Istri Kecil Tuan Arya

Istri Kecil Tuan Arya
Bab 19


__ADS_3

Sinar mentari sudah menyingsing dari ufuk timur, menandakan jika pagi telah tiba, pasangan suami Istri masih terlelap di balik selimut tebal nya, Arya dan Alira masih tertidur dengan saling memeluk, entah siapa yang mulai memeluk duluan entah lah autrhor pun tak tahu 😁, yang pasti nya sekarang mereka sedang dalam posisi nyaman nya. Entahkah saling mengobati rindu, karena sudah dua malam tak tidur bersama.


Saat membuka mata, Arya melihat wajah Istri kecil nya yang tertutupi dengan anak-anak rambut, lalu menyingkapkan rambut itu dan memandang rindu wajah Istri nya, entah sejak kapan Arya mulai merindukan Alira, Arya tak menyadari nya, karena selama ini dirinya selalu menyangkal perasaan itu.


Alira mengerjabkan mata nya saat tidur nya terganggu oleh elusan tangan sang suami di pipi mulus nya.


''Emmmm'' Alira melihat wajah Suami nya yang begitu dekat dengan wajah nya.


''Om, ngapain peluk-peluk.'' Ketus Alira.


''Siapa yang meluk, di liat dulu tangan siapa yang meluk siapa.'' Arya menunjukkan tangan Alira yang melingkar di perut nya.


Alira pun terkejut ternyata diri nya lah yang memeluk sang suami, tapi Alira ya tetap Alira ada saja cara diri nya untuk terlihat tidak berdosa.


''Alah Padahal Om sengaja kan narukin tangan Alira di situ, biar seolah-olah Alira meluk Om'' Ketus Alira..


''Hei... Heii... Kurang kerjaan banget aku harus letakin tangan kamu untuk meluk aku, kalau aku mau aku pun bisa meluk kamu, cuma aku males aja meluk bocah.''


''Alaaahh sok-sokan bilangin bocah, padahal juga pengen melukin ni bocah.'' Alira bangkit dari tidur nya hendak ke kamar mandi, tapi Arya menarik tangan nya dan terhentak kembali ke dada bidang nya.


''Tuh kan,'' Alira mengejek suami nya, tapi Arya tak menanggapi, karena selalu saja kalah argumen jika dengan Alira.


''Saat di Bandung, kenapa gak pernah ngabari aku.?'' Tanya Arya.


Alira mengeryit kan dahi nya mendengar petanyaan dari sang suami.


''Jawab, kenapa gak ngabari aku, apa liburan mu begitu menyenangkan sehingga lupa dengan suami mu.''


''Oohhh jadi Om suami ku.?''


Sekarang giliran Arya yang mengerutkan dahi nya saat mendengar jawaban sang Istri seperti sebuah ejekan untuk nya.


''Apa maksud mu.'' Arya sudah terlihat dingin.


''Jika Om suami ku, lantas kenapa Om juga lupa menwlfon Istri nya ya.'' Alira mengetuk-ngetukkan jari telunjuk nya di dagu seperti yang biasa dia lakukan.


''Aku sibuk, tak sempat menelfon mu.'' Jawab Arya gelagapan, karena merasa di sudut kan.''

__ADS_1


''Aku juga sangat sibuk, dua hari di sana membuat ku sangat bahagia karena tidak di ganggu oleh orang tua menyebalkan seperti mu.'' Ketus Alira, lalu berjalan ke kamar mandi.


Karena Hari ini weekand jadi Arya bersantai saja di rumah tidak kemana-mana, setelah kedua nya mandi, mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama Oma dan juga kak Niko.


''Pqgi Kak, pagi Oma.'' Sapa Alira dengan ceria nya.


Niko haya tersenyum saja tanpa menjawab, begitu juga dengan sang Oma.


''Kak, gimana tidur nya ?'' Tanya Alira.


Sebelum Alira sempat menjawab, Arya duluan menyela meminta Alira untuk mengambilkan sarapan untuk nya.


