Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 7


__ADS_3

Setelah beberapa lama menghilangkan kesal nya di luar, akhirnya Alira kembali ke kamar langsung saja berlalu ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya karna hendak tidur, Arya hanya memperhatikan pergerakan Alira dari meja kerja nya.


Saat malam sudah hampir larut barulah Arya beranjak dari meja kerja nya, berlalu menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya hendak tidur.


Ketika berjalan menuju tempat tidur melihat Alira sudah terlelap dalam mimpi nya, Arya membenarkan selimut Alira dengan tiba-tiba mengusap kepala Alira tanpa sengaja.


''sebenar nya kamu sangat imut dan manis tapi sayng sekali mulut mu pedas sekali tidak sesuai dengan wajah mu yang manis, entah sampai kapan kamu akan menerima pernikahan ini'' batin Arya seraya merebahkan diri dan memandang wajah Alira yang damai dalam tidur nya.


keesokan pagi nya Arya terbangun agak kesiangan dan melihat Alira sedang mengeringkan rambut nya di depan cermin.


''Lira kenapa tidak membangun kan ku??, aku kan jadi kesiangan''


''ngapain bangunin om, emang om ada berpesan untuk di bangunkan ?,tidak ada kan !'' ketus Alira.


Arya tak lagi menjawab terus saja berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah selesai mandi dan berpakaian lengkap Arya langsung turun ke bawah ingin segera berangkat.


''Oma arya berangkat ya''


''tidak sarapan dulu nak?'' tanya oma


''tidak oma, sarapan di kantor saja Arya sudah telat'' seraya melirik jam tangan nya


lalu Arya keluar dari rumah tergesa-gesa karna Indra sudah menunggu di mobil...


''ommmm...'' panggil Alira mengejar


''ada apa? aku udah telat nih''


''om Lira pergi sama sahabat Lira ya''


''itu lagi...... mau ke mana emang nya?''


''jalan-jalan aja om, Lira bosan di rumah terus''


''boleh tapi pakek supir, nanti saya telfon supir untuk mengantar mu''


''jangan, Lira di jemput Amel nanti om''


Arya mengerutkan dahi nya ''terserah kamu saja aku sudah telat''

__ADS_1


''thank u om'' teriak Alira kegirangan saat mobil Aryansudah berlalu keluar dari gerbang.


Sesaat kemudian Amel Dan mita sudah sampai di depan gerbang mension Arya untuk menjemput Alira, Lira segera berlari mencari oma untuk izin keluar dan mengatakan sudah minta izin juga dengan Arya.


Saat di perjalanan mereka bernyanyi ria. Amel yang mengendarai mobil karna dia sudah terbiasa dengan ibukota karna sering kemari tinggal tempat kakek nya. Belum sempat berkeliling ibukota seperti yang di inginkan mereka malah mengalami musibah


Bug.... mobil mereka menabrak body belakang mobil mewah yang di depan karna mereka tidak memeprhatikan lampu merah yang ada di depan sana.


Tiba-tiba saja suasana hening di dalam mobil tersebut.


''aduh giman ni kita nabrak namper mobil orang tu'' seru mita khawatir.


sedangkan di luar sudah ada pemilik mobil depan yang mengetuk-ngetuk kaca mobil mereka.


''hhhee hee oommm kami gak sengaja'' melas mita saat membuka kaca.


''kalian masih anak-anak rupanya, gini dek mobil majikan saya lecet nie kalian harus ganti rugi, keluar dulu deh biar enak ngomong nya.''


mereka bertiga pun segera keluar menurut arahan sopir mobil yang mereka tabrak.


''omm kami tidak ada uang untuk ganti rugi, ini mobil mahal biaya perbaikan nya juga pasti mahal kan'' ucap Alira..


lalu sang sopir berjalan ke depan memberitahukan pada nona nya jika mereka tak sanggup membayar., saat perempuan itu keluar mereka terkejut bercampur senang karna yang mereka tabrak adalah mobil Monica model top yang sangat terkenal.


Monica tak menjawab hanya memeriksa mobil nya yang lecet.


