Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 15


__ADS_3

Setelah Dari Kampus Arya membawa Alira kembali ke Kantor. Karena masih ada pekerjaan yang harus di kerjakan jadi Arya tidak mengantar Alira pulang lebih dahulu. Saat mereka sampai di depan gedung yang menjulang tinggi yaitu Perusahaan nya Arya Mereka di kejutkan dengan keributan di depan pintu masuk Gedung tersebut.


Rupanya ada Monica di sana yang berusaha menerbos masuk ke dalam, Tapi di tahan oleh dua orang satpam untuk melarang nya masuk.Itu semua atas perintah sang atasan untuk tidak mengizinkan Monica mendatangi kantor ini lagi.


''Ada apa ini.'' Bentak Arya yang membuat Monica dan dua satpam tersentak kakget.


''Maaf tuan, Nona Monica memaksa masuk.'' Jawab salah satu satpam tersebut.


''Sayang ku mohon. Beri aku kesempatan kedua🙏🙏.'' Rengek Monica


Alira yang mendengar Monica memanggil suami nya dengan sebutan sayang Akhirnya paham kalau Monica adalah kekasih Arya.


''ternyata pacar nya model galak ini,kenapa Om Arya tidak menikah saja dengan dia.?'' Batin Alira bertanya-tanya.


''Monica. Ku mohon jangan buat kekacauan di kantor ini lagi, kau yang menghianati jadi terima saja keputusan ini dan jangan ganggu hidup ku lagi.'' Ucap Arya dingin.


''Tidak Ar.... Ku mohon dengarkan dulu penjelasan ku, aku di jebak oleh Romy. Aku berkata jujur Arya...''


''Aku tak ingin mendengar apapun dari mu,''


''Kamu masih mencintai ku Arya, aku tau itu. Jangan bohongi perasaan mu sendiri.''


Arya tak lagi menjawab, Arya menarik tangan Alira dan berlalu masuk ke dalam tanpa memperdulikan Monica yang terus berontak ingin menerbos masuk. Sedangkan Alira yang tangan nya di tarik pun berjalan begitu saja dengan wajah memandang ke belakang memperhatikan Monica yang mengamuk.


''Siapa perempuan itu, kenapa dia masuk kedalam dengan Arya.'' Batin Monica saat melihat Alira di gandeng oleh Arya.


Sampai di ruangan Arya mereka masih diam dengan pikiran masing-masing. Alira langsung duduk di sofa sedangkan Arya pun langsung duduk di kursi kebesaran nya. Dalam hati Arya masih ada sedikit rasa kasihan pada Monica, Tapi saat mengingat penghiatan yang Monica lakukan Arya kembali menangkis rasa kasihan tersebut.


Arya sangat benci penghiatan karena ibu nya dulu pergi dengan lelaki lain saat Ayah nya sedang dalam masalah perusahaan terpuruk. Begitu lah cerita yang Arya dengar dari sang Papa Juga sang Oma. Sampai umur Arya dua puluh tahun sang papa tidak pernah menikah lagi karena trauma dengan penghiatan Istri nya. Di usia dua puluh tahun Arya mengambil Alih perusahaan setelah Papa nya meninggal.


Arya di bantu Oleh Indra yang sudah bekerja dengan nya selama sembilan tahun. Dan juga ada Paman Sam orang kepercayaan Oma yang sekarang di tempatkan di Kantor cabang di Singapura.


Arya terlihat fokus dengan file yang di baca nya sampai tiba-tiba Alira memulai percakapan setelah sekian lam hening dalam ruangan tersebut.


''Kalau masih cinta balikan aja om.'' Ucap Alira tiba-tiba sambil memain ponsel nya.


Ternyata Alira melihat-lihat Artikel tentang kedekatan Model top Monica Sharma dengan seorang pengusaha kaya raya Arya Kusumadinata. Semua media menyatakan bahwa mereka berdua pasang yang sangat serasi.

__ADS_1


Arya pun Menoleh saat mendengarkan ucapan Alira, Yang seperti menyindir diri nya.


''Aku tak akan pernah mengambil apa yang sudah ku buang.'' Jawab Arya dingin...


