Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
bab 26


__ADS_3

Arya mendekatkan wajah nya ke Alira, karna tak ada penolakan Arya jadi semakin berani saja, namun itu harus gagal lagi karena pintu kamar itu kembali di ketuk, siapa lagi yang berani mengetuk pintu kamar pribadi nya itu kalau bukan asisten sialan nya.


''Haaiisss siapa lagi sekarang.'' Geram Arya.


Arya bangun dan membuka pintu kamar tersebut dengan wajah sangar nya.


''Bos, wajah nya sangar banget.''


''Ada apa ?'' Tanya Arya dingin.


''Udah waktunya pulang, Loe gak pulang.?''


''Haisss, itu doang yang mau loe tanyain.?'' Arya memijit pelipis nya, merasa frustasi ternya pertanyaan tidak berbobot yang sudah mengganggu aktifitas nya. .


''Emang nya pertanyaan apa yang kamu harap kan.?'' Indra bingung namun kepala nya celingak-celinguk melihatbke dalam.


Arya masih berdiri di depan pintu kamar tersebut sampai akhirnya Alira datang menghampiri mereka.


''Udah saat nya pulang ya.'' Tanya Alira.


kedua nya menoleh ke arah suara.


''Iya Nona manis, saya cuma mau nanyain apakah kalian akan pulang, tapi suami mu malah marah-marah gak jelas, atau jangan-jangan kalian lagi.....'' Indra menautkan jari telunjuk nya di depan kedua nya, dan menutup mulut nya tak percaya dengan apa yang di pikir oleh nya.


Arya semakin kesal melihat tingkah asisten sekaligus sahabat nya itu. Arya menggandeng tangan Alira dan keluar dari sana. Saat keluar dari perusahaan tersebut, semua mata tertuju pada Alira, karena gosip yang beredar di media sosial semakin jelas dengan di tambah kan lagi bumbu-bumbu dari para staf yang ada dalam ruangan Arya tadi.


Alira berjalan santai dengan di gandeng oleh suami nya, Alira bersikap boda amat terhadap semua mata yang tertuju pada nya.


Sampai di mobil, Indra membukakan pintu belakang untuk Bos dan istri nya itu, tapi Arya menolak nya.


''Kau pulang lah sendiri, aku akan menyetir.'' Arya membuka pintu depan untuk Alira.


''Cie cie yang lagi jatuh cinta, apalah diri ku yang sudah tidak di butuh kan lagi.'' Indra membuat-buat sedih.


Arya hanya menonjok bahau sahabat nya itu dan memutar untuk masuk lwat pintu kemudi.


''Broe..'' Panggil Indra lagi, saat Arya hendak masuk.


''Paan ?''


''Loe udah.....👉👈'' Indra mengkode pada Arya.


''Belum sempat.'' Ketus Arya


''Lah, binik cabtik gitu loe anggurin, broe-broe..''


''Maka nya loe jangan gangguin terus.''


''Lah, kapan gue gangguin nya.?''


''Tadi.''

__ADS_1


''Hah... Jadi beneran kalian lagi ituan, Hahah hahah Sorry, 🙏''


''Udah, gue mau pulang lanjutin di rumah, biar gak ada setan yang ganggu.''


''Setan, emang gue setan ?''


''Apa lagi kalau bukan setan. Yang biasa gangguin orang kan itu nama nya.''


''Bangs*t loe,'' Indra hampir saja melempar sepatu nya ke wajah Arya, karena mengatai diri nya.


Arya langsung masuk ke dalam mobil dengan tertawa terbahak-bahak, karena puas telah membuat sahabat nya itu emosi. Alira melihat suami nya yang terus-terusan tertawa pun bingung sendiri.


Merasa terus di tatap oleh sang istri, Arya pun menghentikan tawa nya dan menoleh kearah istrinya itu.


''Kenapa ?'' Arya bingung.


''Om yang kenapa ?''


''Tidak ada, cuma lucu aja si Indra.''


''Hmm''


Arya melajukan mobil nya dengan sangat perlahan, karena jalanan sedang macet, begitu banyak kendaraan yang berlalu lalang karena saat ini pas jam nya pulang kantor.


