
Saat membuka mata nya Arya melihat jam di dinding menunjukan pukul lima sore, Arya tersentak kaget karna cukup banyak waktu yang terbuang hanya untuk tidur, karena selama ini Arya tak pernah tidur siang bahkan untuk sekedar jalam-jalan dengan Monica pun tidak sempat.
''om....'' panggil Alira
''hhmm'' jawab Arya
''om... lira mintak maaf soal tadi''
''rupanya kau tau juga cara nya mintak maaf ya''
''apa maksud mu'' Alira mengerutkan dahi nya.
''ku fikir kauntidak mengerti bagai mana cara nya mintak maaf setelah membuat kesalahan''
''hei om walaupun aku sedikit kurang sopan tapi aku tau cara nya mintak maaf, karna orang tuaku pernah mengajari nya'' kesala Alira dan berlalu ke kamar mandi.
''bagus lah kalau kau tau'' Arya sedikit meninggi kan intonasi nya karna Alira sudah masuk ke kamar mandi.
setelah membersihkan diri mereka masing-masing langsung pulang, saat di perjalanan Alira merasa lapar karna belum makan siang.
''om Lira lapar''
''mau makan apa adik manis ?'' tanya Indra menggoda
''apa saja om yang penting perut bisa kenyang''
''oke adik manis kita singgah di kafe depan ya''
''trimakasih om baik'' jawab Alira genit.
Arya mendengar dengan muak interaksi antara ke dua insan yang satu mobil dengan nya. Sesampai nya d kafe Alira langsung masuk saja tanpa menunggu kedua pria tampan di belakang nya.
''kapan kuliah mu akan di mulai ?'' tanya Arya di sela-sela makan mereka.
''minggu ini om, tapi aku belum beli perlengkapan nya''
''weekand nanti kita beli'' jawab Arya singkat
''jika aku pergi beli dengan teman-teman ku saja boleh tidak om ??''
''tidak'' jawab Arya singkat padat dan jelas.
''kenapa tidak boleh, jika pergi dengan mereka aku lebih mudah memilih barang-barang yang aku perlukan nanti nya.''
''aku tidak mau kejadian tadi terulang lagi''
__ADS_1
''hhmmm'' Alira menjawab dengan malas, sedangkan Indra hanya menjadi pendengar setia saja
Setelah selesai makan mereka langsung pulang ke mension, Sesampai nya di sana Indra tak di perbolehkan pulang dulu karna Arya belum mendiskusikan hasil rapat tadi.
''Dra.... kita ke atas dulu, hasil rapat tadi langsung kita diskusikan saja agar bisa cepat selseai''
''oke bos''
Indra dengan santai mengikuti bos ny ke kamar, karna meje kerja Arya memeng ada nya di kamar, selma ini mereka selalu mengerjakan segala sesuatu di sana.
Saat Arya membuka pintu kamar hendak masuk alangkah terkejut melihat istri kecil nya hanya memakai bikini saja berjalan keluar dari pintu menuju kolam renang.
''glek....'' Arya seakan susah menelan liur nya, sedangkan Alira keluar dengan santai walaupun tau Arya akan masuk.
''Dra... kita di ruang bawah saja'' Arya kembali keluar sebelum Indra sempat masuk.
''lah... kenapa gak di sini aja Ar....''
''udah di bawah aja, di dalam ada Alira, takut nya dia akan berisik nanti''
''kalau gitu kita di rooftop aja, kan enak sore-sore sekalian nyantai'' Indra hendak masuk ke kamar tersebut tapi di cekal oleh Arya.
''mulai hari ini ruangan kerja ku udah pindah, kamar ini terbatas untuk orang lain hanya aku dan Alira saja'' ucap Arya dingin
''oohh tentu saja bos... nona manis kan harus ada privasi'' jawab Indra cengengesan.
''siap bos'' Indra seraya membuat hormat.
Kemudian Arya masuk ke dalam kamar, meletakkan jas yang dia pegang di atas sofa lalu berjalan keluar menuju kolam renang penasaran ingin melihat Alira,
''kenapa dia sangat berani berpakaian mini seperti itu, sedangkan dia tau ada aku juga di kamar ini, apa dia sengaja ingin menggoda ku?'' Batin Arya saat berdiri di ambang pintu.
