
Arya duduk di atas kasur, dan merenggang kan otot-otot nya, melakukan push up dan menguling-guling kan badan nya untuk pemanasan awal.
''Om ngapain'' Bingung Alira.
''Pemanasan sebelum bertempur.'' Jawab Arya dengan seringai aneh nya.
Alira jadi bergedik ngeri melihat tingkah nya Arya.
''Lira mau ke kamar mandi dulu,'' Alira cepat melesat kabur ke kamar mandi
''Ya ampun ... Om Arya kok jadi ngeri gitu ya. Apa iya aku harus melakukan nya sekarang, apa Om Arya mencintai ku atau tidak ya.'' Alira bergumam saat sedang bercermin di washtaffel
Setelah sedikit bersiap-siap, akhir nya Alira keluar dari kamar mandi itu.
Arya sudah berdiri dan bersenderan de di dinding depan pintu kamar mandi setelah melakukan beberapa pemansan tadi.
''Sudah siap ?'' Tanya Arya seraya melipat tangan di dada dan menaik-naikkan alis nya.
''Ya aampun, Om biking kaget aja deh. Ngapain di sini ?'' Kaget Alira.
''Nungguin kamu.'' Arya menarik pinggang istri nya dan merapat kan ke tubuh nya.
Alira hanya pasrah saja, malam ini Alira sudah bertekad jika diri nya akan siap dengan apa yang akan terjadi, dirinya juga sangat penasaran dengan malam pertama.
Arya mengibak anak rambut yang menutupi wajah cantik Alira ke belakang telinga. Hal tak terduga pun terjadi, Alira Berjinjit mengimbagi tibuh nya Arya lalu mencium mesra bibir suami nya, Arya tersenyum bahagia karena kali ini Alira yang mulai mencium nya. Tidak menunggu aba-aba lagi, Arya langsung memulai aksi nya apalagi lampu hijau sudah menyala, momon yang di nanti-nantikan nya tak akan di sia-sia kan kali ini, kalaubada yang mengganggu kali ini, mungkin akan di bunuh oleh nya.
Arya menggendong tubuh istrinya dan berjalan ke arah kasur, tanpa melepas kan pangut*n antara kedua nya. Cium*n yang begitu menuntut membuat nafas kedua nya terasa berat karena sama-sama menahan hasrat yang lama terpendam.
Arya melakukan segala hal dengan lembut, sehingga Alira terlena dan terbuai dengan sentuhan sang suami, walau tetap merasa sakit karena ini yang pertama bagi nya, namun Arya dapat mengatasi nya dengan cepat. Agar istri kecil nya itu kembali rilex.
Setelah pertempuran panas antara kedua nya selesai, Alira tertidur lemas di dalam selimut, sedang kan Arya keluar menuju ke rooftop karena ingin mengisap sebatang rokok.
Arya begitu puas malam ini, rasa nya ingin mengulang hal itu hingga subuh menerpa, namun di tahan nya karena Alira harus ke kampus besok, kalau tidak maka Alira tidak mungkin bisa berjalan besok pagi nya.
Arya merasa perut nya yang lapar, ternyata diri nya belum makan malam, begitu pun dengan sang istri yang hanya makan omlet saja tadi. Arya turun ke bawah ingin mencari makanan yang bisa mengganjal perut lapar nya dan mengambil beberapa roti dan juga selai untuk di bawa ke kamar, takut nya kalau-kalau nanti Alira terbangun dan merasa lapar juga.
Arya kembali ke tempat tidur nya dan berbaring di samping sang istri. Arya tersenyum puas saat melihat wajah teduh Alira yang sedang tertidur, Arya menyelinap ke dalam selimut dan memeluk tubuh polos istri nya lalu memejamkan mata, meski sulit untuk tertidur karena godaan yang ada di balik selimut tersebut.
Keesokan pagi nya Alira mengerjab kan mata nya, pemandangan yang selama ini ia lihat di pagi hari, namun ada perasaan berbeda pagi ini, suami nya itu terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dari biasa nya.
__ADS_1
Alira tersenyum malu tatkala mengingat pertempuran sengit yang terjadi tadi malam, sudah beberapa bulan menikah, baru tadi malam lah mereka melakukan malam pertama.
