
Setelah beberapa menit dari kampus menuju perusahaan, akhirnya mereka sampai di sana. Alira langsung saja turun dengan kesal, karena sitiap pulang dari kampus pasti dirinya kemari.
''Ra... Tunggu.'' Panggil Arya karena melihat Istrinya berjalan duluan.
Alira tak perduli, terus saja melangkah memasuki lift.
Sampai di ruangan nya Arya di sana ada Indra yang sedang menarih berkas-berkas ke atas meja nya Arya.
''Ndra, panggil orang dari devisi keuangan ya, aku mau langsung minta revisi laporan tadi.''
''Baik Bos, Hay Nona Manis.''
''Hmmp.'' Alira menjawab dengan malas.
Alira duduk si sofa seperti biasa nya,
''Kamu kenapa ?' Kok bete.'' Arya menghampiri istrinya
''Aku bosan kemari terus.''
''Tadi gak bilang, aku pikir kamu mau ke kantor dulu.''
''Om, besok suruh aja sopir yang jemput ya.''
''Kok Om lagi sih''
''Padahal aku juga bisa pulang dengan Mita, sekalian bisa jalan-jalan juga sebelum pulang dengan nya.''
''Apantak ada yang lain di kepala mu selain jalan-jalan hah.?''
Sebelum Alira sempat menjawab, ponsel dalam tas nya tiba-tiba berdering, saat melihat nya ternyata Mama nya yang vc.
''Mama'' Alira sumbringah segera menekan tombol hijau tersebut.
''Mama...''
''Hay sayang, gimana kuliah mu di hari pertama .?''
''Biasa aja Ma, gak ada yang istimew juga.''
''Benarkah ? Mama kira hari pertama kuliah akan Wow gitu, secara kampus di sana kan tidak sama dengan kampus yang ada di sini.'' Sindir sang Mama.
''Mama apaan sih''
''Hay ma.. Apa kabar di sana.?'' Arya menyela pembicaraan anak dan ibu tersebut.
''Hay menantu, Mama baik. Kamu sendiri apa kerepotan menghadapi anak manja nya Mama.''
Alira membulatkan mata melihat Suami nya
''Gak kok ma, Alira penurut anak nya, baik dan tidak suka membantah.'' Jawab Arya kebalikan dari yang sebenar nya
__ADS_1
Sang Mama tertawa dengan jawaban menantunya, karena Mama tau persisi seperti apa sifat anak gadis nya itu.
''Ihh Mama kok ketawa sih.'' Alira memanyunkan bibir nya, kesal terhadap dua orang yang sedang mengolok-ngolok dirinya.
''Kamu banyak-banyak bersabar ya Arya''
''Iya Ma, pasti itu''
Alira semakin membulatkan matanya
''Ma, udah dulu ya, Lira agi di kantor Om Arya ni, Nanti Lira telfon lagi sampe di rumah.'' Alira langsung memutuskan sambungan telfon tersebut tanpa menunggu jawaban sang mama
''Om, apaan sih ngomong gituan sama mama''
''ngomong apa ?''
''Om sengaja kan ngolok-ngolok Lira depan mama.''
Alira terus saja mengoceh memperdebat kan suami dan mama nya yang dengan sengaja menyindir diri nya. dan Cup. Arya membungkam mulut Alira yang tak bisa diam dengan menci*um nya lagi, Alira membulat kan mata nya namun tidak menolak. Saat Arya merasa tak ada penolakan dari sang istri berniat ingin melanjutkan dan memperdalam cium*n tersebut namun itu semua gagal karena suara ketukan pintu ruangan tersebut.
Tok...Tok..Tok..
''Hiisshh siapa sih, mengganggu saja'' Arya mengumpat seraya mengusap bibir kecil istrinya itu.
Alira hanya diam saja, saat ini diri nya sedang dalam mode salah tingakah, membenarkan duduk nya dan membenarkan rambutnya yang memang tidak berantakan.
''Masuk,'' Ucap Arya seraya bangun dan berjalan menuju ke kursi kebesaran nya.
''Tuan memanggil kami.''
''Iya duduk lah, aku ingin kalian mengoreksi hasil laporan bulan ini,.''
''Baik Tuan.'' Kedua nya langsung duduk dan melirik ke arah di mana Alira sedang memainkan ponsel nya.
