
Tak terasa mata hari sudah tenggelam di ufuk barat, pasangan suami istri yang masih larut dalam canda nya di kolam renang itu pun segera mengakhiri berenang nya sore ini.
''Lira mandi duluan Om.''
''Mandi berdua aja biar cepat.''
''Gak mau.''
''Dingin Lira ....''
''Pokoknya om tunggu Lira siap mandi dulu baru boleh masuk.'' Lira melesat cepat ke kamar mandi seraya melemparkan kimono mandi nya ke atas Arya.
''Dasarr bocah.'' Arya tersenyum saja melihat tingkah istri nya.
Selesai keduanya mandi dan berpakaian barulah mereka rurun ke bawah untuk makan malam bersama Oma.
''Malam Oma...'' Sapa Alira begitu ceria.
''Malam, Sayang. Duduk lah nak''
Alira segera duduk di samping Arya dan mengisi piring nya dan juga sang suami, entah inisiatif dari mana, tiba-tiba saja malam ini Alira mengambilkan nasi untuk sang suami, Arya hanya bengong saja karena tak biasa nya Alira melayaninya di meja makan, apa mungkin karena tadi pagi Arya meminta di ambilkan nasi pas ada kak Niko pikir Arya.
Keesokan pagi nya, matahari sudah terlihat menyinaribsang semesta, namun pasangan suami istri itu masih terlelap di balik selimut yang nyaman, apalagi saat ini mereka sedang berpelukan mesra di balik selimut, yang membuat Arya engan untuk bangun walau sudah terjaga.
Alira menggeliat, cepat-cepat Arya menutup mata nya kembali pura-pura masih tidur.
''Huuammm....., Setiap pagi aku memeluk nya, ya ampunnn nyaman sekali jadi malas untuk bagun.'' Gumam Alira semakin membenamkan wajah nya ke dada bidang sang suami.
Alira mendongak kan kembali kepala nya memastikan suami nya belum bangun.
''Ternyata masih tidur. wajah mu sangat tampan, pantesan saja si nenek sihir terus mengejar mu, walaupun mulut mu tidak sesuai dengan wajah mu,'' Alira menekan-nekan pipi Arya dengan satu jari nya dan berakhir di bibir sang suami.
''Bibir ini sudah mencuri ciuman pertama ku, bibir ini juga selalu mengatai ku bocah dan cerewet, mau nya tak becek-becek ni bbibir biar dower aja sekalian.''
Arya tiba-tiba membuka mata nya, Cepat-cepay Alira menarik tangan nya dan menjauhkan diri dari sang suami agar tidak ketahuan memeluk nya. Namun belum sempat di lakukan, Arya sudah berhasil menangkap nya.
''Kenapa.?'' Tanya Arya dengan seriangai yang sulit di artikan
''A...Apa.., tidak ada.'' Alira gelagapan.
''Katanyabmaubdi becek-becek bibir ku.''
Alira membulat kan mata nya, ternyata suami nya mendengarkan ucapan nya tadi.
''Tidak ada, Om mimpi kali tadinya.''
''Aku sudah bangun sebelum kau bangun.'' Arya menjitak jidat nya Alira.
''Aawww.. Sakit tau.'' Alira cemberut.
__ADS_1
''Itu hukuman karena sudah mengatai-ngatai tepat di depan wajah ku.''
''Om curang, mana ada orang udah bangun tapi pura-pura tidur lagi.'' Kesal Alira.
''Kalau gak gitu, aku gak bakalan tau kamu mencibir ku di belakang.''
''Pindah, aku mau mandi '' Alira memindahkan tangan Arya dari pinggang nya.
''Apa kamu masuk kuliah hari ini.?''
''Iya, siapa yang akan antar.?''
''Tebtu saja aku, kamu berharap siapa ?''
''Tidak tau, ya sudah aku mandi dulu.''
''Mandi berdua boleh, biar cepat siap ?'' Arya menaik-naik kan Alis nya.
Alira berbalik dan membelik kan mata nya ke arah Arya. '' Mimpi.''
Arya terkekeh melihat tingkah konyol istri kecil nya itu, rasa nya Arya sudah mulai jatuh cinta terhadap Alira.
Setelah ke dua nya selesai sarapan dan berpamitan pada Oma, kedua nya segera berangkat dengan di jemput oleh Indra seperti biasa nya.
