
Siang hari di sebuah gedung perusahaan megah milik pengusaha kaya raya yaitu Arya kusumadinata.
Siang ini Arya sibuk memikirkan bagaimana cara gosip yang sedang beredar agar cepat dapat di selesaikan.
Tok... Tok... Tok... Suara ketukan pintu ruangan sang pemilik perusahaan.
"Masuk.'' Ucap Arya.
"Tuan muda memanggil saya." Ucap Indra di balik pintu yang sedikit terbuka itu.
"Iya, masuk ndra."
"Ada yang harus saya kerjakan tuan.?" Tanya Indra dengan sopan.
"Ndra... Gue mau ngomong sesuatu sama loe." Ucap Arya dengan bahasa yang tak formal, karena dirinya ingin membicarakan persoalan yang di luar masalah kerjaan.
"Masalah apaan " Indra pun ikut menjawab dengan bahasa yang sudah tidak formal lagi, karena sang bos sudah memulai untuk berbicara biasa.
Arya berdiam diri memikirkan bagaimana cara untuk mengatakan pada sang sahabat, karena dirinya takut jika Indra akan menertawainya. Apalagi kalau Indra tau jika Arya sudah mulai jatuh cinta pada Alira.
"Oi... Kata nya mau ngomong sesuatu, tapi malah bengong aja loe." Indra mengertik-ngertikan tangan nya di depan wajah sang bos.
"Emmpp, itu, anu..." Arya gelagapan.
"Apaan sih ? Masalah gosip tentang loe. ?" Tebak Indra.
"Bukan, gak ada hubungan nya sama masalah itu."
"Terus.????" Indra merasa gelagat Arya sedikit aneh.
''Ndra gue mau loe beliin motor sport dan ngajarin gue.'' Ucap Arya akhirnya.
''Motor sport ? Buat apa ?'' Indra bingung kenapa bosnya tiba-tiba minta di ajarin naik motor.
''Ya buat..... Buat.. Alah loe banyak tanya, pokoknya nanti sore kita belajar naik motor.'' Arya gelagapan saat di tanyai buat apa beli motor sport.
''Loe yakin mau belajar motor ? Apa gak sebaiknya loe blajar motor matic aja dulu yang lebih gampang ?''
''Gak gak gak, matic kan motor nya cewek, mana wibawa gue kalau naik nya motor matic.'' Tolak Arya.
__ADS_1
''Laahh... Malah mikir wibawa dia, loe pikir punya nyawa berapa ? Motor matic aja loe gak bisa malah mintak motor sport.'' Indra menepuk jidat nya sendiri.
Arya memang tidak bisa membawa motor, karena saat remaja dirinya tak sempat bergaya-gayaan seperti remaja lainnya, dirinya sibuk dengan belajar mengembangkan perusaahan apalagi saat sang ayah meninggal, perusahaan seluruhnya di tangani olehnya dengan bantuan sang oma pastinya.
''Aahh udah, pokoknya nanti sore kita belajar motor, sekarang loe pergi beli motor dan bawa pulang ke mension. Kita belajar di sana nanti sore.''
''Loe yakin. ?'' Indra masih tak yakin dengan keinginan bos nya.
''Banyak tanya loe, sekarang keluar gue mau lanjut kerja, kalau nanti sore belum ada motornya, gaji loe di potong lima puluh persen.'' Ancam Arya
''Kejam amat loe bos, kalau kenapa-kenapa jangan salahin gue, dan jangan bilang gue gak ngingatin ya.'' Indra keluar dari ruangan sang bos seraya mengomel di mulut nya.
''Aneh banget sih si Arya, bukan nya mikirin gosip nya sama Monica, malah mikirin motor sport, apa kepalanya terbentur ya.'' Indra terus bergumam.
Setelah dari ruangan Arya, Indra langsung keluar menuju showroom untuk membelikan motor sport seperti yang Bos nya pesankan. Walau dirinya bingung dengan sikap Arya yang tiba-tiba meminta nya untuk membeli motor, namun dirinya tetap membelikan. Toh beli juga pake uang nya Arya kan 😁
***
Di kampus
Saat jam istirahat, Alira dan dua sahabat nya sedang menikmati makan siang mereka dengan bervanda ria.