Arya hanya mendengar saja penjelasan dari kedua nya, dan mencoret di mana yang menurut nya harus di perbaiki lagi, tapi mata nya tidak hanya fokus pada file-file tersebut, matanya sesekali melirik Alira yang terlihat cekikian sendiri dengan hanfon nya dan sedikit mengganggu konsentrasi kedua staf nya tersebut.
Arya bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah Alira.
''Kamu di kamar saja ya, aku lagi ada kerjaan.'' Arya sedikit berbisik pada istrinya.
''Ganggu ya. Sorry ''
Arya mengusap kepala Alira dengan kasih, dan kembali ke meja nya, sedangkan Alira langsung masuk ke kamar di ruangan tersebut yang mampu membulat kan mata kedua staff yang masih disana.
Dalam hati kedua nya sudah bertanya-tanya tentang hubungan tuan nya dengan perempuan belia tersebut, mereka berdua tak sabar ingin keluar dari sana dan bergosip tentang apa yang di lihat nya barusan.
''Echemm'' Arya berdehem membuyar kan kedua staf nya yang terus memperhatikan Alira masuk ke dalam ruang pribadi nya.
''Dia istri saya'' Ucap Arya dingin.
Kedua staf nya seperti copot jantung mendengar kan perkataan bos nya yang mampu menjawab rasa penasaran dari kedua nya, Mereka jadi lebih tidak sabar untuk meninggalkan ruangan itu karena ingin menarik nafas dalam-dalam karena jantung mereka seperti berhenti berdetak.
__ADS_1
''Kita lanjutkan.''
Kedua nya hanya mengangguk seraya melirik satu sama lain.
Satu jam sudah kedua nya berkutat di dalam ruangan bos nya, saat ini kedua nya di persilahkan keluar oleh Arya.
saat baru di depan pintu ruangan saja mereka sudah memegang jantun masing-masing.
''Apa-apaan Tuan Arya sudah menikah '' ucap salah satu nya
''Hei, aku tidak pernah mendengar tentang pernikahan bos kita itu, yang aku tahu bos berpacaran dengan nona Monica, dan kenapa tiba-tiba bisa menikah dengan gadis kecil itu ya'' Mereka berdua terus saja menerka-nerka seraya terus berjalan kembali ke ruangan nya.
Sedang kan di dalam ruangan, Arya saat ini membuka pintu kamar pribadi nya yang ada di sana, Arya melihat Alira tidur dengan tengkurap yang kaki nya setengah menggantung ke bawah.
''Tidur gaya apa itu.'' Gumam Arya.
Arya masuk dan mengangkat tubuh istrinya dan membenarkan posisi tidur.
Tidur Alira pun terganggu saat suami nya membenarkan posisi tidur nya.
''Eemmm,, sudah siap ya.'' Alira membuka mata nya dan bertanya dengan suara serak khas bangun tidur nya.
''Iya, kamu sudah bangun ya.''
''Eemm, kita pulang sekarang ya.?''
''Kalau kamu sudah bangun ya kita pulang saja.''
Alira vangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya. Arya menunggu duduk menunggu nya di samping tempat tidur.
''Ayo Om,'' Ajak Alira seraya mengambil tas nya yang tergeletak di samping Arya.
''Kenapa sih kamu terus-terusan panggil Om.'' Arya menarik pinggang istrinya dan terduduk di pangkuan nya.
''Lira belum biasa aja''
''Maka harus di biasakan.'' Arya mengingkap anak rambut istrinya ke belakang telinga.
''Hmmm..'' Alira mengalungkan tangan nya di leher suami nya, sepertinya Alira tidak takut sedikit pun jika suami nya nanti akan melahap nya dengan tingkah manja nya itu.
Arya mendekatkan wajah nya ke Alira, karna tak ada penolakan Arya jadi semakin berani saja, namun itu harus gagal lagi karena pintu kamar itu kembali di ketuk, siapa lagi yang berani mengetuk pintu kamar pribadi nya itu kalau bukan asisten sialan nya.
tbc ..
Tinggalkan jejak kalian bestie
Jangan lupa like,komen,subscribe dan vote
Terimakasih 🙏
Salam sayang dari author Jhuwee dealova😘
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti buat ku 🫰