Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 9


__ADS_3

Alira berlalu begitu saja di depan dua orang pria yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


''Ar... loe udah gituan ?'' tanya Indra penasaran


''gituan...???? apaan ?'' Arya mengerut kan dahi nya tidak mengerti yang di tanyakan Indra.


''itu oh... masak istri se seksi itu di anggurin'' bisi Indra.


''gak usah mikir yang bukan-bukan, Lira istri gue'' Arya merasa kesal atas pertanyaan Indra, di benaak nya kembali terlintas penghianatan yang di lakukan oleh pacar dan sahabat nya Romy.


Karna sudah merasa kesal Arya menyudahi pekerjaan nya bersama Indra dan menyuruh nya puang, lalu Arya kembali ke kamar nya ingin membersihkan diri lalu istirahat.


Saat masuk ke kamar melihat Alira memegang sebuah kotak tanpa bertanya apapu Arya berlalu begitu saja ke kamar mandi, sesudah dari kamar mandi Arya melihat Alira masih meratapi kotak tersebut


''apa itu ?'' tanya Arya akhir nya.


Alira tak menjawab hanya menyodorkan kotak itu tepat di depan wajah Arya.


''kamu dapat dari mana ini ?'' tany Arya lagi


''ya dari oma lah, om pikir aku mencuri nya ?''


''tapi kenapa oma memberi nya pada mu, ini sangat berharga bagi Oma.''


''Om terlalu banyak bertanya aku tak punya waktu untuk menjawab nya, tanyakan saja sama oma langsung.'' Alira kesal karna Arya menanyakan kenapa oma kasih gelang itu untuk nya, padahal Alira kan cucu menantu keluarga ini, Alira berlalu begitu saja ingin mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur.


Setelah berganti pakaian dengan baju tidur bahan satin celana super pendek nya Alira merebahkan tubuh nya di atas kasur dan memunggungi Arya.


''Lira....'' panggil Arya, tapi tak ada jawaban


''kalau ada Indra atau pria lain di rumah jangan keluar dengan pakaian yang mini.''


''kalau di rumah aku terbias pakek baju gitu'' jawab Alira ketus


''iya itu dulu di rumah mu, sekarang jangan lagi ya, pakai hanya di kamar ini saja dengar'' ucap Arya lembut agar Alira tak tersinggung, tapi lain hal nya yang terjadi Alira malah ngegas.


''kenpa om melarang ku tak boleh ini tak boleh itu, terlalu banyak aturan''

__ADS_1


''karna apa yang ku miliki tak ingin di pandang oleh orang lain'' Arya sedikit meninggikan suara nya, terpancing emosi karena Alira terlalu banyak bantahan sedangkan Arya tak ingin tubuh Alira di pandang oleh lelaki lain takut seperti Monica yang menghianati nya.


Alira tak menjawab lagi, langsung tidur saja tak ingin oerdebatan akan semakin panjang.


Sudah dua hari Arya dan Alira tak terlibat percakapan mereka sama-sama diam setelah sedikit perdebatan malam itu.


Esok hari adalah weekand, Alira sangat bertanya-tanya apakah Arya akan menepati janji nya untuk mengantarkan nya berbelanja keperluan kuliah karena haru senin akan mulai masuk.


Keesokan pagi nya Arya berjoging sebentar mengelilingi komplek, memang sudah menjadi rutinitas nya berjoging saat weekand, setelah selesai Arya langsung saja duduk di samping Alira untuk sarapan tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.


''Ar... tidak mandi dulu nak ?'' tanya Oma


''nanti aja oma, biar sekalian mau keluar juga nanti ada janji'' jawab Arya tanpa melihat ekspresi Alira


''dasar pembohong, kata nya mau nganterin aku belanja, tapi malah buat janji dengan orang lain. dasar orang tua omongan nya tidak bisa di pegang.''


Setelah selesai sarapan Alira langsung naik ke kamar nya ingin menelpon Amel mau minta di jemput agar di anterin belanja oleh nya.


''belum siap-siap ?'' tanya Arya saat baru keluar dari kamar mandi.


''katanya mau belanja keperluan kuliah''


''kan om sudah ada janji, Alira tidak mau di antar supir, Lira sana Amel aja ya''


''janji..?.''


''iya, tadi kan om bilang mau keluar karna ada janji''


''iyaa janji dengan mu''


''oohh Lira kira dengan pacar om'' jawab Alira seraya berjalan ingin mengganti pakaian.


Saat keluar Alira sangat cantik dengan pakaian cassual nya memakai jeans yang dipadukan dengan kemeja putih dan tak lupa tas selempang kecil nya khas penampilan anak remaja, sedangkan Arya tak kalah tampan menggunakan celana pendek warna cream dan kaos putih di lengkapi sneekers warna putih membuat penmpilan nya jauh lebih fress daripada keseharian nya yang menggunakan jas kantoran.


tanpa banyak bicara mereka langsung saja keluar dari mension dengan menggunakan mobil sport yang di kemudikan sendiri oleh Arya.


Saat sampai di pusat perbelanjaan terbesar di ibukota merek langsung masuk ke dalam, tempat pertama yang di kunjungi Alira adalah toko perlengakapan alat tulis, Alira sangat antusias dalam memilih barang-barang keperluan nya. dan juga tidak lupa membeli beberapa buku yang sesuai dengan jurusan yang di ambil nya.

__ADS_1


''udah habis semua ?'' tanya Arya.


''udah om, om kita makan dulu ya baru pulang.'' Alira tersenyum seraya memperlihatkan deretan gigi putih nya.


''hhmmm'' jawab Arya


saat mereka sedang makan di salah satu cafe yang ada di dalam mall tersebut, tiba-tiba saja Romy datang menghampiri meja mereka.


''hay broe...'' ucap Romy


Arya tak menjawab terus saja melanjutkan makan nya


''rupanya kau cepat sekali menemukan pengganti Monica'' Ucap Romy lagi seraya melirik-lirik penampilan Alira yang masih sangat belia.


''bukan urusan mu'' ketus Arya.


''ngomong-ngomong kalau kamu gak bisa memuaskan nya masih ada aku di sini''


''jangan berani macam-macam dengan ku'' ucap Arya seraya menarik kerah baju Romy karna tersalut emosi atas ucapan nya barusan. Sedangkan Alira hanya diam melihat perdebatan antara kedua nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


''santai bro santai'' Romy melepaskan diri nya dari cengkraman Arya.


''securiti.....'' panggil Arya,


''pak bawa bajingan ini keluar dia sudah mengganggu kami'' Ucap Arya seraya menunjuk wajah Romy.


''santai bro... gue juga udah mau pergi, tapi ngomong-ngomong selera loe jadi yang lebih muda ya'' sindir Romy lagi seraya berjalan keluar.


Arya sangat kesal sekali atas peristiwa tersebut, kenapa harus bertemu lagi dengan bajingan itu,wajah Arya sangat merah dan tangan yang tergepal karena menahan emosi nya .


''om gak papa ?'' tanya Alira lembut seraya menyentuh tangan Arya yang tergepal di atas meja, Alira tau pasti ada masalah besar yang pernah terjadi antara Arya dan lelaki tadi maka nya Arya se emosi ini.


''tidak papa, lanjut lah makan'' jawab Arya lembut, seakan emosi nya sedikit mereda saat Alira menyentuh tangan nya.


Alira hanya diam saja dan melanjutkan makan nya sesekali melir Arya. Sebenar nya penasaran sekali dengan ucapan pria tadi tapi tak berani menanyakan takut Arya akan semakin emosi.,


tbc....

__ADS_1


__ADS_2