''Pagi Bos, pagi Adik manis.'' Sapa Indra.
''Pagi Om baik, '' Jawab Alira sumbringah.
Saat dalam perjalanan, Alira sibuk memain kan ponsel nya yang dari kemarin tidak di pegang.
''STOP......,'' Teriak Alira tiba-tiba yang membuat kedua pemuda di dalam mobil itu terlonjak kaget.
Indra menghentikan mobil secara mendadak sangking kaget nya, sedangkan Arya menaikkan kedua kakinnya ke atas jok mobil, mata kedua nya menatap ke arah Alira yang tiba-tiba berteriak histeris sampai mereka jadi jantungan.
''Kamu kenapa.?'' Tanya Arya saat sudah berhasil menetralisir jantung nya kembali.
''Kamubtidak tau, tindakan mu sangat berbahaya, bisa-bisa kita kecelakaan karena ulah mu.'' Geram Arya.
''Om lihat ini.'' Alira menunjukkan ponsel nya tepat di wajah Arya, hanya berjarak dua senti dari mata nya, gimana cara nya dia bisa melihat.
''Hey, jauh kan dari wajah ku.''
''Om lihat lah dulu''
''Gimana aku bisa melihat jika hp mu menempel di hidung ku.''
''ups. . Sorry'' Alira menutup mulut nya.
Arya mengambil hp tersebut dan melihat apa yang membuat istrinya sampai histeris.
__ADS_1
''Oohh... Cuma ini doang'' Ucap Arya seraya mengembalikan hp Alira.
''Haaah... ini doang, Om bilang ini doang.''
''Terus kenapa ?''
''Om, liat ini baik-baik dan baca, benarkan dugaan ku kalau kemarin ada media yang meliput kejadian di cafe.''
Indra yang tidak mengerti tentang apa yang di permasalah kan oleh kedua majikan nya itu pun ikut menyela.
''Masalah apa sih yang kalian bicarakan, aku jadi pusing deh.'' Sela Indra.
''Om liat ini.'' Alira menunjukkan hp nya kepada Indra.
''What..... benarkah. Itu sangay bagus bos jika kalian sudah go publick.'' Jawab Indra yang mampu menambah kekesalan Alira.
''Apa-apaan kalian berdua, kalian malah biasa saja dengan masalah ini, aku harus menjelaskan apa nanti di kampus jika ada yang menanyakan.''
''Apabyang harus di jelaskan, bilang saja kalau berita itu memang benar.''
''Tidak, tidak, tidak boleh''
Alira kembali memeriksa berita tersebut dan sedikit lega karena di sana tidak di tuliskan nama nya dan juga wajah nya tidak terlihat jelas.Karena fotonya di ambil dari kejauhan.
''Sudah lah, jangan terlalu di fikirkan, cepat atau lambat orang-orang juga akan tau.'' Arya mencoba menenangkan Alira.
''Sekarang gimana Nona, apa mau lanjut ke kampus atau tidak.?'' Tanya Indra, karena dari tadi mereka berhenti di pinggir jalan.
''Ya ke kampus lah Om, ini kan hari pertama aku ke kampus, masa harus bolos sih''
''Ya sudah, nanti kalau ada apa-apa atau ada yang mengganggu mu, cepat hubungi aku, kau dengar.'' Arya mengusap kepala sang istri dengan kasih
''Orang-orang memang tidak tau karna foto aku tidak terlalu jelas, tapi si Bella nenek sihir pasti tau kalau itu aku, kemarin kan dia bertemu dengan kita di bioskop.'' Alira mengercut kan bibirnya.
''Nenek sihir.'' Arya menautkan Alisnya
''Itu, perempuan yang memeluk mu di bioskop kemarin, Om pun menikmati pelukan nya kan.''
''Hah Hahah hahah, kata siapa aku menikmati itu, apa kamu cemburu ya'' Arya terkekeh.
Alira melipat kedua tangan nya di dada, kesal terhadap Arya kerena mengatai nya cemburu terhadap Bella.
Tbc....
Jangan lupa tinggalkan jejaknya besti
Dengan cara like,komen,subscribe dan vote
Terimakasih 🙏
__ADS_1
Salam sayang dari author jhuwee dealova😘
Dukungan kalian sangat berarti buat ku. 🫰🫰