''kalian harus membayar ganti rugi mobil saya jika tidak bisa bayar kita ke kantor polisi'' ujar Monica sangat arogant


''sombong sekali'' ucap Alira spontan


''hey bocah ngomong apa kamu'' bentak Monica


''dasar sombong, cuma lecet sedikit saja main bawa-bawa kantor polisi,'' jawab Alira lagi, lalu merogoh tas nya dan menghubungi sang kakek untuk membayar ganti rugi.


''hey tante berapa yang kau minta ?''


''200 juta'' ucap monica


''hei lihat lah mobil mu cuma lecet sedikit kenapa kami harus membayar sebanyak itu ?''sentak Alira.


karna perdebatan yang lama di pinggir jalan menyebabkan kemacetan dan menarik perhatian polisi yang sedang bertugas di lampu merah tersebut.,

__ADS_1


Setelah perdebatan antara Alira dan Monica di lerai oleh pihak kepolisian sekarang mereka di bawa ke kantor polisi setempat, tapi tidak dengan Monica karna dia ada jadwal pemotretan jadi hanya sopir nya saja yang ke sana.


Beberapa saat kemudian terlihat Indra dan Arya masuk tergesa-gesa ke kantor polisi karna mendapat telfon dari kakek Herman jika cucu nya sedang dalam masalah.


entah apa yang di bicarakan di dalam dengan polisi dan sopir tadi mereka hanya bisa melihat dari balik kaca dan tak bisa mendengar.


''kalian pulang lah,nona ikut kami'' ucap Indra saat keluar.


''kemana om ?'' tanya Alira


''sudah ikut saja jangan banyak bertanya.'' jawab Arya cepat sebelum Indra sempat menjawab.


Sepanjang perjalanan Arya tak mengeluarkan sepatah kata pun karena sangat kesal dengan Alira baru sehari sudah membuat ulah gimana kedepan nya nanti.


saat sampai di perusahaan nya Arya mereka segera turun dari mobil Alira tak banyak bertanya hanya mengekori saja di belakang mereka, semua mata karyawan yang berlalu lalang menatap aneh pada Alira karna mesuk ke dalam lift khusus ceo perusahaan.


''masuk lah'' ucap Arya seraya membukakan pintu ruangan nya.


''aku ngapain di sini om.?''


''tunggu saja di sini jangan kemana-mana, aku ingin melanjutkan rapat yang tertunda gara-gara mu.''


Alira berlalu masuk tidak membantah lagi karna tau diri nya salah.


Sudah beberapa jam Alira menunggu di ruangan Arya merasa sangat bosan akhirnya Alira ketiduran di sofa ruangan tersebut, saat Arya mbuka pintu dan melihat Alira tidur terlentang dengan rok nya tersibak sedikit cepat-cepat menutup intu kembali.


''kamu tidak usah masuk, kembali lah ke ruangan mu'' ucap Arya.


''kenapa bos, bukan nya kita akan diskusikan hasil rapat..??'' tanya Indra bingung.


''nanti saja, aku sangat lelah ingin istirahat''


''oke'' jawab Indra dan berlalu meninggalkan Arya.


Lalu Arya masuk ke ruangan dan mengangkat Alira membawa nya ke kamar yang ada di ruangan tersebut membaringkan nya di sana menarik selimut menutup tubuh nya.


''dasar bocah ceroboh tidur tidak melihat kondisi dan tempat'' ucap Arya seraya berbaring di samping Alira.


Tak terasa Arya sudah tertidur sangat lama, tidak pernah sekalipun dia tidur siang selama ini karna selama ini selalu sibuk dengan pekerjaan nya.


Hingga sore menyapa barulah Alira terbangun dari tidur nya dan melihat Arya terlelap di samping nya.

__ADS_1


''kok di kamar, bukan nya tadi di kantor om Arya'' gumam Alira bingung sendiri kenapa sudah di kamar.


Alira menggeliat kesana kemari sehingga membuat tidur nya Arya terganggu, Arya mengerjabkan mata nya dan tersadar sudah tidur sangat lama.


__ADS_2