''jangan berenang terlalu lama, nanti kamu akan sakit'' ucap Arya akhirnya karena ketahuan sedang memerhatikan Alira, sedangkan Alira tak menggubris terus saja melnjutkan berenang nya.
Arya berlalu pergi karna tak sanggup menahan gerah melihat pemandangan di depan mata nya, untung saja kolam renang nya di dalam kamar kalau di luar letak nya pasti Alira tak akan di izin kan berenang dengan pakaian seperti itu.
Sampai malam tiba Arya masih berkutat dengan pekerjaan bersama Indra di ruang keluarga,
''Anak-anak ayo kita makan malam'' panggil Oma
''Iya oma sikit lagi'' Jawab Arya.
''sudah-sudah tinggalkan saja, jika di kerjakan tak akan ada habis nya.''
Akhir nya Arya dan Indra menurut saja perkataan oma dan meninggalkan pekerjaan mereka untuk makan malam.
__ADS_1
''bik panggil kan nona'' perintah oma pada Bik Mun
Saat turun Alira hanya menggunakan hot pant dan kaus oblong kebesaran yang memperlihat kan tali penyangga nya warna hitam, paha putih nan mulus terpampang nyata.
Arya dan Indra seakan sulit untuk menelan siliva nya sendiri, Alira terlihat begitu seksi dengan rambut yang tergerai.
''malam Oma'' sapa nya saat sampai di sana.
''malam nak, ayo duduk''
''m a l a m n o n a m a n i s.'' Sapa Indra tergagap.
Arya cepat menarik Alira untuk duduk di samping nya agar Indra tidak terus melihat paha istri nya, lalu membenarkan kerah baju yang turun memperlihatkan bahu seksi nya, Alira tak membantah han menurut saja.
setelah makan malam selesai Alira ke kamar Oma karna Oma ingin bicara dengan nya.
''Lira.... Oma ingin memberikan ini untuk mu nak, gelang ini memeng terlihat sudah sangat tua tapi ini sangat berharga di keluarga kita, ini gelang turun temurun yang di berikan oleh mertua oma dulu''
''tapi kenapa oma berikan pada Lira, Oma simpan aja ya takut nya hilang nanti sama Lira oma''
''tidak nak, gelang ini memang harus kamu yang simpan sudah saat nya oma melepas gelang ini, dulu Oma pikir mama nya Arya yang akan menjaga nya''
''terus mama om Arya di mana oma ?''
''mama nua Arya pergi meninggalkan kami di usia Arya baru 6 bulan, saat itu papa nya Arya mengalami kerugian di perusahaan jadi mama nya Arya memilih meninggalkan nya dan juga Arya bersama Oma''
''oohh gitu ya Oma???''
''Apa sampai saat ini om Arya tidak bertemu dengan mama nya lagi ?''
''ada nak, di usia Arya 15 tahun mama nya pernah meminta Arya dari oma, tapi Arya tidak mau dan sangat membenci mama nya, Lira jangan tanyakan perihal mama nya pada Arya. Kamu dengar nak ?''
''iya Oma,''
''nah, simpan lah dengan baik gelang ini nak''
Alira memandang gelang itu dengan seksama, jika Alira menerima gelang ini berarti Alira harus bertanggung jawab atas gelang itu pula dan menjadi istri Arya selama nya.
''baik Oma.'' jawab Alira memantap kan diri nya.
''oya Oma, apa om Arya tidak punya kekasih ya ..?''
''kenapa kamu tanya soal itu nak, apa ada masalah ?''
''tidak ada Oma, Alira penasaran saja kenapa Om Arya mau aja di jodoh-jodohin padahal dia tampan dan mapan'' ucap Alira seraya mengetuk-ngetuk dagu nya.
__ADS_1
''jangan terlalu banyak berfikir sayang, sekarang kamu lah satu-satu nya istri Arya''.
Setelah dari kamar Oma, Alira kem bali ke kamar nya melewati ruang keluarga yang masih ada Arya dan Indra di sana.