
Sesampai nya di rumah. Alira langsung menjatuhkan diri nya di atas tempat tidur karena sangat lelah seharian baraktifitas di luar.
Karena terlalu lelah jadi Alira langsung terlelap begitu saja tanpa membersihkan diri nya terlebih dahulu.
Disisi lain.
Di perusahaan Arya saat ini sedang terjadi keributan karena Monica menerbos masuk begitu saja.
''Sayang ku mohon maaf kan aku, aku khilaf.'' Teriak Monica saat di seret keluar dari ruangan Arya.
Arya tak menjawab hanya diam menunduk dan memijit pelipis nya, Merasa setres dengan tingkah Monica.
''Dra... hubungi resepsionis untuk melarang Monica masuk kemarai lagi'' Perintah Arya.
''Siap bos'' Jawab Indra cepat sraya keluar dari ruangan bos nya.
Karena insiden yang terjadi membuat Arya tak fokus lagi untuk bekerja. Di satu sisi Arya masih memiliki sedikit rasa untuk Monica tapi di sisi lain Arya begitu benci dengan penghianatan yang di lakukan oleh Monica dan sahabat nya Romy.
Karena sedang merasa kesal Arya pun pergi meninggakan perusahaan mengemudikan mobil nya pulang ke mension.
Sampai di mension Arya langsung berjalan menaiki lift menuju ke kamar nya. Saat membuka pintu kamar Arya melihat pemandangan Alira yang tidur tengkurap tak beraturan dengan rok pendek nya yang sudah terangkat dan memperlihatkan paha mulus nya.
''Apa dia langsung tidur ?, dasar jorok. bukan nya mandu dulu.'' Ucap Arya sendirian. Dan berlalu pergi menju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat keluar dari kamar mandi Arya menggunakan handuk yang di likitkan sebatas pinggang saja dan rambut yang basah menambahkan karisma ketampanan nya.
''Om sudah pulang ?'' Tanya Alira saat hendak ke kamar mandi ingin mandi karena baru saja bangun.
''iya, kamu kenapa tidak mamdi dulu baru tidur ? dasar jorok. !''
''hey aku tidak tidur ya om''
''terus tadi itu apa ? merem ?''
''itu ketiduran !''
''sama aja bocah'' Arya menoyor kepala istri kecil nya.
Setelah sedikit perdebatan Akhir nya Alira selesai juga mandi dan memakai baju tidur kesukaan nya, celana super pendek dan baju berbahan satin.
''om...'' panggil Alira.
''hmmmp''
''besok Lira nyetir aja sendiri. Boleh yaa''
''tidak..''
__ADS_1
''tapi Lira bosen nungguin d jemput sama sopir lama bnget om''
''besok biar aku yang jemput.''
''om yang jemput akan tambah lama, om kan sibuk.''
''besok akan aku usahakan menjemput. Tidak usah menyetir, itu kan membahayakan mu karena kamu belum hafal jalan jakarta. Dengarkan jangan membantah lagi.'' Ucap Arya tegas.
''hhmm'' Alira merasa kesal sekali.
''ommm'' panggil nya lagi.
''apa lagi Lira..... saya lagi banyak kerjaan ini'' Ucap Arya lembut sekali karena sedikit kesal karena Alira sangat bawal.
''om kaki ku sakit seharian berjalan di lapangan kampus'' Jawab Alira manja.
Arya yang mendengar suara Alira manja pun menoleh dari meja kerja nya menatap Alira.
''jadi, apa kamu sudah tidak mau kuliah lagi karena kaki sakit. ?''
''iihhh gak gitu om.''
''Terus...???''
''pijitin'' Alira nyengir memperlihatkan deretan gigi putih nya.
Alira kesal mendengar Arya menolak untuk memijit kaki nya, padahal kaki nya memang benar-benar pegal sekali karena banyak nya aktifitas seharian. Akhirnya Alira tidur dengan tengkurap asal-asalan saat memain kan ponsel nya.
Jam sudah menunjukkan pukul tengah malam, Arya beranjak dari meja kerja nya ingin istirahat. Saat sampai di tempat tidur nya melihat Alira yang tidur asal-asalan dengan tengkurap.