''Tolong ambilkan aku nasi goreng.'' Ucap Arya


Alira dan Oma serentak menoleh atas Arya, karena selama pernikahan tak sekalipun Arya meminta Alira untuk melayani nya di meja makan. Arya yang merasa di tatap aneh oleh sang Istri sontak menarik kembali piring yang di sodorkan nya.


''Dek, taruh nasi buat suami mu.'' Ucap Niko, karena melihat suasana canggung di sana.


Alira pun menggaruk-garukkan kepala nya, ingin menolak tapi sudah di tatap Niko dengan membelikkan mata. Mau tak mau Alira terpaksa mengambilkan makanan untuk Suami nya. Oma yang melihat itu semua hanya tersenyum simpul dengan hati yang bahagia atas kemajuan cucu nya.


''Kak, kita jalan-jalan yuk, mumpung masih di Jakarta.'' Ajak Alira.


''Kakak gak bisa Dek, kamu jalan-jalan sama Arya aja'' Tolak Niko.


Arya yang melihat Istri nya tak puas-puas dengan jalan-jalan nya pun geram sendiri, ketahuan sekali kalau selama bersama dengan diri nya Alira tak pernah jalan-jalan.


''Hmmm ya udah deh.'' Alira mengercutkan bibir nya.


''Jangan ngambek teru, jelek tau.'' Niko mencubit gemas pipi Adik nya.


Di mata Arya, mereka terlihat sangat sweet seperti pasangan kakak beradik yang selalu akur, padahal pada kenyataan nya mereka selalu berantam.


''Kakak mau langsung balik ke Bandung bentar lagi, tapi kakak mau bicara sebentar sama Arya.''


Arya yang mendengar nama nya di sebut sontak menoleh ke arah Niko, kira-kira apa yang akan di bicarakan Niko dengan diri nya, apakah Alira mengadu yang bukan-bukan saat berada di Bandung, pikir Arya.


''Kakak mau ngomong apa sama Om Arya'' Alira penasran.

__ADS_1


''Adalah, ini urusan lelaki.''


''Lelaki memang susah di tebak,'' Gumam Alira.


Sesaat kudian Arya bersama Niko berjalan menuju kolam renag di samping taman belakang rumah, karena Nuko ingin bicara empat mata dengan nya.


''Arya, aku mau minta maaf pada mu atas sikap adik ku yang kurang sopan terhadap diri mu.'' Ucap Niko saat sudah duduk di sana.


Arya yang mendengar Niko malah meninta maaf pada nya pun sesaat matung mencerna baik-baik maksud dari perkataan abg ipar nya itu.


''Alira memang anak yang manja dan keras kepala, ku harap kamu bisa sabar dalam menghadapi nya, tapi dia sebenar nya memiliki hati yang lembut'' Sambung Niko lagi.


Arya masih berdiam diri mendengarkan penuturan Niko. Sepertinya Alira tidak mengadu yang bukan-bukan tentang nya.


''Aku tau kamu sulit menerima nya, karena kalian menikah di jodohkan, tapi jika suatu saat nanti kau tak juga bisa mencintai nya maka telfon aku biar ku jemput dia kembali.'' Niko bangun dari duduk nya dan berjalan keluar dari sana,


Niko pamit pada Oma dan Alira untuk segera balik ke Bandung.


''Dek, mulai sekarang jangan panggil Om lagi untuk suami mu.''


''Adek belum terbiasa kak.''


''Biasa kan lah mulai sekarang.''


''Hmm''


''Kakak pulang ya, Adek baik-baik di sini, jangan keras kepala dan jangan selalu mbantah pada suami mu.''


''Siapa bilang Adek suka membantah, apa orang tua itu mengadu sama kakak ya .?''


''Tanpa di aduin pun kakak dah tau, karna kakak sngat mengenal siapa kamu.''


''hhmm'' Alira mengercutkan bibir nya.


Niko memeluk sejenak Adik nya, mengacak rambut nya lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan Mension tersebut. Sedangkan dari atas sana Arya menyaksikan keharmonisan kakak beradik itu di rooftop kamar nya.


Tbc.....

__ADS_1


__ADS_2