Alira turun dari tempat tidur tanpa mengganggu tidur suami nya, namun saat menyadari tubuh nya yang polos, cepat-cepat Alira menarik selimut dan membungkus tubuh nya. Alira berjalan sangat pelan sekali, karena aelangkangan nya terasa sakit dan perih. Alira menjatuh kan selimut tebal nya di depn kamar mandi dan lansung masuk ke dalam untuk membersih kan diri nya.
Arya yang masih tertidur, tiba-tiba merasa tibuh nya begitu kedinginan, meraba-raba kesana kemari tidak dapat menemukan selimut dan juga Alira sudahbtidakndi kasur.
Arya membuka mata nya, melihat kesana kemari namun kosong.
''Di mana selimut.'' Gumam Arya lalu turun dan mencari Alira mungkin lagi mandi.
''Loh, selimut kok ada di sini.'' Arya bingung kok ada selimut di depan kamar mandi.
Tok....Tok... Tok.... ''Lira... Kamu di dalam ya.''
''Iya,'' saut Alira seperti sedang menggosok gigi nya.
Arya mengambil selimut dan melempar nya ke keranjang kain kotor lalu menunggu istri nya keluar untuk bergantian mandi.
Beberapa saat kemudian, Alira keluar dengan kimono mandi nya, Arya memperhatikan istrinya yang berjalan pelan.
''Masih sakit ya ?'' Tanya Arya.
Alira hanya mengangguk malu-malubdan terus saja berjalan, sampai tiba-tiba tubuh nya melayang di udara karena di gendong oleh Arya.
Arya membawa Alira ke depan lemari pakaian nya.
''Aku mandi dulu ya.'' Arya menyerah kan handuk rambut nya Alira yang hampir jatuh.
Selesai mandi, Arya sedang merapikan dasi nya di depan meja rias, sedang kan Alira sibuk dengan ponsel nya, sepertinya sedang membalas grup chat dari sahabat-sahabat nya.
''Kamu yakin mau ke kampus.'' Tanya Arya
Alira mengalih kan pandangan nya dari ponsel nya menatap sang suami dan mengangguk.
''Ini di tutup dulu.'' Arya menunjuk kan tanda merah di leher sang istri.
Alira memegang leher nya dan berbalik menghadap ke cermin. Alira mengambil fondation dan mengoles nya di sana, dan Arya memberi nya sebuah syal agar di ikat di sana. Supaya tanda merah tersebut tertutup sempurna.
Setelah sarapan dan berpamitan pada oma, Arya memengang tangan Alira dan menuntun nya yang berjalan pelan memasuki mobil yang sudah di tunggu oleh Indra di luar.
__ADS_1
''Pagi Nona manis.'' sapa Indra sepeeti bias.
Alira hanya tersenyum saja serya masuk ke dalam mobil.
''Kamu yakin gak papa.?'' Tanya Arya
''Iya,.''
''Nona manis kenapa.? Sedang sakit ya .?'' Indra nenimpali.
''Lira lagi kurang sehat.'' Bohong Arya, takut sahabat nya tersebut akan banyak beratanya.
Indra mengangguk-angguk kan kepala nya tanda mengerti.
Di sepanjang perjalanan, Arya tak henti-henti menggenggam tangan Alira, sepertinya Arya mulai memeperlihat kan rasa cinta nya pada sang istri.
Sampai di depan kampus, Arya meminta Indra untuk membeli minum di warung yang ada di sebrang jalan.
''Nanti di jemput sopir atau mau aku yang jemput ?''
''Jemput sopir aja, kalau Om yang jemput nanti aku di bawa ke kantor lagi.'' Alira mengercut kan bibir nya.
''Ya sudah, nanti aku telfon sopir nya.''
Arya mengecup singkat bibir sang istri dan membenarkan rambut nya dan menyibak ke belakang telinga.
''Lira turun ya.''
Arya mengecup kening sang istri dan melepas nya untuk turun. Namun belum sempat Alira turun, tangan nya di tari kembali oleh Arya..
Tbc......
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian bestie👉
Dengan cara like komen sebscribe dan vote
Dukungan kalian menjadi motivasi buat author terus menulis 🫰
Salam sayang dari author Jhuwee dealova🫰
__ADS_1
Terimakasih. 🙏
Maaf ya up nya lama, badan lagi kurang fit. 🙏🙏🙏