''dasar bocah menyusahkan. Kalau tidur bukan nya dengan posisi yang benar. Rutuk Arya saat mengangkat tubuh Alira membenarkan posisi tidur nya.
Keesokan pagi nya saat terbangun Alira memeluk tubuh tegap suami nya. Alira kaget, cepat-cepat bangun dan duduk di pinggir tempat tidur.
''untung saja orang tua itu belum bangun, kalau tidak pasti aku sudah d ejek nya karena ketahuan memeluk diri nya '' Batin Alira.
Alira berjalan menuju kamar mandi ingin membersihkan diri nya.
Saat sarapan Alira melihat Oma sedang berbicara serius dengan Indra. Entah apa yang mereka bicarakan Alira tak tahu. Karena saat Alira datang mereka tak melanjutkan lagi membuat Alira penasaran saja.
''Pagi oma'' Sapa Alira..
''pagi Nona manis.....'' Jawab Indra cepat sebelum Oma sempat menjawab.
''Arya mana nak ?'' tanya Oma
''masih di atas Oma, Mungkin sebentar lagi akan sampai.''
__ADS_1
Sampai di depan kampus Alira ingin segera turun. Namun tangan nya di cekal oleh Arya.
''kenapa Om ?'' Tanya Alira melihat Arya memegang tangan nya.
''ini uang saku mu, tadi kau langsung turun tak menunggu ku.''
''hmmm... oke lah makasih ya om'' ucap Alira saat mengambil uang nya.
Setelah Alira turun Arya pun ikut turun juga.
''Om mau kemana ?'' tanya Alira
''mau duduk di depan'' jawab Arya seraya membuka pintu depan mobil.
''oohhhhj.... ya sudah Lira masuk ya'' Ucap Alira tersenyum.
Arya segera masuk saat Alira sudah berjalan masuk ke gerbang kampus. Sedangkan di sudut parkiran ada yang sedang memperhatikan Alira dan penasaran siapa Arya, Itu adalah Rudy dan Mike.
Alira berjalan santai masuk ke area kampus tiba-tiba saja Rudy memanggil nya.
''Lira....'' panggil Rudy.
''iyaa kak..'' Jawab Alira malas karena Rudy terkesan ingin mendekati nya.
''Nanti siap kagiatan kampus biar aku antar ya'' tawar Rudy.
''Lira ada supir yang menjemput kak. Sorry 🙏🙏'' Tolak Alira lembut.
Alira berjalan cepat meninggalkan Rudy dan Mike di belakang, Alira buru-buru berjalan ke temgah lapangan ingin mencari sahabat-sahabat nya.
Saat acara ospek hari ke dua sedang berlangsung tiba-tiba saja nama Alira di panggil ke depan. Saat nama Nya di panggil Alira pun bingung kenapa diri nya di minta maju ke depan. Ternya itu semua adalah ulah nya Rudy yang meminta Alira maju ke depan karena sekarang adalah sesi menyumbangkan kemampuan apapun itu apakah bernyanyi atau pun berpuisi.
Alira sangat kesal sekali kepada Rudy karena sudah mengerjai nya. Alira tak ada pilihan lain terpaksa menyumbangkan sebuah lagu favorit nya. Sumua orang sangat menikmati suara merdu Alira saat membawakan sebuah lagu, Terutama Rudy yang terlihat sangat menikmati penampilan Alira.
Setelah sebuah lagu di bawakan Rudy pun mengambil mikrophon di tangan Alira dan menanyakan tentang setatus Alira.
''Alira apakah kamu sudah punya pacar.?'' Tanya rudy.
Alira hanya diam tak menjawab, ingin mengatakan yang sejujur nya tapi tak berani karena dia baru saja masuk di kampus ini.
''Karena tak ada jawaban jadi aku anggap kamu masih jomblo, maukah kamu jadi pacar aku'' ucap Rudy spontan yang membuat alira sangat terkejut begitu juga para mahasiswa yang lain.
''maaf kak Alira tak bisa'' Jawab Alira akhir nya dan pergi meninggalkan Rudy sendirian di depan.
Rudy tak menyangka Alira berani menolak diri nya di depan umum.
tbc....
__ADS_1