''Ra... Loe kok gak bilang sih kalau om loe udah nikah.?'' Tanya Amel tiba-tiba.
''Loe tau darimana ?''
''Gue tau dari gosip itu, gue juga follow Ig nya om Arya, jadi gue banyak tau tentang dia.''
Alira termenung, kok bisa sahabat nya memfollow akun medsos suaminya sedangkan dirinya tak tau pun kalau sang suami juga menggunakan itu, karena selama ini di lihat nya Arya selalu sibuk dengan kerjaan.
''Raa kok malah bengong.?'' Mita menepuk pelan bahu Alira
''Ohh... iya, Om Arya udah nikah, nanti kalian aku kenalin sama istrinya ya.'' Jawab Alira
''Gak usah deh ra, aku pasti sangat patah hati jika bertemu dengan perempuan itu.'' Amel mengdrama.
''Ohh ya udah kalau gak usah.''
''Eee ee gak gak gitu, aku penasaran juga sih siapa istri om kamu yang super tampan itu. Boleh deh kita.'' Amel cepat-cepat meralat tolakan nya tadi.
__ADS_1
Alira memang sudah bermaksud ingin memberitahukan pada kedua sahabat nya kalau dirinya dan Arya sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Namun Alira masih menunggu waktu yang tepat agar teman-teman nya jangan sampai tau itu semua dari gosip yang beredar, kalau sempat itu terjadi pastinya mereka berdua akan murka terhadap nya.
Setelah jam kuliah selesai Alira pun segera pulang dengan di antar oleh pak Beny, Alira tidak pergi kemana-mana lagi karena takut nya akan ada wartawan yang mengetahui jika dirinya lah istri dari sang pengusaha yang sedang senter di bincangkan di dunia maya saat ini. Saat sampai di mension Alira segera naik ke kamar nya, Alira berencana ingin berenang sebentar untuk melepas lelah nya seharian beraktifitas di luar.
Di depan Mansion mobil Arya terlihat memasuki parikran, Arya pulang lebih cepat dari biasanya, karena sore ini Arya sangat bersemangat ingin belajar motor, Arya buru-buru keluar dari mobil lalu menuju ke taman belakang rumah.
''Pelan-pelan dong broe, semangat banget loe.'' Ucap Indra yang terus mengekor di belakang Arya.
''Di mana motor nya.'' Tanya Arya seraya terus berjalan.
''Tuh...''Tunjuk Indra.
Arya tersenyum merekah saat melihat motor barunya terparkir rapi di sana. Arya membayangkan dirinya membonceng Alira menggunakan motor tersebut,
''Jika Alira naik di belakang ku dan memeluk pinggang ku pasti ssangat romantis, Apa Alira sudah pulang dari kampus ya.'' Arya membatin.
''Ndra cepat ajari aku.'' Arya melempar jas nya ke arah Indra dan menggulung lengan kemeja putih nya sampai ke siku.
Indra meletakkan Jas sang Bos di atas kursi taman yang ada di sana lalu menghanpiri Arya yang sudah nengkreng di atas motor tersebut. Indri memberitahukan sedikit teknik menaiki motor pada Arya, memberitahukan yang mana gas, rem dan yang lainnya.
''Ndra kayak nya kamu harus merekam deh aksi gue pertama kali naik motor biar jadi kenang-kenangan nantinya.''
''Ahhh lebay loe.''
''Loe rekam atau gue potong gaji.?'' Ancam Arya.
''Ya ya ya bos. Tunggu gue panggil pak beny biar dia yang ngerekam.''
Indra mengambil hanfon nya dan menghubungi pak Beny agar segera ke taman belakang.
Di atas rooftop kamar, Alira melihat di bawah sang suami sedang duduk di atas motor nya, Alira yang hendak berenang pun berdiri sesaat di pinggir sana karena penasaran dengan apa yang di lakukan suami dan orang-orang di bawah sana. Sampai tiba-tiba.
''Mas.......'' Teriak Alira, Alira menyambar kimono nya di atas sofa dan segera berlari ke bawah menggunakan tangga.
Tbc.....
Mohon maaf up nya lama
tinggalkan jejak kalian ya
__ADS_1
jangan lupa like,koment dan subscrie
terimakasih 🫰🫰