''Hhuuuu Benarkah .??, tapi tak ada satu pun media yang mengabarkan berita tentang kamu sudah putus dengan seorang TOP MODEL MONIKA SHARMA.'' Alira mengejek.


Arya memicingkan mata nya mendengar ejekan Istri kecil nya.


''Apa kamu cemburu .?''


''Hah cemburu...?? untuk apa Om..?''


''Jika tidak cemburu kenapa kamu cari tahu tentang hubungan ku dengan Monica.''


''Aku hanya penasaran saja. Kenapa perempuan itu sampai memohon minta balikan sama kamu. Entah apa yang di lihat dari dirimu pun aku tak paham.'' Alira mengetu-ngetuk dagu dengan jari telunjuk nya. Seperi sedang memikirkan sesuatu.


''Hei bocah apa maksud mu bicara gitu ?, Tentu saja semua wanita melihat ketampanan dan kekayaan ku tidak ada satu pun wanita yang menolak pesona kunya. !''


''Kalauntak ada satupun Wanita yang menolak mu, terus kenapa Oma harus mencarikan jodoh untuk mu Om.? udah deh ngaku aja kalau Om memang gak laku.'' Alira cekikian sendiri.


Arya sangat syok mendengar Alira mengatakan diri nya tak laku, mata nya melotot seakan ingin lompat keluar.


''Memang begitu kenyataan nya kan.'' Alira masih menjawab dengan santai.


''Bocah ingusan. Dengar ya jika aku tak laku maka sekarang ini aku takkan punya Istri yang bermulut pedas seperti mu.'' Arya menoyor kepala Alira, Geram.


''Itu karna Kakek menjebak ku, dan kamu menggagal kan aku untuk kabur.''


''Hei seharus nya kau bersyukur memiliki suami tampan dan kaya seperti ku.''


''Bersyukur apa nya...? Udah tua, songong, gak romantis, kaku kayak batang kayu. kalau soal kaya keluarga ku juga konglong merat. jadi apa nya yg harus di syukurin.''


'' Dasar bocah mulut pedas,'' Arya merasa sangat geram karena selalu kalah kalau berdebat dengan Alira.


Sedangkan Alira nampak biasa saja seperti tak berdosa sudah mengata-ngatai suami nya.


Arya kembali ke meja kerja nya ingin melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena ulah Istri nya. Tapi lagi-lagi Alira mengganggu fokus nya.

__ADS_1


''Om''....


Tak ada jawaban


''Ommmm'' Alira memanggil lebih keras.


''Apa lagi Aliraaaa...'' Arya sangat geram sekali


''Besok Alira libur dua hari.''


''Terus apa ??? Aku harus libur juga menemani mu di rumah !'' Ketus Arya.


''Lira mau ke Bandung, boleh..?''


''Tidak.''


''Om, Lira mau ke tempat kak Niko. Lira rindu sekalian libura di sana dua hari. Boleh ya....🙏🙏🙏'' Alira mengedip-ngedip kan mata nya memohon agar di izinkan.


Setelah memikirkan beberapa saat akhirnya Arya mengizinkan. Itung-itung istirahat sebentar dari perdebatan dengan Istri bermulut pedas nya.


''Ya.''


''Yee makasih Om.'' Alira reflek memeluk Arya.


Hening sesaat.


''Apa peluk-peluk, kata nya udah tua.'' Arya memecah keheningan.


''He he he Reflek Om. Sorry.'' Alira sedikit canggung.


Sesaat kemudian Alira berjalan menuju ke kamar yang ada di ruangan tersebut Karena merasa sangat mengantuk.


Saat di kamar Alira segera menghubungi Niko memberitahukan nya kalau besok pagi Alira kan ke sana. Jadi Niko harus mengosongkan jadwal untuk membawa adik cerewet nya jalan-jalan selama dua hari.


Sebenar nya Niko keberatan karena Alira sudah punya suami seharusnya Alira jalan-jalan saja dengan suami tanpa harus merepotkan nya. Tapi Alira ya tetap Alira si gadis keras kepala yang keinginan nya tak bisa di tolak.


Walau mereka terlihat sering ribut tapi sebenar nya Niko sangat menyayangi adik nya.

__ADS_1


tbc.....


__ADS_2