Kamu yakin.?''
Alira menautkan alis nya, mencerna maksud dari ucapan sang suami.
''Maksud ku, kamu kan masih kuliah sekarang, jika hamil maka akan mengganggu kuliah mu.''
''Kalau aku hamil dan melahirkan bisa ambil cuti kan, kata orang-orang. Tidak sedikit orang yang kuliah dalam keadaan hamil, bahkan ada yang hamil di luar nikah juga.''
Mendengar jawaban sang Istri, Arya jadi semakin bersemangat.
''Jadi, malan ini tidak ada halangan apapun ya.''
Arya duduk di atas kasur, dan merenggang kan otot-otot nya, melakukan push up dan menguling-guling kan badan nya untuk pemanasan awal.
''Om ngapain'' Bingung Alira.
''Pemanasan sebelum bertempur.'' Jawab Arya dengan seringai aneh nya.
Alira jadi bergedik ngeri melihat tingkah nya Arya.
Tbc....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian bestie
Dengan cara like,komen,subscribe dan vote
Terimakasih
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti buat ku
Salam sayang dari author Jhuwee dealova