Alira terus saja melihat orang-orang yang berboncengan naik motor di luar sana.


''Mereka romantis ya.'' Ucap Alira tiba-tiba saat melihat satu pasangan yang boncengan dengan motor sport nya dan bercanda sambil tertawa di atas motor yang terjebak macet itu.


''Dalam mobil juga bisa romantis kok '' Arya memperlihatkan tautan jari mereka.


''Tapu kalau naik motor, bisa pelukan sepanjang jalan.''


''Di rumah nanti kamu bisa kok meluk aku sepuas nya.''


Alira tak menjawab, terus saja melihat pasangan itu.


''Kamu pingin ya naik motor kayak gitu?'' Tanya Arya lagi.


Alira cepat-cepat mengangguk kan kepala nya, Arya menelan siliva nya dengan susah saat melihat Alira mengangguk dengan antusias.


Arya jadi keringat dingin, karena dirinya ridak pernah mengendarai motor sekalipun.


''Gimana aku bisa bawa Alira boncengan naik motor, diriku saja tidak pernah menaiki benda yang di bilang romantis itu. Apa jangan-jangan anak di usia nya memang suka pacaran ala-ala kayak gitu ya.'' Arya membatin.


Suasana hening pun terjadi di sana, kedua nya larut dalam fikiran mereka masing-masing, sampai akhirnya mereka sampai di depan mension yang megah itu.


Sampai di dalam rumah, Alira cepat berlari ke dapur dan mencari bik Mun.


''Bik Mun...'' Panggil Lira.


''Iya Nona, saya di sini''

__ADS_1


''Bik, suruh buat omlet ya untuk ku, nati tokong anterin ke kamar juga, aku lapar bik, seharian di kantor nya Om Arya tapi tak di beri makan apapun.'' Alira memanyunkan mulut nya.


''Iya Non, segera bibik bawa ke atas..''


''Makasih ya bik, Lira mandi dulu.''


Alira berjalan riang menaiki lift menuju kamar nya di lantai tiga.


Saat ini Alira sedang mandi, sedangkan Arya tengah mengisap sebatang rokok di rooftop kamar nya, Arya sesekali memang suka menghisap benda berasap itu, walaupun tidak sering dan tidak ketergantungan. Hanya saat kumpul dengan teman-teman nya saja, atau lagi gabut sendiri.


Tok...Tok... Suara ketukan pintu kamar tersebut terdengar sampai ke tampat Arya duduk.


''Bik, siapa yang minta.'' Saat Arya membuka pintu melihat bik Mun membawa nampan berisi omlet dan juga jus ke sana.


''Nona Lira yang minta, katanya tadi lapar, karena Tuan muda tidak memberinya makan seharian di kantor.'' Bik Mun tersenyum


''Dia bilang gitu bik.'' Arya membukat kan mata nya.


Bik Mun hanya mengangguk dan menyerah kan nampan tersebut kepada Arya.


''Saya permisi tuan''


''Hmm''


Arya meletakkan makanan itu di meja kursi santai yang ada di rooftop.


Alira selesai mandi dan keluar ke tampat suami nya sedang bersantai dangan sesekali mencicipi omlet punya istrinya, omlet tersebut seperti memanggil-manggil minta di sentuh oleh Arya.


''Kok dimakan sih, itukan punya Lira.'' Lira keluar dengan handuk di tangan nya seraya mengering-ngeringkat rambut basah nya, Alira seperti biasa saat di rumah selalu memakai baju tidur yang super sexsi nya yang mampu menggoyah kan iman kaum adam jika melihat nya.


''Dikit doang.'' Kilah Arya.


''Kalau mau kan bisa suruh buat dua.''


''Kalau dua udah gak enak, enak nya satu aja di bagi dua.''


''Alesan.''


Arya menarik istrinya untuk duduk dan makan, jangan terus-terusan mengoceh saja di belakang nya.


Tbc.....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian bestie


Dengan cara like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih 🙏


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘


Dukungan kalian penyemangat buat author terus menulis. 🫰🫰

__ADS_1


__ADS_2