
Indra mengambil hanfon nya dan menghubungi pak Beny agar segera ke taman belakang.
''Pak, tolong di rekam ya. Tuan muda mau belajar naik motor, biar jadi kenang-kenangan katanya.'' Ucap Indra seraya menyerahkan hanfon ke tangan pak Beny.
Pak Beny hanya mengangguk dan menjalankan tugas nya seperti yang di perintahkan. Indra kembali mendekati Arya yang dari tadi sudah menunggu arahan di atas motornya.
''Ar.. pokonya loe harus hati-hati, jangan gas terlalu kencang dan ingat rem nya.''
''Iya bawel amat, kayak emak-emak komplek aja sih.''
Arya memasukkan gigi motor dan wrooewww aaauuu auuuuuu..... wrooooooeeww... oouuwww... ooowwreww rooow. prummm....
''Aryaa rem, rem tekan rem nya...'' Indra berteriak panik seraya berlari di belakang Arya yang sudah lepas kendali, bukan nya ngerem malah gas yang makin di perkencang hingga akhirnya Arya menabrak kursi yang ada di taman tersebut. Pak Beny pun ikut berlari menghampiri Arya yang sudah terungkur di tanah seraya terus mengarahkan kamera kewajah Arya.
''Panggil ambulance'' Teriak Indra.
Pak Beny segera menyerahkan hanfon yang dari tadi merekam kejadian pada Indra dan mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi ambulance segera.
''Ar... loe gak papa?.'' tanya indra panik.
''gak papa.apanya, sakit tau.'' Jawab Arya judes.
''Mas....Mas... Mas...''. Dari kejauhan terdengar suara Alira yang khawatir memanggil Arya.
Arya dan Indra serentak menoleh ke arah suara, Arya sangat malau melihat istrinya yang yerus mendekat ke arahnya. Pastinya Alira sudah melihat kejadian barusan.
''Ya ampun mas, Om Indra ayo cepat angkat mas Arya kita bawa ke rumah sakit.'' Alira hendak memapah sang suami yang masih tergeletak di tanah, darah segar terus bercucuran di balik rambut lebat nya.
''Iya Nona, lita tunggu ambulance dulu.''
''Kenapa harus tunggu ambulance, apa di rumah ini kekurangan mobil untuk membawa suamiku ke rumah sakit. ?'' Alira dalam mode khawatir.
Arya dan Indra saling tatap menatap saat Alira mengomel, padahal Arya hanya luka sedikit saja di kepalanya dan pinggang nya merasa encok, makanya daritadi masih nengkreng di tanah.
''Aduhhh.... sakit sekali.'' Keluh Arya di buat-buat manja.
''Mas, yang mana sakit.''
''Pinggang ku sakit sekali sayang,''
__ADS_1
''Om, ayo cepat angkat kita bawa ke rumah sakit sekarang juga.'' Ucap Alira, entah mengapa Alira begitu khawatir dari saat dirinya melihat Arya terjatuh tadi saat dirinya masih di atas rooftop
Indra yang melihat Alira membentak dirinya, segera berlari ke garasi untuk mengambil mobil. Tak menunggu Ambulance lagi, mereka segera melarikan Arya ke rumah sakit agar segera dapat penanganan, tanpa mereka sadari kalau Alira masih menggunakan kimono nya saat sampai di rumah sakit.
Arya segera di bawa masuk ke dalam ruangan UGD untuk di lakukan penangan.
''Nona, sebaiknya Nona jangan menunggu di sini.'' Ucap Indra.
''Kenapa ?'' Bingung Alira.
''Saya khawatir jika ada orang yang memfoto Tuan muda berada di rumah sakit ini. Apalagi ada yang melihat nona dengan menggunakan jubah mandi di sini.''
Alira sontak melihat penampilan dirinya sendiri yang benar seperti apa yang di katakan oleh Indra.
''Terus aku harus tunggu di mana, om ?''
''Nona tunggu saja di Vvip, saya akan uruskan ruangan untuk tuan muda di rawat, saya juga akan menghubungi bik Mun ntuk membawakan baju ganti anda.''
''Hmmmp'' jawab Alira
Alira sudah merasa risih, karena orang-orang memperhatikan penampilan nya, padahal tadi sebelum Indra memberitahukan kalau dirinya berpenampilan aneh dirinya biasa aja.
''Arya... Kenapa sampai seperti ini nak.?'' Terlihat oma yang sangat khawatir.
''Arya gak papa kok, Oma jangan khawatir gitu deh.''
''Jangan khawatir gimana, kata pak Beny kamu kecelakaan motor.''
''Pak Beny memang ember, ngapain kasih tau oma kalau aku belajar naik motor.'' Gumam Arya.
''Mas...'' Panggil Alira saat keluar dari kamar mandi.
Semua menoleh kearah suara,Arya bersyukur melihat istrinya di sana, jadi dirinya bisa terbebas dari omelan sang Oma.
''Gimana keadaan mas ?''
''Aku tidak kenapa-kenapa.''
''Kenapa mas bawa motornya kayak orang terbang-terbanh gitu, apa mas mau gaya-gayaan, sok-sokan jadi pembalap ya.'' Omel Alira
__ADS_1
Indra dan Arya saling tatap-tatapan saat Alira menagtakan kalau Arya bawa motor terbang dan gaya-gayaan, Alira tidak tau kalau suaminya itu tak bisa bawa motor dan inilah kali pertama dirinya belajar motor.
''Terbang gimana, kamu liat di mana.?'' Tanya Arya
''Tadi aku liat dari atas. Makanya aku tau kalau mas jatuh dan segera turun.''
''Oohh itu... Mas..'' Arya seakan kehabisan kata-kata, ingin berkata jujur kalau dirinya baru belajar tapi gengsi nya terlalu besar, maj berkata bohong dan mengatakan kalau itu benar gaya-gayaan, di sana ada Oma yang tau kalau dirinya tak bisa bawa motor.
Sedangkan Indra yang dari tadi hanya mendengar saja pembicaraan mereka seakan tak kuasa menahan tawa, karena Indra tau kalau Arya sedang menahan malu. Arya takut kalau istrinya tau dia belajar motor hanya untuk bergaya saja di depan Alira. Arya melirik ke arah Indra yang dari tadi menutup mulutnya di sudut ruangan, mengisyaratkan agar dirinya tutup mulut.
Hari pun sudah kian gelap, sore telah berganti malam, Semua yang berada di rumah sakit pun sudah kembali pulang, di sana tinggallah Arya dan Alira saja.
''Aku tidak suka tidur di sini.'' Ucap Arya tiba-tiba.
Alira pun yang duduk di sofa sontak menoleh kearah sang suami.
''Kenapa ? Apa kamar nya kurang nyaman ?''
''iya, rasa nya lebih nyaman tidur di kamar kita.''
''Iya tentu lah mas, Dimana-mana tidak ada orang yang suka tidur di rumah sakit, semua akan nyaman tidur rumah nya masing-masing, lagian kamu suka aneh-aneh''
''Aneh-aneh gimana ?''
''Ya aneh-aneh, naik motor pakek sok-sok jagoan ya gitu kan akibatnya, kamu rasin sendiri.''
''iya-iya, bawel banget sih kamu. Udah kayak oma saja.''
''Biarin.''
Alira merebahkan badan nya di sofa. Alira hendak tidur di sofa saja, padahal bad nya besar, muat untuk mereka berdua, namun Alira takutnya Arya tidak akan tidur dengan nyaman jika dirinya ikut tidur di sana.
Tbc...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya
dengan cara like,komen dan subscribe
terimakasih
__ADS_1
🫰🫰